Beranda blog Halaman 177

[KHUTBAH JUM’AT] Menyerap Hikmah Transformasi Islam Periode Awal Hijrah

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

أما بعد : عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah

Segala puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa ta’ala, atas karunia-Nya yang tak terhitung nilainya, terutama nikmat iman, kesehatan, dan kesempatan sehingga kita bisa hadir memenuhi panggilan-Nya, shalat Jum’at berjama’ah.

Shalawat dan salam kepada baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang telah membawa dan menjadi uswah dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Tidak terasa kita sudah berada pada penghujung bulan Muharram 1446 hijriah. Tentu kita telah mendengar uraian peristiwa hijrah dari mimbar-mibar, dan berbagai sumber informasi yang terpercaya.

Dari berbagai uraian tersebut, diyakini memiliki perspektif atau cara pandang yang beragam, namun semua mengarah pada pemahaman umum, bahwa hijrah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersama sahabatnya ke Madinah adalah untuk mewujudkan peradaban Islam yang agung.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah

Sebagaimana dipahami bahwa dakwah Rasulullah dan para sahabat di Makkah sudah sangat maksimal. Semua pikiran, tenaga, dan waktu dihabiskan untuk mengajak penduduk Makkah memeluk Islam.

Hasilnya pun sungguh menakjubkan, di antaranya, jazirah Arab terguncang dengan kedatangan Islam, dan sebagian tokoh-tokoh Arab Quraisy sudah berhasil direkrut dan menjadi barisan utama perjuangan Islam.

Dakwah Rasulullah di Makkah sudah berhasil membangun pondasi/ aqidah Islam, yang nilainya sangat mahal. Sudah memadai untuk menjadi modal awal perjuangan.

Target dakwah selanjutnya adalah mewujudkan kehidupan Islami, yang dibangun di atas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, sebagaimana dalam firman-Nya:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (Q.S. Al A’rab : 96)

Ayat ini menjadi spirit dan obsesi Rasulullah untuk mencari dan terus berdo’a kiranya Allah Subhanahu wa ta’ala menunjukkan sebuah negeri yang memungkinkan kepemimpinan dan peradaban Islam terwujud.

Rasulullah dan para sahabat yakin bahwa misi besar Islam belum bisa diwujudkan di Makkah karena masyarakat (jahiliyah) Makkah sangat resisten dalam menolak dan memberi perlawanan atas segala pergerakan dakwah Islam.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah

Maka, atas petunjuk Allah Subhanahu wa ta’ala, akhirnya Rasulullah hijrah ke Madinah untuk obsesi besar Islam.

Dari titik inilah Rasulullah mulai menata kehidupan umat sesuai dengan petunjuk wahyu, mengubah sikap dan prilaku masyarakat jahiliyah menjadi Islami, dan selanjutnya membangun sistem hidup di bawah kepemimpinan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Di negeri baru ini, Rasulullah memulai dakwahnya dengan hal yang sangat esensial, yaitu membangun masjid dan merekat ukhuwah antara semua elemen masyarakat Madinah.

Fungsi masjid adalah untuk menguatkan jama’ah dan kepemimpinan, dan ukhuwah Islamiyah untuk memadamkan ashabiyah, dendam dan perang saudara yang berkepanjangan di negeri itu.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (Q.S. At Taubah : 18)

Ibnu Katsir mengutip perkataan Imam Ahmad, dari Abu Said al-Khudri, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسَاجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ بِالإِيمَانِ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى (إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ) الآيَةَ

“Jika kamu melihat seseorang terbiasa pergi ke masjid, maka saksikanlah bahwa dia beriman”. Allah berfirman: “Yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir”. (Hadits ini juga diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Ibnu Mardawaih al-Hakim dalam Mustadrak-nya)

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah

Profesor Buya Hamka mengungkapkan, bahwa pokok urusan Rasulullah setelah hijrah ke Madinah adalah membangun jama’ah kaum muslimin. Pokok urusan terbangunnya sebuah jama’ah adalah pertemuan yang disusun oleh kewajiban beragama, shalat lima waktu berjama’ah di masjid.

Pada setiap shalat berjama’ah, umat diorientasikan pada tujuan yang sama, yaitu langsung kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Dari sanalah Rasulullah dan jama’ahnya membicarakan dakwah amar makruf nahyi munkar.

Selanjutnya dalam menguatkan ukhuwah imaniyah di antara penduduk Madinah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyampaikan sebuah hadits yang kita sudah pahami bersama:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، أَفْشُوْا السَّلَامَ ، وَأَطْعِمُوْا الطَّعَامَ ، وَصِلُوْا الْأَرْحَامَ ، وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

Dari ‘Abdullah bin Salâm, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, saat baru tiba di Madinah: “Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan sejahtera.”

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah

Sungguh luar biasa seruan nabi pada hadits di ini. Yang pertama, perintah menyebarkan salam bermakna bahwa mulailah hubungan atau pertemuan sesama manusia itu dengan saling mendo’akan untuk selamat.

Seruan Rasulullah ini memnggambarkan bahwa Islam itu agama damai, membawa misi keselamatan dan rahmat bagi seluruh alam.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim:

لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

“Tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian kerjakan maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian!”

Berikutnya adalah perintah memberi makan. Secara bahasa perintah ini adalah memberi makan yang lapar, karena banyak pendatang baru di Madinah yang membutuhkan makanan.

Namun, secara maknawi, perintah ini adalah untuk menghidupkan ta’awun, solidaritas terhadap sesama, karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberi jaminan kecintaan dan kasih sayang di antara mereka yang saling memberi, dengan sabdanya:

تَهادُوا تَحابُّوا

“Saling memberi hadiahlah kalian; niscaya kalian akan saling mencintai” HR. Al Bukhari (Al Adab, 594) dan Abu Ya’la (6148)

Ta’awun dan solidaritas yang dibangun Rasulullah terbukti mampu melunakkan hati dan menghidupkan persaudaraan, yang sebelum itu masyarakatnya bermusuhan berubah menjadi cinta damai berkasih sayang karena Allah Subhanahu wa ta’ala.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah

Seruan selanjutnya adalah menghidupkan silaturrahim. Setidaknya ada dua keutamaan dari perintah ini, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barangsiapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, hendaklah menyambung hubungan kekerabatan (silaturahim)” (HR. Bukhari dan Muslim)

Suatu ketika, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya pada para sahabat, “Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan puasa?” “Tentu saja,” jawab mereka.

