Beranda blog Halaman 176

Upgrading Wilayah Jateng untuk Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Organisasi

0

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Tengah (Jateng) mengggelar kegiatan upgrading yang ditujukan bagi Sekretaris dan Bendahara DPD serta Yayasan Hidayatullah se-Jawa Tengah yang digelar intensif sehari pada Jum’at, 20 Muharam 1446 (26/7/2024).

Acara ini bertempat di Gedung Dakwah Hidayatullah Jawa Tengah, yang beralamat di Jl. Wonodri Raya No. 41, Semarang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh lebih dari 70 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Kegiatan upgrading ini diawali dengan penyampaian materi mengenai kepemimpinan yang dibawakan oleh Ketua DPW Hidayatullah Jateng, Akhmad Ali Subur.

Dalam sesi ini, Akhmad menekankan pentingnya memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, mampu menginspirasi, dan memotivasi tim dalam menjalankan tugas-tugas organisasi. Akhmad juga menyampaikan pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam setiap aspek kepemimpinan.

Akhmad menyampaikan, kegiatan upgrading ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para sekretaris dan bendahara DPD serta Yayasan Hidayatullah se-Jawa Tengah.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan kita mampu menerapkan ilmu yang telah didapat untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam menjalankan tugas-tugas organisasi,” kata Akhmad.

Materi Pelatihan

Sesi berikutnya adalah materi tentang kesekretariatan yang disampaikan oleh Sekretaris DPW, Eviq Erwiandy. Ia menjelaskan berbagai aspek penting dalam administrasi kesekretariatan, termasuk urgensi memiliki sebuah dashboard untuk melakukan monitoring dan evaluasi program-program di daerah.

Untuk mendukung pola monitoring dan evaluasi ini, terang Eviq, DPW telah mengembangkan sebuah aplikasi yang bisa diakses secara online dan real-time.

“Aplikasi ini memungkinkan progress program kerja DPD dapat dipantau setiap saat, menggantikan metode tradisional yang memerlukan waktu beberapa bulan untuk evaluasi,” kata Eviq.

Materi terakhir disampaikan oleh Bendahara DPW, Widodo, yang membahas tentang kebendaharaan. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.

Widodo menekankan pentingnya pencatatan yang rapi serta strategi dalam merencanakan anggaran yang efisien untuk mendukung kegiatan organisasi.

Selain itu, DPW jelas Widodo juga telah menyiapkan aplikasi untuk transaksi keuangan DPD. Aplikasi ini memudahkan proses pencatatan dan pelaporan transaksi keuangan yang dapat dilakukan langsung melalui smartphone.

Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti kegiatan ini dan aktif berpartisipasi dalam sesi praktik aplikasi.*/Fadli Al Mutawakkil

Kursus Muballigh Profesional BMH-KMH Kembangkan Kecakapan Dakwah di Era Digital

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) dan Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dakwah di era digital.

Melalui Kursus Muballigh Profesional yang digelar di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah selama 4 hari dalam 2 pekan rangkaian, kedua lembaga ini menekankan pentingnya kreativitas dalam berdakwah melalui media sosial.

Imam Nawawi, seorang penulis produktif dan narasumber utama dalam kursus ini, menjelaskan bahwa dakwah kreatif adalah kunci untuk menjangkau masyarakat modern.

“Di era digital ini, konten dakwah harus dikemas secara menarik dan relevan agar dapat diterima oleh masyarakat luas,” ujar content creator yang juga bergiat di lembaga pemikiran Progressive Studies and Empowerment Center (Prospect) ini.

Imam juga mendorong para muballigh untuk terus meningkatkan kemampuan membaca, menganalisis data, dan mengatur waktu agar dapat menghasilkan konten dakwah yang berkualitas.

“Dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang mendalam, pesan dakwah akan lebih mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat,” tambahnya di hadapan peserta pelatihan, Ahad, 22 Muharam 1446 (28/7/2024).

