Beranda blog Halaman 104

Khitan Berkah dan Ketika Tangan-Tangan Peduli Menjahit Harapan Anak Negeri

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Sebanyak 50 anak dari keluarga yatim dan dhuafa di Kota Balikpapan mengikuti program Khitan Berkah Nusantara, yang diselenggarakan pada akhir pekan lalu, 11 Muharam 1447 (6/7/2025).

Tawa ceria menggema di ruang tunggu Klinik Cahaya Syifa, tempat digelarnya kegiatan tersebut. Tidak hanya menjalani khitan, para peserta juga memperoleh berbagai bentuk perhatian yang menegaskan bahwa mereka tidak berjalan sendiri.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kalimantan Timur dengan Klinik Cahaya Syifa yang berlokasi di Jl. Soekarno Hatta KM. 4, Batu Ampar, Balikpapan Utara. Khitan massal ini diperuntukkan bagi anak-anak usia 5 hingga 12 tahun dari keluarga kurang mampu.

“Bagi sebagian masyarakat, khitan itu mudah. Tapi bagi banyak keluarga, ini justru jadi tantangan berat. Melalui Khitan Berkah ini, kami ingin membantu mereka agar anak-anak tetap bisa menjalankan ibadah dengan sempurna tanpa tekanan ekonomi,” ujar Achmad Rifai, S.Pd.I., Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Kaltim.

Dengan pendampingan tenaga medis profesional, kegiatan ini juga dilengkapi edukasi kesehatan bagi peserta. Selain itu, anak-anak menerima bingkisan berupa sarung, peci, snack, uang saku, serta konsumsi untuk mereka dan pendamping.

Bagi keluarga dhuafa, prosesi khitan sering kali menjadi beban finansial. Karena itu, inisiatif ini disambut dengan antusias oleh para orang tua.

“Alhamdulillah, anak-anak merasa bahagia bisa dikhitan bersama teman-temannya. Orang tua lega dan bersyukur. Terima kasih untuk semua donatur dan pihak yang sudah peduli,” kata Rifai.

Kebersamaan dalam program ini menumbuhkan rasa dihargai di kalangan peserta. Anak-anak yang hadir tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga pengalaman sosial yang menyenangkan dan mendidik.

Terselenggaranya kegiatan ini juga tak lepas dari dukungan berbagai pihak: donatur, relawan, tenaga medis, hingga pengelola klinik yang ikut berkontribusi secara aktif.

Di tengah kesederhanaan, acara ini membawa kebahagiaan yang nyata. Program ini tidak hanya menjadi sarana menjalankan sunnah, tetapi juga media memperkuat solidaritas dan harapan bagi masa depan anak-anak.

Setiap tindakan kecil, mulai dari prosedur medis hingga pemberian bingkisan, menjadi jalinan makna dalam proses membentuk generasi yang lebih sehat dan percaya diri.*/

BMH Sultra Terima Penghargaan Kemenag atas Komitmen Pemberdayaan Umat

0

KENDARI (Hidayatullah.or.id) — Kolaborasi kebaikan antara lembaga zakat dan instansi pemerintah kembali membuahkan hasil positif. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara secara resmi menganugerahkan Piagam Penghargaan kepada Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Sulawesi Tenggara pada Kamis, 9 Muharram 1447 (4/7/2025).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprah aktif BMH dalam menggerakkan zakat secara nyata dan berdampak di tengah masyarakat.

Penyerahan piagam tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Sultra, H. Muhamad Saleh, S.Ag., M.Pd.I., kepada Ketua BMH Sultra, Armin.

Dalam prosesi yang berlangsung penuh kehangatan tersebut, penghargaan ini dipandang sebagai hasil dari sinergi yang terus dibangun dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kaum dhuafa dan mustahik, di wilayah Sulawesi Tenggara.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkontribusi lebih baik lagi,” ungkap Armin dengan rasa syukur.

Sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) yang aktif di berbagai wilayah Indonesia, BMH telah mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kurang mampu.

Di Sulawesi Tenggara sendiri, peran BMH tidak hanya terbatas pada penyaluran zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga pada penguatan komunitas dan pemberdayaan ekonomi umat melalui pendekatan kolaboratif dengan berbagai pihak.

BMH dikenal mengedepankan prinsip amanah dan profesionalisme dalam pengelolaan dana zakat. Hal ini menjadi landasan utama kepercayaan masyarakat serta institusi pemerintah dalam mendukung program-program kebaikan yang digagas.

Penghargaan dari Kanwil Kemenag Sultra ini menjadi bukti konkret bahwa pengelolaan zakat yang strategis dan akuntabel mampu menghasilkan dampak yang dirasakan oleh masyarakat.

“Inilah bukti bahwa sinergi mampu menghadirkan perubahan,” ujar Armin.

Melalui penghargaan ini, BMH Sultra berkomitmen untuk terus memperluas jaringan kebaikan dan meningkatkan kualitas program pemberdayaan. Sinergi dengan Kemenag dan berbagai elemen masyarakat akan terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem zakat yang lebih inklusif dan produktif.

“Dan, BMH siap melangkah lebih jauh untuk memuliakan sesama,” tegas Armin, menutup keterangannya.

Piagam penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi formal, tetapi juga simbol penting bahwa kerja-kerja kemanusiaan berbasis zakat memerlukan dukungan bersama.

Dalam konteks pembangunan nasional, zakat memiliki potensi besar sebagai instrumen ekonomi yang mampu mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial secara berkelanjutan.

Kegiatan ini sekaligus menandai pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan sistem zakat nasional.

Wisuda Sarjana Ilmu Tarbiyah, Ketum Hidayatullah Tekankan Pendidikan Harus Dimulai dari Iman dan Adab

KARIMUN (Hidayatullah.or.id) — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Mumtaz Karimun menggelar Wisuda Sarjana Strata-1 Angkatan VI bertempat di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, pada Ahad, 11 Muharam 1447 (6/7/2025).

Acara akademik tahunan ini dihadiri oleh para anggota Dewan Senat, civitas akademika, wisudawan, serta tamu undangan.

Momen sakral tersebut pula dihadiri Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr. H. Nashirul Haq, Lc., M.A., yang menyampaikan orasi ilmiah bertema tarbiyah sebagai jalan membangun peradaban Islam.

Dalam pidatonya, Nashirul Haq menekankan makna fundamental tarbiyah sebagai misi utama kenabian Rasulullah Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam.

Ia menjelaskan bahwa tarbiyah tidak sekadar pendidikan formal, tetapi merupakan proses integral dalam membentuk pribadi muslim secara menyeluruh.

“Tarbiyah adalah proses pembentukan pribadi muslim yang utuh dalam semua aspek yang meliputi spiritual, intelektual, jasmani, sosial dan kepemimpinan,” papar Nashirul di hadapan para sarjana program studi Manajemen Pendidikan Islam.

Menurutnya, membangun peradaban yang tangguh harus diawali dengan membangun manusia melalui pendidikan ruhani dan intelektual yang bersumber dari wahyu.

Nashirul menyitir perjalanan dakwah Nabi Muhammad yang mendidik para sahabat hingga menjadi generasi unggul penyebar Islam ke berbagai belahan dunia.

“Hasil tarbiyah Rasulullah itulah yang menyebarkan Islam ke seluruh penjuru, hingga sampai di Nusantara ini, bahkan ada sahabat Nabi yang berdakwah ke negeri China,” jelasnya.

Dalam pesannya kepada para wisudawan, Nashirul menekankan tiga peran strategis yang harus dijalankan oleh seorang sarjana tarbiyah, yaitu, Pertama, menanamkan nilai dan adab. Kedua, mengajarkan ilmu; dan Ketiga, membekali keterampilan praktis agar dapat menghasilkan karya yang bermanfaat.

