Beranda blog Halaman 362

Sambut Ramadhan Pemuda Hidayatullah Papua Barat Tebar Mushaf Al-Quran

SORONG (Hidayatullah.or.id) — Mengusung Program Tebar 5.000 Al-Qur’an, Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Hidayatullah Papua Barat, dari yang kesekian kalinya mendistribusikan Mushaf Al-Qur’an ke Seluruh Pelosok/Pedalaman (Bumi Kasuari) Papua Barat, pada awal bulan Maret 2022.

Baru-baru ini, PW Pemuda Hidayatullah Papua Barat bekerjasama dengan salah satu komunitas yang ada di Jakarta untuk melakukan pendistribusian Mushaf Al-Qur’an kepada Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) yang ada di Pedalaman Papua Barat, tepatnya di Desa Migori, Distrik Kokoda, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat.

Salah seorang guru ngaji di TPQ Jabal Qubais Kampung Migori, Distrik Kokoda, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat, Ust. Ali Bambang, mengutarakan syukur Alhamdulilah serta mengaku sangat antusias dan berterimakasih kepada seluruh Pengurus Wilayah Pemuda Hidayatullah Papua Barat.

“Khususnya kepada seluruh jamaah dan donatur di Jakarta yang telah mau mengambil peran dalam pengadaan mushaf Al-Qur’an kepada anak-anak didik kami, khususnya yang berada di TPQ Jabal Qubais. Semoga diberikan ganjaran kebaikan dan pahala yang lebih dari Allah SWT, Aamiin,” kata Ali Bambang.

Ketua PW Pemuda Hidayatullah Papua Barat, Fadhlurrahman, mengatakan pihaknya melakukan pendistribusian Mushaf Al-Qur’an ini merupakan yang kesekian kalinya dilakukan.

“Program ini sesuai dengan program kerja kita di tahun 2022 dan juga kami lakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan,” kata Fadhlurrahman.

Fadhlurrahman pun mengaku amat terharu dengan sambutan masyarakat terhadap kegiatan tebar mushaf Al Quran ini. Seperti yang ditunjukkan masyarakat Kokoda ini, dimana anak-anak remaja muslim di sini setiap malam selama bulan suci Ramadhan menyelesaikan 2 juz selepas shalat tarawih.

“Jadi target yang dicapai adalah dua kali khatam Al-Qur’an selama bulan suci Ramadhan,” tutup Fadhlurrahman.*/Jamaludin Tafalas

Keseruan Outing Class TK Yaa Bunayya Hidayatullah Baubau

0

BAUBAU (Hidayatullah.or.id) — Anak anak murid TK Yaa Bunayya Hidayatullah Baubau melakukan kegiatan outing class dengan mengunjungi Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) di bilangan Jl. Ahmad Yani No.21, Tomba, Wolio, Kota Baubau Kota Baubau, Selasa pagi, 19 Sya’ban 1443 H (22/03/2022).

Kunjungan tersebut, menurut keterangan Kepala Sekolah TK Yaa Bunyya Hidayatullah Baubau Ustadzah Saryaty Lajaly, S.Pd.I. sebagai bagian dari kegiatan puncak tema api, air, dan udara.

“Kegiatan ini bertujuan guna mengedukasi terkait profesi pemadam kebakaran dan memberikan pengetahuan proses kerja pemadaman api kepada siswa kami,” terangnya.

Dalam kegiatan apapun, menurutnya, sekolah di bawah naungan Jaringan Pendidikan Integral Berbasis Tauhid ini selalu memasukkan nilai-nilai tauhid sebagai bagian utama dari kurikulum pembelajarannya.

“Iqra’ bismirabbik sebagai pola pembacaan penciptaan alam ditanamkan kuat ke dalam hati anak-anak didik ini. Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya diajarkan berdoa ketika memulai dan mengakhiri suatu kegiatan. Lebih dalam siswa diajarkan mengenal Tuhannya, Allah SWT melalui semua proses pembelajaran yang berlangsung, baik di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah,” jelas Saryaty perihal kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan ini Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Baubau melakukan sosialisasi terkait bahaya kebakaran dan pencegahan dini kepada anak-anak usia dini baik di sekolah, rumah maupun di lingkungan tempat tinggalnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Baubau melalui Kabid Damkar La Ode Nur Alam Ndoaka merasa sangat senang saat menerima kunjungan anak-anak sholeh sholehah tersebut.

Dalam sambutannya, Nur Alam mengatakan tentang pentingnya kewaspadaan sejak dini terhadap kebakaran dan pengenalan terhadap antisipasi dan penanganan saat terjadi kebakaran.

“Pada usia belia inilah yang harus terus kita kenalkan kepada anak-anak tentang perlunya kewaspadaan setiap saat, serta bagaimana cara menghadapi saat terjadinya insiden kebakaran, terutama di lingkungan rumah tangga dan sekolah dalam lingkungan yang lebih kecil,” kata Nur Alam.

Kunjungan tersebut diikuti oleh sedikitnya 40-an siswa dan pendampingan orang tua masing-masing siswa yang dipandu oleh tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau mengenai pencegahan dan pemadaman saat terjadinya kebakaran.

Selain itu, juga dijelaskan struktur organisasi DPKP Kota Baubau dari tingkat atas hingga bawah serta pengenalan fungsi peralatan yang digunakan para petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api.

