
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua DPP Hidayatullah Bidang Pendidikan, Muzakkir Usman, S.S., M.Ed., Ph.D., menegaskan bahwa Leadership Training Kepala Sekolah Hidayatullah Institute tidak sekadar memberikan materi di ruang kelas. Seluruh aktivitas selama lima hari pelatihan dirancang sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan kemampuan kepemimpinan.
Hal itu disampaikan Muzakkir saat penutupan Leadership Training Kepala Sekolah Batch ke-22 di Aula Lobi Lantai 2, Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Jumat malam (28/08/2026).
Pelatihan bertema “Kepemimpinan Manhaji: Profetik dan Profesional” tersebut diikuti 29 kepala sekolah dari berbagai wilayah Indonesia.
Muzakkir mencontohkan salah satu aktivitas peserta berupa pembuatan video kesan dan pesan. Menurutnya, tugas tersebut tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga kemampuan berpikir dan public speaking.
“Pelatihan HI itu tidak hanya delapan jam di kelas. Semua aktivitas bermuatan leadership training,” ujar Muzakkir.
Ia menjelaskan, kepemimpinan kepala sekolah Hidayatullah harus diarahkan pada visi besar pendidikan, yakni melahirkan insan Rabbani yang memiliki pemahaman agama sekaligus kompetensi untuk mengelola urusan kehidupan.
Karena itu, kepala sekolah perlu mampu memetakan kondisi sekolah saat ini, mulai dari pembelajaran, kurikulum, sumber daya manusia hingga profesionalisme. Dari pemetaan tersebut, kepala sekolah kemudian menyusun perencanaan dan intervensi untuk mencapai visi pendidikan yang ditetapkan.
Muzakkir juga mengingatkan agar keterbatasan fasilitas dan finansial tidak menjadi alasan bagi sekolah untuk berhenti berkembang.
“Jangan bandingkan dengan infrastruktur, jangan bandingkan dengan finansial. Lalu mengatakan sekolah kita ini miskin fasilitas, kemudian tidak ada finansial support, sehingga kita tidak bisa melahirkan insan Rabbani,” katanya.


Menurutnya, pengalaman dari sejumlah lembaga pendidikan menunjukkan bahwa sekolah dengan fasilitas terbatas tetap dapat melahirkan prestasi apabila memiliki visi, kreativitas, dan pengelolaan yang tepat.
Karena itu, kegiatan benchmarking selama pelatihan diharapkan memberikan wawasan kepada peserta untuk melihat berbagai model pengelolaan pendidikan dan mengambil pelajaran yang relevan untuk diterapkan di sekolah masing-masing.
Muzakkir menyebut Leadership Training Kepala Sekolah Batch ke-22 merupakan bagian dari kesinambungan program Hidayatullah Institute dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan pendidikan. Kegiatan ini menjadi angkatan keenam pelatihan kepala sekolah pada periode kepengurusan saat ini dan angkatan ke-22 dalam perjalanan Hidayatullah Institute.
Ia berharap para peserta tidak berhenti pada pengalaman selama lima hari pelatihan, tetapi mampu menerjemahkan berbagai wawasan yang diperoleh menjadi langkah nyata dalam mengembangkan sekolah.
“Selamat sekali lagi mendapatkan banyak hal. Terima kasih semua kawan-kawan dan mohon maaf atas segala kekhilafan,” tutup Muzakkir.