Semangat Kemerdekaan Indonesia Raya

Masih dalam pidatonya yang mengutip semangat kemerdekaan bangsa, pada kesempatan itu Nashirul mengingatkan kembali pesan para pendiri republik sebagaimana dalam lirik lagu “Indonesia Raya”.

“Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya,” seru Nashirul, menegaskan pentingnya keseimbangan pembangunan spiritual dan fisik dalam pendidikan nasional.

Ia juga mengingatkan bahwa tujuan pendidikan nasional yang termaktub dalam UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 3 secara eksplisit menempatkan iman, takwa, dan akhlak mulia sebagai landasan awal sebelum kompetensi teknis dan sosial lainnya.

“Ini menunjukkan bahwa iman menjadi pondasi dalam pengembangan ilmu dan teknologi,” tegasnya.

Tak ketinggalan, Nashirul mengkritik warisan sekularisasi ilmu yang memisahkan antara ilmu agama dan ilmu umum, yang menurutnya telah menjadikan umat Islam tertinggal secara sosial, ekonomi, dan intelektual.

“Strategi penjajah Belanda dahulu tetap memberi kebebasan kepada rakyat Indonesia yang mayoritas Muslim untuk melakukan ibadah ritual, namun dicegah belajar politik dan ekonomi,” ujarnya mengingatkan.

Dengan mengakhiri orasinya, Nashirul Haq mengajak para sarjana baru untuk menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang menyatukan nilai spiritual, keilmuan, dan keterampilan demi membangun bangsa yang beradab dan bermartabat.

Acara Wisuda yang digelar bertepatan hari Asyura, 10 Muharram 1447 itu dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh antara lain Bupati Karimun H. Ing Iskandarsyah, Kepala Kantor Kementerian Agama Drs. H. Riadul Afkar, Kapolres, dan sejumlah pimpinan Perguruan Tinggi.

Muharram Jadi Momentum Berbagi di Kampung Pemulung Makam Rangkah

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Dalam kesyahduan dibalut kesederhanaan sebuah sudut kota Surabaya yang jarang tersorot, secercah harapan tumbuh dari senyum anak-anak yatim di Kampung Pemulung, Makam Rangkah.

Tepat pada 11 Muharam 1447 (6/7/2025), Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bersama Ikatan Dokter Gigi Indonesia (IDGI) Cabang Surabaya menjadikan bulan Muharram sebagai momen untuk menyemai kepedulian dan kasih sayang.

Bukan aula mewah atau gedung serbaguna yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan ini, melainkan tanah sederhana di antara barisan makam dan rumah-rumah bilik.

Di sinilah, relawan BMH dan para dokter gigi hadir membawa lebih dari sekadar bantuan materi. Mereka datang dengan santunan, edukasi kesehatan gigi, serta dongeng yang menyentuh hati — menyulap pagi itu menjadi hari yang tak terlupakan bagi ratusan anak-anak.

“Anak-anak di sini sangat antusias, dan ini jadi momen penting menyambut bulan mulia dengan berbagi. Terima kasih kepada BMH atas kolaborasinya,” ungkap dr. Jetty, mewakili IDGI Surabaya.

Koordinator kampung, Husen, menyambut gembira kedatangan para relawan. Baginya, kehadiran dari luar komunitas menjadi sinyal bahwa anak-anak mereka tidak dilupakan oleh dunia.

“Kami sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak di lingkungan kami,” ujarnya penuh haru.

Imam Muslim, Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, menegaskan bahwa Muharram merupakan momentum yang ideal untuk memperbanyak amal baik, terutama kepada mereka yang hidup dalam kekurangan.

“Program ini menjadi bukti bahwa dengan sinergi dan kepedulian, kita bisa menghadirkan kebahagiaan meskipun dalam keterbatasan,” katanya.

