AdvertisementAdvertisement

Pilu Kasus Kekerasan Anak Usia Dini di Yogyakarta, Hidayatullah Ingatkan Pentingnya Pengawasan Daycare

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Fu’ad Fahrudin, menilik meningkatnya penggunaan layanan daycare sebagai konsekuensi dari perubahan pola keluarga urban, khususnya ketika ayah dan ibu sama-sama bekerja.

Ia menegaskan bahwa pertumbuhan daycare yang pesat harus diikuti kesadaran orangtua dalam menentukan tujuan pengasuhan anak, sebab keputusan menitipkan anak tidak dapat dipandang semata sebagai solusi praktis atas keterbatasan waktu keluarga modern.

Menurut Fu’ad, persoalan mendasar terletak pada motivasi orangtua saat memilih daycare. Ia menjelaskan bahwa motivasi tersebut akan menentukan pola keterlibatan orangtua dalam tumbuh kembang anak.

Ketika daycare hanya dipandang sebagai tempat penitipan agar orangtua tidak direpotkan oleh urusan domestik, maka berbagai aspek penting cenderung diabaikan, mulai dari kualitas pengasuh hingga sistem keamanan lembaga tersebut.

Sebaliknya, ia menilai orangtua yang memandang daycare sebagai ruang pendidikan awal akan bersikap jauh lebih selektif. Mereka akan menelusuri legalitas lembaga, kapasitas tenaga pengasuh, metode pembelajaran, hingga lingkungan tempat anak beraktivitas.

“Saat sang buah hati telah beraktivitas di daycare, orangtua tidak lepas tangan begitu saja,” ujar Fu’ad dalam keterangannya kepada hidayatullah.or.id, Senin, 9 Zulkaidah 1447 (27/4/2026). Ia menekankan bahwa keterlibatan orangtua tetap menjadi faktor utama meskipun anak berada dalam pengasuhan lembaga tertentu.

Komunikasi intensif antara keluarga dan pengelola daycare, menurutnya, harus terus dijaga agar perkembangan anak dapat dipantau secara berkelanjutan. Dalam perspektif pendidikan anak usia dini, pengasuhan dinilai dia sebagai tanggung jawab kolektif yang tidak bisa sepenuhnya dialihkan kepada institusi komersial.

Fu’ad juga menyoroti peran negara yang dinilai masih perlu diperkuat dalam sektor pengasuhan anak. Pemerintah, kata dia, tidak cukup hanya menyediakan regulasi administratif, tetapi juga harus aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai standar daycare yang sehat, aman, dan mendukung perkembangan psikologis anak.

“Orangtua tidak dibiarkan memilih tanpa panduan,” katanya, menekankan pentingnya literasi publik mengenai pengasuhan berkualitas pada masa pertumbuhan awal anak yang kerap disebut sebagai fase emas perkembangan manusia.

Selain edukasi, Ketua Departemen Perkaderan Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah ini menilai pengawasan pemerintah harus berjalan konsisten. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah daycare di Yogyakarta yang mencuat pada akhir pekan lalu.

Berdasarkan temuan awal, rekaman video memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap 53 anak balita, sementara 13 orang telah diamankan aparat.

Menurut Fu’ad, kasus tersebut menunjukkan lemahnya sistem pengawasan terhadap lembaga pengasuhan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak. Ia mengapresiasi langkah DP3AP2 DIY dan DP3AP2KB Kota Yogyakarta yang berjanji memberikan pendampingan kepada korban.

Fu’ad mengingatkan bahwa anak tidak hanya menjadi penerus keluarga, tetapi juga penentu kualitas masa depan masyarakat. Karena itu, ia menilai pengasuhan yang penuh kasih, pengawasan yang ketat, dan kebijakan publik yang berpihak pada anak merupakan investasi jangka panjang bagi peradaban yang lebih manusiawi.

Reporter: Ainuddin Chalik
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Konsultan Hodam Ingatkan Kegelisahan Penting yang Harus Ada Pada Setiap Orangtua Masa Kini

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) -- Ustadz Hodam Wijaya, S.Pd.I, M.Pd., mengingatkan bahwa kegelisahan utama orangtua seharusnya tidak hanya bertumpu pada capaian...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img