Beranda blog Halaman 74

Tanah dan Bangunan Dihibahkan ke Hidayatullah untuk Kepentingan Dakwah

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Langkah konkret dalam mendukung kegiatan dakwah kembali terwujud melalui penyerahan hibah tanah dan bangunan dari pihak keluarga Haji Yunis kepada organisasi Hidayatullah melalui Persaudaraan Dai Indonesia (PosDai).

Penyerahan resmi dilakukan oleh salah satu putranya, Bapak Yudd, didampingi saudara kandung lainnya bertempat di Kantor Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, pada Senin, 25 Muharram 1447 (21/7/2025).

Aset yang dihibahkan berupa sebidang tanah dan bangunan rumah yang terletak di Kota Depok, Jawa Barat. Hibah ini diberikan dengan maksud mendukung program dakwah, pendidikan, dan sosial yang dijalankan oleh Hidayatullah.

Proses serah terima berlangsung secara resmi dan khidmat. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Abdul Rahman Hasan notaris dari kantor notaris di Jakarta Timur, Direktur Persaudaraan Dai Indonesia (PosDai) Abdul Muin, serta turut disaksikan Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta Adam Sukiman.

Prosesi diawali dengan pengecekan dokumen, dilanjutkan penandatanganan berkas, dan diakhiri dengan penyerahan simbolis dari pihak keluarga kepada pengurus Hidayatullah.

“Ini adalah bagian dari amanah keluarga kami, khususnya dari ayahanda Haji Yunis, agar aset ini digunakan untuk kepentingan dakwah dan kebaikan umat,” ujar Bapak Yudd dalam sambutannya.

Hidayatullah menyampaikan apresiasi atas hibah tersebut dan menyatakan komitmennya dalam pemanfaatan aset untuk program strategis organisasi.

“Insya Allah hibah ini akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kemaslahatan dakwah, pendidikan, dan sosial. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi keluarga besar wahib,” tutur Abdul Muin.

Menurut Abdul Muin, hibah ini memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan lembaga dakwah dalam membangun fondasi peradaban berbasis nilai-nilai Islam.

Penyerahan ini juga menjadi bentuk pengabdian keluarga besar Haji Yunis dalam melanjutkan jejak kebaikan yang diwariskan melalui aset produktif bagi umat.

Nikmat Bangun Tidur, Karunia Besar yang Sering Dilupakan

0

SETIAP kali membuka mata di pagi hari, sesungguhnya kita sedang menyaksikan sebuah mukjizat hidup yang tak ternilai.

Dalam Surah Ibrahim ayat 34, Allah SWT mengingatkan manusia:

وَاٰتٰىكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَاَلْتُمُوْهُۗ وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌࣖ

“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu minta. Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).”

Ayat ini menegur kesadaran manusia yang sering lalai. Kita terlalu mudah lupa terhadap apa yang sudah dimiliki, dan justru lebih sibuk meratapi apa yang belum kita genggam.

Saat bangun tidur, lisan kita diajarkan untuk berucap, اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ “Alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wa ilaihin nusyur.”

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami (sementara), dan hanya kepada-Nya lah kami akan kembali.”

Kalimat mulia ini adalah deklarasi syukur yang mendalam. Sebab tidur adalah kematian kecil, dan bangun adalah bentuk kehidupan baru yang Allah berikan. Maka setiap bangun pagi adalah karunia. Sebuah kesempatan baru, yang tak semua orang dapatkan.

Namun betapa sering hati kita dikuasai keluhan. Kita merasa kekurangan karena membandingkan diri dengan orang lain, merasa tidak cukup karena terpaku pada apa yang tidak ada.

Padahal, jika kita sejenak saja merenung, betapa banyak nikmat yang melekat pada diri ini sejak membuka mata di pagi hari. Kita bisa bernapas tanpa alat bantu, jantung berdetak teratur, otak masih bekerja, mata masih bisa melihat cahay. Ini semua bukan hal biasa.

