Beranda blog Halaman 640

Mushida Balikpapan Galang Dana untuk Palestina

mushida balikpapanHidayatullah.or.id — Muslimat Hidayatullah (Mushida) Gunung Tembak melakukan penggalangan infaq Palestina pada acara pengajian Ahad ibu-ibu di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Hidayatullah Pusat Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Ahad (20/7/2014) lalu.

Subhanallah…! Baik ibu-ibu maupun santri putri berlomba-lomba memberikan donasinya. Hanya dalam beberapa menit, terkumpul dana infaq Rp 27.760.000 ditambah cincin emas.

Ditambah infaq dari ‘hamba Allah’ dan ibu-ibu binaan Majelis Taklim Gunung Tembak, total infaq Palestina yang terkumpul hari itu sebesar Rp 34.295.000. Tak sampai 5 menit penggalangan dananya bisa dapat segitu.

Selain ibu-ibu Mushida dan para santri putri Hidayatullah, pengajian ini juga dihadiri ibu-ibu yang tinggal di sekitar wilayah Kampus Gunung Tembak.

Penggalangan dana itu digelar mulai sekitar pukul 11.10 WITA. Sebelumnya digelar acara pengajian terlebih dahulu dengan pemateri Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan Ustadz Zainuddin Musaddad.

Ustadz Zainuddin berbicara panjang lebar mengenai keutamaan lailatul qadar. Lalu memotivasi ibu-ibu untuk berlomba-lomba meraih keberkahan lailatul qadar.

Di akhir taushiahnya, Ustadz Zainuddin menyinggung tentang kondisi umat Islam di Gaza, Palestina.

“Sudah sepatutnya kita bersyukur, sebab masih dapat menikmati kekhusyuan dan ketenangan beribadah di bulan Ramadhan, sedang saudara-saudara kita di Gaza setiap saat terancam nyawanya,” ujarnya di depan sekitar 150 hadirin.

“Tetapi dalam kondisi demikian justru mereka lebih mampu menikmati dan merasakan kekuatan doa-doa mereka, dibanding kita yang berada dalam situasi aman damai. Ketika mereka menengadahkan tangan memohon perlindungan Allah misalnya, bisa jadi di saat yang sama sebuah roket meledak di dekatnya,” lanjutnya.

“Apa yang bisa kita lakukan? Kita setiap hari berdoa untuk saudara-saudara kita di Gaza, tapi doa saja tidak cukup. Doa-doa untuk Palestina tidak cukup hanya direspon dengan ‘aamiiin’ saja, tetapi juga dengan bukti nyata, salah satunya adalah dengan dana,” pesan Ustadz Zainuddin.

Terlebih di bulan Ramadhan ini, tambahnya, ketika pahala amal kebaikan dilipatgandakan beratus kali lipat oleh Allah. Satu rupiah yang diinfaqkan, tujuh ratus kali lipat balasan kebaikan yang didapatkan.

Ketua PD Mushida Gunung Tembak Ibu Eming menyampaikan rasa terima kasihnya kepada ibu-ibu dan para santri atas partisipasi mereka dalam penggalangan dana tersebut.

Eming menyitir al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 262-263 tentang keutamaan orang-orang yang menginfaqkan hartanya fi sabilillah.

Ia juga mengutip Surat Al Hujurat ayat 15, yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.”

“Kita mungkin tidak bisa berjihad dengan jiwa dan raga kita, tetapi bukan berarti tertutup peluang jihad untuk kita. Berjihad dengan harta adalah salah satu bentuk jihad yang bisa kita lakukan untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Eming.*/Zahratun Nahdhah, dari Gunung Tembak.

Semarak Ramadhan Ponpes Hidayatullah di Perbatasan

0
Salah satu kegiatan keagamaan di Pesantren Hidayatullah Papua
Salah satu kegiatan keagamaan di Pesantren Hidayatullah Papua

Hidayatullah.or.id — Kepala Pesantren Hidayatullah di Kabupaten Timika, Papua, Syakir, mengatakan, para dai di Papua saat ini tengah sibuk bersafari Ramadhan mengisi ceramah dari masjid ke masjid.

