Beranda blog Halaman 407

Diklat SAR Hidayatullah untuk Kewaspadaan Dini Bencana

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Negara kita Indonesia merupakan kawasan dengan potensi bencana alam yang sangat besar terutama bencana tektonik, geologi hingga hidro meteorologi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahkan pernah merilis data bahwa lebih dari 53.000 desa atau kelurahan di Indonesia berada di kawasan rawan dilanda bencana alam.

Menyadari akan hal itu, sar hidayatullah tak diam. Ikuti berita selengkapnya, klik di sini.

DPW Hidayatullah Sulsel Serap Inspirasi Berkemajuan Muhammadiyah

MAKASSAR (HIdayatullah.or.id) — Belum lama ini Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Selatan melakukan kunjungan silaturrahim ke persyarikatan Muhammadiyah yang diterima langsung oleh Ketua PW Muhammadiyah Sulsel Prof Dr H. Ambo Asse, M.Ag beserta sejumlah jajaran.

Dalam silaturrahim bersama dengan Prof Dr H. Ambo Asse yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel H Nasri Bohari mengutarakan maksudnya yakni untuk menggali ilmu dan pengalaman dari Muhammadiyah serta menyerap inspirasi berkemajuan organisasi yang usianya melampaui umur berdirinya bangsa ini.

Menindaklanjuti arahan Ketua PW Muhammadiyah Sulsel saat berkunjung beberapa hari lalu itu, DPW Hidayatullah Sulsel bersilaturahim ke Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Gagaring Pagalung, M. Si, Ak, C. A.

Nasri mengatakan, silaturrahim ini dalam rangka menguatkan-eratkan sinergitas keumatan antara Hidayatullah dan Muhamadiyah agar layanan keumatan dapat semakin dioptimalkan, khususnya di bidang pendidikan dan dakwah.

“Hidayatullah khususnya di Sulsel ini menyadari betul keberadaannya masih butuh masukan dari semua pihak termasuk tentunya Muhammadiyah, agar dapat berkiprah lebih besar dan luas lagi,” kata Nasri Bohari.

“Banyak hal, utamanya adalah membangun kemandirian organisasi dan memajukan kembangkan amal usaha khususnya di bidang pendidikan,” tambahnya.

Diterima dengan hangat Prof. Dr. H. Gagaring Pagalung, ia mengapresiasi kunjungan jajaran pengurus DPW Hidayatullah Sulsel tersebut.

“Pertama yang mesti menjadi perhatian kita adalah membangun kekuatan kemandirian personal kader itu sendiri untuk disiapkan mengemban amanah organisasi ataupun amal usaha”, katanya.

Mengenai kekuatan kemandirian tersebut, Prof Gagaring mengatakan, hal itulah yang ia terjemahkan daripada amanat PP Muhammadiyah. “Selesaikan dirimu dulu, sebab yang akan kau pikirkan kelak adalah kebutuhan umat, bukan hanya kebutuhan dirimu semata”.

“Kedua, peningkatan profesionalisme sesuai kemampuan dan yang ketiga, penguatan peraturan-peraturan organisasi dan regulasi lainnya.” terangnya.

Selanjutnya Prof Gagaring juga menyambut baik rencana membangun sinergi antar lembaga. Menurutnya banyak hal yang bisa dikerjasamakan, oleh karena itu mengajak melanjutkan silaturrahim seperti ini untuk membicarakan detail seperti apa dan bagaimana bentuk sinergi yang memungkinkan bisa dilakukan.

“Contoh pengembangan SDM di bidang pendidikan, kita bisa buka kelas khusus untuk kader Hidayatullah,” katanya.

Selain dakwah, kata Prof Gagaring, bidang ekonomi dan usaha juga mesti dikembangkan. “Misal kami di Muhammadiyah Sulsel sekarang sedang mengembangkan peternakan ayam kampung dan pertanian jagung,” imbuhnya.