Para siswa sangat antusias dalam kegiatan pembelajaran luar kelas ini. Mereka sangat aktif bertanya dan menjawab pertanyaan seputar tema air, api, dan udara yang diberikan oleh tim pemadam tersebut.

“Alhamdulillah…, asyik dan seru sekali jalan-jalan sambil belajar hari ini. Ustadzah… lain kali kalau outing class lagi, saya pasti ikut. InsyaAllah,” ujar Yasmine Qudsiyya Anawai penuh semangat.

Dalam pada itu, Damkar dan Penyelamatan Baubau juga melakukan edukasi kepada para orangtua siswa yang turut serta mendampingi anak sholeh sholehahnya, berkaitan dengan pencegahan ledakan tabung gas saat beraktifitas di dapur dengan simulasi mematikan tabung gas yang sedang berkobar.

Wa Ode Lilianti, salah seorang orang tua siswa yang melakukan simulasi mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat bersejarah dari kegiatan outing class sebelumnya dan berharap agar kegiatan seperti ini diadakan lagi.

Rasa senang dan bahagia para siswa bertambah dengan kegiatan menarik yang telah disiapkan oleh tim pemadam, seperti; bermain flying fox, simulasi pemadaman dengan menyemprotkan air dari selang mobil damkar, dan dianjak berkeliling konvoi dengan 3 (tiga) mobil damkar sekaligus mengintari jalan hingga sampai di lingkungan sekolah TK Yaa Bunayya Hidayatullah Baubau yang menandai berakhirnya kunjungan edukasi tersebut. */Noer Akbar

Janganlah Menyederhanakan Muhasabah

HIDUP itu dinamis dan fluktuatif. Mengalami pasang surut. Suka dan duka datang silih berganti. Hidup adalah fase waktu yang penuh warna dan ragam ujian. Banyak orang yang tangguh dan kokoh pada waktu tertentu, tapi tumbang dan jatuh pada waktu lain.

Tidak sedikit orang yang tampil sebagai pribadi yang komitmen dan kuat berpegang pada nilai-nilai agama (multazim bil-haq), tapi kemudian tersungkur dan terpuruk pada jurang kesalahan yang begitu dalam. Karena itu, hidup ini adalah rentang ujian yang harus dilewati dengan baik.

Salah satu cara efektif agar kita selalu kuat dan stabil dalam kebenaran dan tidak terseret pada kesalahan adalah dengan cara muhasabah (intropeksi diri) – menghitung diri -.

Artinya, kita menghitung, menakar, memerinci, apa kemaksiatan yang kita lakukan kepada Allah. Berdialog kepada diri sendiri, sejauh mana penyimpangan yang dilakukan dari kebenaran.

Dalam Alquran disebutkan: “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa adalah jika mereka diganggu oleh sekelompok setan, mereka segera ingat dan mereka mengetahui (keberadaan setan)” (QS. al-A’raf (7) : 201).

Tentu, sikap lebih awal menyadari kesalahan, akan berdampak pada perbaikan. Jangan seperti Firaun yang mau kembali kepada Allah ketika akan tenggelam. Ia termasuk terlambat sadar. Padahal sadar sesuatu yang paling berharga dalam kehidupan.

Lebih awal sadar salah satu indikator kecerdasan, seperti yang disabdakan Rasulullah SAW sebagai sikap yang menunjukkan tingkat kecerdasan seseorang.

الكَيّسُ مَن دان نَفْسَهُ وعمِل لِما بَعْدَ الْمَوتِ والعاجِز من اتبع نفسه هواها و تمنَّى على الله

Rasul mengatakan, “Orang yang cerdas-berakal ialah orang yang memperhitungkan keadaan dirinya dan suka beramal untuk mencari bekal sesudah matinya, sedangkan orang yang lemah ialah orang yang dirinya selalu mengikuti hawa nafsunya dan mengharap-harapkan kemurahan dari Allah tanpa beramal saleh” (HR at-Turmudzi).

Dalam hadis ini Rasulullah SAW memakai istilah “daana nafsahu” yang menurut at-Turmudzi, maknanya adalah menghisab diri sebelum dihisab pada hari kiamat.

Banyak suasana yang mungkin meninggalkan noda serta debu dalam hati kita. Sebagaimana sebuah perjalanan yang pasti menyisakan kotoran pada pakaian dan tubuh.

Berbagai kondisi yang kita lewati dalam hidup ini tentu meninggalkan debu. Debu itu berupa noda atau kotoran dosa dan kemaksiatan yang harus selalu kita bersihkan dari hati.

Hati harus tetap terpelihara, bersih, sehingga hati bisa tetap mampu menjadi cermin dan menyuarakan keimanan. Hati yang menyuarakan keimanan berarti mampu menilai yang baik adalah baik, sebaliknya yang buruk adalah buruk.

Meremehkan muhasabah, menurut Ibnul Qayyim rahimahullah, adalah salah satu ciri orang-orang yang lalai.

Perhatikanlah kata-katanya:

“Yang paling berbahaya bagi seorang mukalaf adalah menyepelekan dan meninggalkan muhasabah, berulang-ulang melakukan kekeliruan, menggampangkan urusan dan perjalanannya. Hal ini akan menggiringnya menuju kehancuran. Dan seperti itulah kondisi orang-orang yang terpedaya. Ia menutup matanya dari akibat yang akan ditanggungnya. Ia melanjutkan terus perilakunya yang salah.