Cobalah bertanya berapa biaya rumah sakit untuk pasien yang mengalami gangguan pernapasan, penyakit jantung, atau stroke. Nikmat sehat adalah kekayaan yang tidak bisa dibayar dengan harta.

Refleksi dari Surah Ibrahim ayat 34 memperlihatkan kepada kita bahwa kufur nikmat itu tidak selalu dalam bentuk menolak secara terang-terangan, tetapi bisa juga saat kita tidak merenungi dan mensyukuri karunia yang tampak sepele namun sesungguhnya sangat besar nilainya.

Bahkan, kemampuan untuk bersujud di pagi hari setelah bangun tidur adalah nikmat agung, karena tidak semua orang bisa melakukannya, entah karena sakit, lalai, atau telah wafat.

Karena itu, mulailah setiap pagi dengan syukur. Jangan biarkan pikiran langsung dipenuhi kekhawatiran duniawi. Resapi setiap detik kehidupan sebagai karunia, dan jadikan doa bangun tidur sebagai momen kontemplasi, bukan rutinitas kosong.

Ketika hati dibimbing oleh syukur, maka pikiran akan lebih jernih, langkah akan lebih ringan, dan hidup akan terasa cukup.

Nikmat Allah tidak selalu berupa hal-hal besar yang mencolok mata. Acapkali malahan, ia tersembunyi dalam hal-hal kecil yang kita anggap biasa.

Maka, mari belajar melihat luar biasanya yang biasa. Dan mulailah hari dengan kesadaran bahwa bangun pagi, dalam keadaan sehat, dan bisa sujud kepada-Nya, itu adalah nikmat yang melebihi harta dunia dan segala isinya.

*) Transkrip refleksi pagi dalam halaqah Umar Bin Khattab (Halaqah Subuh) pada Selasa, 25 Muharram 1447 (22/7/2025) yang disampaikan oleh Ust. Dr. Ir. Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, M.Si

Penanaman 1000 Pohon Mangrove di Torobulu, Aksi Hijau Sambut Munas VI Hidayatullah

0

KONSEL (Hidayatullah.or.id) — Pesisir Pantai Gelora, Desa Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menjadi saksi semangat kolaborasi dalam menjaga lingkungan melalui aksi nyata penanaman 1.000 pohon mangrove.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad, 24-25 Muharam 1447/ 19–20 Juli 2025 ini mengusung tema “Merawat Lingkungan Hari Ini, untuk Kehidupan Esok yang Lebih Baik.”

Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian semarak Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang.

Acara ini digagas oleh Halaqah Hidayatullah Rescue (H2R) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Tenggara, dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Laznas BMH, SAR Hidayatullah, Pemuda Hidayatullah, Universitas Haluoleo (Unhalo), Yayasan Batundu Lestari Indonesia, dan Hidayatullah Mangrove Center (HMC).

Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Tenggara, Achmad Syahroni, menjelaskan bahwa tema kegiatan ini diangkat sebagai bentuk kesadaran kolektif untuk merawat ekosistem pesisir sebagai bagian dari tanggung jawab keimanan dan kebangsaan.

“Penanaman mangrove ini adalah simbol harapan. Kita tidak hanya berbicara tentang pohon, tapi tentang masa depan generasi. Tema ini mencerminkan komitmen Hidayatullah untuk hadir dan peduli terhadap isu-isu strategis bangsa, termasuk krisis iklim dan kerusakan lingkungan,” ujar Syahroni.

Lebih lanjut, Syahroni menekankan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam mendorong perubahan melalui aksi konkret yang melibatkan masyarakat, kampus, dan komunitas lokal.

Sementara itu, Ketua SAR Hidayatullah Sulawesi Tenggara, Abdul Hafidz, menyatakan bahwa kegiatan ini bagian dari kampanye lingkungan nasional. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tema besar Munas VI Hidayatullah yakni “Sinergi Anak Bangsa Menyongsong Indonesia Emas 2045.”

“Lingkungan adalah salah satu sektor strategis dalam menyongsong Indonesia Emas. Melalui aksi ini, kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak bangsa bisa bersinergi membangun kesadaran lingkungan dari bawah. Penanaman mangrove ini adalah bentuk sinergi spiritual dan ekologis demi masa depan bangsa,” ujar Hafidz.

