Beranda blog Halaman 644

Hidayatullah Kudus Menggelar Acara Targhib Ramadhan

Targhib Ramadhan di Hidayatullah Kudus / KOED
Targhib Ramadhan di Hidayatullah Kudus / KOED

Hidayatullah.or.id — Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Kudus bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) Cabang Kudus, Jawa Tengah, menggelar acara Targhib Ramadhan untuk persiapan menyambut bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini dibarengi dengan penyerahan bingkisan untuk dai dan bakti sosial donor darah.

Menyambut Ramadhan 1435 Hijriyah, PD Hidyatullah Kudus menyambut kedatangan Ramadhan yang tinggal menghitung hari dengan berbagai kegiatan. Seperti pada Kamis (7/6/2014) lalu digelar Kegiatan dengan tema “Songsong Ramadhan dengan Bersihkan Hati Sehatkan Jasmani”.

Kegiatan yang berlangsung semarak tersebut diisi berbagai acara diantaranya Pengajian Targhib Ramadhan dengan pembicara Ustadz Ir. H. Hanifullah yang merupakan anggota Dewan Syuro Hidayatullah, silaturahmi Da’i se-Kudus dan kegiatan sosial donoor darah.

Acara ini diikuti ratusan jamaah, baik dari internal Hidayatullah kudus maupun tamu undangan para ustadz dari berbagai TPQ dan ta’mir masjid se Kudus.

Acara yang bertempat di Masjid Pondok Pesantren Hidyatullah tersebut sebanyak 50 da’i mendapat bingkisan Peduli da’i dari BMH dan sebanyak 31 orang mengikutikegiatan donor darah.

Ustadz Hanifullah dalam taushiah menyambut Ramadhan mengingatkan kepada hadirin untuk selalu menjaga kesehatan baik fisik maupun mental guna mematangkan diri menghadapi serta menjalani bulan suci Ramadhan dengan amalan dan kegiatan-kegiatan positif.

“Luruskan niat dan tanamkan keyakinan bahwa inilah Ramadhan terakhir kita. Kita harus selalu bermunajat kepada Allah Ta’ala, bahwa Ya Allah sampaikanlah kami pada bulan mulia ini,” kata Hanifullah.

Selain persiapan fisik, beliau juga mendorong kepada hadirin untuk bersama-sama melapangkan dada membuka pintu maaf kepada segenap kaum muslimin serta tak lupa untuk selalu mendoakan umat Muslim lainnya di belahan bumi yang lain. (ybh/hio)

Hidayatullah Sulbar dan Bone Kembangkan Pendidikan Dini

Acara wisuda dan pelepasan di PAUD / TK Hidayatullah Bone / DOK
Acara wisuda dan pelepasan di PAUD / TK Hidayatullah Bone / DOK
Acara wisuda dan pelepasan di PAUD / TK Hidayatullah Mamuju / DOK
Acara wisuda dan pelepasan di PAUD / TK Hidayatullah Mamuju / DOK

Hidayatullah.or.id — Pimpinan Wilayah Hidayatullah Sulawesi Barat (PW Hidayatullah Sulbar), Drs. Abu Bakar Muis, mengatakan pihaknya kini sedang mulai mengembangkan layanan pendidikan untuk anak usia dini atau PAUD, selain berkonsetrasi memenuhi permintaan tenaga dai di wilayah tersebut.

Di Sulbar, kata dia, sebanyak 9 pengurus daerah Hidayatullah di provinsi muda tersebut sudah memiliki PAUD yang berada di bawah koordinasi Muslimat Hidayatullah (Mushida) setempat. Diantaranya di Tobadak, Polman, Karema, Baras, Salutalawar, Majene, Mamasa, Mambi, Trailu, dan Todeng.

Pada tanggal 6 Juni 2014 lalu PAUD dan TK Al Furqan Hidayatullah Mamuju melakukan pawai di jalan protokol Kota Mamuju Sulbar. Para peserta didik melakukan kegiatan main peran ini dengan mengenakan pakaian bervariasi.
Selain itu, juga dilakukan Wisuda di PAUD dan TK Nurul Huda Hidayatullah Tarailu, Kabupaten Mamuju yang berjarak tidak kurang 75 km dari utara kota. Pada tanggal 7 Juni 2014 itu ketua PW Hidayatullah Sulbar Abu Bakar Muis menyerahkan hadiah dan ijazah kepada santri sebanyak 20 orang yang tamat tahun ini.

