AdvertisementAdvertisement

K.H. Naspi Arsyad Serukan Penolakan Normalisasi LGBT demi Menjaga Moral dan Masa Depan Generasi Bangsa

Content Partner

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah KH Naspi Arsyad Lc (Foto: dok.hidayatullah.or.id)
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah KH Naspi Arsyad Lc (Foto: dok.hidayatullah.or.id)

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum DPP Hidayatullah, K.H. Naspi Arsyad, menyerukan pentingnya penolakan terhadap berbagai upaya normalisasi lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Indonesia. Menurutnya, menjaga moralitas masyarakat dan masa depan generasi bangsa merupakan tanggung jawab bersama yang harus didukung oleh keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta negara. Senin (22/06/2026)

Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mendorong pemerintah untuk segera menghadirkan regulasi yang tegas guna memberikan kepastian hukum terhadap pelaku maupun pihak yang mengampanyekan LGBT di ruang publik.

“Dalam perspektif Islam, penyimpangan seksual bukan hanya persoalan perilaku individu, tetapi juga menyangkut ketahanan keluarga, masa depan generasi, dan arah peradaban bangsa. Karena itu, segala bentuk normalisasi terhadap perilaku tersebut harus ditolak, sembari tetap mengedepankan pendekatan persuasif, edukatif dan keagamaan terhadap pelakunya,” ujar Kiai Naspi.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini bukan hanya munculnya perilaku menyimpang itu sendiri, tetapi juga upaya-upaya untuk menjadikannya sebagai sesuatu yang dianggap wajar oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Naspi menegaskan bahwa Indonesia memiliki landasan ideologis dan konstitusional yang kuat, yakni Pancasila dan nilai-nilai agama, yang menjadi pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Oleh karena itu, setiap upaya yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut perlu disikapi secara serius.

Salah satu upaya dalam membentengi masyarakat agar tidak terpengaruh oleh penyimpangan yang mengarah pada normalisasi LGBT harus dimulai dari penguatan akidah, pendidikan karakter, dan ketahanan keluarga. Keluarga sebagai lingkungan pertama pendidikan anak perlu menanamkan nilai-nilai agama sejak dini, membangun komunikasi yang sehat, serta mengawasi perkembangan pergaulan dan konsumsi informasi anak.

“Yang harus kita jaga adalah keluarga, akidah, dan moralitas bangsa. Jangan sampai masyarakat terbawa pada arus yang menganggap penyimpangan sebagai sesuatu yang normal. Keluarga yang kuat dan nilai agama yang kokoh adalah benteng utama masa depan bangsa,” katanya.

Selain itu, lembaga pendidikan dan tokoh agama perlu memperkuat literasi keagamaan dan moral agar generasi muda memiliki pemahaman yang benar tentang identitas diri, keluarga, dan nilai-nilai kehidupan sesuai ajaran agama. Di saat yang sama, masyarakat tidak boleh bersikap apatis terhadap berbagai kampanye yang berupaya menormalisasi perilaku yang bertentangan dengan nilai agama dan budaya bangsa.

“Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan regulasi pemerintah. Dibutuhkan sinergi keluarga, sekolah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan media untuk membangun lingkungan yang sehat serta menghadirkan keteladanan bagi generasi muda,” tegas Kiai Naspi.

Fenomena LGBT bukan hanya pada perilakunya, melainkan ketika masyarakat mulai menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar. Normalisasi penyimpangan seksual dapat melemahkan ketahanan moral bangsa, mengaburkan nilai-nilai keluarga, dan mengancam lahirnya generasi yang kehilangan pijakan akidah dan karakter. Sinergi pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan keluarga dalam menjaga keberlangsungan generasi penerus bangsa dari berbagai pengaruh yang bertentangan dengan ajaran agama dan nilai luhur menjadi sesuatu yang sangat mendasar untuk diwujudkan.

Reporter: Wahiddin Rusli
Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

DPP Hidayatullah Dukung Langkah MUI Hadirkan Kepastian Hukum bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menyatakan dukungannya terhadap langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mendorong pemerintah...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img