Beliau kemudian menjelaskan:

“Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal shalih yang besar pahalanya. Barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan silaturahmi” (HR Bukhari & Muslim)

Terakhir, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyerukan “wa shallu billaili wannasu niyam”, bangunlah kalian shalat tahajjud ketika manusia sedang tidur. Nilai yang diperoleh bagi orang yang rutin tahajjud, sebagaimana telah dijelaskan pada surah Al Muzzammil, ayat 5 dan 6:

إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا

“Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat”

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا

“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan”

Inilah tatanan kehidupan yang dibangun Rasulullah periode awal hijrah, yang secara revolusioner mampu mengubah Madinah menjadi sebuah negeri yang penduduknya beriman dan bertaqwa, yang di kemudian hari bertransformasi ke seluruh dunia.

Peradaban Islam Madinah menjadi inspirasi lahirnya peradaban baru yang mengangkat harkat dan martabat umat manusia selama berabad-abad lamanya.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى اِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ

Do’a Penutup

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً. اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبّ الْعَالَمِيْنَ

!!!عِبَادَاللهِ

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Mengenang Ustadz Sriyono, Sang Guru Pejuang Pendidikan di Pelosok

Almarhum Ustadz Sriyono rutin turun ke masyarakat untuk mengajar dan mengisi majelis taklim di berbagai titik di tempat tugas dakwahnya (Foto: Kosim/ Hidayatullah.or.id)

Terima kasih atas doa doa seluruh sahabat seperjuangan di mana saja berada. Doanya sangat luar biasa, saya hanya berserah diri kepada-Nya.

Ya Allah, hambamu yang dhoif ikhlas atas ketentuan-Mu yang terbaik, semoga Engkau tetapkan hamba dalam Iman dan Islam hingga kami bertemu dengan-Mu.

Doa doa kami akhir ini. Salam ukhuwah untuk semuanya. Allahu Akbar.

Mentari pagi semoga segera terbit, menyambut terangnya cahaya Islam yang sempurna.

Terkhusus ikhwan dai Sumatera Selatan, yang saya rindukan, semoga kita bisa kembali bersama.

Sahabatmu, Sriyono

BEGITULAH pesan Whatsapp yang diterima oleh Ketua Dewan Pengusus Daerah (DPD) Hidayatullah Langkat, Medan, Sumatera Utara, Ust. Muhammad Faris. Pesan yang sama juga diterima pengurus DPW Hidayatullah Sumsel lainnya.

Pesan itu dikirim oleh Ustadz Sriyono tepat pukul 10.00 WIB dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibonong, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 2 Muharam 1446 (8/7/2024).

Muhammad Faris rutin menanyakan kabar Ustadz Sriyono yang sedang menjalani pengobatan di seberang pulau. Biasanya mereka hanya saling berkabar soal agenda dakwah dan kegiatan di daerah, kini lebih sering menanyakan kabar masing masing dan saling terus mendoakan.

Ya, ditengah keterbatasan yang ada, Ustadz Sriyono tak henti berikhtiar untuk sembuh dari sakit kanker orofaringeal yang diidapnya. Rawat inap hampir sepekan di RSUD Cibonong itu merupakan rangkaian dari upaya yang sudah dijalaninya selama sekitar 5 bulan terakhir.

Sebelumnya, ia sempat menjalani pemeriksaan dan perawatan rutin di Rumah Sakit Bhayangkara Mohamad Hasan Palembang, Sumatera Selatan, atas saran dari dr. Harun yang merupakan simpatisan Hidayatullah. Namun, belum ada kemajuan yang berarti.

Setelah menimbang dan mendapat beberapa saran, ia akhirnya memutuskan untuk menjalani terapi di Pulau Jawa yang didampingi sang istri, Maryati, yang selalu setia dan tulus menemani dalam setiap kesempatan.

Selama di Jawa ia dirawat oleh anaknya, Syaiful Amri Yahya, yang tinggal di Kota Depok, Jawa Barat. Selain di rumah sakit, Ustadz Sriyono juga bermujadahah lewat pengobatan terapi sengat lebah.

Dari dokter RSUD Cibonong yang menangani, Ustadz Sriyono harus dirujuk ke rumah sakit lain yang lebih lengkap fasilitasnya. Ia akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Namun, jadwal dan antrian di rumah sakit ini cukup panjang.

Tindakan magnetic resonance imaging (MRI) beliau di RSCM pun dijadwalkan baru pada akhir bulan September mendatang. Di sisi lain, kondisi kesehatan Ustadz Sriyono sudah semakin menurun.

Lembaga sosial kesehatan Rufaidah Humanity Care (RHC) bersama Dompet Dhuafa (DD) lalu menawarkan Ustadz Sriyono dibawa ke RSUD Kota Tangerang. Sebelumnya, tim medis RHC datang langsung ke kediaman Syaiful untuk memeriksa dan memastikan keadaan Sriyono.

Di Tangerang Ustadz Sriyono sempat menjalani konsultasi intens dengan dokter bedah onkologi yang biasa menangani pasien kanker di RHC. Adapun rencana awal pemeriksaan rontgen MRI dengan kontras untuk menentukan rangkaian pengobatan yang lainnya.

Namun, Allah Ta’ala rupanya berkehendak lain. Setelah sekitar dua hari menjalani perawatan intensif, Ustadz Sriyono meninggal dunia dengan tenang di RSUD Kota Tangerang sekitar pukul 11:00 WIB pada hari Selasa, 17 Muharam 1446 (23/7/2024).

Wafatnya dai tangguh yang dikenal multi talenta ini menyisakan duka mendalam tidak saja untuk istri, anak, dan sanak famili, tetapi juga bagi para murid, kerabat, sahabat, orang orang yang mengenalnya.

Seorang perawat yang juga pegiat sosial, Diksi Hera Berliana, yang baru menganal almarhum pun mengungkapkan rasa kehilangan akan sosok yang selalu bersemangat ini. Diksi Hera turut mendampingi dan duduk di hadapan almarhum di saat saat kritisnya.