Apa yang terjadi di Surabaya bukanlah peristiwa tunggal. Kegiatan serupa juga berlangsung di 24 kota lainnya di Jawa Timur, dalam sebuah program sosial serentak menyambut tahun baru hijriah. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.447 jiwa telah merasakan manfaat dari rangkaian aksi tersebut.

Momen ini bukan hanya tentang pembagian bingkisan atau penyuluhan medis. Ia merepresentasikan kepedulian lintas profesi dan batas sosial, menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu berbanding lurus dengan kepemilikan. Dalam tawa lepas anak-anak, tersimpan pelajaran mendalam tentang empati.

Di tengah realitas kehidupan yang keras di lingkungan marginal, satu pertanyaan menggema di benak mereka yang hadir, apakah kita juga punya ruang untuk peduli? Karena pada akhirnya, seperti yang digambarkan dengan gamblang dalam kegiatan ini, “kebahagiaan tidak selalu tentang apa yang kita miliki, tapi juga tentang apa yang kita bagikan.”

BMH NTB Bergerak Cepat Bantu Korban Banjir Mataram Lombok

0

MATARAM (Hidayatullah.or.id) — Langit mendung Mataram berubah menjadi duka pada Minggu, 11 Muharam 1447 (6/7/2025). Hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak siang hingga malam menyebabkan banjir besar melanda sebagian wilayah Pulau Lombok, khususnya Kota Mataram.

Banyak kawasan tergenang air, dan tak sedikit rumah warga mengalami kerusakan berat. Air bah datang mendadak, menyisakan trauma dan kerugian besar di tengah masyarakat.

Di berbagai titik kota, lumpur dan puing-puing terlihat berserakan, pertanda kerusakan yang ditinggalkan. Perabotan rumah tangga rusak, dan sebagian warga kehilangan tempat tinggal sementara.

Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) merespons bencana tersebut dengan gerak cepat.

Keesokan harinya, Senin (7/7/2025), tim BMH NTB langsung turun ke lokasi terdampak.

Bersama tim SAR dan relawan Pandu Hidayatullah Mataram, mereka membantu proses evakuasi dan penyelamatan barang-barang milik warga yang masih bisa diselamatkan.

“Kami terus berupaya memberikan bantuan terbaik,” ujar Zohri, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH NTB.

Zohri menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendampingi para korban banjir hingga kondisi kembali normal.

Zohri juga menyatakan pentingnya kerja sama semua pihak dalam situasi darurat seperti ini. “BMH percaya, sinergi dan kolaborasi adalah kunci untuk bangkit dari setiap musibah,” ungkapnya.

Bencana ini memaksa banyak warga untuk mengungsi. Mereka meninggalkan rumah yang tidak lagi layak huni, menempati tempat pengungsian sementara sambil menunggu surutnya air dan perbaikan hunian. Kondisi ini menambah beban psikologis dan ekonomi masyarakat terdampak.

Cerita Warga

Ibu Murniati, salah seorang warga yang rumahnya terendam, menceritakan pengalaman pahitnya saat banjir melanda. “Hujan deras mulai pukul 2 siang sampai malam, akhirnya banjir datang,” katanya.

“Rumah-rumah kami rusak, perabotan kami juga banyak yang hancur dan tidak bisa dipakai lagi,” tuturnya lagi dengan suara bergetar. Ia hanya bisa berharap agar air cepat surut dan warga bisa kembali ke rumah masing-masing.

Dampak banjir kali ini menunjukkan kerentanan wilayah perkotaan di Lombok terhadap curah hujan ekstrem. Perubahan iklim dan sistem drainase yang tidak memadai menjadi faktor pemicu bencana yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, respons cepat dari berbagai lembaga kemanusiaan seperti BMH, serta kekompakan relawan dan warga, memperlihatkan semangat solidaritas sosial yang masih kuat.

Dalam situasi sulit, kolaborasi dan aksi nyata menjadi harapan bagi mereka yang terdampak untuk perlahan bangkit kembali.

