
PATI (Hidayatullah.or.id) — Perjuangan tim kemanusiaan menembus Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi gambaran nyata beratnya kondisi banjir yang masih melanda kawasan tersebut. Debit air yang belum surut membuat akses darat tidak memungkinkan untuk dilalui. Dalam situasi itu, relawan terpaksa menggunakan perahu guna menjangkau rumah-rumah warga. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan tidak ada satu pun warga yang menahan lapar di tengah bencana yang sedang berlangsung.
Upaya tersebut dilakukan oleh relawan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah bersama SAR Hidayatullah dalam kegiatan penyaluran bantuan makan siang gratis bagi warga terdampak banjir, Jumat, 27 Rajab 1447 (16/01/26). Dengan perahu bermesin, relawan menyusuri genangan air yang mencapai ketinggian dada orang dewasa. Deru mesin perahu terdengar di antara rumah-rumah yang sebagian besar masih dikepung air.
Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari respon BMH terhadap bencana banjir yang melanda wilayah Pantai Utara Jawa. Dokumentasi singkat yang beredar memperlihatkan situasi lapangan saat bantuan diserahkan langsung kepada warga. Ekspresi syukur dan senyum penerima bantuan terekam jelas ketika makanan diterima di depan rumah masing-masing.
Koordinator Unit Layanan Zakat Kabupaten Kudus, Eko Kusniyanto, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara serentak di beberapa lokasi terdampak. Menurutnya, tim bergerak sejak pagi dengan membagi wilayah kerja agar distribusi dapat menjangkau lebih banyak warga.
“Alhamdulillah, hari ini kami menyalurkan 1.000 bungkus makan siang gratis,” ujar Eko saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa sebelum menuju Kabupaten Pati, tim terlebih dahulu menyisir wilayah terdampak banjir di Kabupaten Kudus. Desa Temulus dan Desa Bulung Kulon di Kecamatan Mejobo menjadi titik awal distribusi, sebelum relawan bergerak ke wilayah lain yang juga mengalami genangan cukup parah.
Sementara itu, kondisi di Kabupaten Pati disebut lebih menantang. Koordinator ULZ Pati, Mochammad Bahri, menjelaskan bahwa Desa Mintobasuki merupakan salah satu wilayah dengan akses paling sulit akibat tingginya permukaan air. Penggunaan perahu menjadi satu-satunya pilihan agar bantuan tetap dapat disalurkan langsung ke warga.
Bahri menegaskan bahwa prioritas utama tim adalah memastikan kebutuhan makan warga tetap terpenuhi. Setiap rumah yang dapat dijangkau didatangi satu per satu, dengan mempertimbangkan keselamatan relawan dan efektivitas distribusi.
Kehadiran relawan disambut haru oleh warga. Salah satunya Khoirul Umam, warga Desa Mintobasuki, yang mengaku tersentuh melihat para relawan datang di tengah kondisi banjir. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan.
“Terima kasih atas kepedulian BMH dan SAR Hidayatullah. Kami hanya bisa berdoa semoga BMH terus maju dan selalu peduli kepada kami,” ucap Khoirul.
Program penyaluran makanan ini menjadi bagian dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat. BMH menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan bantuan langsung bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau.
Eko Kusniyanto menambahkan bahwa bantuan sederhana seperti satu kotak nasi memiliki makna besar bagi warga yang tengah berada dalam situasi darurat. Menurutnya, dukungan publik menjadi elemen penting agar program kemanusiaan dapat terus berjalan dan menjangkau lebih luas.