“Yang terbayang hanya kebaikan kebaikan beliau saat dalam keadaan sehat. Dan mencoba membayangkan bagaimana perjuangan beliau mengajar santri santri di pelosok. Meskipun tidak pernah mengenalnya, tapi saya merasa sudah mengenal beliau lama.” kata Diksi Hera.

Almarhum Ustadz Sriyono terjun langsung dalam pembangunan gedung sekolah di Kampus Madya Pondok Pesantren Hidayatullah Banyuasin (Foto: Kosim/ Hidayatullah.or.id)

Kenangan Anak Didik

Banyak kenangan yang dirasakan sahabat sahabatnya selama kebersamaan mereka dengan Ustadz Sriyono, tak terkecuali para murid yang pernah merasakan didikan almarhum yang penuh dedikasi dan totalitas.

Seperti diutarakan oleh Jefrin Zai, salah satu alumni MTs Pondok Pesantren Hidayatullah Pulau Nias. Pesantren ini terbilang masuk ke pelosok yang berada di Pelud Binaka, Gunungsitoli.

Masih segar betul dalam kenangan Jefrin tentang kesungguhan almarhum dalam membina dan mendidik mereka anak didiknya tentang Islam, aqidah, akhlak, dan juga dengan keteladanan.

“Selama di pondok keseharian beliau mengajar mata pelajaran formal dan non formal. Pagi sampai siang mengajar di sekolah, malam harinya mengajarkan ilmu agama,” kata Jefrin yang kini tinggal di Jakarta ini.

Ustadz muda ini mengenang almarhum sebagai sosok yang tak kenal lelah. Hal itu ia saksikan dikala Ustadz Sriyono harus membangun pendidikan. Ia datang ke Nias bersama istrinya. Saat itu, belum ada rekan yang bisa membantu. Sementara, ada pendidikan tingkat SMP dengan 24 santrinya yang harus tetap berjalan.

Jefrin juga menyaksikan bagaimamana almarhum kadang langsung turun kelapangan menjumpai donatur, untuk menutupi kebutuhan santrinya.

“Sosok Ustadz Sriyono penyayang dan selama di pondok tidak pernah marah ke santrinya, selalu memberikan motivasi ke santri agar menjadi anak yang shaleh dan berbakti kepada kedua orangtua dan ke semua orang,” kenang pria asal Medan ini.

Kehilangan Sosok Pejuang

Rasa kehilangan juga sangat dirasakan oleh rekan rekan almarhum, salah satunya adalah Ustadz Lukman Hakim.

Keduanya merupakan sahabat dekat dan pernah sama sama bertugas di Sumatera Utara dan terakhir di DPW Sumatera Selatan. Lukman Hakim sebagai ketua dan Sriyono mendampinginya sebagai sekretaris.

Lukman Hakim mengenal Ustadz Sriyono sejak tahun 2004 yang ketika itu mereka sama sama sebagai Kepala Sekolah Hidayatullah. Saat itu, Sriyono bertugas di Dumai dan Lukman di Bengkulu.

“Hampir tiap tahun ketemu di event pendidikan nasional Hidayatullah. Waktu itu beliau aktif merintis pendidikan di Pesantren Hidayatullah Dumai,” kata Lukman dalam obrolan dengan media ini.

Bahkan, almarhum masih sempat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pendidikan Hidayatullah tahun 2024 yang digelar selama 2 hari di Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, Sabtu-Ahad, 7-8 Sya’ban 1445 (17-18/2/2024).

Saat Ustadz Sriyono ditugaskan ke Nias, ia memfokuskan waktunya di sini untuk mengembangkan pendidikan sambil terus aktif berkeliling memenuhi panggilan mengajar mengaji dan mengisi majelis taklim.

Pada saat Musyawarah Wilayah (Muswil) Sumut di tahun 2015, Lukman ditunjuk sebagai ketua dan Sriyono sebagai sekretaris. Karena mendiang ditunjuk sebagai sekretaris, maka Sriyono harus pindah dari Pulau Nias ke kota Medan.

“Ketika ini saya sangat dekat dengan Ustadz Sriyono. Layaknya sahabat akrab kemana mana selalu beliau mendampingi saya. Walaupun secara usia beliau lebih tua sembilan tahun dari saya. Tapi saya katakan, Ustadz Yono adalah sahabat yang baik dan setia,” katanya.

Lukman pun mengakui kelebihan yang dimiliki Ustadz Sriyono. Sebagai orang yang pernah duduk di bangku kuliah di IKIP Yogyakarta, menurut Lukman, sosok Sriyono amat menonjol termasuk dalam rapat atau diskusi baik formal maupun non formal selalu ada gagasan segar darinya.

Almarhum asal Wonogiri yang meninggalkan 4 orang anak ini selain dikenal sebagai guru mata pelajaran eksak, ia juga punya skill di bidang pertukangan, tak heran banyak hasil hasil rapat soal pembangunan yang langsung dia eksekusi.

“Ketika di Sumut beliau banyak menemani dai dai muda yang sedang merintis pesantren. Dari sinilah banyak kader muda yang merintis pesantren merasa punya orang tua yang ngayomi dan membimbing,” kenang Ustadz Lukman.

Pada tahun 2020, Lukman ditunjuk sebagai ketua DPW Hidayatullah Sumatera Selatan dan diminta untuk menentukan sendiri siapa sekretarisnya.

“Ketika itu, saya langsung terpikir untuk mengajak Ustadz Sriyono ke Sumsel. Ketika saya tanya kesiapannya, beliau langsung jawab siap. Padahal waktu itu beliau habis dilantik sebagai ketua Departemen Perkaderan DPW Sumut,” imbuh Lukman mengenang kesetiaan sahabatnya itu.

Semangat Ustadz Sriyono selalu membara untuk menjalankan tugas. Ia tetap istiqamah bertugas mendidik umat dan menjadi teladan hingga menghembuskan nafas terakhir.

Insya Allah beliau syahid karena komitmen tugas hingga akhir. Selamat jalan sang pejuang,” tutup Lukman dengan nada bergetar.