Antusiasme peserta kursus terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari bagaimana membangun kecakapan membaca hingga bagaimana membagi waktu agar produktif dalam membaca. Hal ini menunjukkan bahwa para muballigh memiliki semangat yang tinggi untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

Kursus ini menjadi bukti nyata bahwa BMH dan KMH terus berupaya untuk menghasilkan muballigh-muballigh profesional yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Dengan kreativitas dan inovasi, diharapkan dakwah dapat menjangkau lebih banyak orang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.*/Herim

Langkah Demi Langkah Ustadz Marsuki Bangun Pondasi Dakwah di Bambaira

0

PASANGKAYU (Hidayatullah.or.id) — Pada medio 2018, rapat pleno DPD Hidayatullah Pasangkayu memutuskan bahwa Ustadz Marsuki Darusman akan dikirim berdakwah di masyarakat Bambaira dan merintis kegiatan kampus Hidayatullah di desa itu.

Marsuki menyambut amanah itu dengan mantap. Amanah besar ini diemban oleh Ustadz Marsuki dengan penuh semangat, meskipun pada awlanya masih harus bolak-balik Pasangkayu ke Bambaira yang memakan waktu tempuh 1 hingga 2 jam.

Dalam beberapa pekan, terbangunlah pondokan sementara yang layak untuk berteduh, meski saat musim hujan sekalipun.

Berlokasi di tanah wakaf almarhum Bapak Rahmat Kannaturusi, mantan Sekda Pasangkayu, di dusun Sibala, desa Bambaira, Ustadz Marsuki bersama istri tercinta, Muslimah Annisa, ia mulai membuka pembelajaran baca tulis Al-Qur’an.

Kehadiran dakwah Hidayatullah disambut dengan antusias oleh masyarakat setempat, yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

Setahun berlalu, Ustadz Marsuki semakin serius menjalankan tugasnya dan berinteraksi dengan warga sekitar. Santri yang belajar mengaji di sana mulai fokus dalam kepengurusan administrasi yayasan.

Pemerintah setempat pun memberikan apresiasi, terlihat dari bantuan ruang belajar untuk santri yang diberikan oleh pemerintah desa Bambaira serta terbitnya surat keterangan terdaftar di Kemenkumham pada akhir 2019.

Saat ini, asrama Pondok Hidayatullah Bambaira dihuni oleh 20 santri yang mukim, didampingi oleh dua pengasuh, Aan dan Fadil, yang konsisten membina santri dengan penuh dedikasi.

Asrama ini memiliki dua ruang kamar santri dan satu kamar pengasuh, yang dibangun atas donasi dari masyarakat sekitar dan melibatkan santri dalam penggalangan dana.

Kegiatan sehari-hari santri meliputi menghafal Al-Qur’an, tahsin (perbaikan bacaan huruf Al-Qur’an), halaqah, dan kerja bakti. Rutinitas ini menjadi ciri khas pondok pesantren Hidayatullah Bambaira.

Setiap Jumat, sekitar 10 santri disebar ke beberapa masjid sekitar Bambalamotu dan Bambaira untuk berdakwah, sebuah latihan yang telah membuat mereka dipercaya oleh masyarakat setempat.

Dari pantauan Hidayatullahsulbar.com, saat ini sudah berdiri sebuah asrama semi permanen dengan tiga kamar dan sarana MCK, satu gedung serbaguna yang dihuni oleh Ustadz Marsuki di bagian belakangnya, satu rumah pengasuh, dan sebuah masjid.

Saat ini, pondok ini sedang dalam proses pembangunan tempat wudhu dan toilet di bagian depan agar mudah diakses oleh warga umum.

Meskipun masjid ini belum sepenuhnya selesai, namun sudah digunakan untuk berbagai aktivitas santri dan masyarakat umum.

Masjid yang kondisinya belum sepenuhnya jadi itu sudah hampir setahun digunakan beraktifitas santri dan masyarakat umum.

“Ini semua bisa terbangun berkat doa jamaah dan donasi dari masyarakat,” kata Marzuki.

Beberapa walimurid yang berprofesi sebagai guru dan pemerintah desa dan kecamatan setempat menyarankan agar Hidayatullah Bambaira membuka unit usaha pendidikan formal.

