AdvertisementAdvertisement

ISCH 2026, Langkah Hidayatullah Jabar Lahirkan Generasi Pemimpin Berintegritas

Content Partner

Peserta ISCH 2026 mengikuti kegiatan kepramukaan di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Sumedang, Jawa Barat.

SUMEDANG (Hidayatullah.or.id) — Satuan Komunitas Pramuka (Sakoda) Hidayatullah Jawa Barat menyelenggarakan Jambore Wilayah Islamic Super Camp of Hidayatullah (ISCH) 2026 di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Sumedang, Jawa Barat, pada 21–23 Oktober 2026.

Kegiatan yang diikuti murid sekolah Hidayatullah dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) se-Jawa Barat ini menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda untuk menumbuhkan karakter Islami, memperkuat ukhuwah, serta membangun jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab.

Jambore Wilayah ISCH 2026 dirangkai dengan Halaqah Kubro dan Upacara Hari Santri Nasional 2026. Ketiga agenda tersebut menjadi sarana penguatan keislaman, kedisiplinan, kemandirian, dan semangat pengabdian di kalangan generasi muda Hidayatullah.

Menanamkan Hakikat Kepemimpinan

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Barat menyelenggarakan Halaqah Kubro yang diikuti para dai Hidayatullah dan peserta ISCH. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ustaz KH Naspi Arsyad, Lc., sebagai pembicara.

Dalam tausiyahnya, Naspi menekankan bahwa kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan atau kedudukan formal, tetapi menyangkut kualitas diri, keberanian, tanggung jawab, serta kesadaran untuk menggantungkan segala urusan kepada Allah SWT.

“Orang Hidayatullah tidak diajarkan untuk mendambakan menjadi pimpinan, tetapi di Hidayatullah diajarkan menjadi pemimpin,” tegasnya.

Menurut Naspi, kepemimpinan perlu dibangun melalui proses pembinaan diri. Seorang pemimpin dituntut memiliki karakter yang kuat, mampu mengambil tanggung jawab, dan bersedia memulai perubahan dari dirinya sendiri.

Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang berat karena berkaitan dengan kemaslahatan orang-orang yang dipimpin serta pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Naspi turut mengutip ungkapan Arab, “Faqidus syai’i la yu’thihi” (فَاقِدُ الشَّيْءِ لَا يُعْطِيهِ), yang berarti seseorang yang tidak memiliki sesuatu tidak dapat memberikan sesuatu tersebut.

Ungkapan tersebut menegaskan pentingnya membangun kualitas diri sebelum membimbing orang lain. Keimanan, karakter, dan kesungguhan dalam menjalankan amanah menjadi bekal penting bagi seorang pemimpin.

Menguatkan Karakter dan Semangat Pengabdian

Penyelenggaraan ISCH 2026 yang dirangkai dengan Halaqah Kubro dan Upacara Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan generasi muda melalui pendekatan kepramukaan, penguatan keislaman, dan penanaman nilai pengabdian.

Pembinaan generasi muda tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan kepribadian yang berlandaskan iman, akhlak, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para pelajar untuk tumbuh sebagai generasi yang siap mengemban amanah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui Jambore Wilayah ISCH 2026, Sakoda Hidayatullah Jawa Barat berikhtiar menyiapkan generasi penerus yang memiliki kecakapan, keterampilan, karakter Islami, serta kesiapan mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, ISCH 2026 diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan generasi muda yang berjiwa pemimpin dan berorientasi pada kemaslahatan umat dan bangsa.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Hidayatullah Banten Gelar Roadshow Dakwah Bersama KH Anwari Hambali di Ponpes El Bantany

SERANG (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Provinsi Banten menggelar pengajian bertajuk Roadshow Bersama KH Anwari Hambali di Pondok...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img