Bersandar dan mengandalkan ampunan. Lalu ia menganggap remeh muhasabah terhadap jiwanya dan tidak mau melihat akibat yang akan diterimanya. Jika seseorang melakukan hal ini, akan mudahlah ia terjerembap dalam dosa, bahkan ia akan merasa intim dengan dosa dan sulit untuk memutuskan diri dari dosa” (Ighatsatu Al Lahafan, 1/98).

Mari lihat kembali lembar-lembar usia yang telah terlewat dan bertanya, apa yang sudah kita tinggalkan di sana? Kita tahu, ada kehidupan lain setelah di dunia ini.

Agar Surplus Beramal Dalam Merespon Berita Al Quran

Berita hoax di era digital ini demikian menggurita, sehingga berita besar yang dibawa oleh Al Quran lewat begitu saja dalam memori kita. Ramadhan, berita dari Al Quran, realitasnya kurang direspon oleh kita. Ditandai dengan persiapan yang jauh kurang memadai baik secara hissiyyan (pisik) dan maknawiyyan (ruhani).

Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat Al Waqi’ah :

Al Quran ini adalah bacaan yang mulia. Yang tersimpan rapi di Lauhil Mahfuzh. Yang tidak dapat ďisentuh kecuali oleh malaikat, makhluk yang disucikan dari dosa. Al Quran diturunkan dari Tuhan yang menguasai seluruh alam. Wahai manusia, apakah kalian tetap ingkar terhadap berita (kalam Tuhan) ini. Wahai manusia, rezeki yang telah Kami berikan kepada kalian telah kalian gunakan untuk berbuat kekafiran (QS. Al Waqiah ( 56) : 77-82). Al Quran Tarjamah Tafsiriyah hal. : 692)

Memang, pelajaran Al Quran ini hanya bisa diserap dan direspon oleh di dalam dadanya diberi ilmu oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Tidak sembarang person. Kemuliaan firman-Nya hanya bisa dijadikan pegangan oleh hatinya yang mulia dan memuliakan

Al Quran itu adalah ayat-ayat Tuhan yang bukti-buktinya telah jelas. Al Quran itu telah dihafal di hati orang-orang yang diberi ilmu. Hanya orang yang berbuat zhalim saja yang mengingkari Al Quran Kami (29 : 49).

Dalam merespon informasi Al Quran, setidaknya ada tiga golongan, kita perlu berdialog dengan diri sendiri. Kita termasuk golongan yang mana ?. Selama ini telunjuk kita diarahkan orang lain, dan seringkali lupa mengarahkan telunjuk kita kepada kita sendiri. Inilah problem krusial kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

طوبى لمن شغل عيوبه عن عيوب الناس

“Berbahagialah orang yang sibuk menghitung aibnya dari cacat orang lain”

Berikut tiga golongan yang berinteraksi dengan Al Quran :

Kemudian Kami wariskan Al Quran kepada umat Muhammad hamba-hamba pilihan Kami. Sebagian umat Muhammad ada yang menzhalimi dirinya sendiri (dosanya lebih banyak daripada amal shalihnya). Dan diantara mereka ada yang muqtashid ( amal shalihnya sepadan dengan dosanya). Sebagian lain lagi sabiqun bil khoirat (amal shalihnya sangat banyak). Orang yang amal shalihnya yang banyak itulah yang akan memperoleh karunia yang amat besar dari Allah (QS. Fathir (35) : 32).

Sudah saat kita jujur untuk meng-hisab diri sendiri, agar perhitungan di Mahkamah Ilahi kelah lebih mudah dan lebih sederhana. Dalam menyongsong berita Al Quran, Ramadhan Mubarak, kita termasuk golongan yang zhalim linafsihi, muqtashid, apa termasuk kelompok sabiqun fil khoirat (orang yang surplus amal shalihnya dan minus kesalahannya???

Pujangga Arab, Al Mutanabbi mengatakan: Orang yang baik bukanlah orang yang tidak pernah tergelincir, tetapi orang yang minus dosanya (sisi gelap dirinya bisa dihitung).

Dalam terma Islam tawadhu adalah orang yang kaya berpenampilan miskin, alim berpenampilan bodoh. Jika miskin berpenampilan apa adanya, itu bukan tawadhu tetapi tahu diri.

Intinya, katakanlah hendaklah mereka gembira dengan turunnya Al Quran dan syariat-Nya yang diturunkan kepada mereka. Al Quran dan syariat-Nya – misalnya Ramadhan – lebih baik bagi kalian daripada seluruh harta yang mereka kumpulkan di dunia (QS. Yunus (10) : 58).

Jika kita belum mampu tawadhu, minimal kita bisa tahu diri. Semoga Allah SWT menjauhkan diri kita dari sikap tidak tahu diri. Miskin berpenampilan kaya, bodoh berpenampilan sok alim, sok pintar.

Rezeki yang demikian banyak dari Allah, jangan sampai kita gunakan untuk mengingkari-Nya. Ramadhan yang akan menghampiri kita, jangan sampai kita menjadi orang yang pura-pura tidak tahu. Wal ‘yadzu billah.

