
KENDARI (Hidayatullah.or.id) — Anggota Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah , Ustadz Hanifullah, mengajak kader Hidayatullah mempelajari epistemologi Islam sebagai upaya membangun pola pikir yang berlandaskan tuntunan ilahiyah.
Pesan tersebut disampaikan kepada para kader Hidayatullah yang mengikuti Daurah Marhalah Wustha Sultan Batara Teng—meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah—yang berlangsung di Kendari pada 25-28 September 2026.
Menurut Ustadz Hanifullah, mempelajari epistemologi Islam merupakan salah satu bentuk pengamalan kandungan Al-Qur’an, khususnya Surah Al-‘Alaq. Setiap insan, kata dia, perlu senantiasa menelaah berbagai peristiwa dan fenomena berdasarkan tuntunan Allah Ta’ala.
“Meskipun sulit, telaah sebagaimana tuntunan Allah Ta’ala bisa diupayakan. Upaya terpentingnya adalah dengan mempelajari epistemologi Islam,” ujar Ustadz Hanifullah.
Ia menjelaskan, epistemologi Islam membantu seseorang menimbang berbagai persoalan secara utuh dengan memperhatikan banyak dimensi secara integratif.
“Banyak dimensi yang diperhatikan dan sifatnya integratif. Fisik, ruhani. Dunia, akhirat. Individu, sosial,” lanjutnya.
Dengan cara pandang tersebut, menurutnya, respons yang diberikan terhadap berbagai persoalan akan lebih relevan dan menghadirkan kemaslahatan, bukan hanya untuk kehidupan dunia, tetapi juga hingga akhirat.
Peserta menyambut baik pesan tersebut. Penanggung jawab Daurah Marhalah Wustha Sultan Batara Teng, Abdul Hafizh, mengatakan pembahasan epistemologi Islam memberikan manfaat bagi peserta dalam membangun cara berpikir dan bersikap.
“Peserta merasa tercerahkan di tengah kebingungan berpikir yang melanda kebanyakan manusia saat ini. Ke depan, alhamdulillah, peserta lebih mantap berpikir dan sekaligus bersikap,” ujarnya.