Selain aksi penanaman, acara ini juga dirangkaikan dengan edukasi lingkungan kepada para peserta dan masyarakat sekitar, termasuk pelatihan pengelolaan kawasan pesisir, teknik konservasi mangrove, serta diskusi terbuka bersama akademisi dari Universitas Haluoleo.

Partisipasi aktif generasi muda, khususnya dari kalangan mahasiswa dan santri, jelas Hafidz, menjadi elemen penting dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya menanam, tetapi juga menerima pemahaman praktis mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dalam konteks pembangunan berkelanjutan.

Dengan semangat gotong royong, Hafidz berharap, acara ini menjadi penanda bahwa membangun bangsa tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui penjagaan dan pemulihan alam.

“Harapannya, 1.000 pohon mangrove yang ditanam ini dapat menjadi warisan hidup bagi generasi mendatang dan simbol komitmen umat terhadap masa depan bumi,” pungkasnya.*/

TOT Grand MBA Nasional Digelar, Respon Kebutuhan Dakwah hingga Pelosok

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Departemen Komunikasi dan Penyiaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah melalui Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai), berkolaborasi dengan Gerakan Nasional Dakwah Membaca dan Belajar Al-Qur’an (Grand MBA), menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (TOT) Grand MBA Nasional selama dua hari.

Kegiatan ini dibuka secara resmi pada Senin, 25 Muharram 1447 (21/7/2025) dengan mengangkat tema sentral “Membangun Indonesia dengan Al-Qur’an”.

Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti oleh para peserta utusan personil dai dan guru ngaji Hidayatullah dari berbagai daerah di Indonesia, dengan agenda utama mencetak pelatih (trainer) Grand MBA guna menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pembelajaran Al-Qur’an secara sistematis dan aplikatif, terutama di daerah-daerah terpencil.

Ketua Panitia Pelaksana TOT Grand MBA Nasional 2025, Ustaz Muhdi Muhammad, S.Sos.I, dalam keterangannya menjelaskan bahwa tema yang diangkat dalam kegiatan ini merupakan refleksi dari semangat membangun bangsa melalui pendekatan dakwah berbasis Al-Qur’an, dengan landasan historis keislaman yang telah mengakar kuat dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Spirit keislaman dan keindonesiaan itu bertemu dalam satu titik kesadaran sejarah bahwa dakwah Islam telah menjadi bagian integral dari pembentukan jati diri bangsa. TOT ini kami selenggarakan untuk memperkuat peran dakwah Al-Qur’an sebagai energi pembangun masyarakat,” ujar Ustaz Muhdi.

Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan TOT ini tidak hanya bersifat pelatihan teknis semata, melainkan juga sebagai gerakan strategis untuk menyiapkan para pelatih yang mampu menjalankan program Grand MBA secara masif, terstruktur, dan berkelanjutan, sesuai dengan tuntutan zaman.

“Permintaan masyarakat terhadap trainer Grand MBA masih sangat besar. Ini menjadi indikator kuat bahwa kebutuhan akan pendidikan Al-Qur’an yang sistematis dan mudah diakses masih sangat tinggi, terutama di wilayah-wilayah terpencil yang selama ini kurang terjangkau,” tambahnya.

Muhdi juga menyoroti pentingnya pengembangan materi pembelajaran Al-Qur’an yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ia menekankan bahwa transformasi digital harus direspon secara aktif oleh para dai dan pelatih agar nilai-nilai Al-Qur’an tetap relevan dan efektif disampaikan dalam era disrupsi informasi.

“Materi Grand MBA disusun dengan menyesuaikan perkembangan zaman. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode konvensional. Tapi, kita juga tidak boleh kehilangan esensi dari nilai-nilai Al-Qur’an yang menjadi pedoman hidup umat,” jelasnya.