Ust. Sholih Hasyim

Rakornas II Ekonomi Hidayatullah Komitmen Bangun Kemandirian Umat

0

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) II Bidang Perekonomian Hidayatullah Tahun 2022 yang digelar selama 2 hari di Surabaya, Jawa Timur, 16-17 Sya’ban 1443 (19-20/3/2022), meneguhkan komitmen membangun kemandirian ekonomi umat dan organisasi menuju terwujudnya peradaban Islam.

Dalam sambutannya membuka acara, Anggota Dewan Pertimbangan Hidayatullah, KH Abdul Rahman menekankan hal tersebut seraya mendorong hendaknya kader dan organisasi memiliki kesungguhan dalam membangun perekonomian. Ia memberikan pengarahan nilai strategis perekonomian di Hidayatullah.

Sementara, Ketua Bidang Perekonomian DPP Hidayatullah Drs. Wahyu Rahman menyoroti kondisi eksternal ekonomi nasional dan global saat ini yang hampir semua terdampak resesi. Hal ini kata dia disebabkan adanya pandemi covid-19 dalam 2 tahun terakhir ini.

“Hal itu pulalah yang berdampak pada perekonomiaan jamaah dan Hidayatullah sampai saat ini yang berakibat turunnya penerimaan organisasi hingga 30 persen,” katanya dalam keterangannya kepada media ini.

Adapun usaha extencing milik Hidayatullah yang ada saat ini, jelas Rahman, tetap menjadi perhatian serius untuk dioptimalakan dalam rangka peningkatan daya dukung terhadap organisasi.

Begitu juga kegiatan pada sektor jasa keuangan tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan untuk memberi support modal bagi usaha ekonomi jamaah dan organisasi dalam rangka kemandirian organisasi dan kesejahteraan jamaah.

“Atas berbagai situasi dan kondisi itulah Bidang Perekonomian Hidayatullah mesti merumuskan konsep pengembangan dan berbagai pola program pemberdayaan yang dikembangkannya dalam rangka menjawab tantangan dan kebutuhan zamannya,” katanya.

Karenanya, bidang perekonomian sebagai organisasi penggerak ekonomi umat, jamaah dan organisasi mengagendakan hajat silaturrahim nasional dalam bentuk Rapat Kordinasi Nasional ini dengan tagline “Membangun Kemandirian Ekonomi Jamaah dan Organisasi menuju Terwujudnya Peradaban Islam”.

“Rakornas ini ajang konsolidasi mencari terobosan baru yang efektif dalam upaya mewujudkan visi dan misi. Juga untuk menyepakati rekomendasi, implementasi arah dan sinergi pengembangan dan implementasi program dan terbentuknya jaringan distribusi bisnis disetiap wilayah,” ungkapnya.

Rangkaian acara Rakornas diperkaya dengan berbagai seminar nasional, diantaranya adalah seminar bertajuk membangun kemandirian ekonomi ummat dan organiasi menuju tegaknya peradaban islam debngan pemateri Drs. KH. Hamim Tohari (Ketua Dewan Pertimbangan Hidayatullah), Agung Wicaksono (Owner dan CEO PT Wahana Sejahtera Food) dan Fahmi Rosyadi (Owner dan CEO PT Natural Nusantara/NASA).

Pembicara menyemangati para ekonom Hidayatullah untuk membangun ekonomi kader dan lembaga secara simultan karena potensi di Hidayatullah sangat besar sekali. Misal, dengan optimalisasi ratusan hektar asset milik Hidayatullah yang tidak produktif.

Rakornas ini juga diisi dengan bererapa kunjungan ke badan usaha milik organisasi (BUMO) seperti Lentera Jaya Abadi (perusahan penerbitan majalah Hidayatullah), LJM (perusahaan percetakan), Sakinah (Perusahaan retail modern) dan Lembaga Keuangan Syariah BTH.

Dalam rakornas, peserta diminta untuk eksplorasi potensi ekonomi di wilayah masing-masing. Misalnya, Bengkulu dengan potensi kebun sawitnya, Riau dengan tambak udangnya, Jawa Barat dengan konveksinya, Makassar dengan agro industri dan rumah pemotongan ayam (RPA), serta Kendari dengan peternakannya dan lain-lan.

“Sehingga disetiap wilayah akan muncul kegiatan usaha sesuai dengan kondisi dan potensi daerah masing masing,” kata Ketua Panitia Rakornas II Bidang Perekonomian Hidayatullah Tahun 2022, Zainal Mustafa.

Diakhir acara, peserta menyepakati beberapa point penting, diantaranya mendorong hadirnya produk-produk milik Hidayatullah dan melakukan distribusi melalui jaringan perusahaan distribusi Hidayatullah, melakukan pengembangan jaringan Sakinah Mart diberbagai daerah, sukseskan gerakan satu kader satu majalah, mendirikan cabang BTH di setiap wilayah dan melakukan optimalisasi aset.

Hadir dalam kesempatan tersebut pengurus DPP Hidayatullah bidang ekonomi lainnya yaitu Ketua Departemen Ekonomi Kelembagaan/BUMO Miftahurrahman,Ketua Departemen Keuangan Saiful Anwar, SE, M.E, Ketua Departemen Ekonomi Keumatan Ruhyadi, Ketua Asosiasi Pengusaha Hidayatullah Muhammad Faisal Thamrin.