Semoga Allah menyayangi almarhum Ustadz Sriyono, mengampuni seluruh dosa beliau, dan mengumpulkan beliau bersama para Nabi, Rasul, Shiddiqin, Syuhada, dan Shalihin di Jannah Firdaus Tertinggi, Aaamiin. (ybh/hidayatullah.or.id)

Forum Kamisan, Ustadz Aziz Ungkap Transformasi dan Tantangan Dakwah di Kalangan Anak Muda

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Anggota Dewan Pertimbangan (Wantim) Hidayatullah Ust. Dr. H. Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, MSi, hadir sebagai narasumber pada acara Kajian Kamisan yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jakarta dengan topik “Manhaj Nabawi, Peluang, Tantangan, Strategis, Transformasi pada Pelajar Mahasiswa” melalui platform Zoom, Kamis, 19 Muharam 1446 (25/7/2024).

Dalam kesempatan ini, Aziz menyampaikan beberapa pandangannya mengenai dakwah di kalangan pelajar dan mahasiswa, terutama generasi Z.

Ustadz Aziz mengungkapkan kekhawatirannya terkait lemahnya rekrutmen di kalangan pemuda dan mahasiswa oleh Hidayatullah.

“Ini hampir-hampir saya mengatakan ini kekurangan terbesar Hidayatullah,” ujarnya, dalam acara yang dimoderatori oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah Rasfiuddin Sabaruddin itu.

Menurut Aziz, kelemahan ini perlu segera diatasi mengingat pentingnya peran generasi muda dalam setiap perjuangan ideologi dan keagamaan.

Sebagai anggota badan pekerja (Pokja) Munas empat tahun lalu, Ustadz Aziz mengusulkan dibentuknya Departemen Rekrutmen di DPP Hidayatullah.

Usulan tersebut kini telah terealisasi, namun tantangan dalam menjangkau generasi muda, terutama di perguruan tinggi, masih ada.

“Pemuda itu adalah pemilik masa depan,” tegasnya, menekankan pentingnya kesinambungan perjuangan melalui kaderisasi generasi muda.

Lebih jauh, Aziz juga menyinggung pentingnya peran pemuda dalam sejarah Islam. Ia mengambil contoh Ali bin Abi Thalib, seorang pemuda yang memiliki visi perjuangan besar dan berperan strategis dalam hijrah Rasulullah.

Aziz juga menotifikasi kepada segenap hadirin bahwa dalam mengembangkan kader Hidayatullah di Surabaya, yang dimulai dari lima orang mahasiswa dan berkontribusi signifikan dalam perkembangan organisasi, termasuk penerbitan majalah Suara Hidayatullah.

Transformasi dakwah di kalangan pemuda tidak hanya terjadi di Jawa Timur, tetapi juga di Sulawesi Selatan.

Meski menghadapi kegagalan berulang kali, upaya untuk berdakwah dan membuka cabang Hidayatullah di berbagai wilayah ini akhirnya berhasil dengan pendekatan langsung ke kampus-kampus dan seminar.

Aziz menekankan, “Pemuda dan mahasiswa adalah generasi elit yang sangat strategis dalam perjuangan.”

Aziz juga mengutip hadis Rasulullah yang menyatakan bahwa yang terbaik di antara kalian di masa jahiliyah akan menjadi yang terbaik di masa Islam jika mereka masuk Islam.

Hal ini, tegas dia, menunjukkan betapa strategisnya peran kaum muda dalam perjuangan dakwah.

“Rasulullah berdoa agar Umar bin Khattab dan Abu Jahal masuk Islam,” tambahnya, memperkuat pesan tentang pentingnya generasi muda dalam transformasi dan kemajuan dakwah.

Dengan semangat ini, Ustadz Aziz mendorong semua pihak untuk lebih fokus pada rekrutmen dan pembinaan pemuda dan mahasiswa, demi masa depan yang lebih cerah bagi dakwah dan umat Islam.

“Tanpa dakwah yang konkret menghasilkan kader melalui rekrutmen dakwah ini belum universal,” tegasnya.*/Herim

Kemenangan Jatibening FC Tandai Puncak Peringatan Milad ke-24 Pemuda Hidayatullah

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Rangkaian Pemuda Hidayatullah (Pemhida) Cup 2024 yang bertema “Eratkan Persaudaraan, Raih Prestasi, dan Junjung Tinggi Sportivitas” akhirnya mencapai puncaknya, Ahad, 15 Muharam 1446 (21/7/2024).

Kejuaraan ini mempertandingkan dua cabang olahraga, yaitu Badminton dan Futsal, dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) atau Milad Pemuda Hidayatullah ke-24 tahun yang berdiri pada 13 Juli 2000 di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Berlokasi di Futsal Rakyat Stadium, Kota Depok, rangkaian kompetisi dua cabang olahraga ini berlangsung selama dua hari dengan penuh semangat. Pemain dan ratusan penonton hadir untuk merasakan langsung aura kompetisi yang istimewa ini.

Deden Muhammad, penanggungjawab lomba futsal, menyebutkan bahwa ada 24 tim yang terdaftar dari Jabodetabek dengan pembagian menjadi 8 grup. Setiap grup meloloskan satu tim dengan poin tertinggi yang berhak melaju ke babak 8 besar.

Jatibening FC Dominasi Laga Futsal

Dalam pertandingan futsal, Jatibening FC muncul sebagai juara yang juga dinobatkan sebagai tim paling produktif dalam sejarah Pemhida Cup di Jabodetabek.

Di babak penyisihan, tim Jatibening FC yang didominasi pemain muda ini berhasil mencetak 30 gol dan hanya kebobolan 5 gol saja. Visi permainan mereka yang cemerlang dengan tingkat akurasi dan kecepatan yang tinggi membuat mereka seperti kuda ras Thoroughbred, tidak memberi kesempatan lawan-lawan mereka untuk bernafas lega.

Jatibening FC yang diawaki oleh pemain Liga Futsal Profesional Indonesia ini memang bermaterikan pemain muda yangg lincah dan begitu licin. Tujuh kali bermain, mereka acapkali melakukan penetrasi ke gawang lain yang berakhir dengan sapuan gol.

Di partai final, STIEHID FC harus puas menduduki peringkat kedua setelah tumbang melawan Jatibening FC. Tim yang dilatih oleh Coach Alfarobi Nurkarim sebenarnya cukup efektif, namun sayangnya keberuntungan belum berpihak kepada mereka.

Sementara itu, Hantu Laut FC, yang dibina oleh DPD Hidayatullah Jakarta Utara, menduduki posisi ketiga setelah berduel dengan Wahdah FC yang harus rela berada di posisi keempat.