Kehadiran BMH NTB di lokasi terdampak bukan hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga menunjukkan pentingnya kehadiran sosial dalam proses pemulihan pascabencana. Upaya yang terus berlangsung ini diharapkan mampu mempercepat normalisasi kehidupan masyarakat Mataram.

STIT Mumtaz Gelar Wisuda Sidang Senat Terbuka, Bupati Karimun Dorong Peran di Wilayah Terpencil

KARIMUN (Hidayatullah.or.id) — Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Strata 1 (S1) Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Mumtaz Karimun, Angkatan VI Tahun Akademik 2024/2025, yang digelar di Gedung Nasional Karimun, Ahad, 10 Muharram 1447 (06/07/2025)

Dalam sambutannya, Bupati Iskandarsyah menyampaikan apresiasi atas kontribusi STIT Mumtaz dalam mencetak sarjana yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak. Ia menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi keagamaan Islam dalam membangun fondasi kualitas manusia Karimun.

“Sebagai kepala daerah, saya sangat bangga dengan kehadiran perguruan tinggi keagamaan seperti STIT Mumtaz. Ini memperkuat pondasi SDM Karimun agar lebih cerdas dan kompetitif. Kita tahu bahwa kemajuan daerah tak lepas dari kualitas pendidikannya,” ujar Iskandarsyah.

Ia juga menyampaikan harapan agar para lulusan dapat turut serta dalam misi pemerintah daerah, terutama dalam bidang dakwah dan pendidikan di wilayah-wilayah terpencil.

“Kami ingin para sarjana ini bisa terlibat dalam program-program seperti penguatan tenaga pengajar dan pendakwah di daerah terpencil. Ke depan, Pemkab juga akan menyiapkan beasiswa untuk siswa berprestasi dan kurang mampu,” tambahnya.

Acara wisuda tersebut menetapkan 37 mahasiswa sebagai sarjana baru. Ketua STIT Mumtaz Karimun, Dr. H. Sumarno, M.Pd.I., dalam sambutannya, menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah berbasis nilai-nilai Islam.

“Kami bersyukur atas kelulusan mahasiswa angkatan keenam ini. Semoga ilmu yang mereka peroleh membawa manfaat besar bagi masyarakat, dan turut mendukung visi Karimun sebagai daerah yang maju dan religius,” ungkap Dr. Sumarno.

STIT Mumtaz sendiri, tambahnya, telah meluluskan sekitar 130 alumni sejak angkatan pertama, dan saat ini tercatat memiliki 209 mahasiswa aktif.

“STIT Mumtaz adalah satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta di Karimun yang fokus pada Manajemen Pendidikan Islam. Lulusannya disiapkan untuk menjadi tenaga profesional di berbagai bidang pendidikan,” lanjutnya.

Menanggapi rencana beasiswa dari pemerintah daerah, Dr. Sumarno memberikan dukungan penuh dan menyebut bahwa inisiatif ini akan menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi muda Karimun.

Kegiatan wisuda ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Ketua Umum DPP Hidayatullah, K.H. Dr. Nashirul Haq, Lc., MA, Kepala Kantor Kemenag Karimun, H. Riadul Afkar, para orang tua wisudawan, serta tamu undangan lainnya. Atmosfer penuh haru dan khidmat mewarnai prosesi pelantikan sarjana yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.*/

Sesi Olahraga TOT Excellent School Hidayatullah Strategi Membangun Guru Tangguh dan Sehat

0

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Dalam rangkaian kegiatan Training of Trainers (TOT) Excellent School 2025 yang digelar Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, aspek pembentukan karakter dan kebugaran fisik menjadi perhatian serius.

Salah satunya diwujudkan melalui sesi olahraga kolaboratif berupa futsal dan permainan paintball yang diselenggarakan di lapangan Kampus Utama Depok serta Paintball Pemuda Pratama Depok. Kegiatan ini menjadi ruang penyegaran di tengah materi pelatihan yang padat dan strategis.