Saran itu pun disambut meskipun ketersediaan sumber daya masih sangat terbatas. Keterbatasan tenaga ini sehingga pihaknya pun masih menampung harapan masyarakat tersebut untuk memulai kegiatan formal tersebut.

“Kami saat ini belum memiliki SDI yang cukup untuk buka sekolah,” katanya.

Kendati demikian, pengurus DPD Hidayatullah Pasangkayu sudah meretasnya, dan Insya Allah dalam waktu dekat bisa membuka sekolah di jenjang SMP. “Semoga Allah Ta’ala mudahkan,” tutup ustadz Marsuki.*/Muhammad Bashori

Ketua Umum DPP Hidayatullah Hadiri Tasyakuran Milad MUI ke-49

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust. Dr. H. Nashirul Haq, MA, menghadiri acara Tasyakuran Milad ke-49 Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berlangsung di Ballroom Hotel Borobudur Jakarta, Jum’at malam, 21 Muharram 1446 (26 Juli 2024).

Acara tersebut diadakan di Jl. Lapangan Banteng Selatan No. 1, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Acara dimulai dengan penyerahan hasil Ijtima’ Ulama oleh Ketua Bidang Fatwa MUI, K.H Asrorun Ni’am, kepada Sekda Babel. Kemudian, dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada pengurus MUI dan Sekjen MUI yang telah wafat.

Selanjutnya, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) dengan dua lembaga negara, yaitu Kemenko PMK dan BNN. Selain itu, diluncurkan juga program kerjasama dengan BPKH dan Baznas RI.

Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada semua peserta dan tamu undangan yang hadir. Beliau mengajak seluruh peserta untuk terus berjuang bersama dalam membangun bangsa dan negara.

“Kita ini manusia yang lemah, tetapi jika kita berjuang bersama, bahu-membahu, saya yakin negara Indonesia ini akan makmur, sejahtera, aman, sentosa,” ujar KH Anwar Iskandar.

Ia juga mengingatkan tentang bahaya judi online dan pinjaman online ilegal yang semakin marak. Dia mengingatkan, dengan menggunakan teknik digital, tidak ada orang yang tahu kita main judi online kecuali diri sendiri.

“Berawal dari coba-coba maka akan ketagihan, dan ini akan berdampak pada keluarga, keuangan, pikiran, dan jiwa,” tambahnya.

KH Anwar Iskandar menyerukan kepada semua elemen bangsa, termasuk parpol dan ormas Islam, untuk bersama-sama memerangi ancaman ini.

MUI sebagai Pelayan Umat dan Mitra Pemerintah

Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, yang juga merupakan Ketua Dewan Pertimbangan MUI, turut hadir dan memberikan sambutan. Ia menyatakan kebanggaannya terhadap peran MUI di Indonesia.

“Alhamdulillah, malam ini kita bisa menghadiri acara Milad MUI yang ke-49. Sebagai seseorang yang telah berkiprah di MUI selama berpuluh-puluh tahun, saya merasa bersyukur dan bangga dengan kiprah MUI selama ini di Indonesia,” ujar Wapres.

KH Ma’ruf Amin menekankan visi dan misi MUI sebagai pelayan umat (khadimul ummah) dan mitra pemerintah (shadiqul hukumah).

“MUI seperti kereta api yang memiliki rel yang tidak bisa dibelokkan. Rel ini adalah visi dan misi MUI, yaitu sebagai pelayan umat dan mitra pemerintah. Jika ingin melakukan langkah yang tidak sejalan dengan rel tersebut, maka jangan menggunakan MUI,” tegasnya.

KH Ma’ruf Amin mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menghindari perpecahan. “MUI harus berdiri di atas semua golongan dan tidak boleh teradu domba,” pesannya.

Beliau juga menekankan bahwa ulama tidak dapat berjuang sendirian, sehingga perlu melibatkan semua lembaga terkait untuk mengatasi masalah sosial, seperti bahaya minuman keras dan narkoba yang merusak generasi muda.