Seperti halnya di kota-kota lainnya, di Timika sendiri antusias umat Islam untuk belajar agama pada bulan Ramadhan sangat tinggi dibanding hari biasa.

“Semarak Ramadhan di sini luar biasa dari hari pertama sampai hari ini. Semua berjalan lancar, aman, tertib, dan tolerasi umat beragama cukup bagus. Agama lain cukup menghormati,” katanya.

Ia mengungkapkan, Pemda Timika dan jajarannya yang kebanyakan non-Muslim bahkan ikut andil dalam safari Ramadhan. Mereka ikut keliling dari kampung ke kampung untuk menyapa umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa.

“Kita di sini banyak kegiatan. Sekolah kita ada pesantren kilat untuk anak-anak. Banyak yang mengadakan buka puasa bersama juga. Walau pimpinan di sini agamanya Nasrani, tapi dia juga ikut buka bersama,” ujarnya.

Menurut Syakir, warga Muslim di Kabupaten Timika memang membutuhkan penambahan dai. Mengingat, banyak binaan mualaf yang belum terkelola dengan maksimal.

Di Timika sendiri baru ada tiga orang dai yang mengabdi di Ponpes Hidayatullah. Sedangkan, warga mualaf di Timika ada sekitar 50 kepala keluarga. Pesantren Hidayatullah sudah dipercaya warga Timika sebagai rujukan para dai dan mubaligh.

“Kita di sini ada masjid bernama Masjid Al Haq. Ada TK dan SD. sorenya anak-anak belajar di TPQ. Di samping itu ada kajian bagi ibu-ibu,” katanya. Ia mengharapkan, ada donatur yang berkenan membantu buku-buku bagi para siswanya dan para mualaf yang ada di Timika.

Ulama Papua, Ustaz Abdul Shamad Mahuze, mengatakan, bantuan para dai yang datang dari luar Papua memang sangat dirasakan kehadirannya. Ia mengatakan, saat di tempatnya di Kabupaten Asmat, sangat terbantu oleh para dai yang datang dari Sukabumi.

“Kegiatan yang berjalan saat ini dikelola oleh dai yang kita datangkan dari luar, yaitu dari Sukabumi,” ujarnya. Mahuze mengatakan, saat ini ia bersama rekan-rekannya tengah mempersiapkan iktikaf yang akan digelar di Masjid An Nur Kabupaten Asmat. (rep/hio)

[DOWNLOAD] Naskah Khutbah Idul Fitri 1435 Hijriyah

Berikut ini naskah khutbah Idul Fitri 1435 Hijriyah rilis PP Hidayatullah yang ditulis oleh Ketua Dewan Syura Ustadz Hamim Thohari. Semoga bermanfaat dan dapat dimanfaatkan seluas-luasnya kaum muslimin. Selain dalam format Microsoft Word, file juga dibuat dalam bentuk PDF, sehingga pastikan di komputer anda telah terinstal aplikasi “Acrobat Reader” untuk dapat membaca file. Terima kasih.
_______________

DOWNLOAD (Versi Acrobat Reader/Pdf)
DOWNLOAD (Versi Microsoft Word)

Wali Kota Buka Puasa di Ponpes Hidayatullah Makassar

Bukber makassarHidayatullah.or.id — Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Danny Pomanto – Syamsu Rizal menghadiri undangan buka puasa bersama keluarga besar Ilham – Aziz di Pondok Pesantren Hidayatullah BTP Tamalanrea, Selasa (15/7/2014) lalu.

Buka puasa itu dirangkaikan dengan lelang pengecoran plat lantai 3 gedung pendidikan integral Hidayatullah Makassar yang berada di dalam kompleks ponpes.

Hadir dalam acara ini, Mantan Wali Kota Makassar dua periode, Ilham Arief Sirajuddin, pendiri Ponpes Hidayatullah yang juga anggota senator RI, Aziz Qahhar Mudzakkar, Ketua KIP Sulsel, Aswar Hasan, Ketua Devisi Informasi dan Komunikasi DPD Partai Demokrat Sulsel, Selle Ks Dalle, Camat Tamalanrea, Yarman, Kapolsek Tamalanrea, Ketua Yayasan Albayan Ponpes Hidayatullah, Sarmadani, dan ratusan santri.