Gagasan Grand MBA Lahir dari Istikharah

Muhdi turut mengungkapkan bahwa program Grand MBA merupakan ide strategis dakwah yang berasal langsung dari Pemimpin Umum Hidayatullah, Ust. H. Abdurrahman Muhammad. Menurutnya, gagasan ini lahir dari proses perenungan dan istikharah panjang Ust. H. Abdurrahman Muhammad saat berada di Kota Suci Makkah.

“Selain sebagai metode pembelajaran Al Qur’an, Grand MBA juga menjadi strategi dakwah yang visioner. KH Abdurrahman Muhammad merumuskan ini sebagai bentuk ikhtiar peradaban, yang dimulai dari huruf-huruf suci dalam Al-Qur’an. Ini menjadi warisan pemikiran dakwah yang sangat mendalam,” ungkap Muhdi.

TOT Grand MBA Nasional ini mencakup beberapa sesi penting, antara lain pelatihan metodologi pembelajaran Al-Qur’an, pendalaman kurikulum Grand MBA, simulasi pengajaran berbasis praktikum, serta sesi motivasi dakwah dan keislaman.

Para peserta akan dibekali kemampuan teknis dan spiritual agar siap terjun langsung dalam mengajar dan mendampingi masyarakat secara luas.

Muhdi menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan dakwah Grand MBA dan memperkuat peran Hidayatullah sebagai organisasi dakwah dan pendidikan yang terus merespon tantangan zaman melalui pendekatan Al-Qur’an yang sistematis, relevan, dan membumi.*/

Pemuda Hidayatullah Peringati Harlah ke-25 dengan Turnamen Olahraga se-Jabodetabek

0

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Pemuda Hidayatullah memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-25 tahun dengan mengusung tema “Pemuda Beradab, untuk Indonesia Emas”, yang dirangkaikan dengan Turnamen Futsal dan Badminton Pemuda Cup 2025 pada Sabtu-Ahad, 24-25 Muharam 1447/ 19–20 Juli 2025, bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Rakyat Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh sedikitnya 400 peserta pemuda dari berbagai perwakilan wilayah Jabodetabek.

Mereka bertanding dalam suasana yang menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, memperkuat solidaritas, serta menunjukkan semangat berprestasi sesuai tagline kegiatan: “Eratkan Persaudaraan, Junjung Sportivitas, Raih Prestasi.”

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah, Rasfiuddin Sabaruddin, menegaskan bahwa usia seperempat abad Pemuda Hidayatullah menjadi momentum strategis untuk memperteguh jati diri pemuda sebagai aktor pembangunan bangsa yang berakhlak dan beradab.

“Pemuda Hidayatullah tidak hanya ingin hadir sebagai kekuatan sosial, tetapi sebagai bagian dari solusi bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Tema ‘Pemuda Beradab’ ini adalah penegasan bahwa adab adalah landasan dasar dalam setiap gerak langkah perjuangan kami,” ujar Rasfiuddin.

Ia juga menjelaskan bahwa arah gerakan Pemuda Hidayatullah selama 25 tahun terakhir selalu berpijak pada integrasi antara dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan. Dalam konteks itu, olahraga pun ditempatkan bukan sekadar ajang fisik, tetapi sebagai medium silaturrahim, wahana pembinaan karakter, disiplin, dan solidaritas.

Turnamen Pemuda Cup 2025 tahun ini tercatat diikuti oleh 30 tim futsal dan 30 pasangan badminton, yang berasal dari simpul-simpul kepemudaan dan kampus-kampus Islam se-Jabodetabek. Para peserta menunjukkan antusiasme dan performa terbaik mereka dalam setiap pertandingan.

Ketua Panitia Pemuda Cup 2025, Haniffudin Chaniago, menyampaikan bahwa turnamen ini bukan hanya tentang persaingan olahraga, melainkan sarana membangun jaringan antar-pemuda lintas wilayah.

“Kami menyaksikan bagaimana para peserta bermain dengan penuh semangat namun tetap menjunjung sportivitas. Suasana persaudaraan sangat terasa di sepanjang kegiatan. Ini adalah esensi dari Pemuda Cup,” kata Hanifuddin.