Kunjungan Pengurus DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan ini juga dalam rangka meminta kesediaan beliau untuk menjadi pemateri pada event upgrading Ketua DPD Hidayatullah Se-Sulsel yang direncanakan pelaksanaannya pada 26-27 Juni di Makassar.*/Sumaryadi

Sinergi Hadirkan Air Bersih di Kraksaan Probolinggo

PROBOLINGGO (Hidayatullah.or.id) — Laznas BMH merespon masalah kekeringan dan krisis air bersih dengan menghadirkan solusi berupa pembangunan sumur bor. Dan, di beberapa titik, program ini menjadi jawaban atas krisis air bersih yang dialami oleh warga.

“Alhamdulillah program sumur bor BMH terus bergulir dan yang telah sukses dijalankan memang diizinkan oleh Allah menjadi solusi atas krisis air bersih yang selama ini dialami oleh warga. Alhamdulillah, ini tidak lepas dari peran para donatur BMH,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim (21/6/2021).

Program ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Yayasan Manarul Ilmi Institut Teknologi Sepuluh November (YMI ITS) Surabaya.

YMI ITS bersama BMH meresmikan bantuan sumur bor untuk warga krisis air bersih di Dusun Lesan Desa Rondokuning Kecamatan Kraksan Kabupaten Probolinggo Jawa Timur.

“Alhamdulillah peresmian dilakukan pada akhir pekan lalu, di hari penuh Berkah, Jumat 18 Juni 2021,” imbuh Muslim.

Sebelumnya daerah ini merupakan daerah yang sulit air bersih, warga harus beli air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, belum lagi kegiatan Rumah Qur’an bagi anak-anak kampung juga terkendala masalah air bersih sehingga kegiatan kurang berjalan maksimal.

Sinergi YMI ITS bersama para donatur jadikan program ini berhasil dilaksanakan dan sukses direalisasikan, sehingga hadirkan kebahagiaan dan kebermanfaatan yang berkelanjutan.

Kamil Mukhtar selaku Pimpinan YMI ITS Surabaya menyampaikan terimakasih atas sinergi dan kemitraannya dengan BMH.

“Terimakasih BMH yang telah menjadi mitra sinergi dalam kebaikan yang amat mendasar ini,” katanya.

Hingga kini program sumur bor dan instalasi air bersih telah sukses dibangun di 58 titik dari target 114 di Jawa Timur.

“Mari terus alirkan kebaikan melalui zakat, infaq dan sedekah, sehingga kita bisa sama-sama hadirkan kebermanfaatan yang berkelanjutan, kebahagiaan sepanjang masa,” tutup Muslim.*/Herim

Gelar Diklat, SAR Hidayatullah DKI Diharap Jadi Barometer

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Search And Rescue (SAR) Hidayatullah kembali menggelar kegiatan pendidikan dan latihan dasar relawan selama 10 hari yang dibuka di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah Jakarta, Ahad (20/6/2021).

Diklat SAR Hidayatullah DKI Jakarta ini digelar dalam rangka melahirkan tenaga relawan bencana yang memiliki kemampuan mengkoordinasi dan memobilisasi sumberdaya, dalam tanggap darurat, mitigasi, kewaspadaandini dan rehabilitasi paska bencana.

Berita selengkapnya, klik di sini.

DPD Hidayatullah Kota Cimahi Launching Rumah Qur’an

CIMAHI (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kota Cimahi meresmikan berdirinya Rumah Quran Hidayatullah (RQH), Senin (21/6/2021). RQH ini terletak di wilayah Komp. Puri Cipageran Indah 1 RW 27, Kota Cimahi, Jawa Barat.

Dalam peresmian tersebut hadir Ustadz Rahmat Hidayat sebagai Ketua Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jawa Barat. Menurutnya, RQH Cimahi merupakan bagian dari penguatan Dakwah dan Tarbiyah khususnya di wilayah Kota Cimahi dan sekitanya.

