AdvertisementAdvertisement

Dari Monas, Hidayatullah Ajak Umat Islam Terus Berjuang untuk Palestina

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Solidaritas terhadap Palestina tidak boleh berhenti pada seruan dan kegiatan seremonial. Kepedulian tersebut harus diwujudkan melalui edukasi, donasi kemanusiaan, dan doa yang berkelanjutan.

Pesan itu disampaikan Dr. (Cand.) Rasfiuddin Sabaruddin, S.Sy., MIRK, dari Departemen Hubungan Antarbangsa Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah dalam orasi pada kegiatan Grand Opening Bulan Solidaritas Palestina di Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Ahad (1/11/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Aqsa Working Group (AWG) tersebut menjadi momentum untuk kembali meneguhkan dukungan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Dalam orasinya, Rasfiuddin mengawali dengan mengingatkan pentingnya persaudaraan sesama orang beriman. Ia mengutip hadis Rasulullah ﷺ yang mengibaratkan orang-orang beriman seperti satu tubuh, yang turut merasakan sakit ketika salah satu bagiannya mengalami penderitaan.

Menurutnya, penderitaan rakyat Palestina semestinya turut dirasakan oleh umat Islam dan mendorong lahirnya kepedulian nyata.

Ia kemudian mengajak peserta untuk menegaskan komitmen mereka dalam membela Palestina.

“Kalau saya bertanya, sampai kapan kita berdiri membela Palestina?” serunya.

Peserta aksi menjawab serentak, “Sampai Palestina merdeka!”

Seruan tersebut menjadi penegasan bahwa dukungan terhadap Palestina harus terus dijaga hingga kemerdekaan terwujud.

Pertama, Jangan Abaikan Edukasi Palestina

Rasfiuddin menyampaikan bahwa salah satu langkah penting dalam mendukung Palestina adalah memperkuat edukasi, terutama bagi generasi muda.

Ia mengingatkan agar anak-anak Indonesia tidak sampai menyelesaikan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi tanpa memahami sejarah Palestina, kedudukan Masjid Al-Aqsa, dan alasan wilayah tersebut disebut sebagai tanah yang diberkahi dalam Al-Qur’an.

Menurutnya, pengetahuan tentang Palestina perlu menjadi bagian dari pendidikan keluarga maupun lembaga pendidikan formal.

“Kami juga mengajak rekan-rekan yang mengelola lembaga pendidikan untuk memasukkan kurikulum, memasukkan edukasi kepada anak-anak kita tentang Palestina,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa edukasi merupakan fondasi untuk membangun kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap persoalan Palestina.

Rasfiuddin juga mengingatkan bahwa umat Islam perlu mengambil bagian dalam ikhtiar mendukung perjuangan tersebut. Jangan sampai ketika Palestina meraih kemerdekaan, umat Islam justru tidak turut mengambil bagian dalam perjalanan perjuangannya.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: Dari-Monas-HidayatullahRaspi.jpg

Kedua, Salurkan Donasi Terbaik

Langkah kedua yang disampaikan Rasfiuddin adalah memperkuat bantuan kemanusiaan melalui donasi.

Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lembaga dan platform donasi yang tepercaya guna membantu rakyat Palestina, khususnya mereka yang menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

Menurutnya, kepedulian perlu diwujudkan melalui tindakan nyata sesuai kemampuan masing-masing.

“Jangan sampai kita melihat peristiwa ini, tetapi tidak pernah mengeluarkan donasi terbaik kita untuk Palestina,” pesannya.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya menyampaikan simpati, tetapi juga berkontribusi dalam meringankan beban rakyat Palestina melalui bantuan kemanusiaan yang disalurkan secara bertanggung jawab.

Ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa solidaritas harus diwujudkan melalui langkah konkret, bukan sekadar slogan.

Ketiga, Jangan Lupakan Palestina dalam Doa

Selain edukasi dan donasi, Rasfiuddin menekankan pentingnya doa sebagai bagian dari ikhtiar umat Islam.

Ia mengajak kaum Muslimin untuk senantiasa mendoakan rakyat Palestina, terutama dalam setiap pelaksanaan shalat lima waktu.

Menurutnya, doa merupakan bentuk pengharapan kepada Allah SWT agar rakyat Palestina memperoleh pertolongan, perlindungan, kekuatan, dan kemerdekaan.

Ia berharap Palestina tidak hanya menjadi perhatian ketika berlangsung aksi solidaritas, tetapi terus hadir dalam doa dan kepedulian umat Islam setiap hari.

Solidaritas Tidak Berhenti di Monas

Menutup orasinya, Rasfiuddin kembali mengajak peserta untuk meneguhkan komitmen dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Seruan “Free, Free Palestine!” menggema di tengah peserta aksi, disertai pekikan takbir dan jawaban serentak bahwa dukungan akan terus diberikan sampai Palestina merdeka.

Pesan utama orasi tersebut menegaskan tiga bentuk ikhtiar yang dapat dilakukan masyarakat: edukasi untuk membangun kesadaran, donasi untuk menghadirkan bantuan nyata, dan doa untuk menguatkan ikhtiar spiritual.

Ketiganya diharapkan menjadi bagian dari gerakan solidaritas yang berkelanjutan, baik di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, organisasi, maupun masyarakat luas.

Dengan demikian, dukungan terhadap Palestina tidak berhenti ketika kegiatan berakhir, tetapi terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sampai Palestina merdeka!

Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Dari Monas, Hidayatullah Ajak Umat Islam Terus Berjuang untuk Palestina

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Solidaritas terhadap Palestina tidak boleh berhenti pada seruan dan kegiatan seremonial. Kepedulian tersebut harus diwujudkan melalui edukasi,...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img