Rangkaian kegiatan Harlah ke-25 ini juga diisi dengan refleksi sejarah pergerakan Pemuda Hidayatullah, penyelenggaraan zoom webinar untuk refleksi organisasi, serta pembacaan komitmen bersama dalam membina generasi muda yang adaptif terhadap tantangan zaman namun tetap teguh pada nilai-nilai Islam.

GOR Rakyat Cilodong sebagai lokasi utama kegiatan dipenuhi oleh gelora semangat kolaboratif para peserta. Selama dua hari, pertandingan berlangsung dengan tertib di bawah pengawasan dewan juri dan panitia pelaksana. Puncak kegiatan ditutup dengan penyerahan trofi dan penghargaan kepada para juara serta peserta terfavorit.

Adapun dalam pesan penutupnya, Rasfiuddin Sabaruddin menegaskan pentingnya kesinambungan kaderisasi dalam setiap lini kehidupan pemuda.

Ia menambahkan, Pemuda Hidayatullah akan terus memperluas peran dan kontribusi aktif di tengah masyarakat melalui program-program berbasis adab, keterampilan, dan keteladanan.

“Menuju Indonesia Emas, bangsa ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cakap teknologi dan strategi, tapi juga kokoh dalam moral dan nilai. Maka, Pemuda Beradab bukan sekadar slogan, melainkan misi kebangsaan kami,” tandasnya.

Acara Harlah ke-25 ini menjadi penanda keseriusan Pemuda Hidayatullah dalam melanjutkan peran strategis mereka dalam lanskap kebangsaan dengan corak keislaman yang inklusif dan solutif.

Murid MA Hidayatullah Depok Raih Juara 1 Mimbar Muda Sunda Karsa Fest 2025

BANDUNG (Hidayatullah.or.id) — Hasan Fatih Zanki Heluth, siswa kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Hidayatullah Depok, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Final Stage – Live Show Lomba Dai Muda Mimbar Muda 2025 yang digelar oleh Bank Indonesia Jawa Barat.

Final ini berlangsung di Mall Trans Studio Mall (TSM) Bandung, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Sunda Karsa Fest Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan West Java Sharia Economic Festival (WJSEF) 2025 pada Kamis (17/7/2025).

Lomba ini menjadi salah satu panggung pengembangan generasi muda dalam bidang dakwah dan literasi ekonomi syariah.

Seleksi awal dilakukan melalui penilaian video dan naskah dakwah peserta yang diseleksi oleh dewan juri. Ada sebanyak 83 peserta yang ikut dalam babak penyisihan ini secara online dengan usia peserta 15 – 25 tahun.

Dari proses tersebut, tujuh peserta terbaik dipilih sebagai finalis dan diundang untuk tampil langsung dalam sesi panggung final.

Hasan Fatih Zanki Heluth tampil meyakinkan di atas panggung dalam sesi final tersebut. Dakwahnya yang bertemakan penguatan peran dai muda dalam literasi ekonomi syariah berhasil menarik perhatian juri dan audiens.

Keberhasilan ini membawanya menjadi satu-satunya perwakilan dari Depok yang meraih posisi tertinggi di ajang tersebut.

“Ini pengalaman yang sangat berkesan. Pertama kali saya naik kereta, pertama kali menginap di hotel, dan pertama kali ke Bandung. Semua ini jadi momen berharga yang akan saya kenang seumur hidup,” ujar Hasan Heluth kepada media ini.

Sebagai pemenang, Hasan akan mewakili Jawa Barat dalam kompetisi dakwah ekonomi syariah (eksyar) tingkat regional pulau Jawa. Ia juga akan mendapatkan fasilitas pelatihan dan pendampingan intensif sebagai persiapan menuju kompetisi selanjutnya.

Ustadz Azhar Ahmad, guru pendamping Hasan dari MA Hidayatullah Depok, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian yang diraih anak didiknya. Menurutnya, pencapaian ini merupakan buah dari latihan rutin, komitmen dakwah, dan keberanian Hasan dalam menjawab tantangan baru.