SelainKetua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, acara Milad ke-49 MUI ini dihadiri juga oleh berbagai tokoh penting lainnya, termasuk Ketua MPR, DPD, DPR RI, kementerian dan lembaga negara, duta besar negara sahabat, Panglima TNI, Kapolri, serta pengurus pusat dan wilayah MUI.*/Mhd Zuhri Fadhlullah

Simpul Sinergi Ulurkan Tangan untuk Korban Banjir Weda Tengah

0

HALTENG (Hidayatullah.or.id) — Banjir yang melanda Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, meninggalkan duka mendalam bagi warga setempat. Namun, di tengah kesulitan, atas dukungan masyarakat, simpul sinergi tim kemanusiaan BMH (Baitul Maal Hidayatullah) hadir membawa harapan dan bantuan.

Hari ini, tim BMH berhasil menyalurkan bantuan berupa pakaian, popok bayi, dan logistik lainnya kepada warga terdampak banjir di Lelilef. Bantuan ini disambut dengan penuh syukur oleh warga yang sangat membutuhkan uluran tangan di tengah musibah.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ucap salah seorang warga dengan mata berkaca-kaca.

“Semoga Allah membalas kebaikan BMH dan para donatur,” sambung warga lainnya dalam keterangannya diterima media ini, Jum’at, 20 Muharam 1446 (26/7/2024).

Namun, perjuangan tim BMH tidak berhenti di situ. Mereka juga turut membantu evakuasi warga di Desa Lukolamo yang terjebak banjir selama empat hari.

Dengan sigap, tim BMH membantu mengatur jalan yang tergenang air dan mengarahkan kendaraan agar tidak terjebak di lubang yang dalam.

Tak hanya itu, tim BMH juga ikut membersihkan rumah-rumah warga yang rusak atau kotor akibat banjir. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama terlihat jelas dalam setiap langkah mereka.

“Kami akan terus berupaya memberikan bantuan terbaik bagi warga Weda Tengah,” ujar Nur Hadi, Kepala BMH Perwakilan Maluku Utara.

“Semoga Allah memberikan kekuatan dan kemudahan bagi kami dalam menjalankan misi kemanusiaan ini,” tambahnya.

BMH mengajak masyarakat luas untuk turut serta membantu meringankan beban para korban banjir di Weda Tengah. Bantuan berupa alat mandi, kasur, popok bayi, dan makanan siap saji sangat dibutuhkan saat ini.

“Uluran tangan kita mungkin terlihat kecil, tapi bagi mereka yang membutuhkan, itu adalah pelita harapan yang menerangi jalan keluar dari kesulitan, menguatkan persaudaraan dan mengokohkan keimanan kita semua,” tutup Nur Hadi.*/Herim

Fiqh Tamkin wa Nashr dalam Konteks Organisasi Modern: Refleksi dan Implementasi

0

PROF. ALI MUHAMMAD Ash-Shallaby adalah seorang tokoh pergerakan dan ulama Islam ini dilahirkan di Benghazi, Libya pada tahun 1963 Masehi. Benghazi adalah kota kedua terbesar di Libya setelah Tripoli. Sekarang tinggal di Qatar.

Dalam karyanya, “Fiqh Tamkin wa Nashr”, Prof Ali Muhammad Ash-Shallaby menguraikan konsep kemenangan dakwah yang terintegrasi dalam tiga aspek utama: organisasi, manhaj, dan pelaku.

Ketiga aspek ini dalam perspektif Ash-Shallaby dapat membentuk landasan yang kokoh untuk mencapai tujuan dakwah secara efektif dan berkelanjutan.

Dalam konteks organisasi modern, terutama organisasi Islam, gagasan ini menjadi relevan untuk membangun entitas yang tidak hanya unggul dalam visi dan misinya tetapi juga adaptif terhadap tantangan zaman.