“Kami menganggap PAUD sebagai basis pendidikan kader sehingga kami menargetkan keberadaannya eksis di semua daerah di provinsi Mamuju,” kata Abu Bakar kepada media ini, ditulis Kamis (12/05/2014).

Abu menilai keberadaan PAUD dan kedepannya akan diadakan juga Baby Care sebagai wadah edukasi dan bina kompetensi anak usia dini, sangat penting dan mendorong bertumbuhnya pola edukasi yang terintegrasi.

“Yang mendidik dan mendampingi anak-anak usia dini adalah tenaga yang juga sudah memahami pola pendidikan anak, untuk itu akan dilakukan pembinaan berkelanjutan untuk para pendamping,” ujarnya memungkasi.

Geliat di Hidayatullah Bone

Geliat yang sama ditunjukkan oleh Hidayatullah Bone, Sulawesi Selatan, yang saat ini juga aktif melakukan pengembangan pendidikan anak usia dini. Selain menyelenggarakan pendidikan tingkat pertama dan atas, PAUD juga dibuka oleh Hidayatullah Bone.

Ketua Pimpinan Daerah Hidayatullah Bone, Ustadz Drs. Ismail Muchtar, mengatakan sebagai salah satu amal usaha Hidayatullah adalah bertujuan untuk menyelenggarakan pendidikan Islam dengan sistem integral dalam aspek intelektual, mental spiritual, sehingga dapat melahirkan siswa muslim yang cerdas dan bertakwa.

Untuk itu, aku dia, sangat memerlukan campur tangan Allah subhanahuwata`ala untuk mewujudkan pendidikan Islam yang unggul dan kompetetif sehingga dapat melahirkan generasi rabbani.

“Sehingga semua aspek pendidikan kita perhatikan,” katanya kepada media ini beberapa saat lalu.

Hidayatullah Bone telah beberapa kali melalukan acara kelulusan pesreta didiknya pada program PAUD. Terakhir, digelar acara yang berlangsung pada Ahad tanggal 1 Mei 2014 lalu dihadiri oleh orang tua santri hadir pula Pengawas TK/SD Wilayah V Kecamatan Tanete Riattang Timur, ketua BKPRMI kabupaten Bone dan bapak serta ibu guru Pembina Yayasan Al Fath Hidayatullah Bone.

Acara pembukaan, sambutan-sambutan, penyerahan ijazah TK yaa Bunayya dan TPA Al Hidayah hingga acara doa, tidak ketinggalan tampilan-tampilan hafalan surah pendek, Nasyid, baca puisi dan pidato bahasa Arab oleh adik-adik dari TK/TPA. Hingga acara berlangsung selama 3 jam.

“Hal inilah yang membedakan di tempat ini dengan TK yang lain, bahkan di TK luar pada acara istirahat ditampilkan acara dansa dan menyanyi yang tidak syar`I,” kata Ketua Departemen Pendidikan Hidayatullah Bone, Muhammad Jamil, S.Pd pada saat memberikan sambutan.

Lokasi TK yang menyatu dengan lingkungan pesantren yang asri dan teduh merupakan fasilitas utama yang perlu diutamakan bagi orang tua yang ingin menitipkan anaknya untuk dididik. Seperti inilah gambaran pesantren Hidayatullah Bone yang banyak tumbuh pohon Mangga nan rindang dan aman dari kendaraan umum.

Acara penamatan TK/TPA ini sekaligus diselingi oleh panitia menampilkan para juara PORSENI santri untuk pembagian hadiah dan pembagian brosur penerimaan siswa baru TKIT Yaa Bunayya, SDIT, MTs dan Madrasah Aliyah Al Hikmah kepada hadirin orang tua santri. (ybh/hio)

Syabab Harus Mempelopori Gerakan Moral Bangsa

Ketua Umum Pemuda Hidayatullah, Naspi Arsyad (memakai ID-tag), mendampingi Wakil Gubernur Kaltim, Mukmin Faisyal, saat pembukaan Rakernas Syabab Hidayatullah di Kaltim / HUM
Ketua Umum Pemuda Hidayatullah, Naspi Arsyad (memakai ID-tag), mendampingi Wakil Gubernur Kaltim, Mukmin Faisyal, saat pembukaan Rakernas Syabab Hidayatullah di Kaltim / HUM

Hidayatullah.or.id — Syabab Hidayatullah sebagai organisasi kepemudaan skala nasional harus bisa tampil sebagai soko guru (kekuatan) dan menjadi teladan gerakan moral bagi gerakan pemuda-pemuda lainnya.

