
TIMIKA (Hidayatullah.or.id) — Jarak ribuan kilometer antara pusat ibu kota dan Mimika tidak menyurutkan semangat para santri Madrasah Aliyah (MA) Kampus Utama Hidayatullah Timika untuk memperluas wawasan dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Melalui ruang digital, para santri menggelar Hidayatullah Student Forum (HISUF) 2026 pada Rabu-Kamis, 20-21 Mei 2026 bertepatan dengan 3 Dzulhijjah 1447 H. Forum yang berlangsung secara hibrida (hybrid) tersebut menjadi ruang pembinaan sekaligus akselerasi potensi generasi muda Papua dalam membangun peradaban masa depan.
Meskipun berlangsung melalui layar virtual, suasana aula pertemuan di Timika tetap terasa hidup. Antusiasme ratusan santri putra dan putri tampak begitu kuat saat mereka menyimak pemaparan materi secara tertib, lalu bergantian menyampaikan gagasan kritis dan pertanyaan kepada para narasumber di pusat.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Departemen Rekrutmen DPP Hidayatullah, Ustadz Imam Nawawi. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa HISUF bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah percepatan pengembangan potensi kader muda.
“Forum ini adalah ruang percepatan potensi bagi para santri agar mereka siap menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat,” ujarnya.

Ketua DPD Hidayatullah Mimika, Ustadz Indra Rizki, turut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, HISUF menjadi sarana penting untuk memperkuat wawasan kelembagaan sekaligus membangun kesiapan kader masa depan.
“Alhamdulillah, kami mengapresiasi kegigihan para santri dan pengurus lapangan yang berhasil menyukseskan acara ini,” tuturnya.
Melalui diskusi yang berlangsung mendalam, para santri memahami bahwa Hidayatullah bukan hanya lembaga pendidikan formal yang berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga gerakan peradaban (harakah tamaddun) yang berkomitmen menghadirkan kemajuan masyarakat serta mendukung pembangunan umat, bangsa, dan negara.
Salah seorang peserta forum mengungkapkan bahwa pembinaan di Hidayatullah memberikan pengalaman berbeda dibanding sekolah pada umumnya, terutama dalam penguatan nilai keislaman dan pembiasaan ibadah.
“Hidayatullah memiliki keunggulan dibanding sekolah luar karena pembinaan ilmu agama yang menjiwai ilmu umum dilakukan lebih mendalam. Kami juga merasakan adanya pembiasaan ibadah yang kuat, seperti pelaksanaan shalat lail dan pembinaan ruhiyah lainnya. Ini menjadi bekal saya untuk menjadi pribadi yang bermanfaat ke depannya,” ungkapnya.
Keberhasilan pelaksanaan HISUF 2026 yang berlangsung tertib dan lancar dinilai mencerminkan kematangan berpikir generasi muda pesantren. Dari ufuk timur Indonesia, para santri menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan lagi penghalang untuk tumbuh menjadi generasi pembangun peradaban masa depan. */Jaelani