Pertama, Aspek Organisasi: Pengokohan Struktur dan Sistem

Aspek pertama yang ditekankan oleh Ash-Shallaby adalah pentingnya pengokohan organisasi. Dalam konteks modern, ini berarti membangun struktur organisasi yang kuat, fleksibel, dan responsif terhadap perubahan. Organisasi harus memiliki visi dan misi yang jelas, serta strategi yang dirumuskan dengan baik untuk mencapainya.Dalam saat yang bersamaan membangun kepemimpinan yang visioner juga menjadi kunci

Pengokohan organisasi juga mencakup penguatan sistem manajemen modern yang transparan dan akuntabel. Transparansi dalam pengambilan keputusan, pengelolaan keuangan, dan pelaksanaan program adalah kunci untuk membangun kepercayaan di antara anggota dan publik. Selain itu, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional organisasi, menjadikannya lebih relevan di era digital.

Kedua, Aspek Manhaj: Inovasi dan Eksplorasi dalam Pengembangan

Manhaj, atau metodologi, merupakan kerangka kerja yang mengarahkan organisasi dalam menjalankan dakwahnya. Ash-Shallaby menekankan pentingnya inovasi dan eksplorasi dalam pengembangan manhaj. Dalam konteks modern, hal ini berarti organisasi harus terus-menerus menyesuaikan pendekatan dan strategi dakwahnya sesuai dengan perubahan sosial, budaya, dan teknologi.

Organisasi Islam harus terbuka terhadap gagasan baru dan siap untuk mengadopsi metode yang lebih efektif dalam menyampaikan pesan dakwah. Ini bisa termasuk penggunaan media sosial, aplikasi digital, dan platform online untuk mencapai audiens yang lebih luas dan lebih beragam. Selain itu, manhaj juga harus mencerminkan nilai-nilai universal Islam yang relevan dengan isu-isu kontemporer seperti keadilan sosial, lingkungan, dan hak asasi manusia.

Ketua, Aspek Pelaku: Pemahaman dan Pengembangan Individu

Pelaku atau individu-individu dalam organisasi memegang peran kunci dalam keberhasilan dakwah. Ash-Shallaby menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam dan komitmen dari setiap anggota. Dalam konteks organisasi modern, pengembangan individu mencakup pembinaan spiritual (ruhiyah dan ubudiyah), intelektual, dan profesional.

Dengan demikian Organisasi dituntut untuk menyediakan program pendidikan dan pelatihan yang komprehensif untuk meningkatkan kapasitas anggotanya. Ini termasuk pemahaman teologis  (tauhid) yang kuat, keterampilan kepemimpinan, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Selain itu, nilai-nilai seperti integritas, tanggung jawab, dan kerja sama harus ditekankan untuk menciptakan budaya organisasi yang positif dan produktif.

Menuju Organisasi Islam yang Relevan, Unggul, dan Berkelanjutan

Dengan menilik dari ketiga aspek yang diuraikan di atas, dapat disimpulkan bahwa untuk menghadapi tantangan zaman dan menjadi organisasi yang relevan, unggul, dan berkelanjutan, maka organisasi Islam setidaknya dapat menerapkan berbagai hal berikut :

Pertama, Mengokohkan Struktur dan Sistem: Membangun struktur organisasi yang kuat dan fleksibel, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam semua aspek manajemen. Sehingga pada saat bersamaan, dapat membangun kepemimpinan yang efektif, relevan dan visioner.

Ketua, Mengembangkan Manhaj yang Dinamis: Manhaj bukan barang mati dan kaku, namun dia terbuka terhadap inovasi dan eksplorasi dalam pengembangan manhaj, sehingga dapat dirumuskan mana yang dhawabith dan mana yang muthaghoyyirat. Sehingga dapat menyesuaikan pendekatan dakwah dengan konteks sosial, budaya, ekonomi dan teknologi kontemporer.

Ketiga, Membangun Kapasitas Individu: Fokus pada pengembangan kapasitas spiritual (ruhiyah dan ubudiyah), intelektual, dan profesional anggota, serta menanamkan nilai-nilai yang mendukung etos kerja yang positif dan produktif. Sumber Daya Insani yang dibangun adalah mereka yang telah tersibghah oleh manhaj dan jatidiri organisasi.

