
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menyerukan kepada seluruh jaringan Hidayatullah di seluruh Indonesia untuk segera menggerakkan keluarga besar Hidayatullah di masing-masing wilayah dalam melaksanakan Shalat Istisqa, sebagai ikhtiar spiritual dan bentuk munajat kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi masyarakat.
Seruan tersebut disampaikan menyusul diterbitkannya Surat Edaran DPP Hidayatullah yang menginstruksikan seluruh jaringan Hidayatullah di Indonesia untuk melaksanakan Shalat Istisqa secara bersama-sama di wilayah masing-masing.
Juru Bicara DPP Hidayatullah Muhammad Isnaeni menyampaikan bahwa Shalat Istisqa bukan semata-mata ritual untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga momentum untuk melakukan muhasabah, memperbanyak istighfar, memperkuat taubat, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Kami mengajak seluruh jajaran dan keluarga besar Hidayatullah di seluruh Indonesia untuk merespons Surat Edaran DPP ini dengan sungguh-sungguh. Mari kita gerakkan seluruh jaringan, dari tingkat wilayah, daerah, hingga cabang dan seluruh amal usaha, untuk bersama-sama melaksanakan Shalat Istisqa,” ujar Muhammad Isnaeni Wakil Sekjen sekaligus Juru Bicara DPP Hidayatullah.
Menurutnya, kondisi alam yang terjadi di berbagai daerah hendaknya menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan dan sepenuhnya bergantung kepada Allah SWT.
Karena itu, selain ikhtiar lahiriah dalam menjaga lingkungan dan mengantisipasi berbagai dampak kekeringan, Hidayatullah mengajak masyarakat untuk melakukan ikhtiar batiniah melalui doa, istighfar, taubat dan Shalat Istisqa.
“Shalat Istisqa adalah bagian dari tuntunan Rasulullah SAW ketika umat menghadapi kondisi kekeringan. Ini merupakan bentuk ketundukan dan pengakuan kita bahwa hujan, kehidupan dan keberlangsungan alam pada hakikatnya berada dalam kuasa Allah SWT,” lanjutnya.
Gerakkan Seluruh Jaringan
DPP Hidayatullah meminta seluruh struktur organisasi untuk tidak berhenti pada penyampaian surat edaran, tetapi memastikan pesan tersebut ditindaklanjuti secara nyata di lapangan.
Seluruh jaringan Hidayatullah diharapkan mengkoordinasikan pelaksanaan Shalat Istisqa dengan melibatkan kader, santri, dai, keluarga besar, jamaah masjid, serta masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Semangatnya adalah menggerakkan seluruh potensi yang kita miliki. Jangan sampai surat edaran hanya berhenti sebagai dokumen administratif. Kita ingin ini menjadi gerakan spiritual bersama, gerakan doa dan taubat, sekaligus bentuk kepedulian Hidayatullah terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.
Hidayatullah juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial, terutama terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan maupun kesulitan memperoleh air bersih.
Muhasabah dan Kepedulian Lingkungan
Lebih jauh, Hidayatullah memandang bahwa ikhtiar memohon hujan perlu berjalan beriringan dengan upaya memperbaiki perilaku manusia terhadap lingkungan.
“Memohon hujan kepada Allah tidak berarti meninggalkan ikhtiar manusia. Justru keduanya harus berjalan bersama. Kita berdoa kepada Allah, memperbaiki hubungan kita dengan-Nya, sekaligus memperbaiki hubungan kita dengan sesama manusia dan alam,” jelasnya.
Menurutnya, spirit Shalat Istisqa hendaknya tidak berhenti setelah hujan turun. Momentum tersebut harus menjadi bagian dari proses membangun kesadaran umat agar senantiasa menjaga amanah Allah SWT dalam mengelola bumi.
DPP Hidayatullah berharap pelaksanaan Shalat Istisqa di seluruh jaringan dapat berlangsung dengan tertib, khusyuk dan melibatkan masyarakat secara luas.
“Semoga Allah SWT menerima doa, istighfar dan taubat kita, mengangkat berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat, serta menurunkan hujan yang membawa rahmat, keberkahan dan kemaslahatan bagi seluruh negeri,” pungkas Juru Bicara DPP Hidayatullah Muhammad Isnaeni.