Harapan itu disampaikan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur H.M. Mukmin Faisyal HP, SH, MH, saat berpidato membuka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Syabab Hidayatullah di Kota Balikpapan, Kaltim, Jum’at (06/05/2014) lalu.

“(Syabab Hidayatullah) tidak perlu terlalu terkenal yang penting perilakunya, kelakukannya. Jadi azas kemanfaatan yang lebih penting,” kata Mukmin.

Jangan melakukan yang tidak boleh dilakukan karena kunci kecerdasan adalah meninggalkan hal hal yang tidak boleh kita lakukan, lanjut dia.

Syabab Hidayatullah, terang wagub, harus mempersiapkan diri dalam proses alih generasi organisasi dakwah ini.

Ia juga berpesan untuk terus membangun jalinan kerjasama dan persamaan dalam rangka menghadapi Pilpres 2014.

Kita memiliki kewajiban yang sangat penting untuk menegakkan kedaulatan rakyat, untuk itu kata dia pemilihan ini harus kita sukseskan dengan dilaksanan dengan lebih berkualitas.

Kepada anggota Syabab Hidayatullah, baik di tingkat nasional maupun tingkat daerah, Wagub Mukmin berpesan agar mampu menjadi pelopor pembangunan di negari ini.

Karena itu, Syabab Hidayatullah harap dia harus bisa mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan taat beribadah, sehingga mampu mendukung program kerja pemerintah.

“Saya berharap Syabab Hidayatullah mampu menciptakan SDM yang berkualitas dan terus berupaya menambah wawasan, sehingga dapat memberikan pemikiran yang cerdas bagi pemerintah. Dengan begitu, Syabab Hidayatullah akan ikut menjadi pelopor pembangunan negari ini,” kata Mukmin Faisyal.

Syabab Hidayatullah pun diharapkan dapat meningkatkan keterampilan anggota serta memberikan saran dan kritik membangun bagi pemerintah. Kritik dan saran itu akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk menentukan kebijakan program pembangunan selanjutnya.

“Tantangan masa depan semakin besar. Karena itu, saya berharap Syabab Hidayatullah dapat mempersiapkan semua itu. Mulai dari kualitas pengetahuan hingga peningkatan keimanan. Penting untuk dipahami bahwa untuk menjadi orang sukses, tidak cukup hanya dengan kekuatan, tetapi juga perlu kecerdasan dan keimanan,” jelasnya.

Sebagai organisasi pemuda, Syabab Hidayatullah juga harus peka terhadap persoalan yang terjadi di negara ini. Apalagi, negara ini sering direndahkan oleh negara lain. Karena itu, ke depan pemerintahan di negara ini harus memilih pemimpin yang mampu mempertahankan bangsanya dengan tegas.

Bahkan, jika ada rakyat Indonesia yang dianiaya di negara lain, maka pemimpin harus merasa ini sebuah hinaan yang harus dilawan.

“Ini tantangan kita semua, terutama seluruh anggota Syabab Hidayatullah. Karena itu, saya berharap Syabab Hidayatullah harus mampu menjadi tulang punggung bangsa ini. Bahkan, Hidayatullah harus mampu menciptakan regenerasi di masa yang akan datang,” tegasnya.

Anggota Syabab Hidayatullah harus meningkatkan ilmu setinggi-tingginya agar mampu menjadi generasi muda yang berkualitas dan beriman.

Sebagai organisasi yang berlatarbelakang keagamaan, maka Syabab Hidayatullah harus memiliki etika organisasi yang baik. “Karena itu, Syabab Hidayatullah harus mempu menjadi pelopor pembangunan dan menjadi teladan bagi pemuda-pemuda di negari ini,” jelasnya.

Rakernas ke-V Syabab Hidayatullah yang dibuka oleh Wakil Gubernur, H. Mukmin Faisyal ini mengusung tema Penguatan Eksistensi Syabab Hidayatullah dalam Membangun Indonesia Bermartabat.

Rapat kerja nasional ini berlangsung selama dua hari dan dihadiri oleh 70 orang perwakilan Pemuda Hidayatullah dari tingkat wilayah dan daerah seluruh nusantara. (Masykur)

Silaturrahim dan Bincang-bincang di Tanjung Uncang

Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang. Acara ini dihadiri oleh senior dan pendiri Hidayatullah / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang. Acara ini dihadiri oleh senior dan pendiri Hidayatullah / ANCHA

Hidayatullah.or.id — Ada hajatan penting di Kampus Hidayatullah Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau, pada awal Juni lalu. Hajatan ini bertema Silaturahim dan Sarasehan Dakwah Pendiri dan Perintis Hidayatullah. Tujuannya, menggali kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh sang pendiri Hidayatullah, Allahuyarham Ust Abdullah Said.

