إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ وَحْدَهُ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا.
أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ الْأُمَّةَ. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى حَبِيْبِنَا الْمُصْطَفَى مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَ مَنِ اتَّبَعَ هُدَاهُ وَاسْتَنَّ بِسُنَّتِهِ وَاهْتَدَى بِهَدْيِهِ وَ جَاهَدَ فِي سَبِيْلِ اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدَهُ فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كَتَابِهِ الْكَرِيْمِ وَهُوَ أَصْدَقُ الْقَـائِلِيْنَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:
﴿يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah.
Setiap hari rata-rata manusia menghabiskan waktu kurang lebih 8 jam di tempat kerja. Belum terhitung perjalanan pulang pergi ke tempat kerja. Jam kerja itu akan semakin bertambah jika harus lembur atau ada pekerjaan lain di luar pekerjaan utama. Dari 24 jam waktu yang kita miliki setiap hari sebagian besar habis di tempat kerja, habis untuk urusan kerja.
Bekerja juga membutuhkan pengorbanan yang sangat besar. Orang berangkat pagi pulang petang, menuju tempat yang sama, melakukan pekerjaan yang sama berulang-ulang. Membanting tulang, memeras keringat dan otak, menghadapi tekanan fisik dan mental. Sebagian harus meninggalkan keluarganya karena bekerja di luar kota. Hanya singgah ke rumah sehari dua hari di akhir pekan untuk kemudian pergi kembali ke tempat kerja. Ada yang harus berpisah dengan orang-orang tercinta berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk urusan kerja.
Bekerja juga memiliki resiko yang tidak ringan. Ada yang mengalami sakit fisik dan mental karena tekanan pekerjaan. Ada yang mengalami kecelakaan kerja yang berakibat cacat seumur hidup. Bahkan tidak sedikit yang mati di tempat kerja.
Dari semua waktu dan pengorban serta berbagai resikonya apa yang kemudian diharapkan oleh manusia dari hasil pekerjaannya. Sebagian besar manusia memandang bekerja sebagai sarana untuk mendapatkan uang atau penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tentu ini tidak salah, karena tidak mungkin orang bisa menjalani hidup dengan baik kalau tidak memiliki penghasilan yang cukup. Jika semua kebutuhan hidup terpenuhi orang berharap hidup akan lebih nyaman dan tenang.
Tetapi realitasnya, seringkali yang didapatkan tidak sebanding dengan resiko dan perngorbanannya. Ada yang sudah bekerja sangat keras bertahun-tahun tetapi tetap saja penghasilan pas-pasan bahkan kurang. Ada yang penghasilannya cukup, bisa membeli rumah, membeli kendaraan untuk keluarga. Tetapi ketika terjadi musibah semua hasil kerja kerasnya itu bisa hilang dalam waktu yang singkat. Terpaksa dia harus bekerja lebih keras lagi untuk mendapatkan kembali apa yang sudah hilang. Ada yang sukses, kaya. Tetapi kesuksesan itu harus dibayar dengan kesehatannya. Ketika muda dengan kesehatan yang dimiliki ia bekerja keras untuk mendapatkan kekayaan. Ketika tua mengalami sakit dan harus menghabiskan uang untuk membeli kembali kesehatannya. Dan banyak yang gagal.
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah.
Mari kita tengok ajaran agama kita. Islam mengajarkan bahwa bekerja bukan hanya sekadar untuk mendapatkan uang, tetapi ada hal-hal yang jauh lebih berharga, lebih bernilai. Allah berfirman :
وَقُلِ ٱعۡمَلُواْ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمۡ وَرَسُولُهُۥ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ
“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” [At-Taubah : 105]
Bekerja adalah perintah Allah. Allah yang Maha Memberi Rezeki, yang menjamin rezeki setiap makhluk yang diciptakannya, tetap memerintahkan kepada hamba-Nya untuk bekerja karena itu terkait dengan tujuan penciptaan manusia di muka bumi. Allah menciptakan manusia dengan dua tugas utama : sebagai abdullah dan khalifatullah. Bekerja adalah dalam rangka untuk menajalankan dua amanat penciptaan ini.
Sebagai abdullah atau hamba Allah bekerja adalah sarana untuk beribadah kepada Allah. Hidup ini sepenuhnya adalah penghambaan secara total kepada Allah.
قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحۡيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
“Katakanlah: sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.” [Al-An’am : 162]
Seseorang yang menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah maka ia akan bekerja sebaik-baiknya agar Allah ridho dengan pekerjaannya. Dia akan bekerja keras karena berharap setiap tetes keringatnya dinilai dan dicatat oleh Allah. Tidak mungkin dia bermalasan atau bekerja asal-asalan. Dia akan bekerja dengan jujur, memperhatikan aturan syariat Allah. Bagaimana mungkin dia berharap ridho Allah kalau ia menipu, korupsi, melanggar larangan-larangan Allah.
Orang-orang yang bekerja sebagai sarana ibadah kepada Allah maka ia akan merasakan ketenangan dan kebahagiaan dalam bekerja. Semakin sibuk, semakin berat pekerjaan sebagai terasa kebutuhan untuk memohon pertolongan Allah. Semakin dekat kepada Allah semakin tenang jiwanya. Sebaliknya kalau bekerja bukan untuk menghamba kepada Allah ia akan diperbudak dunia. Semakin sibuk semakin lupa kepada Allah, semakin jauh dari Allah semakin gersang jiwanya. Maka bekerja adalah bagian penderitaan hidup.
Yang kedua, sebagai khalifatullah fil ardh bekerja adalah sarana untuk menyebarkan rahmat Allah bagi sesama manusia. Bekerja adalah sarana untuk mewujudkan persaudaraan dan mewujudkan kebaikan-kebaikan di muka bumi.
وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ
“Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.” [Al-Qashash : 77]
Jika Allah memberikanmu ilmu di bidang kedokteran maka gunakan ilmu itu untuk menolong orang yang sakit. Jika engkau seorang pegawai atau pejabat publik bantu dan mudahkan urusan orang. Jika engkau penegak hukum lindungi yang lemah, berikan keadilan orang yang terdzolimi. Apapun pekerjaan kita sesungguhnya itu sarana untuk berbuat baik. Dalam setiap pekerjaan yang halal sesungguhnya kita sedang menolong orang, mengatasi kesulitannya, memudahkan urusannya, menyenangkannya, memberikan kebutuhannya. Maka pekerjaan adalah ladang amal saleh terbaik.
Maka, 8 jam sehari kita bekerja, 8 jam kita beribadah, 8 jam kita beramal saleh.
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah.
Pada akhirnya kita akan mati. Semua kerja keras dan segala hasil yang kita kumpulkan akan kita tinggal di dunia. Tetapi kita tidak akan rugi. Kematian adalah saat kita menerima balasan dari Allah SWT. Setiap tetes keringat, segala sakit dan susah payah kita akan terbayar dan mendapatkan pengganti yang berlipat tak terhingga.
(Untuk mengunduh naskah ini ke format PDF, klik icon “print” pada share button di bawah lalu pilih simpan file PDF)