Hadir pula sebagai peserta Ketua Departemen Ekonomi Kampus Induk dan Utama (KIKU), Ketua Departemen Ekonomi DPW, Direktur BUMO, Pengurus Aphida Pusat, Pengurus KSPPS BTH Pusat, Pengurus KPN Sakinah Mulya Mandiri, Ketua Departemen Ekonomi Mushida Pusat, Direktur BMH Pusat, dan Departemen ekonomi dan pelaku Usaha Hidayatullah se-Jatim. (ybh/hio)

Ketum DPP Hidayatullah Hadiri Peresmian Gedung Sekolah Tahfidz Babel

PANGKAL PINANG (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr H Nashirul Haq, MA, menghadiri undangan peresmian Gedung Tahfidz Al Quran Yayasan Al Fath Eling Jumaliah, Hidayatullah Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), Ahad, 17 Sya’ban 1443 (20/3/2022).

Mengawali sambutannya, Nashirul Haq menukil hadits Nabi tentang orang orang yang lebih mencintai harta kekayaannya daripada Allah yaitu orang-orang yang menumpuk harta kekayaannya sehingga berat untuk diinfaqkan di jalan Allah.

Padahal -lanjut Nashirul- setiap sedekah di jalan Allah akan diganjar minimal 700 kali lipat. Nashirul lalu mengurai sumber-sumber kebaikan dari wakaf gedung sekolah tahfidz ini, diantaranya kegiatan santri yang tiada berhenti setiap hari, lantunan ayat suci Al Qur’an yang dibaca oleh para santri dan selainnya.

“Saat ini, Hidayatullah telah hadir disemua provinsi se-Indonesia dengan ratusan pondok pesantren. Kehadiran Hidayatullah adalah untuk menyebarkan Al Qur’an. Makanya, setiap orang Hidayatullah adalah guru ngaji. Dan, profesi guru ngaji tidak boleh disepelekan karena ini adalah profesi Nabi Muhammad berdasarkan firman Allah dalam surah Al Jumu’ah ayat dua,” terangnya.

“Bagi orang yang dekat dengan al Qur’an akan mendapatkan kemuliaan dan bagi orang yang berpaling dari al Qur’an akan mendapatkan kehinaan,” tegas Nashirul menukil ucapan Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam.

Dalam kesempatan tersebut Nashirul juga mengurai jatidiri Hidayatullah. Ia menegaskan bahwa Hidayatullah hadir dengan prinsip al wasathiyyah, tidak ekslusif. “Hidayatullah terbuka dan siap bekerja sama dengan semua pihak dalam menyebarkan nilai-nilai Al Qur’an,” katanya.

Demikian pula dengan mainstream gerakan Hidayatullah di bidang dakwah pendidikan yang mengarusutamakan untuk melahirkan pemimpin dan ulama yang Qur’ani.

“Konsep pendidikan Hidayatullah diorientasikan untuk melahirkan pemimpin-pemimpin yang tangguh. Tidak hanya berkarakter ulama, tapi juga siap turun ke lapangan untuk kerja-kerja teknis,” katanya.

Diakhir sambutannya, Nashirul mewakili organisasi Hidayatullah menghaturkan ucapan terima kasih kepada pihak yang mewakafkan gedung Tahfizh Al Qur’an ini dan mendoakan untuk menjadi kebaikan bagi kedua orang tua dan keluarga besar wakif gedung.

Mewakili keluarga besar yang mewakafkan gedung ini, Dr. Edwin Saputra menyampaikan harapan agar gedung tahfidz ini dapat dipergunakan sebaik mungkin dan memberi manfaat yang besar kepada umat Islam khususnya di kota Pangkalpinang.

Sebagai putra tertua, Edwin juga menyatakan komitmen keluarga besarnya untuk mengawal pondok tahfidz ini dalam membangun gedung lainnya yang dibutuhkan.

Dalam acara ini juga dirangkai dengan penyerahan bantuan mobil ambulans kepada Pondok Pesantren Hidayatullah Bangka Tengah
yang diterima secara simbolis oleh Ust. Irwan Sambasong, Lc, selalu ketua DPW Hidayatullah Bangka Belitung.*/Naspi Arsyad

LBH Hidayatullah Bekali Ilmu Hukum untuk Guru dan Dai se-Kalteng

PALANGKARAYA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalteng bersinergi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah menggelar kegiatan training hukum yang diikuti para guru dan dai se-Kalimantan Tengah yang digelar selama 2 hari di Kampus Madya Pondok Pesantren Hidayatullah, Jl. Danau Rangas, Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) dimulai Sabtu, 16 Sya’ban 1443 (19/3/2022).

Training yang mengangkat tema ” Menyiapkan Guru dan Dai Cerdas Hukum Sebagai Pilar untuk Membangun Kalimantan Tengah Berperadaban” ini dihadiri narasumber Dr. Dudung A. Abdullah. SH, M.Pd.I, selaku Direktur LBH Hidayatullah dan dibersamai advokat muda, Hidayatullah, SH.I, M.Ag.

Direktur LBH Hidayatullah Dudung A. Abdullah dalam keterangannya mengatakan kegiatan training hukum ini bertujuan untuk memberikan wawasan hukum agar guru dan dai bisa melakukan tugasnya sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

“ini adalah tindakan preventif, agar dai dan guru tidak terjerat kasus hukum,” kata Dudung.