Dalam kesempatan ini, Danny Pomanto memberikan bantuan pengecoran seluruh lantai 3 gedung pendidikan integral Hidayatullah. Disusul Ilham Arief Sirajuddin Rp. 50 juta dan donatur lainnya yang disampaikan pada saat pelelangan.

Danny Pomanto menyampaikan jika masalah sumbangan masjid dan gedung keagamaan jelas dijabarkan dalam Al Quran. Ia juga terinsipirasi sosok Ilham yang selalu mengatakan membangun mesjid dan tempat ibadah membuka banyak hal yang tidak diketahui.

“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan bernilai ibadah di sisiNya,” kata Danny dalam sambutannya disambut pekikan ” Allahuakbar para santri.

Ia juga mengharapkan pembangunan gedung yang rencananya 4 lantai bisa selesai secepatnya demi mendukung sumber daya masyarakat.

Konsultan tata ruang kota ini juga menyampaikan agar seluruh pesantren mendukung program yang telah dicanangkan pemerinta kota seperti Makassarta Tidak Rantasa.

“Semoga kita selalu memperbaiki diri apalagi pemkot ini meluncurkan MTR. Ini adalah gerakan moral, ahlak, bahwa semua rantasa adalah musuh kita,” ucapnya.

“Tidak shalat 5 waktu itu juga disebut rantasa, golput kemarin juga rantasa semua perbuatan tergolong tidak baik adalah rantasa juga,” sambungnya.

Danny menyampaikan untuk lebih mensukseskan MTR, 17 Agustus nanti pemkot melakukan berbagai kegiatan perlombaan yang memfokuskan pada MTR.

“Seperti lomba lisa (lihat sampah ambil), lomba menghias sampah, kebersihan, dan lain-lain,” tuturnya.

Sementara Ilham menyampaikan memiliki hubungan yang erat bersama ustads Aziz. Selain karena berpasangan pada Pilgub lalu.

“Mungkin jabatan tidak didapatkan tapi kemenangan silaturahminya masih terjaga,” ucap suami Aliyah Mustika Ilham. (ybh/tt]

Forum Indonesia Bukber dengan Hidayatullah Nunukan

0

fkpi nunukanHidayatullah.or.id — Forum Komunikasi Persaudaraan Indonesia (FKPI) Cabang Kabupaten Nunukan menggelar acara buka puasa bersama sekaligus menyalurkan bantuan dana untuk Panti Asuhan Ruhama dan Pesantren Hidayatullah Nunukan.

Pengurus FKPI Cabang Kabupaten Nunukan Ramli mengatakan, untuk panti asuhan dan pesantren itu pihaknya menyalurkan dana jutaan. Dana tersebut berasal dari anggota FKPI. Ini merupakan kegiatan yang baru pertama kali digelar FKPI sejak terbentuk setahun lalu di Kabupaten Nunukan.

Dia mengatakan, aksi-aksi sosial seperti ini akan terus dilakukan FKPI Kabupaten Nunukan.

Setahun terbentuk di Kabupaten Nunukan, FKPI Cabang Kabupaten Nunukan telah memiliki sekitar 1.000 anggota. Mereka terdiri dari beragam profesi seperti kalangan pengusaha, pegawai negeri sipil, pedagang dan pemuka agama. “Serta masyarakat biasa yang pada umumnya ingin meningkatkan kesejahteraannya, hampir semua sudah bergabung di sini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, FKPI bergerak dibidang kemanusiaan. Memberikan santunan kepada panti asuhan kemudian untuk diketahui juga bahwa perkumpulan tersebut kata dia berideologi saling membantu.

“Hari ini kita memberikan bantuan kepada orang lain, sebulan kemudian kita diberikan bantuan dari orang yang berbeda,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan terbentuknya FKPI, hubungan persaudaraan diantara partisipan bisa terus terjalin. (hio/ybh)

Syabab Hidayatullah Kelola Lembaga Tahfidz

OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA syabab hidayatullah sukabumi 4 syabab hidayatullah sukabumi 5Hidayatullah.or.id — Pengurus Pusat (PP) Syabab Hidayatullah mendapatkan amanah dari organisasi induk yakni Departemen Luar Negeri PP Hidayatullah untuk mengembangkan lembaga penghafal Al Qur’an yang berkedudukan di Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Lokasi lembaga penghafal Al Qur’an yang diberi nama Ma’had Tahfidzul Qur’an Al Humairah Khusus Putri tersebut merupakan amanah wakaf dari Atase Agama Kerajaan Saudi Arabia di Indonesia yang diserahkan kepada Pimpinan Pusat Hidayatullah. Oleh PP Hidayatullah, amanah pengembangan lembaga tersebut diserahkan kepada Syabab Hidayatullah.