Peserta TOT tidak hanya mengikuti pelatihan intelektual, tetapi juga aktif dalam kegiatan luar ruang yang menekankan kerja sama dan sinergi.

“Futsal dan permainan paintball bukan hanya olahraga, tapi juga ajang memperkuat kolaborasi. Dalam permainan ini kita dilatih saling memahami, team building, mengisi posisi, dan bergerak bersama untuk satu tujuan. Sama seperti peran kita di sekolah,” ungkap Makarramah, salah satu peserta dengan antusias setelah menyelesaikan sesi permainan.

Kegiatan olahraga ini dimulai dengan pemanasan dan senam peregangan yang dipandu oleh instruktur, lalu dilanjutkan dengan latihan ringan serta permainan tim.

Setiap sesi dirancang untuk melatih kekompakan, koordinasi, dan semangat kebersamaan yang merupakan pilar penting dalam ekosistem pendidikan.

Ketua Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr. Nanang Noerpatria, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya menyasar aspek kognitif, melainkan juga afektif dan psikomotorik.

“Melalui kegiatan outdoor ini, nilai-nilai disiplin, kerja sama, semangat sehat, dan kebugaran jasmani ditanamkan sebagai bagian tak terpisahkan dari karakter seorang pendidik unggul,” jelas Nanang dalam keterangannya, Senin, 11 Muharram 1447 (7/7/2025).

Menurutnya, pendidikan modern menuntut kehadiran figur guru yang tidak sekadar cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik dan kuat secara emosional.

TOT Excellent School 2025, kata Nanang, memberikan pendekatan menyeluruh yang menyeimbangkan antara teori, strategi, serta ketangguhan mental dan jasmani.

“Kita ingin peserta TOT keluar sebagai pribadi utuh, yang siap menghadapi kompleksitas dunia pendidikan, punya stamina dalam berkarya, dan mampu menjadi teladan bagi siswa,” imbuhnya.

TOT Excellent School 2025, lanjut dia, memang dirancang sebagai wahana transformasi pendidikan yang komprehensif.

Dia berharap, dengan pendekatan yang mengintegrasikan olahraga, pembinaan karakter, dan penguatan kapasitas profesional, program ini berupaya mencetak pendidik yang tidak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga kokoh dalam semangat dan kebersamaan.

Perkuat Sistem Halal, LSH Hidayatullah dan Disnakkeswan Pemkab Dompu Teken MoU Pelatihan Juru Sembelih

DOMPU (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Sembelih Halal (LSH) Hidayatullah dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu, Nusa Tenggara Barat, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di sela sela Pelatihan Juru Sembelih Halal, pada Sabtu, 10 Muharram 1447(5/7/2025).

Kerja sama ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat terhadap praktik sembelihan halal yang sesuai dengan syariat Islam.

MoU ditandatangani oleh Ketua LSH Hidayatullah, Ust. H. Nanang Hanani, S.Pd.I, M.A., dan Kepala Disnakkeswan Dompu, Muhammad Abduh, SE., M.Si., di Dompu, sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan edukasi halal di sektor peternakan dan pemotongan hewan.

“Kerja sama ini tidak hanya mencakup pelatihan teknis, tapi juga penguatan aspek syar’i yang harus dipahami oleh setiap juru sembelih,” ujar Nanang Hanani, yang menekankan pentingnya akurasi syariat dalam setiap tahapan penyembelihan.

Ia menyebut pelatihan ini akan menyasar berbagai lapisan pelaku, mulai dari rumah potong hewan (RPH), rumah potong unggas (RPU), hingga juru sembelih di masjid-masjid.

Dalam kerangka kerja sama ini, pelatihan akan diberikan kepada masyarakat umum, para pelaku usaha RPH dan RPU, serta para juru sembelih DKM masjid yang ada di wilayah Kabupaten Dompu.

