
JAKARTA (hidayatullah.or.id)— Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah melayangkan sorotan tajam kepada pihak penyelenggara festival musik The Sounds Project terkait dugaan penistaan agama dalam promosi minuman beralkohol di kawasan Ancol, Jakarta Utara pada Minggu, 09 Agustus 2026. Insiden tantangan (challenge) membaca Surah Ad-Duha yang dikaitkan dengan minuman keras tersebut memicu gelombang reaksi keras dari masyarakat, khususnya umat Islam.
Menanggapi gejolak tersebut, Ketua Umum DPP Hidayatullah, K.H. Naspi Arsyad, Lc., mengimbau seluruh elemen masyarakat, terutama umat Islam, untuk tetap tenang, menahan diri, dan menyerahkan penanganan perkara sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
“Kami mengimbau umat Islam dan masyarakat luas untuk tetap menahan diri di tengah gelombang reaksi yang terjadi. Mari kita percayakan penanganan perkara ini kepada proses hukum yang berlaku,” ujar Kiai Naspi pada media ini di Jakarta, Kamis, (13 Agustus 2026).
“Menjaga kondusivitas hidup bermasyarakat dengan tidak bermanuver melalui tindakan yang berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat adalah hal yang mutlak, terlebih bagi para penyelenggara acara publik,” tegasnya
Kiai Naspi juga mengingatkan bahwa ketegangan horizontal hanya akan merugikan bangsa yang saat ini membutuhkan stabilitas di berbagai sektor.
“Negara dalam kondisi tidak stabil, sehingga jangan sampai energi kita habis dengan persoalan-persoalan horizontal antar anak bangsa” ingat beliau.
Di akhir peryataannya, Kiai Naspi yang juga anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat menitipkan pesan moral mendalam bagi para pelaku industri kreatif, penyelenggara hiburan, serta publik secara luas.
“Kalau kita tidak bisa berkontribusi dalam hal yang konstruktif, sebaiknya kita jangan mereduksi kebersamaan dan keharmonisan hidup berbangsa dan bernegara,” tutup Kiai Naspi.
DPP Hidayatullah berharap penegak hukum bertindak tegas dan profesional dalam mengusut kasus ini, guna menghadirkan rasa keadilan serta mencegah berulangnya insiden serupa di masa mendatang.