Sarasehan ini dihadiri oleh para sesepuh Hidayatullah, antara lain Ust Hasan Ibrahim, Ust Usman Palese, Ust Hasyim HS, dan Ust Nazir Hasan. Para pendiri dan perintis ini berbincang-bincang santai dan dimoderatori oleh Ust Nasirul Haq dan Ust Tasrif Amin.

Ada beberapa catatan menarik yang diutarakan para pendiri dan perintis Hidayatullah dalam bincang-bincang tersebut. Beberapa di antaranya adalah, Abdullah Said kerap mengeluarkan istilah-istilah menarik yang mampu menjadi penyemangat dan penguat iman para kader bahwa pertolongan Allah SWT itu dekat.

Selain itu, Abdullah Said senantiasa memiliki semangat juang yang tinggi untuk mewujudkan apa yang dianggap kebanyakan orang tak mungkin diwujudkan, serta selalu memberikan gambaran masa depan yang jelas kepada para kader.

Strategi pendekatan yang dilakukan Abdullah Said mampu memikat banyak orang untuk berjuang bersama Hidayatullah. Strategi yang diterapkan antara lain pelatihan (training) mubaligh untuk masyarakat umum, pendekatan personal yang memikat, pencerahan para kader secara periodik, dan kepedulian yang tinggi kepada para jamaah.

Abdullah Said, menurut para perintis Hidayatullah, tak meninggalkan shalat malam dengan rukuk dan sujud yang lama. Ibadah ini ia lakukan sebagai wujud rasa ingin berlama-lama mengadu kepada Allah SWT.

Ia juga senantiasa memberi teladan yang baik kepada kader. Ia terdepan dalam berbuat, dan disiplin dalam bertintindak. Seringkali dalam setiap rapat, ia lebih dulu tiba di ruang rapat sebelum peserta lain datang.

Dalam memandang harta, Abdullah Said tidak pernah mengedepankan kuantitas (jumlah), namun keberkahannya. Menurutnya, harta yang banyak, jika tak berkah, akan selalu terasa kurang.

Kampus Baru

Yang menarik, acara “bincang-bincang” ini menjadi acara pertama yang digelar di Kampus Tanjung Uncang. Wajar saja karena kampus ini baru saja selesai dibangun secara bertahap beberapa waktu lalu, termasuk tempat menginap para tamu. Pembangunannya sendiri sudah dimulai sejak pertengahan 2012.

Kampus ini secara keseluruhan menempati lahan seluas 2,5 hektar. Lahan ini adalah pemberian Badan Pengusaha Batam.

Di lahan ini sekarang telah berdiri SMP khusus putri berasrama (boarding), TK Yaa Bunayya, dan SD Islam Integral Luqman al-Hakim. Jumlah muridnya telah mencapai lebih dari 100 orang. (Mahladi)

BERITA FOTO: Sarasehan Pendiri Hidayatullah

Hidayatullah.or.id — Pondok Pesantren Hidayatullah Batam menjadi tuan rumah silaturahim dan sarasehan Dakwah Pendiri dan Perintis Hidayatullah se-Indonesia. Acara yang bertema transformasi peradaban menuju Indonesia religius ini, digelar selama tiga hari diisi seminar dan sarasehan yang bertujuan mempererat tali silaturahmi serta koordinasi antara perintis dan pendiri-pendiri Hidayatullah. Berikut ini beberapa foto-fotonya:

FOTO/ TEKS: Ancha Dharmawan

 

Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang. Acara ini dihadiri oleh senior dan pendiri Hidayatullah / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang. Acara ini dihadiri oleh senior dan pendiri Hidayatullah / ANCHA
Pengajian Al Qur'an / ANCHA
Pengajian Al Qur’an / ANCHA
KH Abdurrahman Muhammad mengisi tauhsiah pagi di mushalla villa Hidayatullah Uncang / ANCHA
KH Abdurrahman Muhammad mengisi tauhsiah pagi di mushalla villa Hidayatullah Uncang / ANCHA
Salah seorang dai senior Hidayatullah, Nazir Hasan, turut hadir dalam acara ini / ANCHA
Salah seorang dai senior Hidayatullah, Nazir Hasan, turut hadir dalam acara ini / ANCHA
Pimpinan Wilayah Hidayatullah Kepulauan Riau Jamaluddin Noer berbincang dengan Pimpinan Umum Hiodayatullah KH Abdurrahman Muhammad / ANCHA
Pimpinan Wilayah Hidayatullah Kepulauan Riau Jamaluddin Noer berbincang dengan Pimpinan Umum Hiodayatullah KH Abdurrahman Muhammad / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang. Acara ini dihadiri oleh senior dan pendiri Hidayatullah / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang. Acara ini dihadiri oleh senior dan pendiri Hidayatullah / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang. Acara ini dihadiri oleh senior dan pendiri Hidayatullah / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang. Acara ini dihadiri oleh senior dan pendiri Hidayatullah / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang / ANCHA