Yang mengejutkan, Putra Bima, yang acapkali merajai turnamen serupa beberapa tahun terakhir, terpaksa angkat koper lebih awal. Begitu pula dengan CC Fourteen FC, yang pada ajang kali ini hanya tampil menawan di awal babak penyisihan.

Kehadiran Abdul Malik Almandari di CC Fourteen FC, yang memiliki kemampuan memainkan peran ganda sebagai pivot dan anchor sekaligus, belum cukup mampu mendongkrak permainan tim.

Ada 8 grup yang turut meramaikan ajang futsal ini, yaitu:

Grup A: Hantu Laut FC, Smahid A, Guru SD Hid Depok
Grup B: SQ Wahdah B, Al Kautsar, Sanhiba FC
Grup C: BMH FC, Putra Bima A, Al Fatih B
Grup D: STIEHID A, Jatibening FC, Ruhama FC
Grup E: Baitul Makmur FC, Relawan FC, Smahid B
Grup F: SQ Wahdah A, Darul Arkaz, Hiswah
Grup G: CC Fourteen FC, Hitrave FC, STIE B
Grup H: Zefenic, Putra Bima B, Al Fatih A

Pesmadai Berjaya di Badminton

Sementara pada cabang Badminton, nama ganda putra Namisan/Ilham berhasil mencatatkan namanya di papan skor sebagai pasangan yang terbaik. Mereka tampil powerfull sejak babak penyisihan. Keduanya bak sepatu dan kaki yang selalu mampu bermain klop dengan pukulan yang penuh tenaga.

Chemistry pasangan dari Pesmadai ini mampu mempertahankan dominasinya setelah meladeni gempuran dari pasangan Ilham/Ilham dari Wahdah Islamiyah Bogor yang harus puas di posisi kedua.

Pasangan Ilham/Ilham dari Wahdah Islamiyah Bogor sebetulnya mampu tampil memukau dengan skil mereka yang aduhai cantiknya. Jual beli pukulan terjadi. Namun sampai laga berakhir, Ilham/Ilham harus mengakui keunggulan Namisan/Ilham.

Sementara itu, pasangan ganda putra Hamid/Ade dari Hidayatullah Ciampea tampil mengejutkan yang berhasil menempati posisi ketiga. Baik Hamid maupun Ade sama memiliki modal kecepatan dan jangkauan. Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak ke mereka sehingga hanya mampu bertengger di posisi 3rd Runner up.

Selain olahraga, rangkaian Pemuda Hidayatullah Cup 2024 ini juga gelar lomba penulisan ilmiah bertajuk “Pemuda Hidayatullah songsong Indonesia Emas 2045” yang menyertakan puluhan penulis dan sebanyak 28 naskah terbaik dalam perlombaan ini akan dicetak menjadi buku.

Adapun pemenang dalam lomba menulis ini adalah sebagai berikut:

Juara Harapan 1 yaitu Sabiq Al Qital dengan judul karya “Peran Pemuda Hidayatullah dalam Aspek Pendidikan untuk Indonesia Emas 2045: Sebuah Studi Literatur”, Juara Harapan 2 Aisyah Hidayati, S.Si dengan judul karya “Integrasi Al-Qur’an Melalui Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Karakter sebagai Sumbangsih Hidayatullah dalam Menagak Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045“, dan Juara Harapan 3 oleh Mhd Safuan dengan judul karya “Patriotisme Pemuda Hidayatullah: Mengoptimalkan Peran Aktif dalam Mengisi Kemerdekaan”

Berikunya yang paling ditunggu ada Juara 1 atas nama Akhmad Salim dengan judul karya “Pemuda Hidayatullah: “Berinovasi Atau Mati”
Dalam Pengembangan Organisasi yang Progresif Menuju Indonesia Emas 2045″
, Juara 2 Heri Purnomo dengan judul karya “Mewujudkan Generasi Emas 2045 Melalui Dakwah Digital”, dan Juara 3 Muhammad Faruq dengan judul karya “Mewujudkan Visi 2045, Pemhida Memimpin Indonesia”.

Terus Perkuat Gerakan Pemuda

Ketua Departemen Organisasi & Pengembangan Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah, Hanifuddin Chaniago, menyampaikan bahwa ajang Pemhida Cup 2024 memperingati Milad Pemuda Hidayatullah ke-24 tahun ini bertujuan untuk mempererat rasa kebersamaan dan persaudaraan di antara para pemuda.

Hanifuddin mengungkapkan harapannya agar peringatan Harlah Pemuda Hidayatullah ke-24 tahun ini semakin memperkuat semangat kebersamaan dan terus meneguhkan gerakan Pemuda Hidayatullah sebagai organisasi yang selalu relevan dengan kebutuhan zaman.

Dia menekankan pentingnya organisasi ini dalam memberikan solusi yang dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa dan ummah.

Menurutnya, ajang pertandingan seperti ini perlu dilihat tidak hanya secara simbolik sebagai acara seremonial belaka, tetapi juga secara esensi kegiatan ini ingin menciptakan perjumpaan yang penuh kehangatan antar pemuda khususnya di Jabodetabek.

“Dengan kompetisi semacam ini, anak muda dapat belajar banyak tentang kerja sama, kepemimpinan, dan semangat juang yang tinggi,” katanya.

Sebagai organisasi kepemudaan, Pemuda Hidayatullah selalu berusaha untuk tetap relevan dengan perkembangan zaman sebagaiman tema Milad yang diusung tahun ini.

Karena itu, Hanffuddin memandang Pemuda Hidayatullah dituntut untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat tanpa kehilangan jatidiri dan nilai nilai fundamental yang dianutnya.

Hanifuddin juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dari berbagai pihak yang turut mendukung penyelenggaraan event ini. Di antaranya adalah DPP Hidayatullah, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH), Bank Syariah Indonesia (BSI), Lembaga Penjamin Halal Hidayatullah (LPH), Mulia Mart Depok, dan lain-lain. (ybh/hidayatullah.or.id)

Ekspedisi Kemanusiaan SAR – BMH Bawa Bantuan ke Tengah Banjir Weda

0

TERNATE (Hidayatullah.or.id) — Semangat ekspedisi kemanusiaan begitu terasa di Ternate, Maluku Utara, Pagi ini, Rabu, 18 Muharam 1446 (24/7/2024). Kali ini Tim gabungan dari Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Maluku Utara dan Search Rescue (SAR) Hidayatullah melakukan perjalanan panjang menuju Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, yang tengah dilanda banjir.