“Hasan menunjukkan semangat yang luar biasa. Ia mempersiapkan diri secara matang, tidak hanya dalam materi dakwah tetapi juga secara mental dan spiritual. Kami bersyukur bisa mendampingi proses ini dari awal hingga puncak kemenangan,” ungkap Ustadz Azhar Ahmad.

Hasan juga mengungkapkan bahwa prestasi ini menjadi pemacu semangatnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri di bidang dakwah dan literasi ekonomi syariah. Ia berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat melalui jalur dakwah yang ia tempuh.

“Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga amanah dan tanggung jawab dakwah yang harus saya emban ke depannya. Saya ingin terus belajar dan berjuang agar bisa menjadi dai muda yang bermanfaat untuk umat,” pungkas Hasan.

Ajang Mimbar Muda 2025 menjadi salah satu upaya Bank Indonesia Jawa Barat dalam menumbuhkan generasi muda yang cakap berdakwah dan memahami ekonomi syariah sebagai bagian dari pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Pesan Lingkungan Menggema di Pernikahan Massal 10 Pasang Santri Hidayatullah Makassar

0

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Yayasan Al Bayan Hidayatullah Makassar menggelar Walimah Mubarak 2025 dengan mengusung pesan lingkungan melalui aksi penanaman pohon oleh para pengantin di kampus utama Pondok Pesantren Hidayatullah, Tamalanrea, Kota Makassar, Sabtu, 24 Muharam 1447 (19/07/2025)

Agenda pernikahan massal ini diikuti 10 pasangan kader dai-daiyah alumni pendidikan Hidayatullah yang telah mengemban amanah dakwah di berbagai wilayah, khususnya Indonesia Timur.

Perhelatan ini merupakan bagian dari upaya kelembagaan dalam memfasilitasi pernikahan para kader, sekaligus penguatan visi pendidikan dan dakwah berkelanjutan.

Ketua Steering Committee, Ust. Jumaruddin, M.Pd., menuturkan bahwa sebelum menikah, para peserta menjalani karantina intensif yang mencakup materi keilmuan keluarga, adab suami-istri, parenting, serta pembinaan ruhiyah.

“Sebelum pelaksanaan akad, para peserta mengikuti karantina intensif,” jelasnya.

Karantina didampingi oleh Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Sulsel, KUA Tamalanrea, dan pembina internal.

Ketua DMW Hidayatullah Sulsel, Ir H Abdul Majid, MA., menyatakan bahwa pembekalan tersebut merupakan bagian dari amanah Islam. “Ilmu adalah keniscayaan sebelum berkata dan berbuat,” tegasnya.

Dalam tausiyahnya, Dewan Pertimbangan Hidayatullah, Dr H Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, M.Si., menekankan bahwa Walimah Mubarak bukan akhir, tetapi awal dari misi keluarga dakwah.

“Membangun keluarga adalah membangun benteng terakhir peradaban,” ujarnya.

Menariknya, seluruh pasangan pengantin turut menanam pohon dalam rangkaian acara tersebut.

Penanaman pohon ini dilakukan sebagai bentuk komitmen lembaga terhadap pelestarian lingkungan sekaligus menyemarakkan Pra-Munas VI Hidayatullah.

Ketua Yayasan Al Bayan, Ust. Suwito Fatah, M.M., menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari gerakan penanaman satu juta pohon.

“Ini sebagai stimulus untuk menyukseskan gerakan penanaman 1 juta pohon menjelang Munas Hidayatullah,” ungkapnya dalam penyerahan simbolik bibit pohon kepada peserta.

Dalam acara tersebut, Bank Syariah Indonesia Cabang Makassar turut memberikan hadiah tabungan haji kepada seluruh pasangan. Walimah ini dihadiri tokoh masyarakat, pengurus wilayah, dan alumni dari berbagai daerah.

Agenda Walimah Mubarak merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan secara rutin oleh Yayasan Al Bayan dengan dukungan penuh dari struktur Hidayatullah Sulsel dan lembaga-lembaga afiliasinya.

