AdvertisementAdvertisement

Perjalanan Darat Tim Siaga Bencana Hidayatullah Hadirkan Refleksi Dakwah dan Kemanusiaan

Content Partner

ist – tim-siaga

MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Derap perjalanan panjang akhirnya berhenti di kawasan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Pada Kamis, 5 Rajab 1447 (25/12/2025), Posko Utama Tanggap Darurat Bencana Hidayatullah bersama Laznas Baitul Maal Hidayatullah secara resmi menerima kedatangan tim transisi yang menempuh perjalanan darat dari Jakarta menuju Sumatera Utara. Rombongan ini dipersiapkan untuk memperkuat penanganan bencana banjir di Aceh Tamiang.

Kedatangan para relawan ditandai wajah-wajah letih yang menyimpan kepuasan. Mereka baru saja menyelesaikan lintasan panjang melintasi Pulau Sumatera, sebuah perjalanan yang tidak hanya menguji fisik, tetapi juga keteguhan mental dan ruhani. Misi utama perjalanan tersebut adalah memastikan kesinambungan kerja kemanusiaan tim dalam merespons bencana secara cepat dan terkoordinasi.

Perjalanan dimulai sejak Senin, 22 Desember 2025, dan berlangsung hingga Kamis. Rentang waktu itu dipenuhi tantangan durasi tempuh yang panjang, kondisi jalan yang beragam, serta tuntutan stamina yang tinggi.

Kepala Humas BMH Pusat, Imam Nawawi, yang memimpin langsung rombongan, menggambarkan perjalanan ini sebagai pengalaman lapangan yang sarat ujian.

“Bisa dibilang kami menempuh perjalanan tiga kali dua belas jam, mulai dari Palembang ke Jambi, Jambi ke Pekanbaru, dan Pekanbaru ke Medan. Hanya ruas Lampung–Palembang yang relatif bersahabat dengan waktu tempuh sekitar empat jam,” ujarnya.

Selebihnya, perjalanan menuntut konsentrasi dan daya tahan ekstra. Beberapa etape mengharuskan tim berada di jalan selama dua belas jam penuh, bahkan satu lintasan mencapai sekitar tujuh belas jam tanpa jeda panjang. Kondisi tersebut, menurut Imam, menjadi tantangan sekaligus pembelajaran penting.

“Di satu sisi ini jelas berat, tetapi di sisi lain menjadi pelajaran berharga bahwa mengantarkan kebaikan melalui jalur darat memang memerlukan stamina kuat dan semangat yang tidak boleh surut,” lanjutnya.

Di tengah kelelahan, perjalanan ini juga diwarnai momen penguatan ruhani. Tim menyempatkan diri bersilaturahmi ke basis-basis dakwah di sepanjang jalur Sumatera. Di Jambi, mereka disambut oleh dai setempat, sementara di Pekanbaru pertemuan serupa berlangsung di lingkungan pesantren jaringan Hidayatullah. Pertemuan singkat tersebut menjadi ruang berbagi doa dan penguat moral bagi para relawan sebelum melanjutkan perjalanan ke utara.

Bagi Imam Nawawi, perjalanan Jakarta–Medan ini memunculkan refleksi mendalam. Ia menilai, jika di era kendaraan modern perjalanan semacam ini saja terasa melelahkan, maka pengorbanan para perintis dakwah di masa lalu jauh lebih besar.

“Ada hikmah besar yang kami rasakan. Sekarang saja perjalanan ke Sumatera terasa panjang dan melelahkan, lalu bagaimana dengan para dai perintis dahulu?” tuturnya.

Ia membayangkan fase-fase awal pembangunan pesantren dan dakwah di berbagai titik Sumatera, ketika akses transportasi dan fasilitas masih sangat terbatas. “Sungguh, napas perjuangan mereka sangat luar biasa,” tambahnya.

Setelah menuntaskan perjalanan darat yang panjang, tim BMH kini memusatkan perhatian pada tugas utama, yakni menyalurkan amanah kemanusiaan bagi para penyintas banjir di Aceh Tamiang. Etape perjalanan telah usai, namun kerja nyata bagi kemanusiaan dan pengabdian untuk negeri baru saja dimulai.

Sebelumnya, Baitul Maal Hidayatullah bersama anggota Forum Zakat (FOZ) DKI Jakarta telah secara resmi melepas armada bantuan kemanusiaan menuju wilayah Sumatera. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Halaman Kantor Gubernur DKI Jakarta pada Selasa, 23 Desember 2025.

Pengiriman bantuan tersebut merupakan langkah strategis dalam merespons dampak bencana yang meluas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam konteks itu, BMH tengah memasuki masa transisi dari fase tanggap darurat menuju fase recovery atau pemulihan jangka panjang.

Melalui kolaborasi lintas lembaga tersebut, berhasil dihimpun dana kemanusiaan sebesar Rp3 miliar yang seluruhnya dialokasikan untuk penyaluran bantuan, disertai dukungan logistik lebih dari 60 ton berupa bahan pangan, sembako, obat-obatan, serta perlengkapan darurat lainnya sebagai wujud kontribusi kemanusiaan bagi para penyintas.

Reporter: Ibnu Suradi
Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Sambut Ramadhan, Dana Umat Hadirkan Air Bersih untuk Santri dan Warga Cimanggu

BANDUNG BARAT (Hidayatullah.or.id) -- Menjelang Ramadhan 1447 H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) rampungkan program pipanisasi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img