Lima orang relawan ini membawa serta bantuan berupa pakaian layak pakai, popok untuk anak-anak, dan sejumlah logistik lainnya.

Perjalanan mereka akan dimulai dengan menaiki kapal ferry menuju Sofifi, ibu kota Maluku Utara. Dari sana, sebagian tim akan melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor, sementara yang lain menggunakan mobil untuk mengangkut bantuan.

Perjalanan menuju lokasi bencana diperkirakan memakan waktu sekitar 6 jam dari Ternate. Namun, semangat tim tak pernah surut

Nur Hadi, Kepala BMH Perwakilan Maluku Utara, meminta dukungan doa dari semua pihak agar ekspedisi kebaikan ini berjalan lancar dan dapat memberikan bantuan yang berarti bagi korban banjir di Weda Tengah.

“Tahap ini bantuan yang diberikan adalah kebutuhan pangan, perlengkapan bayi dan ibu, serta air mineral dan pakaian layak,” ujar Nur Hadi.

Bencana banjir yang melanda Weda Tengah telah menyebabkan banyak warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda. BMH Maluku Utara dan SAR Hidayatullah bergerak cepat untuk meringankan beban mereka, memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat ini.

Nur Hadi mengajak bersama-sama mendoakan agar warta yang terdampak bencana diberikan ketabahan dan kesabaran untuk bertahan serta tim gabungan selamat sampai tujuan dan dapat memberikan bantuan yang maksimal bagi korban banjir.

“Semoga semangat kepedulian dan solidaritas ini terus menyala, menginspirasi kita semua untuk selalu berbagi kebaikan kepada sesama,” tandasnya.*/Herim

Tiga Pilar Penting Berorganisasi

0

SETIAP organisasi dituntut tidak hanya bertahan dan tumbuh saat ini, akan tetapi mesti relevan juga di masa depan. Sebab sejatinya, keberadaan sebuah organisasi itu, tidak berada di ruang kosong, akan tetapi dia mesti berinteraksi dengan dunia sekitarnya, dan darinya maka dia dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Kesadaran ini maka, setiap organisasi, akan dapat menemukan sekaligus merumuskan, faktor utama apa yang dapat menopang eksistensi dan sustainabilitas organisasi itu sendiri.

Sehingga dalam dunia organisasi, keberhasilan dan keberlanjutan secara umum sering kali bergantung pada bagaimana adanya tiga pilar utama dikelola dan diintegrasikan. Tiga pilar ini adalah Sumber Daya Insani (SDI), Sumber Daya Uang (SDU), dan Sumber Daya Manajemen (SDM). Ketiga pilar ini tidak bisa berdiri sendiri, melainkan saling terkait dan berperan penting dalam memastikan organisasi dapat mencapai visinya, menjalankan misinya, dan tetap relevan serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan.

Sumber Daya Insani (SDI)

Sumber Daya Insani merupakan aset paling berharga dalam sebuah organisasi. SDI memberikan peran strategis dalam melahirkan manusia atau kader yang akan mengisi dan menjalankan program-program organisasi. Dari SDI ini maka proses kepemimpinan dan regenerasi dalam organisasi dapat dirumuskan dan ditata keberlanjutannya. Keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh skill, kompetensi, kapasitas, dan integritas dari para anggotanya. Oleh karena itu, pengembangan SDI harus menjadi prioritas utama.

Proses rekrutmen yang selektif, pelatihan yang kontinu, serta pembinaan karakter dan etika yang kuat, serta pemahaman yang utuh tentang jatidiri organisasi, merupakan langkah-langkah penting dan strategis dalam memastikan SDI yang unggul. Selain itu, organisasi harus mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan potensi setiap individunya, melalui serangkaian aktifitas, kegiatan dan keterlibatan dalam program-program yang telah ditetapkan, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.

Kader yang berkompeten dan berdedikasi adalah hasil dari proses rekrutmen, pelatihan, dan pengembangan yang terus-menerus. Organisasi yang berhasil adalah organisasi yang mampu menciptakan lingkungan kerja dan seluruh aktifitas organisasi yang mendukung, memberikan kesempatan untuk belajar dan berkembang, serta mengakui dan menghargai kontribusi setiap anggota. SDI yang baik akan membawa inovasi, meningkatkan produktivitas, dan membangun budaya organisasi yang positif. Sehingga SDI menjadi pilar utama yang akan menggerakkan organisasi untuk mencapai visii dan misinya secara komprehensip.

Sumber Daya Uang (SDU)

Sumber Daya Uang (SDU) adalah pilar kedua yang tidak kalah pentingnya. Keberadaan pendanaan yang memadai menjadi darah yang menghidupi organisasi. SDU yang kuat adalah hasil dari manajemen keuangan yang bijaksana dan sumber pendanaan yang berkelanjutan, idealnya, pendanaan organisasi terutama berasal dari sumber daya internal, seperti infaq dan iuran anggota, serta usaha di bidang sosial maupun bisnis.

Pendanaan yang berasal dari anggota menunjukkan komitmen dan rasa memiliki yang tinggi terhadap organisasi. Usaha di bidang sosial dan bisnis, di sisi lain, memberikan sumber pendapatan tambahan yang membantu organisasi tetap mandiri dan tidak tergantung pada pihak eksternal. Pengelolaan SDU yang efektif mencakup perencanaan anggaran yang teliti, pengawasan penggunaan dana yang ketat, dan transparansi keuangan yang memastikan dana digunakan sesuai dengan tujuan organisasi.

Ketergantungan pada pendanaan eksternal sering kali membuat organisasi rentan terhadap ketidakpastian dan perubahan kebijakan. Oleh karena itu, membangun kemandirian finansial melalui diversifikasi sumber pendapatan dan pengelolaan keuangan yang bijak adalah langkah strategis yang harus dilakukan. Dengan demikian, organisasi dapat lebih fleksibel dalam merespons tantangan dan peluang.

Sumber Daya Manajemen (SDM)

Pilar ketiga, Sumber Daya Manajemen (SDM), adalah tentang bagaimana organisasi memiliki sistem yang dapat mengatur dan memanfaatkan sumber daya yang ada secara tepat dan proporsional. SDM yang baik akan mampu mengintegrasikan mengatur dan memanfaatkan sumber daya insani dan sumber daya uang secara tepat dan proporsional. Di bawah kepemimpinan yang visioner, SDM memastikan bahwa setiap elemen organisasi berfungsi secara optimal dan sinergis.

