
BANDUNG BARAT (Hidayatullah.or.id) — Menjelang Ramadhan 1447 H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) rampungkan program pipanisasi air bersih titik ke-17 di Pesantren Pertanian At-Taqwa, Kampung Pangkalan, Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Pengerjaan berlangsung lima hari dan tuntas pada Rabu, 18 Februari 2026, sehari sebelum Ramadhan.
Program ini menghadirkan sumber air bersih bagi santri, jamaah masjid, dan warga sekitar. Sebelumnya, pesantren kerap mengalami kesulitan air yang mengganggu aktivitas belajar, ibadah, dan kebutuhan harian.
Kepala Divisi Prodaya Laznas BMH Jabar, Yusep Suhendar, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata pengelolaan dana umat yang berdampak langsung.
“Air bersih itu kebutuhan dasar. Kalau airnya ada, ibadah lancar, belajar juga nyaman,” ujarnya singkat dalam keterangannya kepada media ini, Kamis, 1 Ramadan 1447 (19/2/2026).
Pipanisasi ini menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah tidak berhenti sebagai angka laporan. Dana umat bertransformasi menjadi infrastruktur yang menopang pendidikan dan kekhusyukan ibadah. Momentum penyelesaiannya yang tepat sebelum Ramadhan memperkuat kesiapan pesantren menyambut bulan suci dengan kondisi yang lebih layak.
Pengurus Pesantren, Affan Palas, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tersebut.
“Dulu kami sering kesulitan air. Sekarang, Alhamdulillah lebih tenang. Santri bisa fokus belajar,” katanya.
Titik ke-17 ini menandai kesinambungan program air bersih yang akan dilanjutkan ke titik ke-18 di wilayah lain yang masih mengalami keterbatasan akses.
Kehadiran air bersih di pesantren itu bukan sekadar proyek teknis. Ia adalah bentuk nyata transformasi dana umat menjadi kemudahan hidup, keberlanjutan pendidikan, dan kesiapan beribadah.
“Dari kesadaran memberi, lahir perubahan yang bisa dirasakan setiap hari,” tutup Yusep.






