AdvertisementAdvertisement

Ketua Umum DPP Hidayatullah Tinjau Implementasi Program Recovery dan Bantuan Kemanusiaan di Aceh

Content Partner

ACEH TAMIANG (Hidayatullah.or.id) — Di tengah suasana penghujung bulan suci Ramadhan yang penuh dengan pesan keberkahan, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc, untuk kali kesekian melakukan kunjungan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Ahad, 25 Ramadhan 1447 (15/3/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak banjir bandang sekaligus meninjau penyaluran bantuan kemanusiaan yang bersifat berkelanjutan Hidayatullah bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH).

Naspi dalam keterangannya mengatakan kepedulian terhadap sesama manusia, khususnya bagi masyarakat yang sedang mengalamai masa sulit akibat bencana alam, merupakan manifestasi penting dari nilai-nilai dakwah sosial yang diusung oleh organisasi kemasyarakatan Islam seperti Hidayatullah.

Dalam kerangka tersebut, ia mengimbuhkan, upaya meringankan beban sesama bukan sekadar aksi karitatif, melainkan sebuah integrasi dari pengabdian spiritual dan tanggung jawab kemanusiaan.

Dalam agenda ini, Naspi Arsyad didampingi oleh jajaran dari Badan Amil Zakat Nasional Hidayatullah (BMH) Pusat, termasuk Ketua Pengurus BMH Pusat Supendi dan Direktur Prodaya BMH Syamsudin. Sinergi ini juga melibatkan pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sumatera Utara serta pengurus BMH tingkat wilayah, yang menunjukkan adanya koordinasi struktural yang solid dalam merespons krisis kemanusiaan.

Program Recovery House di Desa Terdampak

Agenda utama dari kunjungan ini terbagi ke dalam dua aspek penting, yakni pemantauan program pemulihan jangka panjang (recovery) dan pemenuhan kebutuhan logistik mendesak bagi para korban.

Lokasi pertama yang menjadi fokus tinjauan adalah Desa Seumadam di Kecamatan Kejuruan Muda. Di desa ini, BMH telah menginisiasi berbagai program pemulihan pascabencana yang mencakup dimensi infrastruktur dan sosial.

Beberapa program unggulan yang dijalankan meliputi pembangunan Recovery House, pengecatan rumah warga, serta program Sekolah Ceria yang ditujukan untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak terdampak.

Selain itu, aspek keberlanjutan hidup masyarakat diperkuat melalui pembangunan instalasi air minum. Terkait fasilitas ini, Dhiyauddin Sugiono selaku Kepala Divisi Prodaya BMH Pusat memberikan penjelasan mengenai dimensi pemberdayaan dari proyek tersebut.

Dhiyauddin menyatakan, Depot air ini nantinya tidak hanya untuk kebutuhan warga, tetapi juga akan menjadi usaha kemandirian bagi kampung tersebut,.

Keberhasilan program pemulihan di Desa Seumadam mendapatkan apresiasi dari masyarakat setempat. Salah seorang warga, Imam, menyampaikan bahwa efektivitas kerja tim di lapangan telah membawa perubahan nyata dalam waktu yang relatif singkat. Ia mengungkapkan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah di kampung ini sudah sekitar 95 persen pulih. Warga merasakan kebahagiaan ketika BMH hadir, karena kami merasa diperhatikan dan terbantu. Bahkan ini menjadi proses recovery tercepat dibandingkan kampung lain yang juga ditangani oleh BMH,” katanya.

Tinjau Desa Lintang Bawah

Setelah meninjau progres di Seumadam, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Lintang Bawah yang berlokasi di wilayah Kota Lintang. Secara geografis, wilayah ini mengalami dampak yang sangat destruktif karena posisinya yang berdekatan dengan aliran sungai besar.

Di lokasi ini, aspek bantuan logistik menjadi prioritas utama. Sebanyak lebih dari 200 paket buka puasa disalurkan kepada warga sebagai bentuk dukungan moral dan fisik di bulan Ramadhan.

Kehadiran para pimpinan organisasi di tengah masyarakat yang sedang berjuang memulihkan diri memberikan dampak psikologis yang positif, meski kebutuhan akan bantuan jangka panjang masih sangat dirasakan oleh warga.

Sentimen haru dan harapan besar menyertai interaksi antara tim kemanusiaan dan warga. Salah seorang penduduk mengungkapkan aspirasinya agar perhatian terhadap wilayah mereka tidak terhenti pada fase tanggap darurat saja. Ia menyampaikan pesan mendalam kepada tim di lapangan.

“Jangan lupakan kami. Datanglah kembali karena kami masih membutuhkan uluran tangan,” kata salah satu warga ini.

Menanggapi dinamika di lapangan, KH Naspi Arsyad menegaskan bahwa peran lembaga adalah sebagai jembatan kebaikan antara para donatur dan mereka yang membutuhkan.

Dia mengingatkan, harapan besar yang dititipkan masyarakat setempat menegaskan posisi lembaga-lembaga filantropi seperti Laznas BMH bahwa proses pemulihan sosial dan ekonomi memerlukan konsistensi serta pendampingan yang tidak terputus.

Naspi menekankan bahwa setiap kontribusi yang disalurkan merupakan amanah kolektif dari umat.

“Semua yang dilakukan oleh lembaga Hidayatullah melalui Laznas BMH tidak lepas dari doa-doa tulus para jamaah dan para donatur. Apa yang kami lakukan ini tentu belum seberapa dibandingkan dengan ujian yang dirasakan oleh para korban,” katanya.

Sinergi Dakwah yang Inklusif

Masih dalam kesempatan yang sama, KH Naspi Arsyad menekankan bahwa program kemanusiaan yang digulirkan di Aceh Tamiang ini merupakan bukti nyata dari sinergi dakwah yang inklusif, di mana agama hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan sosial.

Naspi mendorong seraya berharap program ini tidak hanya membantu warga Aceh Tamiang bangkit secara fisik, tetapi juga menguatkan ikatan solidaritas sosial dalam kerangka kebangsaan dan kemanusiaan.

Selaras dengan hal tersebut, Supendi selaku Ketua Pengurus BMH Pusat menggarisbawahi pentingnya dukungan berkelanjutan dari para muhsinin.

Dia mengatakan, meskipun kondisi fisik pemukiman mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan, proses pemulihan secara utuh masih membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit.

“Kondisi memang mulai membaik, tetapi kita tidak boleh meninggalkan mereka begitu saja. Mereka masih sangat membutuhkan dukungan, baik berupa bantuan, donasi, maupun doa agar bisa kembali bangkit dari bencana ini,” kata Supendi.

Ia menambahkan, dengan adanya integrasi antara program pemulihan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi melalui depot air, dan bantuan logistik paket buka puasa, Hidayatullah bersama BMH berupaya membangun kembali martabat dan kemandirian masyarakat terdampak.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Program SEA Loves Al-Qur’an Hadirkan Kajian Ramadhan di Timor Leste

DILI (Hidayatullah.or.id) -- Dai utusan Hidayatullah dalam program dakwah internasional SEA (South East Asia) Loves Al-Qur’an Ramadan 1447 H,...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img