Sistem manajemen yang efektif mencakup struktur organisasi yang jelas, alur komunikasi yang baik, serta prosedur dan kebijakan yang mendukung pencapaian tujuan. Pemimpin yang visioner akan mampu melihat jauh ke depan, menetapkan arah yang jelas, menginspirasi, dan memotivasi anggota untuk bekerja sama mencapai tujuan bersama. SDM yang kuat juga berarti kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan tantangan yang ada, serta terus meningkatkan kapasitas organisasi melalui inovasi dan perbaikan berkelanjutan.

Manajemen yang efektif mencakup perencanaan strategis, pengorganisasian, pengendalian, dan evaluasi yang berkelanjutan. Sistem manajemen yang baik harus mampu mengintegrasikan berbagai sumber daya, termasuk bagaimana memanfaatkan teknologi, menetapkan prioritas, serta mengarahkan organisasi menuju pencapaian tujuan-tujuannya dengan efisiensi dan efektivitas yang tinggi.

Integrasi Tiga Pilar

Ketiga pilar ini, ketika terintegrasi dengan baik, akan menjadikan organisasi tangguh, unggul, sustain, dan relevan. SDI yang kompeten dan berdedikasi akan memastikan bahwa program-program berjalan dengan baik. SDU yang memadai dan dikelola dengan baik akan memastikan bahwa organisasi memiliki sumber daya yang diperlukan untuk mendukung kegiatannya. SDM yang efektif akan memastikan bahwa semua elemen organisasi bekerja secara harmonis dan efisien.

Organisasi yang mampu mengintegrasikan ketiga pilar ini akan memiliki daya tahan yang tinggi terhadap berbagai tantangan dan perubahan. Mereka akan mampu beradaptasi dengan cepat, memanfaatkan peluang, dan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman. Lebih dari itu, mereka akan mampu mencapai visi dan misi dengan cara yang berkelanjutan dan relevan bagi anggotanya serta masyarakat luas.

Dengan demikian maka, Organisasi yang mampu mengintegrasikan ketiga pilar ini akan mampu menghadapi tantangan dengan percaya diri, memanfaatkan peluang dengan bijak, dan tetap relevan di tengah perubahan zaman. Kepemimpinan yang visioner dan komitmen terhadap pengembangan ketiga pilar ini adalah kunci utama menuju kesuksesan organisasi.

Penutup

Dalam era kontemporer yang penuh dengan dinamika dan tantangan, keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan untuk mengelola Sumber Daya Insani, Sumber Daya Uang, dan Sumber Daya Manajemen secara terpadu.Tiga pilar penting organisasi ini – Sumber Daya Insani, Sumber Daya Uang, dan Sumber Daya Manajemen- merupakan fondasi yang harus dibangun dan dikelola dengan baik. Integrasi dan kolaborasi yang harmonis dari ketiga pilar ini akan menciptakan organisasi yang tangguh, unggul, dan berkelanjutan.

Dengan fokus pada pengembangan SDI, pengelolaan SDU yang bijak, dan sistem manajemen yang efektif, organisasi dapat mencapai visinya, menjalankan misinya, dan tetap relevan serta adaptif dalam menghadapi berbagai dinamika dan tantangan. Kepemimpinan yang visioner akan memandu perjalanan organisasi menuju masa depan yang gemilang.[]

*) ASIH SUBAGYO, penulis peneliti senior Hidayatullah Institute (HI)

Kolaborasi Kegiatan Indonesia Bercerita Hidupkan Nilai Keislaman Melalui Dongeng

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Taman Kanak-Kanak (TK) Islam Quba, yang terletak di Jl. Komp. Perumahan DPR-RI No.Blok B, Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, berkolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) menggelar kegiatan “Indonesia Bercerita” yang diikuti oleh 35 siswa pada Selasa, 17 Muharam 1446 (23/7/2024).

Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh siswa-siswi TK Islam Quba, tetapi juga oleh para orang tua yang antusias menemani putra-putri mereka.

Melalui dongeng yang menyenangkan dan mudah dipahami, pendongeng BMH mengajarkan nilai-nilai keislaman yang penting, seperti berakhlak baik kepada teman, menghormati guru dan orang tua, serta rajin beribadah dan berbagi kepada sesama.

Momentum bulan Muharram ini menjadi inspirasi bagi setiap Muslim untuk menjadi lebih baik, salah satunya dengan membiasakan diri bersedekah setiap hari.

Kepala Sekolah TK Islam Quba, Ibu Anisa Anastasia, menyambut baik kegiatan ini.

“Anak-anak sangat bergembira dan kegiatan ini sangat berkesan,” ujarnya.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan semangat belajar anak-anak, mengajarkan mereka nilai-nilai keislaman yang mudah dipahami, dan membentuk mereka menjadi pribadi yang mandiri, rajin beribadah, serta terbiasa berbuat baik dan beramal,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Marketing BMH Jakarta, Ahmadi, menyampaikan bahwa kegiatan “Indonesia Bercerita” ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak-anak.

“Kami atas nama BMH mengharapkan kegiatan ini jadi ajang strategis menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini, dan menginspirasi mereka untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia,” terang Ahmadi.*/Herim

BMH Kaltara Segarkan Asrama Santri Penghafal Al-Qur’an di Malinau

0

MALINAU (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) memberikan bantuan cat air dan cat minyak untuk memperbarui sekaligus menyegarkan suasana asrama putra Pondok Tahfidz Qur’an Hidayatullah Malinau.

Asrama yang sebelumnya terlihat pudar karena belum pernah dicat ulang sejak dibangun, kini akan menjadi tempat yang lebih nyaman bagi para santri penghafal Al-Qur’an.

Rusdi Zafran, Kepala Asrama Putra, dan para santri menyambut gembira kedatangan tim BMH.

“Kami sangat berterima kasih kepada BMH Kaltara. Sejak lama kami ingin mengecat asrama, tapi terkendala dana. Alhamdulillah, sekarang asrama bisa diperbarui,” ujar Rusdi Zafran dengan wajah berseri, Selasa, 17 Muharam 1446 (23/7/2024).