Jangan Jadi Pecahan Bintang!

Oleh Alimin Mukhtar*
Oleh Alimin Mukhtar*

SEHELAI serat kabel, meski hanya seukuran rambut, bila masih tersambung dengan generator listrik berkekuatan 5000 watt yang menyala, pasti memiliki wibawa yang menggentarkan siapa saja.

Namun, kabel-kabel raksasa yang teronggok di pinggir jalan dalam gulungan-gulungan, tidak ditakuti bahkan menjadi mangsa empuk para maling!

Begitulah hakikat kekuatan manusia.

Meski engkau kecil dan lemah, tidak memiliki cukup sumberdaya dan pengikut, engkau pasti disegani bila tersambung dengan Sang Pemilik kekuatan sejati.

Sebaliknya, sebesar apa pun para tiran musuh Allah itu, mereka hanyalah pecahan bintang yang telah terpisah dari induknya. Terlihat mendahsyatkan dan menggentarkan. Tapi, sebentar lagi mereka akan meredup dan padam. Lalu, eksistensinya hanya hadir sebagai batu. Siapa saja bisa mencungkil bahkan memecahkannya sampai berkeping-keping.

Lembaga, yayasan, sekolah, ormas, partai, negara, akan meredup dan pelan-pelan padam manakala telah terpisah dari Dzat yang abadi, Allah subhanahu wa ta’ala; meski bangunannya megah, kantornya mewah, sumberdaya manusianya melimpah, uangnya tumpah-ruah. Sungguh, semua selain Allah adalah fana, tak terhindarkan lagi.

Oleh karena itu, Allah menyuruh kita bersandar kepada-Nya:

رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا

…Tuhan Penguasa timur dan barat, tiada Tuhan (yang haqq) selain Dia, maka jadikan Dia sebagai sandaran.” (Qs. Al-Muzzamil: 9)

Dia juga menyuruh kita untuk membesarkan-Nya semata, agar seluruh aktivitas kita tidak terlepas dari sumber asasinya. Amal yang disandarkan kepada Allah pasti abadi, dan buahnya akan dipanen turun-temurun.

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ

Dan Tuhanmu, maka besarkanlah!” (Qs. Al-Muddatsir: 3)

Tapi, Allah Maha Tahu bahwa semua itu tidak pernah mudah. Selalu terhubung dengan Allah bukanlah pekerjaan sepele, sebab kebanyakan manusia diselimuti perasaan cukup oleh potensi dan kekuatannya sendiri. Mereka lebih suka menjadi pecahan bintang, melepaskan diri dari induknya.

كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَى . أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى

“Ketahuilah, sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas. Karena dia melihat dirinya serba cukup.” (Qs. Al-‘Alaq: 6-7)

Oleh karena itu, segera setelah kedua perintah dalam al-Muzzamil dan al-Muddatsir tsb, Allah juga mengiringinya dengan perintah untuk bersabar.

وَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ

“Dan bersabarlah atas apa yang mereka katakan…” (Qs. Al-Muzzamil: 10)

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ

“Dan, untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, maka bersabarlah.” (Qs. Al-Muddatsir: 7).

Wallahu a’lam.

[*] Baca juga, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Quthb, penafsiran surah al-Fatihah khususnya ayat “iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”.

______________
ALIMIN MUKHTAR, penulis adalah alumni STAIL Hidayatullah Surabaya dan saat ini pengasuh di Pondok Pesantren Hidayatullah Malang, Jawa Timur.

BERITA FOTO: Pernikahan Mubarak Hidayatullah Medan

0

Hidayatullah.or.id — Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Medan, Sumatera Utara, menggelar pernikahan mubarak (walimatul ‘ursy ) sebanyak 6 pasang santri pada 01 Juni 2014 lalu di Komplek Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Medan.