Hidayatullah yang biasa disapa bang Dayat pemateri kedua menambahkan pentingnya bagi pengelola pendidikan, guru dan pengasuh untuk belajar hukum terutama yang berkaitan dengan aturan hukum dalam dunia pendidikan.

Menurut Dayat, diantara yang harus dipahami adalah UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Beberapa tema training hukum yang dibahas dalam pelatihan ini antara lain advokasi bagi guru dan dai, guru dan dai dalam ancaman kriminalisasi, mengantisipasi delik hukum UU Perlindungan Anak dalam proses pendidikan dan pembinaan jamaah.

Narasumber pelatihan juga memaparkan seluk beluk hukum berkenaan antisipasi delik hukum UU ITE dalam menggunakan media sosial
saat berhadapan dengan hukum serta langkah langkah advokasi kader dan lembaga Hidayatullah.

Salah seorang peserta bernama Musfiroh, guru SD Integral Hidayatullah Palangkaraya mengatakan amat senang bisa mengikuti pelatihan hukum. Selain mendapatkan bekal ilmu dasar dasar hukum, ia juga makin memahami dinamika dan tantangan bagi seorang guru.

“Semua materi trainingnya bagus. Kita jadi lebih waspada dalam mendidik dan bermedia sosial,” kata Musfiroh,

Ketua DPD Hidayatullah Pulang Pisau, Sujarwanto, pun mengutarakan hal yang serupa. Ia mengaku bersyukur dapat menjadi salah satu peserta pelatihan yang digelar intensif 2 hari tersebut.

“Alhamdulillah, menambah wawasan tentang hukum sehingga dapat memilih pola pendidikan yang lebih baik,” kata Sujarwanto.

Acara yang dirangkai dengan tarhib Ramadhan ini diakhiri dengan deklarasi pembentukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah Kalimantan Tengah kepengurusan tahun 2022-2026. Penerima mandat pendirian LBH Hidayatullah Kalteng KH Muiddin Nur Robbani, S.Sos.I dan ditunjuk sebagai pengurus LBH Kalteng yaitu Muhammad Usamah sebagai ketua.

Usamah dibantu wakil direktur bidang non litigasi dan bidang edukasi Muhammad Muttaqin, wakil direktur bidang ligitasi dan bidang administrasi dijabat oleh Bayu Koeswandono, SH. Serta Kisman Maku sebagai pembina dan Muhammad Yunus AF sebagai pengawas. (ybh/hio)

Muhammad Shaleh Utsman Bekali Amil Jelang Masuki Ramadhan

0

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Ketua Departemen Perkaderan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Muhammad Shaleh Utsman S.S, M.I.Kom, membekali keluarga besar amil Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) menjelang memasuki bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari.

“Ramadhan tidak boleh biasa biasa saja, sebab ini adalah bulan spesial, dilipat gandakannya segala amal dan pahala,” kata Shaleh di hadapan keluarga besar amil Laznas BMH Makassar yang menggelar tatap muka dan kajian menyambut datangnya bulan Ramadhan, Sabtu, 16 Sya’ban 1443 (19/03/22).

Shaleh yang hadir dari Jakarta itu memberikan motivasi kepada keluarga amil agar lebih mempersiapkan diri dalam menjalani ibadah Ramadhan.

Lelaki yang sedang menyelesaikan program doktoral di UIN Alaudin Makassar itu memaparkan agar komunikasi dalam keluarga harus terjaga dan tetap berkualitas. Terlebih lagi, kata dia, bagi amil ramadhan identik dengan aktivitas layanan kepada umat yang padat.

“Jaga kualitas ibadah kepada Allah dan di waktu yang sama rawat selalu hubungan baik antar sesama manusia,” kata Shaleh berpesan.

Hal senada diungkap oleh ketua Laznas BMH, Kadir, ia memaparkan bahwa lembaganya tetap menjalankan tugas tugas sebagai ambil, namun amil juga tidak boleh kendor dalam ibadah ibadah sunnah.

Selama Ramadhan, kata dia, Laznas BMH menambah layanan zakat dengan hadir di enam kota di Sulsel, diantara Makassar berlokasi di Tamalanrea dan Hertasning, Maros, Parepare, Palopo, dan Luwu Timur. (ybh/hio)

Tarhib Ramadhan BMH Bersama Masyarakat Sukses Digelar di Bataranila

0

LAMPUNG SELATAN (Hidayatullah.or.id) — Menjelang memasuki bulan Ramadhan 1443 H Baitul Maal Hidayatullah Perwakilan Lampung sukses menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan bersama para donatur dan jamaah Masjid Ulul Albab, Komplek Bataranila, Haji Mena, Natar, Lampung Selatan, Sabtu, 16 Syakban 1443 (19/3/2022).

Tidak kurang dari 200 jamaah laki laki dan perempuan hadir di acara yang menghadirkan dai lintas nusantara yang juga anggota Dewan Murabbi Pusat (DMP) Hidayatullah Ust Akib Junaid dari Jakarta.

Ust Akib Junaid dalam pemaparannya menjelaskan keutamaan bulan Ramadhan dan segala ganjaran akan didulang bagi umat Islam yang mengoptimalkannya dengan ibadah yang sungguh sungguh.

“Jangan sampai Ramadhan yang kita lewati dulu sama dengan ramadhan yang dilewati saat ini,” kata Akib berpesan.