Koordinator BMH Gerai Malinau, Irianto Damsy, mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BMH terhadap pendidikan dan kesejahteraan para santri penghafal Al-Qur’an.

“Dengan kondisi asrama yang lebih baik, diharapkan para santri dapat belajar dengan lebih nyaman dan semangat. Dan, inilah wujud kebaikan zakat, infak dan zakat yang kaum Muslimin amanahkan melalui BMH,” tutup Irianto Damsy.*/Herim

Kebahagiaan yang Mengalir dari Kedungdowo Kaliwungu Jawa Tengah

0

KUDUS (Hidayatullah.or.id) — “Kebahagiaan itu ternyata menular,” demikian ungkap mitra kebaikan (donatur) Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH), Haji Alex Faisol Tasan Wartono, saat menghadiri acara berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim di Kantor BMH Perwakilan Jawa Tengah, Gerai Kudus, Jalan Raya Kudus – Jepara, Km.5, Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Ahad, 15 Muharam 1446 (21/7/2024).

Wajah-wajah polos anak-anak yang hadir memancarkan kebahagiaan, menularkan semangat positif kepada semua yang hadir, termasuk Haji Alex Faisol. Ia menyampaikan apresiasinya kepada tim BMH atas kinerja luar biasa mereka dalam menebar kebaikan.

“Saya sangat terkesan dengan acara ini. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi adik-adik semua. Saya juga berharap tim BMH selalu sehat dan kuat agar dapat terus berbagi kebahagiaan,” ucapnya penuh harap.

Eko Kusniyanto, Koordinator BMH Perwakilan Jawa Tengah, Gerai Kudus, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Haji Alex Faisol Tasan Wartono dan seluruh donatur yang telah berkolaborasi dengan BMH Kudus dalam berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim dan dhuafa.

Bagi anak-anak yatim dhuafa, momen berkumpul seperti ini menjadi pelipur lara di tengah kesulitan ekonomi yang mereka hadapi.

Adik Elvito, salah satu penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukurnya, “Terima kasih kakak-kakak BMH, Bapak Haji Alex Faisol Tasan Wartono, dan seluruh donatur. Saya senang bisa pulang bawa oleh-oleh. Semoga semuanya mendapat pahala dan keberkahan.”

Acara ini tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dhuafa, tetapi juga mengingatkan kita semua akan pentingnya berbagi dan menebar kebaikan kepada sesama, terutama di bulan Muharram yang penuh berkah.*/Herim

Pesan Baharuddin Mustafa Pada Pembukaan Turnamen Karate Dandim 0108/Agara Cup

0

AGARA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), Baharuddin Andi Mustafa, memberikan sambutannya dalam acara pembukaan Turnamen Karate Dandim 0108/Agara Cup se-Kabupaten Aceh Tenggara Tingkat SLTP/Sederajat Tahun 2024, Selasa, 17 Muharam 1446 (23/7/2024).

Dalam sambutannya, Baharuddin menekankan pentingnya profesionalisme dan sportivitas dalam bertanding.

“Berjuanglah, bertandinglah dengan profesional dan tingkatkan sportivitas kita sehingga dapat membawa Aceh Tenggara setingkat lebih hebat lagi,” kata Baharuddin.

Dihadapan Komandan Kodim Dandim 0108/Agara Kutacane Letkol Czi Arya Murdiyantoro, ST, yang membuka acara tersebut, Baharuddin mengungkapkan rasa bangganya digelarnya turnamen karate di Aceh Tenggara oleh Dandim 0108/Agara Cup ini. Menurutnya, ini adalah momentum yang sangat berharga untuk meningkatkan prestasi para atlet muda.

Baharuddin berharap para peserta memanfaatkan momentum ini semaksimal mungkin sebagai sarana peningkatan prestasi sekaligus uji coba hasil latihan di dojo masing-masing.

“Saya berharap adik-adik memanfaatkan momentum ini semaksimal mungkin sebagai peningkatan prestasi sekaligus uji coba sampai di mana hasil latihan adik-adik di dojo masing-masing dalam kegiatan latihan selama ini,” katanya.

Lebih lanjut, Baharuddin menyampaikan bahwa Pengurus Besar Forki Pusat memiliki agenda besar yaitu Indonesia Emas 2045. Karenanya, ia berharap turnamen ini menjadi salah satu instrumen dalam membangun sumber daya manusia Indonesia menuju agenda pembangunan nasional tersebut dengan lahirnya atlit atlit hebat khususnya dari Aceh Tenggara.

“Tidak tertutup kemungkinan ada adik-adik atlet yang bisa berhasil dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan dunia,” katanya memotivasi para atlet yang menyemerakkan turnamen ini.

Baharuddin juga menyebutkan bahwa Aceh Tenggara sudah pernah melahirkan atlet usia muda yang berhasil meraih Juara 1 Tingkat Provinsi beberapa tahun lalu di Banda Aceh, memperebutkan Piala Menpora.

Masih dalam sambutannya, Baharuddin menitipkan pesan, motivasi, dan harapan kepada dewan juri, pelatih, dan para atlit yang ikut berkompetisi dalam ajang bergengsi ini.

Kepada dewan juri, Baharuddin berpesan untuk menjalankan tugas dengan sebaik baiknya. “Kepada dewan juri, silahkan menilai dengan profesional,” katanya.

Sedangkan kepada para pelatih dan manajer, Baharuddin mengharapkan agar mereka mengarahkan atlet-atletnya untuk menjadi yang terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Kepada para pelatih dan manajer, silahkan arahkan atlet-atletnya untuk menjadi yang terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas,” pesan Baharuddin.

Baharuddin yang juga merupakan Ketua Pembina Pondok Pesantren Hidayatullah Aceh Tenggara ini juga memberikan pesan khusus kepada para atlet yang bertanding.

“Kepada anak-anakku atlet, silahkan kalian bermain dengan cantik, dengan teknik yang baik, yang dapat mengantarkan adik-adik semua punya prestasi atlet yang baik,” tutupnya.

Turnamen Karate Dandim 0108/Agara Cup se-Kabupaten Aceh Tenggara Tingkat SLTP/Sederajat Tahun 2024 ini menjadi tonggak penting dalam sejarah olahraga karate di Aceh Tenggara.

Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, diharapkan para atlet muda dapat terus mengukir prestasi dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional dan internasional. (ybh/hidayatullah.or.id)