Perhelatan akbar tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Sumatera Utara Drs. Abdul Rahim M.Hum serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang Drs. Ilhamsyah Pasaribu MA sebagai pemberi Taushiyah Walimah.

Acara tersebut juga diramaikan oleh Group Nasyid terkemuka di Sumatera Utara, Al-Maidany serta Qori Internasional H. Mudawaly MA (Juara 1 International MTQN 2012). Perhelatan Akbar ini telah menyedot perhatian publik hingga yang hadir bisa mencapai 2000 orang lebih. Berikut ini beberapa fotonya: (hio/cha)

Waspada Bancin dan peserta pernikahan lainnya berfoto dengan tamu undangan / CHA
Waspada Bancin dan peserta pernikahan lainnya berfoto dengan tamu undangan / CHA
Nikah Mubarak Hidayatullah Medan (1)
Peserta pria duduk di pelaminan khusus tamu pria / CHA
Grup nasyid Al-Maidany, sangat kondang namanya di Medan. Tak kalah dengan Maher Zein / CHA
Grup nasyid Al-Maidany, sangat kondang namanya di Medan. Tak kalah dengan Maher Zein / CHA
Salah satu pasangan mempelai mulai malu-malu merapat dan berfoto bersama kerabat / CHA
Salah satu pasangan mempelai mulai merapat malu-malu dan berfoto bersama sanak kerabat / CHA
Ucapan selamat dari berbagai pihak di Sumatera Utara / CHA
Ucapan selamat dari berbagai pihak di Sumatera Utara / CHA
"Sah," kata jamaah. "Halal!," timpal yang lain / CHA
“Sah,” kata jamaah. “Halal!,” timpal yang lain / CHA
Saat saat menegangkan / CHA
Saat saat menegangkan / CHA
Mempelai wanita tampak duduk bersiap manaiki pelaminan khusus wilayah undangan wanita / CHA
Mempelai wanita tampak duduk bersiap manaiki pelaminan khusus wilayah undangan wanita / CHA
Prosesi ijab kabul yang menegangkan, tentu saja / CHA
Prosesi ijab kabul yang menegangkan, tentu saja / CHA
Mempelai laki-laki mengangkat buku nikah / CHA
Mempelai laki-laki mengangkat buku nikah / CHA
DIhadiri oleh tokoh masyarakat, warga masyarakat, dan wakil instansi terkait / CHA
DIhadiri oleh tokoh masyarakat, warga masyarakat, dan wakil instansi terkait / CHA
Dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Sumatera Utara Drs. Abdul Rahim M.Hum serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang Drs. Ilhamsyah Pasaribu MA sebagai pemberi taushiyah Walimah / CHA
Dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Sumatera Utara Drs. Abdul Rahim M.Hum serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang Drs. Ilhamsyah Pasaribu MA sebagai pemberi taushiyah Walimah / CHA

 

 

IMS Cabang Malang Gelar Pengobatan Gratis

Relawan IMS Cabang Malang mendistribusikan logistik kesehatan / DOKHIDORID
Relawan IMS Cabang Malang mendistribusikan logistik kesehatan / DOKHIDORID
"Kegiatan serupa diagendakan akan terus bergulir secara rutin di wilayah-wilayah yang membutuhkan, Insya Allah," kata Akbar Yudha". / DOKHIDORID
“Kegiatan serupa diagendakan akan terus bergulir secara rutin di wilayah-wilayah yang membutuhkan, Insya Allah,” kata Akbar Yudha”. / DOKHIDORID

Hidayatullah.or.id — Lembaga kesehatan Islam nasional yang dikelola di bawah koordinasi ormas Hidayatullah, Islamic Medical Service (IMS) Cabang Malang menggelar bakti sosial (baksos) pengobatan gratis di Desa Sumberpang Kec. Wagir Kab. Malang Jawa Timur, Minggu (29/05/14)) lalu.

ims cabang malang (1)
Calon pasien menunggu antrian / DOKHIDORID

Kegiatan baksos yang digelar berkerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) cabang Malang ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat yang kurang mampu.

Pengobatan gratis ini disambut antusias warga dengan banyaknya warga yang datang untuk berobat dan memeriksakan kesehatannya.

“Alhamdulillah, ada pengobatan gratis. Sudah beberapa hari ini badan rasanya panas dingin dan lemes semoga acara seperti ini bisa sering dilaksanakan,” ucap salah seorang peserta baksos, Abdillah, usai memeriksakan kesehatannya.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua IMS cabang Malang, Akbar Yudha Trisna, Kepala Emergency dr. Uswatun Hasanah, dan perwakilan dari lembaga BMH Cabang Malang.