Selain pelatihan praktis, kerja sama ini juga melibatkan kolaborasi dalam penelitian sistem manajemen halal, sehingga diharapkan menjadi rujukan standar dalam pengembangan kebijakan daerah.

“Dompu memiliki potensi besar dalam sektor peternakan, sehingga penguatan kualitas SDM dalam aspek halal menjadi krusial. Kami menyambut baik kolaborasi ini karena akan mendorong akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap produk hewani,” kata Muhammad Abduh.

Menurutnya, sinergi dengan lembaga seperti LSH Hidayatullah dapat menjembatani kebutuhan masyarakat akan produk halal yang sah secara agama dan aman secara kesehatan.

Abduh berharap kegiatan ini akan menjadi model pengembangan daerah lain yang ingin membangun tata kelola sembelihan halal secara sistemik.

Kedua belah pihak sepakat bahwa kerja sama ini ditujukan untuk mengimplementasikan nilai-nilai halal secara konkret dalam kehidupan sehari-hari.

Pelatihan-pelatihan yang akan dijalankan akan mengacu pada standar nasional dan internasional dalam manajemen halal, dengan supervisi ahli syariah dan pakar kesehatan hewan.

Dengan adanya kerja sama ini, Abduh berharap, Kabupaten Dompu menjadi salah satu wilayah percontohan dalam pengembangan sistem sembelihan halal berbasis masyarakat dan regulasi terpadu.

Langkah ini, tegas Abduh, sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam memperkuat ekosistem industri halal nasional yang inklusif dan berdaya saing global.*/

Silaturrahim Kebangsaan di Ponpes Hidayatullah Surabaya Serukan Komitmen Moral Jaga NKRI

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya menjadi tuan rumah pertemuan bertajuk “Silaturahmi Kebangsaan Aliansi Ulama, Kiai, Habaib, dan Tokoh Jawa Timur”, yang bertempat di Hall Lantai 3 Kampus Utama Hidayatullah Surabaya, pada Sabtu, 9 Muharram 1447 (5/7/2025).

Kegiatan ini dihadiri tokoh dan ulama berbagai kalangan yang menyuarakan pentingnya merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah tantangan zaman.

Mengusung tema “Bagi Ulama Tiada Kata Lelah Merawat NKRI”, acara ini menjadi panggung sinergi antara kalangan pesantren, purnawirawan militer, dan intelektual Muslim untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat semangat kebangsaan.

Rangkaian acara meliputi tausiah kebangsaan, diskusi lintas tokoh, dan deklarasi komitmen moral.

Dalam diskusi, para pembicara menekankan pentingnya menjadikan ulama sebagai pilar penyejuk di tengah polarisasi sosial dan politik yang kian mengemuka.

“Generasi muda harus terus dibimbing untuk mencintai tanah air dengan nilai-nilai keislaman yang kuat,” ungkap salah satu narasumber dalam forum.

Deklarasi komitmen bersama menjadi puncak kegiatan, yang memuat seruan untuk menjaga nilai-nilai Pancasila, memperkuat Islam rahmatan lil ‘alamin, dan memelihara persatuan umat.

Forum ini sekaligus menjadi respons atas dinamika kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan aktif dari berbagai elemen, terutama dari lingkungan pesantren.

Peran Strategis Pesantren

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Pesantren Hidayatullah Surabaya, Ust. H. Samsuddin, S.E., M.M., menegaskan peran strategis pesantren dalam kontribusinya terhadap bangsa.

“Pesantren bukan hanya tempat mendidik santri menjadi alim dan saleh, tapi juga tempat menyiapkan generasi yang siap merawat negeri ini dengan cinta, ilmu, dan keteguhan iman,” ujarnya dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini mencerminkan konsistensi Hidayatullah dalam mengokohkan peran pendidikan Islam sebagai benteng keutuhan nasional.