Dengan mengintegrasikan ketiga aspek ini, organisasi Islam dapat membangun entitas yang tidak hanya kuat secara internal tetapi juga mampu berkontribusi positif dalam masyarakat. Ini akan membantu organisasi untuk tetap relevan dalam menghadapi perubahan zaman dan memastikan keberlanjutan misi mulia dalam dakwahnya.[]

*) ASIH SUBAGYO, penulis peneliti senior Hidayatullah Institute (HI)

Jumat Berkah di Kota Kupang dengan Nasi Hangat dan Es Teh Segar

0

KUPANG (Hidayatullah.or.id) — Aroma nasi hangat dan kesegaran es teh memenuhi udara Jum’at siang di Kota Kupang, 20 Muharam 1446 (26/7/2024).

Bukan tanpa alasan, hari ini Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) dan Es Teh Indonesia berbagi kebahagiaan dengan menggelar program Jumat Berkah untuk para santri dan anak-anak panti asuhan.

Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte, Panti Asuhan Aisyiah, dan Panti Asuhan At-Tin Namosain menjadi saksi bisu senyum merekah dari 200 penerima manfaat yang menerima paket nasi bungkus dan es teh.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bahagia. Semoga kebaikan BMH dan Es Teh Indonesia diterima Allah dan menjadi berkah bagi semua,” ungkap Usman, pengurus Panti Aisyiah Putra, dengan haru.

Khairuddin, Kepala BMH Perwakilan NTT, menjelaskan bahwa program ini terlaksana berkat dukungan umat yang tak pernah putus.

“Setiap Jumat, salah satunya kita wujudkan dalam bentuk program Jumat Berkah. Tentu masih banyak kebaikan yang perlu kita lakukan untuk sesama,” ujarnya dengan semangat.

Jumat Berkah ini bukan hanya tentang makanan dan minuman, tetapi juga tentang berbagi kasih sayang dan kepedulian.

“Jumat berkah, sangat indah jika kita berbagi nikmat. Sedekah makanan dan minuman, walau sederhana, adalah tanda syukur dan bukti cinta pada sesama yang mengundang rahmat dan barokah dari Allah Ta’ala,” tutup Khairuddin.*/Herim

Distribusi 1 Ton Beras Mengukir Senyum di Wajah Santri Penghafal Al -Qur’an

0

YOGYAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Semangat berbagi di bulan Muharram terasa hangat di Pesantren Cahaya Alquran. Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Yogyakarta menyalurkan 1 ton beras kepada para santri penghafal Al-Quran di sana, baru-baru ini.

Beras ini merupakan wujud kepedulian dari para donatur BMH yang menitipkan zakat, infaq, dan sedekah mereka.

“Alhamdulillah, terima kasih saya sampaikan kepada para donatur dan juga BMH yang telah membantu pesantren kami,” ujar Wildan Hadi Syukron, ketua pesantren, dengan mata berkaca-kaca.

“Semoga Allah membalas kebaikan mereka dengan berlipat ganda,” imbuhnya, seperti dalam keterangan diterima media ini, Jum’at, 20 Muharam 1446 (26/7/2024).

Syai’in Kodir, Kadiv Program dan Pemberdayaan Laznas BMH Yogyakarta, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari Program Muharram Bangkit Mulailah Menjadi Cahaya.

“Program ini fokus membantu masyarakat yang membutuhkan, salah satunya para santri yatim dan dhuafa yang sedang mendalami ilmu agama,” ungkapnya.

BMH Yogyakarta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus berbagi kebahagiaan dengan sesama.

“Memberi beras untuk santri bukan hanya mengisi perut, tapi juga menumbuhkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berakhlak mulia. Beras untuk santri, investasi untuk masa depan negeri,” tutup Syai’in.*/Herim

Pipanisasi Mengalirkan Harapan Hadirnya Air Bersih di Kepulauan Aru

0

ARU (Hidayatullah.or.id) — Kabar gembira datang dari pedalaman Dobo, Kepulauan Aru. Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Perwakilan Maluku telah berhasil membangun jaringan pipanisasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Pondok Pesantren Hidayatullah Ibadurrahman.