Kunjungan Daerah DPW Maluku Utara Membangun Dakwah dari Pinggiran

MALUT (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Maluku Utara memulai rangkaian kunjungan pembinaan wilayah pada 17 Juli 2025 dengan mengawali perjalanan ke daerah Kosa, Tidore Kepulauan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program terpadu yang melibatkan Dewan Murabbi Wilayah (DMW) dan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Maluku Utara.

Agenda kunjungan dirancang berlangsung selama dua hari, dengan titik berikutnya menuju Halmahera Tengah dan Sofifi.

Fokus utama dari kunjungan ini adalah pembinaan langsung kepada pengelola pondok pesantren, mitra sinergi, dan masyarakat binaan, bukan sekadar silaturahmi kelembagaan.

Di Kosa, tim DPW dan DMW menyelenggarakan tausiyah serta sesi pembinaan di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatullah Kosa.

Dalam penjelasannya, Ketua DPW Hidayatullah Maluku Utara, Ahmad Nurkholis, menekankan urgensi kunjungan daerah sebagai instrumen penguatan dakwah wilayah.

“Kunjungan daerah ini adalah bagian dari tanggung jawab dakwah wilayah. Harus ada waktu yang disiapkan untuk melihat langsung secara rutin kondisi dai dan pondok di pelosok,” ungkapnya dalam keterangannya, Jum’at, 23 Muharam 1447 (18/7/2025).

Senada dengan itu, Ketua DMW Hidayatullah Maluku Utara, Riyadi Poniman, menegaskan pentingnya keterlibatan langsung para murobi dalam proses pembinaan.

“Kami ingin memastikan bahwa semua lini gerakan berjalan baik, dan hal itu perlu dilihat dan dirasakan langsung oleh para murobi. Pembinaan tidak cukup lewat laporan, tapi juga dengan kehadiran,” jelasnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga dan pengurus pondok.

Antusiasme masyarakat, termasuk keterlibatan anak-anak santri dalam tausiyah, mencerminkan tumbuhnya semangat dakwah dan pendidikan Islam di wilayah ini, meskipun dalam kondisi terbatas.

Melalui sinergi antara DPW, DMW, dan BMH, kunjungan ini diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya gerakan pembinaan yang lebih intensif dan menyeluruh di seluruh kawasan Maluku Utara.

Ketum DPP Hidayatullah Usulkan Taujih Kebangsaan pada Milad MUI ke-50 Tahun

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) menggelar Rapat Pleno bertempat di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat, Jl. Proklamasi, Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/7/2025).

Rapat ini dihadiri Ketua Wantim MUI Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, unsur pimpinan, dan anggota yang berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.

Rapat pleno dipimpin oleh Wakil Ketua Wantim MUI, Dr. K.H. Zainut Tauhid Sa’adi.

Dalam forum tersebut, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr. H. Nashirul Haq, M.A., turut menyampaikan pemikiran dan saran.

Ia mengusulkan agar MUI mengeluarkan Taujih Kebangsaan dalam rangka menyambut Milad ke-50 Tahun MUI pada akhir Juli 2025.

Menurut Nashirul, Taujih ini penting sebagai wujud tanggung jawab ganda MUI.

Taujih Kebangsaan ini, jelas Nashirul, sebagai wujud tanggung jawab MUI sebagai mitra pemerintah (shadiqul hukumah) dan pelayan umat (khadimul ummah).

“Substansinya antara lain ajakan hidup sederhana, khususnya dalam kondisi ekonomi tidak stabil. Kedua, seruan untuk menjaga lingkungan hidup,” ujarnya.

Usulan ini mendapat sambutan positif dari Ketua Wantim MUI, Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin. Ia menyatakan kesiapan MUI untuk merumuskan Taujih Kebangsaan bernarasi keagamaan.

“Insya Allah kita akan mengeluarkan Taujihat Kebangsaan pada momen milad dengan narasi diniyah, yaitu pandangan keagamaan, baik bersifat qath’i (pasti) yang berdasarkan dalil atau ijtihadi yang berdasarkan ijtihad-pemikiran,” jelas Ma’ruf.