“Kami berikhtiar melahirkan kader-kader bangsa yang unggul dalam iman, tangguh dalam intelektual, dan istiqamah dalam menjaga persatuan Indonesia,” tuturnya.

Dia menambahkan, silaturahmi kebangsaan ini mendorong progresifitas khidmat kepada umat bahwa kontribusi pesantren tidak berhenti di ruang pendidikan.

Khidmat keumatan dan kebangsaan, tegas Samsuddin, juga hendaknya merambah ke ranah sosial-politik kebangsaan serta menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjawab tantangan kebinekaan dan geopolitik masa kini.*/

Hidayatullah Fokus Tingkatkan Tata Kelola Koperasi Lewat Pelatihan Intensif

0

TOLITOLI (Hidayatullah.or.id) — Dalam rangka memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi pesantren, Departemen Ekonomi Keumatan DPP Hidayatullah bersama DPW Sulawesi Tengah menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Meningkatkan Kapasitas SDM dan Manajemen Operasional Koperasi Pesantren” selama dua hari pada 9-10 Muharram 1447 / 4–5 Juli 2025.

Pelatihan bertempat di Kampus Hidayatullah Tolitoli, Jalan Kenari No. 15 Tambun, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, ini lahir dari keprihatinan atas kondisi koperasi pesantren yang belum menggembirakan.

“Setelah lebih dari setengah abad Hidayatullah berdiri, belum banyak yang patut dibanggakan, bahkan pada tingkat tertentu timbul trauma terhadap koperasi, baik di level nasional maupun daerah,” ungkap Ketua Departemen Ekonomi Keumatan DPP Hidayatullah, Ruhyadi, dalam keterangannya, Sabtu, 10 Muharram 1447 (5/7/2025).

Permasalahan utama yang kerap dihadapi koperasi pesantren antara lain lemahnya kualitas SDM pengurus dan pengawas, partisipasi anggota yang rendah, tata kelola yang belum profesional, serta minimnya penguasaan teknologi dan pemasaran.

“Penguasaan teknologi terbatas, pemasaran tidak maksimal, dan struktur permodalan masih lemah,” katanya.

Meski menghadapi banyak rintangan, DPP Hidayatullah tidak kehilangan asa. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM dinilai mutlak diperlukan untuk menciptakan tata kelola koperasi yang akuntabel dan transparan.

“Proses menjadi sangat penting dalam pengembangan koperasi, jangan hanya berharap pada hasil akhir,” kata Ruhyadi menegaskan.

Pelatihan ini bertujuan untuk merencanakan materi peningkatan kualitas SDI koperasi, menyajikan materi yang sesuai kebutuhan baik secara individu maupun kelembagaan, serta mempersiapkan kader dakwah yang mandiri dan kreatif dalam mengelola sumber daya ekonomi pesantren.

Peserta pelatihan meliputi calon pengurus, pengawas, dan pengelola koperasi pesantren (kopontren), pelaku usaha, serta Departemen Ekonomi DPD Hidayatullah.

Mereka menerima materi komprehensif meliputi jatidiri dan prinsip koperasi, manajemen operasional, strategi permodalan, teknik menghitung SHU, penyusunan rencana kerja dan anggaran, hingga praktik penyusunan LPJ dalam RAT.

Selain itu, peserta dibekali pemahaman tentang regulasi koperasi seperti AD/ART dan SOP, model kepemilikan usaha, serta presentasi implementasi kerja sama bisnis seperti HGT dan Probindo. Metode pelatihan mencakup pemaparan oleh pemateri ahli, diskusi kelompok, studi kasus, serta simulasi dan praktik pelaksanaan kopontren.

Pelatihan ini, Ruhyadi menambahkan, diharapkan menjadi langkah nyata menuju pemberdayaan ekonomi umat berbasis koperasi pesantren.

“Pengetahuan sesungguhnya diperoleh ketika rencana dijalankan, teori diaplikasikan, dan tahapan proses usaha dilalui dengan ketekunan,” tutup Ruhyadi.