AdvertisementAdvertisement

Auditor Halal sebagai Mata Rantai Kebaikan dalam Pengabdian

Content Partner

BOGOR (Hidayatullah.or.id) – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad mengajak auditor halal di Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah untuk melihat pekerjaan mereka sebagai amanah sekaligus nikmat yang patut disyukuri. Menurutnya, tugas pemeriksaan halal bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan bagian dari ikhtiar mengembalikan manusia kepada fitrah dan menghadirkan ketenangan bagi umat Islam.

Pesan tersebut disampaikan Naspi dalam tausiyah selepas Sholat Subuh pada kegiatan Gathering Auditor Nasional LPH Hidayatullah dengan tema “Penguatan Kinerja dan Integritas Auditor Halal”.

Naspi mengawali tausiyah dengan mengajak peserta merenungkan nikmat kehidupan yang kerap luput disadari. Ia mengingatkan bahwa manusia tidak sepenuhnya memiliki kendali atas dirinya, termasuk ketika tidur dan bangun. “Alhamdulillah, Allah yang membangunkan kita. Allah yang menghidupkan kita,” kata Kiai Naspi di daerah Puncak Bogor, Sabtu (31/10/2026).

Alumni Universitas Islam Madinah ini kemudian mengajak auditor untuk tidak mudah membandingkan kehidupan dan pekerjaan mereka dengan orang lain. Menurutnya, kebiasaan melihat kelebihan orang lain sering kali membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk mensyukuri nikmat yang telah dimiliki.

Padahal, pekerjaan sebagai auditor halal memiliki banyak sisi yang patut disyukuri. Naspi mencontohkan, auditor tidak harus bekerja sepanjang malam seperti sebagian pekerja lain yang harus beraktivitas ketika orang kebanyakan beristirahat. “Pekerjaan kita sebagai auditor ini sebenarnya luar biasa indahnya,” katanya.

Naspi menilai, kesempatan bekerja, beristirahat, dan menikmati waktu bersama keluarga merupakan nikmat yang perlu disadari. Karena itu, auditor perlu membangun cara pandang yang lebih positif terhadap amanah yang dijalankan.

Ia juga mengingatkan bahwa kemampuan berpikir, menganalisis, dan membandingkan merupakan pemberian Allah. Namun, kemampuan tersebut seharusnya digunakan untuk memperkuat rasa syukur, bukan justru menjadi alasan untuk mengingkari nikmat.

Dalam tausiyahnya, Naspi mengajak peserta menggunakan pendekatan counter attack thinking, yakni melihat suatu keadaan dari sudut pandang sebaliknya untuk memahami nilai yang terkandung di dalamnya.

Ia mengajak auditor membayangkan bagaimana kondisi ekosistem halal di Indonesia jika LPH Hidayatullah tidak hadir. Artinya, halal merupakan kebutuhan dasar umat Islam, bukan sekadar gaya hidup. Kehadiran lembaga pemeriksa halal bukanlah pencipta kebutuhan tersebut, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melembagakan dan melayani fitrah manusia terhadap sesuatu yang halal. “Halal itu adalah basic need, kebutuhan dasar,” tegasnya.

Naspi menjelaskan, kebutuhan terhadap halal akan tetap tumbuh seiring kesadaran masyarakat, pertimbangan logis, dan pengalaman historis umat Islam. Lembaga pemeriksa halal hadir untuk membantu memastikan kebutuhan tersebut terpenuhi melalui proses pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, auditor halal memiliki peran penting dalam memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai produk yang dikonsumsi maupun digunakan.

Naspi menekankan, ketenangan umat dalam mengonsumsi produk halal merupakan sesuatu yang sangat bernilai. Menurutnya, auditor patut bersyukur karena dilibatkan dalam ikhtiar menghadirkan ketenangan tersebut. “Bayangkan, memberikan ketenangan itu bukan domain kita. Itu domain Allah. Dan kita bersyukur dilibatkan oleh Allah,” ujarnya.

Ia berharap pekerjaan auditor halal tidak berhenti pada pemenuhan prosedur pemeriksaan, tetapi juga menjadi bagian dari amal kebaikan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Kolaborasi dan Komitmen Keislaman

Naspi juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar LPH Hidayatullah yang telah membangun jaringan pelayanan di berbagai daerah. Ia menyebut jaringan Hidayatullah telah menjangkau 38 provinsi dan 428 kabupaten/kota, dengan lebih dari 600 pesantren di penjuru nusantara.

Ia mengapresiasi para auditor yang bersedia bergabung dalam satu mata rantai kebaikan melalui LPH Hidayatullah. Menurutnya, meskipun para auditor menjalankan amanah melalui lembaga tertentu, tujuan yang hendak dicapai lebih luas daripada kepentingan organisasi.

“Jazakallah terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak-bapak atas perkenannya untuk bergabung dalam satu mata rantai kebaikan ini,” tuturnya.

Naspi menegaskan bahwa kerja membangun kehidupan umat Islam tidak dapat dilakukan oleh satu organisasi saja. Kolaborasi menjadi kebutuhan penting agar berbagai elemen umat dapat saling menguatkan dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Melalui tausiyah tersebut, Naspi berharap para auditor LPH Hidayatullah semakin menyadari bahwa tugas pemeriksaan halal merupakan amanah yang mengandung nilai ibadah dan kemaslahatan umat.

Terakhir, Naspi juga mengajak auditor untuk menjalankan pekerjaan dengan penuh rasa syukur, memperkuat komitmen keislaman, serta menjaga semangat kolaborasi dalam melayani masyarakat dan umat.

Dengan demikian, pemeriksaan halal tidak hanya menjadi bagian dari sistem jaminan produk halal, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan ketenangan dan kebaikan bagi umat Islam.

Reporter: Azim Arrasyid
Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

National Leadership Academy 2026 Bahas Peran Strategis Pemuda Menyongsong Indonesia Maju

BOGOR (Hidayatullah.or.id) -- Pengusaha nasional Mazz Reza Pranata menjadi narasumber dalam kegiatan National Leadership Academy 2026 yang diselenggarakan oleh...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img