AdvertisementAdvertisement

Rakerwil Maluku, Muslimat Hidayatullah Didorong Hadir dan Adaptif Hadapi Perubahan Zaman

Content Partner

AMBON (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Maluku, Naharuddin, menegaskan bahwa Muslimat Hidayatullah harus hadir sebagai pelaku perubahan dengan pendekatan yang relevan terhadap zaman. Pernyataan tersebut disampaikan dia saat membuka Rapat Kerja Wilayah Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Maluku digelar selama dua hari yang dibuka pada Sabtu, 21 Dzulqa’dah 1447 (9/5/2026).

Dalam sambutannya, Naharuddin menyebut rapat kerja wilayah bukan sekadar agenda administratif organisasi melainkan momentum konsolidasi perjuangan, penguatan jati diri, dan peneguhan arah gerak Muslimat Hidayatullah. Ia menyoroti posisi Hidayatullah yang telah memasuki usia 50 tahun kedua perjalanan organisasi.

“Hidayatullah tidak lagi hanya dituntut bertahan, tetapi harus mampu melompat lebih jauh, lebih matang, dan lebih memberi pengaruh bagi peradaban,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa organisasi saat ini menghadapi tantangan internal berupa percepatan organisasi, penguatan sumber daya insani, serta kebutuhan regenerasi kepemimpinan dan kaderisasi. Menurutnya, organisasi besar harus mampu melahirkan generasi penerus yang kuat secara ruhiyah, intelektual, dan profesional.

Selain itu, Naharuddin juga menyoroti perubahan eksternal yang berlangsung cepat akibat perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan yang memengaruhi pola hidup, pola belajar, hingga pola dakwah masyarakat. Ia turut menyinggung kondisi ekonomi yang menurutnya menghadirkan tekanan sosial di tengah keluarga dan umat.

Dalam forum tersebut, ia menegaskan posisi strategis Muslimat Hidayatullah dalam pembentukan keluarga, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat.

“Kita tidak boleh menjadi penonton di tengah perubahan zaman. Muslimat Hidayatullah harus hadir sebagai pelaku perubahan. Mandiri dalam pemikiran, kuat dalam spiritualitas, matang dalam organisasi, dan luas pengaruhnya di tengah masyarakat,” katanya.

Naharuddin juga mengutip Surah Al-Mujadilah ayat 11 yang menekankan pentingnya iman dan ilmu sebagai fondasi penguatan umat. Ia mendorong Muslimat Hidayatullah Maluku mempersiapkan penguatan keluarga Qur’ani, pendidikan bertauhid, dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman, serta penguatan sistem organisasi dan kemandirian ekonomi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah, Wulan Sari, yang hadir secara virtual menyampaikan bahwa Muslimat memiliki peran sentral dalam keluarga, pendidikan, dan masyarakat.

“Transformasi organisasi harus memberi ruang untuk tampil mandiri namun tetap menjaga kultur yang menjadi diri Hidayatullah,” ujarnya yang mendampingi forum ini hingga usai.[]

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Kunjungan PP Mushida ke Institut Muslim Cendekia Perkuat Ukhuwah dan Dakwah Mahasiswi

SUKABUMI (Hidayatullah.or.id) -- Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah berkunjung ke kampus Institut Muslim Cendekia (IMC) Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu,...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img