Ada 3 lokal gedung masing-masing 3 lantai. Tampak sudut-sudut bangunan wakaf tersebut.

Ketua PP Syabab Hidayatullah Naspi Arsyad dalam kesempatan berbuka puasa bersama masyarakat dan warga di sekitar lembaga tahfidz tersebut beberapa waktu lalu mengatakan pengelolaan Ma’had Tahfidz Al Humairah akan ditangani oleh tenaga profesional di bidangnya.

Adapun Syabab Hidayatullah, jelas Naspi, berperan dalam proses pengembangan, metode, pendampingan, dan pengelolaan amal-amal usahanya dengan besinergi dengan PP Hidayatullah selaku pengawas. Amanah pengembangan lembaga tersebut diharapkan akan mendorong lembaga tersebut bertumbuh menjadi lebih baik apalagi ini adalah kali pertama gedung tersebut difungsikan setelah sekitar 2 tahun terbengkalai. Tampak pemandangan alam sekitar dari atas gedung Ma’had Al Humairah.

“Semoga sinergi ini berjalan dengan baik sehingga Ma’had Tahfidz Al Humairah dapat menjadi lembaga penghafal Qur’an terdepan yang dikembangkan oleh PP Syabab,” harap Ketum PP Syabab Hidayatullah ini.

Lembaga Tahfidz Qur’an memiliki luas setengah hektare dengan bangunan gedung 3 unit masing-masing 3 lantai dengan kapastitas keseluruhan sebanyak 300 orang. Lokas ini juga memiliku ruang aula dan musholla yang representatif. (ybh/hio)

Hidayatullah Terus Gulirkan Donasi untuk Palestina

Tahap pertama BMH telah menyalurkan bantuan yang langsung disampaikan kepada relawan ACT yang akan lansung terjun ke lokasi pada Kamis, 10 Juli lalu.
Tahap pertama BMH telah menyalurkan bantuan yang langsung disampaikan kepada relawan ACT yang akan lansung terjun ke lokasi pada Kamis, 10 Juli lalu.

Hidayatullah.or.id — Sebagai bentuk kepedulian kepada umat Islam di Gaza yang sedang dibombardir zionis Israel, ormas Hidayatullah melalui Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) terus menggulirkan program donasi untuk Palestina.

Program tersebut masih terus digulirkan BMH di setiap cabang seluruh nusantara salah satunya Laznas BMH Balikpapan, Kaltim. BMH Kota Balikpapan selama Ramadan melakukan aksi penggalangan dana. Temanya “Aksi Solidaritas Kemanusiaan Indonesia Peduli Gaza”.

Demikian ditegaskan Supriadi Adi Sakka, koordinator penggalangan dana, di kantor BMH. Menurutnya, sistem penggalangan dana ini dengan cara layanan jemput donasi dengan memaksimalkan 29 gerai BMH yang tersebar di pusat keramaian, perbelanjaan dan perkantoran di Balikpapan.

“Gerai itu sudah dibuka sejak awal Ramadan untuk memudahkan warga menyalurkan infak dan sedekahnya,” katanya dalam keterangan resminya kepada media ini, ditulis Selasa (15/07/2014).

Pada gerai BMH, kata Sakka, tak kurang dari 50 orang relawan mengajak masyarakat untuk mewujudkan kepedulian pada kaum muslimin di Gaza.

“Ke 50 orang relawan merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah. Mereka akan selalu standby di gerai mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 21.00 Wita,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Program dan Marcom BMH, Basori mengatakan, penggalangan dana ini merupakan bentuk solidaritas atas panggilan rasa kemanusiaan BMH untuk membantu saudara-saudara yang saat ini sedang dibantai Zionis Yahudi Israel.