Dia mengingatkan tentang wanti wanti Rasulullah kepada umatnya yang berpuasa namun sejatinya ia tidak mendapatkan pahala puasa selain menahan rasa haus dan lapar belaka.

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga,” kata Akib yang mengutip hadis Nabi yang diriwayatkan Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084.

Ia pun menekankan hendaknya puasa Ramadhan kali ini harus lebih berkualitas dari ramadhan sebelum sebelumnya. Ikhtiar pun harus dikencangkan, diantaranya dengan membaca dan mentadabburi Al Quran.

“Karena, jika Ramadhan kita tahun ini sama dengan yang sebelumnya maka kita termasuk orang yang merugi. Setidaknya jadikanlah Ramadhan sebagai bulan Qur’an yang tertanam hingga ke lubuk hati yang terdalam,” pesannya.

Ketua BMH Lampung, Sofyan Amarta mengungkapkan acara yang digelar berkat kerjasama perdana dengan warga Komplek Bataranila ini terasa sangat berkesan dan disambut antusias warganya.

“Materi dan penyampaiannya sangat pas, pokoknya luar biasa keren. Semoga kedepan acara acara begini terus kami maksimalkan untuk memberikan layanan dakwah kepada umat,” ujarnya.

Acara tarhib Ramadhan di Masjid Ulul Albab Komplek Perumahan Bataranila – Lampung Selatan ini, digelar selepas subuh dan hari libur kerja yang menyesuaikan dengan waktu yang dimiliki warga yang umumnya pekerja harian.

Salah satu hadirin jamaah acara tarhib Ramadhan yang ikut serta dalam kegiatan tersebut, Fahrur Rozy, SH, MH mengatakan, bahwa acara tarhib Ramadhan yang bekerjasama dengan Baitul Maal Hidayatullah Perwakilan Lampung ini sangat apik dan materinya juga bagus.

“Kami dan jamaah sangat berharap agar kerjasama program safari dakwah yang dirangkai kegiatan tarhib Ramadhan di Komplek kami ini bisa terus berlanjut kedepannya dan ini sangat bagus,” tutur Fahrur Rozy. (ybh/hio)

Pangdam XVII/Cenderawasih Bantu Ponpes Hidayatullah

0

MERAUKE (Hidayatullah.or.id) — Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa, SE. MM, memberi bantuan santunan kepada Pondok Pesantren Hidayatullah Merauke berupa paket sembako dalam kesempatan kunjungannya, Rabu, 13 Sya’ban 1443 (16/03/2022).

Selaim kepada Pesantren Hidayatullah, Pangdam juga memberikan bantuan ratusan paket sembako kepada masyarakat Merauke lainnya meliputi Suku Marind, Suku Kimaam, Suku Muyu Mandobo, Suku Mappi dan Suku Asmat serta bingkisan kepada anak-anak dari Panti Asuhan Kartini.

Saat tiba di Bandara Mopah Merauke, Pangdam Teguh Muji Angkasa beserta rombongan disambut secara langsung oleh Danrem 174 Merauke Brigjen TNI E. Reza Pahlevi, SE di dampingi Ny. Iswati Reza Pahlevi dan Kasrem 174/ATW, para Kasi Korem, Dandim 1707/Merauke, Kapolres Merauke serta para pejabat Pemda.

Penyambutan diawali dengan pemasangan topi khas Papua dan tarian adat khas Marind, selanjutnya Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Makodim 1707/Merauke, Jln. Raya Mandala Kabupaten Merauke.

Dalam kunjungan perdananya di wilayah Korem 174/ATW tersebut, Pangdam XVII/Cenderawasih di dampingi oleh Ny. Erni Teguh Muji Angkasa selaku Ketua Persit KCK Daerah XVII/Cenderawasih melaksanakan bakti sosial di Makodim 1707/Merauke dengan membagikan ratusan paket sembako.

Usai memberikan paket sembako dan bingkisan, Ketua Persit KCK Daerah XVII/Cenderawasih Ny. Erni Teguh Muji Angkasa yang di dampingi oleh Ketua Persit KCK Koorcab Rem 174 Ny. Iswati Reza Pahlevi dan Ketua Persit KCK Cabang XVIII Kodim 1707/Merauke mengunjungi Kantor Persit KCK Cabang XVIII Kodim 1707/Merauke dan TK Kartika Jaya dengan memberikan bantuan berupa 1 unit Laptop.

Danrem 174/ATW Brigjen TNI E. Reza Pahlevi mengatakan bahwa kunjungan kerja Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa bersama Ketua Persit KCK Daerah XVII/Cenderawasih Ny. Erni Teguh Muji Angkasa di wilayah Korem diawali dengan mengunjungi Makodim 1707/Merauke untuk melaksanakan bakti sosial berupa pemberian paket sembako kepada masyarakat Merauke dan peralatan sekolah berupa tas serta alat tulis kepada anak-anak dari Panti Asuhan dan anak-anak Pesantren.

Usai kunjungan di Makodim 1707/Merauke, Pangdam XVII/Cenderawasih beserta rombongan mengunjungi Makorem 174 Merauke juga disambut secara adat serta disambut oleh para Dansat dan Kabalakrem jajaran Korem 174/ATW.