Selain itu, Nashirul juga mendorong agar MUI bersama ormas Islam mengambil sikap lebih tegas dalam isu internasional, khususnya Palestina.

“MUI bersama ormas-ormas Islam perlu meminta secara langsung kepada Presiden agar lebih aktif menggalang persatuan negara-negara muslim untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” tambahnya.

Rapat ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie (Wakil Ketua Wantim MUI), Prof. Dr. Dadang Kahmad (Sekretaris Wantim), Dr. H. Amirsyah Tambunan (Sekjen MUI Pusat), serta unsur pimpinan ormas Islam tingkat pusat.*/

Kwarnas Dukung Jambore Nasional III Pramuka Hidayatullah dengan Gagasan Lingkungan

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, menerima kunjungan audiensi dan silaturrahim dari jajaran Pimpinan Satuan Komunitas Nasional (Sakonas) Pramuka Hidayatullah pada Kamis, 21 Muharram 1447 (17/7/2025).

Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pinsakonas Gerakan Pramuka Hidayatullah, Kak Syarif Daryono. Rombongan disambut oleh Wakil Ketua Kwarnas Bidang Saka, Kak Irjen Pol (Purn) Drs. Wahyu Adi, SH, MH, M.Si, didampingi sejumlah pimpinan pusat, antara lain Kak Dr. Sigit Mulyono, Kak Adiyatma, Kak Sutrisno, dan Kak Yaya.

Pertemuan berlangsung hangat dan produktif. Dalam kesempatan itu, Sakonas Hidayatullah menyampaikan rencana pelaksanaan Jambore Nasional III Sako Pramuka Hidayatullah, yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari, Kamis–Ahad, 27–30 Shafar 1447 H (21–24 Agustus 2025).

“Kami memohon rekomendasi, izin pelaksanaan, serta kesediaan Kwarnas memberikan sambutan resmi dalam kegiatan nanti,” jelas Kak Syarif saat menyampaikan maksud kunjungan mereka.

Kak Wahyu Adi menyambut baik inisiatif tersebut dan menyampaikan sejumlah masukan untuk memperkuat nilai kegiatan.

Ia menyarankan agar dalam jambore tidak hanya ada kegiatan perkemahan biasa, tapi juga aktivitas nyata seperti pertanian dan ketahanan pangan, termasuk penanaman pohon kelapa sebagai simbol reboisasi dan penghijauan lingkungan.

“Selain melatih kepemimpinan, adik-adik juga harus belajar peduli pada bumi kita. Menanam bukan sekadar tanam, tapi investasi masa depan,” ujar Kak Wahyu.

Ia juga mendorong agar setiap momen dalam jambore dicatat dan didokumentasikan dengan baik, sehingga bisa menjadi inspirasi banyak orang.

“Buat konten positif, biarkan dunia tahu bahwa pramuka terus aktif dan tetap relevan di hati anak bangsa,” tambahnya.

Kak Wahyu mengakhiri dengan apresiasi tinggi atas inisiatif Sako Pandu Hidayatullah.

Ia yakin, jambore ini bukan hanya ajang kumpul-kumpul, tapi wadah untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, peduli lingkungan, dan siap menjadi pemimpin bangsa.

Turut mendampingi audiensi, Humas BMH Imam Nawawi menyebut bahwa kegiatan Jambore menjadi sarana untuk membentuk jiwa kepemimpinan, solidaritas, dan cinta Tanah Air, khususnya di tengah tantangan era digital.

“Melalui kegiatan konkret seperti penanaman pohon dan edukasi pertanian, para anggota pramuka tidak hanya diajak bertindak, tapi juga berpikir tentang masa depan bumi dan bangsa,” ungkap Imam Nawawi.

Jambore ini juga dirancang sebagai bagian dari semarak peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia dan menjelang Musyawarah Nasional VI Hidayatullah pada Oktober 2025 di Jakarta.*/