“Penjajahan Zionis Israel atas bumi Palestina terus memakan korban. Ribuan penduduk sipil, khususnya perempuan dan anak-anak menjadi syuhada, mereka meninggal dunia,” katanya.

Menurut Basori, dalam aksi ini nantinya jika sudah terkumpul, dana akan disalurkan melalui Sahabat Al Aqsa.

“Penggalangan dana ini sudah kami lakukan sejak diberitakannya aksi penyerangan Israel ke Gaza. Dan dalam seminggu ini selama Ramadan di Pesantren Hidayatullah Karang Bugis dan Gunung Tembak, telah dilakukan dua qunut natzilah saat salat tarawih,” ungkapnya.

“Semoga partisipasi umat dari aksi saat ini bisa membantu meringankan saudara-saudara di Palestina yang saat ini membutuhkan uluran tangan kita,” tandasnya.

Basori menambahkan, sebelumnya BMH juga telah menyerahkan bantuan kemanusiaan melalui Sahabat Suriah dan Sahabat Al Aqsa. Bantuan itu berupa uang tunai sebesar Rp 10 juta yang diserahkan Staf Divisi Program BHM Balikpapan Tosin Muhajir kepada Syekh Mahmud Hasan Abi Ahmad, dosen Universitas Damaskus Fakultas Kuliah Dakwah Islamiyah, Selasa (2/7) di Pul Bus Total Gunung Bugis.

Salurkan infak kepedulian Anda untuk muslimin Gaza melalui rekening BCA No Rekening: 191.1155881, Bank Mandiri : 149.0004530046.  Atau kunjungi kantor BMH Jalan MT Haryono Komp Ruko BDI Blok II No 07, jemput donasi (0542) 872644. (hio/ybh)

Murid Sekolah Pemimpin Hidayatullah Terima Beasiswa

0

murid sekolah pemimpin hidayatullah balikpapanHidayatullah.or.id — Program Beasiswa Sekolah Pemimpin Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, memasuki tahun kelima. Untuk tahun ajaran 2014/2015 ada 50 siswa baru yang masuk penjaringan penerima beasiswa.

Kepala Divisi Program dan Marcom BMH, Basori mengatakan, tahun ini BMH  memberikan beasiswa sekolah pemimpin kepada 120 siswa untuk tingkatan Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah.

“Alhamdulillah, beasiswa yang kami salurkan  untuk anak-anak yatim, tidak mampu atau anak dai ini adalah amanah dari donatur untuk program sekolah pemimpin. Kami berharap akan lebih banyak anak-anak Indonesia yang bisa menempuh pendidikan berkualitas,” terang Basori.

Sebagai informasi, program beasiswa sekolah pemimpin merupakan hasil kerja sama Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan.

Basori menambahkan, beasiswa yang diberikan itu untuk menanggung biaya SPP, biaya makan, asrama termasuk air dan listrik. Sedangkan siswa yang diterima akan ditempatkan di asrama.

Terkait dengan administrasi, panitia penerimaan siswa baru Madrasah Aliyah Febian Wardhana mengatakan, kepada seluruh calon penerima beasiswa agar bisa menyerahkan kelengkapan administrasi maksimal pada 16 Juli 2014.

“Bagi calon penerima beasiswa yang telah keluar namanya, diharap untuk registrasi ulang dan  melengkapi administrasi.” ujar Febian.

Bagi masyarakat yang ingin orangtua asuh untuk program beasiswa sekolah pemimpin, bisa menghubungi BMH terdekat atau ke kantor cabang BMH Balikpapan di Jalan MT Haryono Ruko Bukit Damai Indah (BDI) No 7 Blok II Balikpapan Selatan, telepon (0542) 878666-872644, atau dapat juga donasi ditransfer ke rekening BNI 0076390659. Untuk konfirmasi bisa menghubungi Rivai kontak person: 081347685687. (ad/hio)

Silaturrahim, Di Balik Kisah Sukses Pendiri Wardah

0
nurhayati subakat
Nurhayati Subakat,

Hidayatullah.or.id — 64 tahun, pendiri dan pemilik merek produk kosmetik Wardah, mengaku kesuksesannya berasal dari banyaknya silaturahmi yang ia lakukan.