Ketua IMS Cabang Malang Akbar Yudha Trisna mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepeduliaan IMS Cabang Malang untuk menjalankan visi dan misi selaku lembaga kemanusiaan nasional dibidang sosial kesehatan yang peduli kepada masyarakat tidak mampu, terkena bencana dan terpencil.

“Kegiatan serupa diagendakan akan terus bergulir secara rutin di wilayah-wilayah yang membutuhkan, Insya Allah,” kata Akbar Yudha.
Dalam kegiatan kali ini IMS menurunkan 5 orang team medis yang terdiri dari dokter dan perawat serta dibantu oleh relawan setempat.

Tercatat sebanyak lebih kurang 160 Orang masyarakat yang diberikan pemeriksaan dan pengobatan oleh team medis IMS. Masyarakat rata-rata mengalami penyakit hipertensi, diabetes, asma/ ispa, dan alergi.

Dalam acara ini, juga di temukan 2 orang warga yang dibutuhkan penanganan lebih lanjut di karenakan menderita penyakit katarak dan hematoma di tangannya. Untuk menindaki temuan team medis IMS ini, Insya Allah lembaga IMS dan BMH Cabang Malang bersedia memfasilitasi untuk tindakan kedepannya.

Dalam bincang-bincang dengan tokoh masyarakat, bahwa masih banyak kampung di sekitar Kabupaten Malang yang perlu dapat bantuan terutama dalam pemberian pengobatan gratis karena banyak terdapat katagori desa Tertinggal.

“Mereka membuka mata hati untuk membantu lebih lanjut dalam mencarikan lokasi desa tertinggal, sehingga kegiatan sosial ini dapat berkarya terus,” tandas Akbar. (ybh/hio)

Dai Senior Hidayatullah di Tabalong Meninggal Dunia

Komplek kuburan muslim / IST
Komplek kuburan muslim / IST

Hidayatullah.or.id — Awan duka kembali menaungi dunia dakwah Islam, khususnya bagi Hidayatullah Tanjung Tabalong, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Dai yang juga Pimpinan Pengurus Daerah (PD) Hidayatullah, Nor Mawardi, telah berpulang ke Rahmatullah, hari Senin, 2 Juni 2014 pukul 03.00 lalu waktu setempat.

Sebelumnya Ustadz Mawardi, demikian sapaan akrabnya sempat dirawat selama beberapa hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha, Martapura, Kabupaten Banjar.

Oleh dokter, Allahuyarham divonis menderita penyakit komplikasi sakit jantung, paru-paru, dan liver atau adanya pengerucutan pada hati.

“Ustadz sudah sepekan lebih tidak bisa baring dan cuma bisa duduk. Itupun harus memakai bantuan selang oksigen untuk pernafasan,” terang Ary Hermawan, dai Hidayatullah yang menemani kiprah dakwah Ustadz Mawardi di Tanjung Tabalong.
“Kaki ustadz sampai bengkak. Ia juga susah buang air kecil hingga paru-parunya terendam air,” imbuhnya lagi.

Meski tidak sempat menamatkan pendidikan formal di tingkat menengah (SMP), hal itu bukan penghalang bagi Mawardi untuk menerima amanah dakwah di berbagai pelosok nusantara.

Tercatat, sejak era tahun 1990-an Mawardi sudah malang melintang berdakwah membina umat Islam di Fak-Fak, Papua Barat. Selanjutnya, ia ditarik ke daerah Manokwari, jantung Papua Barat. Oleh sebagian masyarakat Papua, kota ini bahkan diklaim dengan sebutan kota Injil.
Di Manokwari, selama bertahun-tahun bersama Salmiah sang istri tercinta, Mawardi terus bergelut dan melebur dalam berdakwah membina masyarakat.

Beratnya tantangan dakwah di pelosok Papua, tidak menciutkan nyali apalagi melunturkan semangat dakwah Mawardi. Ia justru kian terpacu bersama waktu yang membersamainya. Mawardi terus sibuk membangun kampus peradaban Hidayatullah dan membina aqidah masyarakat. Seolah lupa dengan kondisi kesehatan yang ditakdirkan pada dirinya.

“Sejak kecil, Abang Mawardi sebenarnya sudah mengalami kelainan pada kondisi dan fungsi jantungnya,” ujar Muhammad Taufik, adik kandung Allahu yarham, ketika menyampaikan takziyah singkat di hadapan jamaah Masjid ar-Riyadh, Gunung Tembak, Balikpapan.