Sebelumnya, para santri dan warga sekitar pondok pesantren harus berjuang keras untuk mendapatkan air bersih.

Sumur bor yang ada terletak cukup jauh dan medan yang berbukit membuat akses air menjadi sulit. Namun, berkat pipanisasi yang dibangun oleh BMH, kini air bersih dapat mengalir lancar ke pondok pesantren.

Zulkarnain, Kadiv Prodaya BMH Maluku, menjelaskan bahwa pipanisasi ini merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah air bersih di pondok pesantren.

Sumur bor yang ada cukup jauh dan medan yang berbukit menyulitkan santri mendapatkan air.

“Alhamdulillah, pipanisasi ini melengkapi sumur bor agar air mengalir maksimal dan mengakhiri pengalaman sulit mendapatkan air bersih,” ujarnya Zulkarnain dalam keterangannya diterima media ini, Jum’at, 20 Muharam 1446 (26/7/2024).

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Ibadurrahman, Ustadz Hasan Ratja, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BMH.

“BMH menjawab kebutuhan kami, semoga menjadi pahala jariyah bagi para donatur,” ujarnya.

Dengan adanya pipanisasi ini, diharapkan para santri dan warga sekitar dapat lebih fokus dalam menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa perlu khawatir lagi tentang ketersediaan air bersih.

“Karena kita tahu bahwa memberikan akses air bersih kepada sesama bukan hanya sekadar kebaikan, tetapi juga investasi dalam kesehatan, pendidikan, dan masa depan yang lebih cerah,” tutup Zulkarnain.*/Herim

Muharram Menggerakkan Berdayakan Yatim dengan Bibit Domba

0

KEBUMEN (Hidayatullah.or.id) — Bulan Muharram, bulan yang penuh berkah, menjadi momen istimewa bagi Baitul Maal Hidayatullah (BMH) untuk menguatkan ekonomi anak-anak yatim di Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Melalui program “Yatim Berdaya”, BMH memberikan sepasang bibit domba untuk diternak oleh lima anak yatim terpilih, Rabu, 18 Muharam 1446 (24/7/2024).

“Kami berharap, dengan beternak domba, anak-anak yatim ini dapat memiliki penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka,” ungkap Ismoyo, Koordinator BMH Perwakilan Jawa Tengah, Gerai Kebumen.

Program ini disambut baik oleh Kepala Desa Wadasmalang, Bapak Darimun.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada BMH atas kepeduliannya terhadap warga kami,” ujarnya.

“Semoga BMH semakin maju dan terus memberikan manfaat bagi umat,” sambungnya.

Salah satu penerima manfaat, Jonan Hasani (12), mengungkapkan rasa syukurnya.

“Terima kasih kakak-kakak dari BMH. Saya akan merawat domba ini dengan sebaik-baiknya agar bisa berkembang biak dengan cepat,” katanya dengan penuh semangat.

Selain program ternak domba, BMH juga memberikan santunan kepada 30 anak yatim di desa tersebut.

“Kami ingin memberikan kebahagiaan dan dukungan kepada mereka di bulan Muharram yang penuh berkah ini,” tambah Ismoyo.

Program “Yatim Berdaya” ini telah berjalan selama dua tahun dan terbukti berhasil meningkatkan kesejahteraan anak-anak yatim di Kebumen. Tahun ini, BMH berharap dapat terus mengembangkan program ini dan memberikan manfaat bagi lebih banyak anak yatim.

“Semoga program ini dapat menginspirasi banyak pihak untuk turut serta dalam pemberdayaan anak yatim. Dengan bersama-sama, kita bisa mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi mereka. Sebab kasih sayang terbaik bagi anak yatim bukan hanya memberi, tapi juga memberdayakan mereka untuk meraih kemandirian dan menggapai mimpi,” tutup Ismoyo dengan penuh optimisme.*/Herim