AdvertisementAdvertisement

Refleksi Akhir Ramadhan, Ust Aziz Qahhar Tekankan Penghayatan Ibadah dan Tadabbur yang Berdampak

Content Partner

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Wakil Ketua Anggota Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah, Ust. H. Dr. Ir. Abdul Aziz Qahhar Muzakkar, M.Si., menyampaikan bahwa menjelang berakhirnya Ramadhan terdapat satu perasaan yang hampir dirasakan banyak orang, yakni adanya kekurangan dalam amal yang telah dilakukan sepanjang bulan suci.

“Selalu ada yang kita rasa kurang setiap Ramadhan akan berakhir,” ujarnya dalam sesi Refleksi Ramadhan di Masjid Ummul Qura, Pesantren Hidayatullah Depok, pada Kamis, 29 Ramadhan 1447 (19/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa perasaan tersebut tidak menunjukkan kelemahan iman, melainkan mencerminkan keterbatasan manusia dalam menjalankan ibadah. “Ini bukan tanda iman yang kurang. Ini tanda bahwa kita sebagai manusia memang tidak sempurna dalam beramal,” lanjutnya.

Kegiatan refleksi yang berlangsung menjelang akhir Ramadhan 1447 Hijriah itu menghadirkan suasana yang kondusif untuk perenungan atas ibadah yang telah dijalankan. Dalam forum tersebut, Aziz mengajak bersama memahami dimensi ruhani dari praktik ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadhan.

Ia menekankan pada pentingnya memaknai pengalaman ibadah secara lebih mendalam, bukan sekadar menjalankannya sebagai rutinitas tahunan.

Abdul Aziz Qahhar Muzakkar menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum untuk merasakan kedalaman spiritual melalui ibadah, salah satunya shalat malam. Ia menyebutkan bahwa pengalaman menikmati shalat lail menjadi bagian penting dari proses pembinaan ruhani.

“Menikmati shalat lail dan tadabbur Al-Qur’an ini yang harus bisa kita rasakan,” tuturnya.

Ia mengungkapkan bahwa praktik shalat malam telah menjadi tradisi yang dijaga dalam lingkungan gerakan Hidayatullah selama lebih dari satu dekade. Tradisi tersebut, menurutnya, bukan semata rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi sumber pengalaman spiritual yang bernilai. “Shalat lail kita sangat syukuri. Ini benar-benar kenikmatan yang sangat besar,” ujarnya.

Dalam penjelasannya, ia juga mengangkat contoh teladan dari Rasulullah dan juga bagaimana pendiri Hidayatullah Ust. Abdullah Said yang dikenal menempatkan penghayatan sebagai aspek utama dalam ibadah. Ia menggambarkan bahwa dalam pelaksanaan shalat, aspek kekhusyukan menjadi perhatian utama.

“Rukuk dan sujudnya lama, karena yang diutamakan adalah penghayatan dalam shalat,” ungkapnya, menggambarkan praktik ibadah yang dilakukan dengan kesungguhan.

Berdampak dalam Kehidupan

Selain shalat malam, Aziz pada kesempatan itu juga menyoroti pentingnya tadabbur Al-Qur’an sebagai bagian dari pengalaman Ramadhan. Ia menyampaikan bahwa interaksi dengan Al-Qur’an tidak cukup hanya melalui tilawah, tetapi perlu disertai dengan upaya memahami maknanya. “Nikmat Ramadhan juga tentang tadabbur, bukan hanya tilawah,” ujarnya.

Menurutnya, pemahaman terhadap kandungan Al-Qur’an memberikan pengaruh yang lebih luas terhadap kehidupan. Ia menekankan bahwa tadabbur berfungsi sebagai penguatan spiritual yang berdampak pada kondisi batin. “Tadabbur itu memberi nutrisi bagi hati. Jangan sampai hati kita terkunci,” tegasnya.

Aziz juga menyampaikan praktik yang ia lakukan dalam memahami Al-Qur’an, yaitu dengan membaca terjemahan dan tafsirnya untuk memperdalam pemahaman terhadap ayat-ayat yang belum sepenuhnya dipahami. “Saya tadarus sekaligus membaca terjemahannya, khususnya pada ayat yang belum saya tangkap maknanya,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa proses tersebut memberikan tambahan wawasan dan memperkuat semangat dalam menjalani kehidupan.

Dengan pendekatan tersebut, ia menekankan, interaksi dengan Al-Qur’an tidak hanya bersifat tekstual, tetapi juga menjadi bagian dari proses refleksi yang berkelanjutan.

Reporter: Herim Achmad
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

KHUTBAH JUM’AT Transformasi Nilai Ramadhan dalam Kehidupan Beragama dan Berbangsa

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img