Taufik menceritakan, sedianya ia bersama kedua orangtua berangkat ke Tanjung Tabalong membesuk saudaranya hari Ahad lalu. Cuma qaddarallahu, mereka menunda keberangkatan hingga Senin pagi yang justru menjadi akhir kehidupan ayah dari empat orang anak ini.

Oleh keluarga, Mawardi dikenal sebagai sosok penyabar yang pantang mengeluh. Acap kali ditelepon oleh orangtua atau keluarga yang lain, ia tidak pernah mengadu akan kondisi yang dialami. “Saya baik-baik saja di sini. Keadaannya sudah baekan,” ujar Taufik meniru jawaban Mawardi via percakapan telepon.

Padahal menurut Salmiah, justru dalam dua tahun terakhir, kondisi kesehatan suaminya kian menurun selama di Tanjung Tabalong. Bertugas sejak tahun 2003 di Tanjung Tabalong, Mawardi menghabiskan belasan tahun berdakwah di daerah Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, Mawardi juga pernah mengemban amanah sebagai sekretaris PD Hidayatullah di Kota Banjar Baru sejak tahun 2000. Kini, Allahu yarham Mawardi telah berpulang ke pangkuan rahmat-Nya. Mawardi sudah memilih caranya sendiri untuk kembali. Ia telah menepati janji setianya untuk istiqamah berdakwah di jalan Rabbnya.

“Di sela-sela cobaan yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya. Di penghujung ayat tersebut ada bisyarah (kabar gembira) bagi mereka yang mampu bersabar menjalaninya,” terang Taufik mengutip tafsir surah al-Baqarah [2]: 155-156 tentang keutamaan orang-orang yang bersabar ketika mendapat ujian dan musibah.

Subuh itu, mendung kembali menggayut di atas kampus Hidayatullah Gunung Tembak. Kepergian putra kedua dari delapan bersaudara pasangan H. Sukeni dan Hj. Helena tersebut meyisakan duka mendalam bagi warga Gunung Tembak. Tak sedikit kenangan manis dan karya tangan Mawardi bersama santri-santri awal di masa perintisan kampus.

“Mawardi ikut bersama kami membangun masjid ar-Riyadh dan asrama santri putri di sini,” ucap Sugiono, Kepala Pembangunan Kampus Gunung Tembak.

“Kita semua merasa kehilangan berpisah dengan Mawardi. Tapi sesungguhnya ia adalah kekayaan bagi ukhuwah dan dakwah ini,” pungkas Zainuddin Musaddad, mewakili seluruh warga Hidayatullah lainnya. (Masykur Abu Jaulah)

Kemenag Sumut Beri Nasihat Nikah Mubarak Hidayatullah

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, Drs .H. Abdul Rahim, M.Hum / KEM
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, Drs .H. Abdul Rahim, M.Hum / KEM

Hidayatullah.or.id — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara (Kakanwil Kemenagsu) Sumatera Utara, Drs. H. Abdul Rahim, M.Hum menghadiri pernikahan enam pasang santri dai dengan santriwati Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Medan beralamat di Jl. Hidayatullah, Bandar Labuhan, Tanjung Morawa Deli Serdang, Minggu 1 Juni 2014 lalu.

Acara tersebut dihadiri pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang Drs. Ilhamsyah Pasaribu, MA, Pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah Ali Hermawan serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Kakanwil Kemenagsu dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada keenam pasang santri dan santriwati yang telah menikah semoga dapat membina keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah.

Abdul Rahim juga mengingatkan kepada mempelai pria agar menteladani Nabi Muhammad SAW dalam membina rumah tangga yang sakinah, dimana Nabi Muhammad SAW sangat sabar, bertanggung jawab dan sangat menyayangi istrinya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Ponpes Hidayatullah yang telah membantu Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama khususnya di Kabupaten Deli Serdang.

“Semoga Ponpes Hidayatullah dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan agama, serta dapat berkontrbusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu Kakankemenag Deli Serdang dalam tausiyahnya mengingatkan kepada para pengantin agar selalu berpedoman pada Al Quran dan hadits dalam kehidupan khususnya dalam membina keluarga sakinah.

Dia juga menjelaskan bahwa makna nikah diantaranya adalah ibadah, ikatan lahir batin yang kuat serta untuk mengikat silaturrahmi.

Pernikahan missal ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Hidayatullah dan pasangan pengantinnya merupakan santri dan santriwati Ponpes tersebut. (kem/ybh)