Selanjutnya Pangdam menerima paparan dari Danrem 174/ATW dan Danden Zipur 11/Mit Anim, dilanjutkan memberikan pengarahan kepada Prajurit dan PNS serta Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 174 di wilayah Korem 174 /ATW Merauke bertempat di Aula L.B. Moerdani Makorem serta foto bersama.

Dalam pengarahannya, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa menyampaikan visi dan misi serta kebijakan sebagai Pangdam untuk diterapkan dalam kehidupan keprajuritan guna menciptakan Papua aman, damai, rakyat sejahtera.

Usai kunjungan di Makorem 174/ATW, Pangdam melanjutkan kunjungan kerjanya ke Denzipur 11/MA dengan menggunakan kendaraan taktis. Kunjungan ini dalam rangka meninjau pembangunan perumahan anggota Denzipur 11/MA Merauke. */Miftahuddin

Hidayatullah Batam Cetak Generasi Cerdas Berkarakter

BATAM (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr H Nashirul Haq mendorong agar Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Batam terus meningkatkan mutu dan kualitasnya untuk mewujudkan kemaslahatan umat.

Serta mencetak kader-kader yang berkarakter dan berkualitas hebat di semua aspek baik itu adab, amal juga ilmunya.

Hal itu disampaikannya saat peletakan batu pertama pembangunan Masjid Sultan Muhammad Al Fatih dan pembangunan gedung baru yang terletak di kawasan Kampus Institut Agama Islam Abdullah Said di Marina, Tanjunguncang, Batam, Kepri, Kamis, 14 Sya’ban 1443 (17/3/2022).

Lebih lanjut dia mengatakan, Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Batam agar terus berpacu mengembangkan dunia pendidikan Islam di Batam. Sehingga dapat tumbuh dengan pesat dan berperan penting memajukan masyarakat di seluruh negeri.

“Pondok Pesantren Hidayatullah Batam harus berperan penting dalam mencetak generasi-generasi Islam yang tangguh, berkualitas, beriman, berakhlak mulia, cerdas dan cakap sehingga dengan demikian kehadiran mereka menjadi berkah di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ketua Badan Pembina Kampus Hidayatullah Batam, Ustaz Jamaludin Nur, mengatakan, perjalanan Hidayatullah Batam tidak lepas dari peran Ismeth Abdullah yang saat itu menjabat sebagai Ketua Otorita Batam.

Saat itu lanjutnya Ismeth Abdullah mengalokasikan lahan seluas 1,5 hektar untuk pembangunan pondok pesantren Hidayatullah Batam di kawasan Batuaji pada tahun 1999, dari situlah merupakan titik mula sejarah Hidayatullah Batam diukir.

“Kini, tanah yang dulunya hutan telah menjelma sebagai kampus megah gedung-gedung Hidayatullah Batam. Mulai dari bangunan asrama santri, gedung-gedung sekolah, perpustakaan, aula, minimarket, perkantoran, serta bangunan masjid,” jelasnya.

“Tentu saja ditambah ramainya kegiatan keislaman. Syiar Hidayatullah yang juga menjangkau pulau-pulau terluar di Kepulauan Riau,” ujar Jamaludin lagi.

Ia mengatakan hal itu bisa terlaksana berkat dukungan semua pihak. Baik itu pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah provinsi, BP Batam, para anggota dewan, para donatur, wali murid juga warga Batam yang sudah banyak mendukung Hidayatullah.

Pada Januari 2022 lalu, Hidayatullah Batam, kata Jamaludin memberangkatkan para kadernya ke pulau-pulau terluar di Kepri dalam rangka mencerdaskan anak-anak pulau terluar agar bisa menimba ilmu.

“Kami menyatu dengan masyarakat dan kami sangat mencintai negeri ini dan terus menyebarkan rahmatan lil alamin di seluruh negeri. Hidayatullah hadir untuk masyarakat dan berkomitmen untuk kemajuan negeri,” katanya.

“Kampus-kampus yang ada di Hidayatullah kedepannya insha Allah akan menjadi universitas di Kota Batam. Itu tidaklah sulit kalau Allah sudah berkehendak,” ujarnya lagi.

Ismeth Abdullah yang hadir pada acara tersebut mengaku sangat bersukur dan bangga dengan perkembangan Hidayatullah Batam.

Katanya, pertumbuhan pendidikan agama di Batam sangatlah luar biasa perkembangannya.

Ismeth bercerita dulu saat dia menjabat Gubernur Kepri kehadiran dai dan daiah sangatlah sedikit di Kepri.

Sehingga pemerintah provinsi menyekolahkan anak-anak Kepri untuk menimba ilmu agama di pondok pesantren yang berada di Jawa.

Dengan harapan akan menghasilkan cendekiawan muslim yang memiliki kecerdasan spritual yang tinggi.

“Alhamdulillah sekarang di Kepri khususnya di Batam sudah banyak kita jumpai pesantren-pesantren. Semoga Hidayatullah Batam terus
berkembang dan maju terus, Aamiin,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batam, Samudin, mengajak para kader Hidayatullah Batam mengambil peran untuk membangun Batam.

“Bapak wali kota berkomitmen mengembangkan pendidikan agama di kota Batam. Dengan harapan agar tercipta sumber daya manusia yang tangguh, berkualitas dan beriman. Kelak adek-adek santri ini lah yang akan menjadi pemimpin di negeri ini. Mari kita menjaga persatuan dalam rangka membangun Batam,” ujarnya. (Batam Pos)