Ia bercerita tentang perjalanan kariernya. Awalnya, ia membuat produk untuk salon. Lulusan Farmasi Institut Teknologi Bogor itu kedatangan tamu dari pesantren yang memberinya masukan ihwal usahanya.

“Silaturahmi itu penting. Usaha saya lebih banyak menjalankan silaturahmi,” kata Nurhayati saat ditemui dalam acara Business Sharing, Light Ramadhan Milad ke-21 Dompet Dhuafa di Ballroom Amazing, Hotel Koetaradja, Cikini, dikutip Tempo, Sabtu, 12 Juli 2014.

Setelah memulai usaha pada 1985, pada tahun kelima ia mendapat musibah kebakaran yang menghancurkan usahanya. Ia mengaku sempat merasa down.

Sempat terbersit pikiran untuk menutup usahanya, namun hati kecilnya menolak. Dia teringat nasib karyawannya. “Kalau saya tutup, bagaimana nasib karyawan saya. Dengan apa menghidupi keluarganya,” kata Nurhayati.

Selain beban karyawan yang harus ditanggung, Nurhayati juga masih memiliki utang ke bank yang harus dilunasi. Ia juga baru membeli mobil boks secara kredit.

“Ini pertolongan Allah buat saya, karena saya setelah kejadian kebakaran banyak dibantu supplier. Saya langsung ditawarkan keesokan harinya oleh kenalan untuk mendapatkan tempat lagi,” kata Nurhayati. Dua minggu setelah kebakaran, Nurhayati bisa mendapatkan kredit bank sebesar Rp 150 juta. (Baca : Kosmetika Wardah, Berawal dari Produk Rumahan )

Pada 1995, ia kedatangan teman dari Pesantren Hidayatullah. Waktu itu Nurhayati hanya bisa membuat produk kosmetik, belum menjual produk islami. “Ada teman dari pesantren kasih masukan buat produk islami,” katanya.

Pada 2006, pertumbuhan produk kosmetiknya melesat hingga di atas 90 persen. Ia memiliki pabrik seluas 6,5 hektare dan mereknya menjadi yang paling besar di Indonesia. “Kendati belum punya gedung kantor besar. Kantor masih kecil,” katanya sambil tertawa.

Produknya juga banyak meraih penghargaan. Salah satunya Indonesia Customer Satisfaction Award dari Frontier Consulting Grup dan Top Brand 2014. “Kami mendapat penghargaan dari Matahari Department Store sebagai produk lokal yang pertama kali meraih penghargaan,” kata Nurhayati. (tem/hio)

Wartawan Buka Bersama Santri Hidayatullah Kolaka

Bukber-HidayatullahHidayatullah.or.id — Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kolaka, menggelar acara silaturahmi dan buka puasa bersama dengan para santri Pondok Pesantren Hidayatullah Kolaka yang beralamat di Desa Watalara Kecamatan Baula, Kamis, (10/7) lalu.

Ketua PWI Kolaka, Sabaruddin T Pauluh, mengatakan kunjugan ke Pondok Pesantren Hidayatullah Kolaka selain untuk berbagi takjil buka puasa terhadap ratusan santri yang menghuni pondok, juga untuk mempererat hubungan silaturahmi baik antara individu maupun secara organisasi.

Apalagi, keberadaan Pesantren Hidayatullah menurutnya tak hanya sebagai lembaga keagamaan dan organisasi massa nasional, tetapi juga sebagai lembaga pendidikan dan sosial yang peranannya sangat besar dalam ikut serta membangun daerah.

Karena itu, tegas Sabaruddin, PWI sebagai organisasi profesi, juga mengemban peran besar untuk ikut mendorong dan memberikan dukungan moril terhadap keberadaan dan eksitensi Pesantren Hidayatullah.

Pengurus Pesantren Hidayatullah Watalara, Muhammad Arsyad, mengatakan saat ini jumlah anak didik yang mondok di Pesantren Hidayatullah Watalara mencapai ratusan dan mengelolah amal usaha seperti lembaga bahasa asing, PPS Salafiyah Ula dan Wustha, Madrasah Diniyah, majelis taklim dan Taman Pendidikan Al-Quran. (hio/knc)