“Ini adalah salah satu upaya dalam mencerdaskan umat dengan dukungan dari para muhsinin yang terus menyalurkan dana zakat, infaq, dan wakafnya melalui BMH, maka harapannya bisa menjadi bagian solusi dan menjadi cahaya kabajikan, keberkahan untuk para donatur dan masyarakat sekitar,” harapnya.

Sementara Yana Herdiana, Ketua RW 27 Komp. Puri Cipageran Indah I mengaku sangat senang sekaligus bangga dengan hadirnya RQH di lingkungannya. Ia berharap bisa bersinergi dengan program yang ada di masjid sekitarnya.

“Insya Allah mewakili warga kami akan mendukung 100% untuk suksesnya RQH di Kota Cimahi ini,” ujarnya penuh semangat.

Hadirnya RQH ini juga mendapat support seorang donatur BMH yaitu Direktur PT. Bandha Karya Persada yang memberikan wakaf sewa rumah selama 1 tahun. Hal ini kemudian menjadi motivasi kepada pengurus BMH Jabar dan DPD Hidayatullah Kota Cimahi untuk segera mendirikan RQH.

Harapannya RQH Kota Cimahi menjadi simpul kebaikan dan membuka para muhsinin untuk bersama-sama mensukseskan gerakan 1000 Rumah Quran di Jawa Barat.

Saat ini, RQH Kota Cimahi sudah membina sejumlah santri dan musyrifah sebanyak 20 orang. Mereka akan fokus mempelajari dan menghafal Al-Qur’an hinggal selesai 30 Juz.

Program RQH Kota Cimahi merupakan kolaborasi dan sinergi antara DPD Hidayatullah Kota Cimahi dengan BMH Perwakilan Jawa Barat.

Selain itu, juga mendapat dukungan dari MT. Mutiara Hati, Sijum Cimahi, Pesantren Ashabul Kahfi Hidayatullah Bekasi, PT. Bandha Karya Persada serta DKM Al Barokah.

Acara yang diakhiri dengan doa dan secara simbolis potong tumpeng ini menjadi lebih khidmat dan lebih bermakna dengan tetap menjaga prokes sesuai dengan aturan pemerintah dalam mencegah penyebaran covid-19. (Tim Humas DPW Hidayatullah Jabar)

Ikhtiar Menghadirkan Pondok Pesantren Qur’an Modern Full Beasiswa di Tanjung Pinang

TANJUNG PINANG (Hidayatullah.or.id) — Sebagai mainstream gerakan, Hidayatullah terus menguatkan dakwah dan pendidikan di berbagai penjuru negeri. Upaya tersebut pun bersambut dengan adanya simpul sinergi antar lembaga dan institusi, tak terkecuali dukungan dari person yang memiliki kepedulian terhadap dakwah dan pembangunan sumber daya insani.

Harmoni tersebut diantaranya ditunjukkan oleh Dewan Pengurus Wilayah Kepulauan Riau (Kepri) bersama dengan BMH Kepri menjajaki berdirinya Pondok Pesantren Modern Tahfidzul Qur’an Hidayatullah di Pulau Pinang yang full beasiswa bagi dhuafa dan yatim.

Masih rangkaian dalam upaya mulia tersebut, tim sinergi pun bersilaturrahim ke owner Restaurant Mentarau, Muhammad Sani, untuk menindaklanjuti pertemuan pertama sekitar sepekan lalu terkait rencana hibah tanah seluas 3,5 hektar dari beliau.

Ketua DPW Hidayatullah Kepri, Darmansyah, turut hadir membersamai, selain Abdul Aziz selaku ketua BMH Kepri. Hadir pula jajaran DPW Hidayatullah Kepri lainnya yakni Bendahara, Rahmat Ilahi Hadis (Kadep Dakwah), Abdul Majid (Kadep Organisasi), Mujahid M. Salbu (Kadep Hubungan Antar Lembaga), senior Hamdan dan tim BMH lainnya.

Sekitar dua pekan lalu, DPW Kepri yang diwakili Mujahid M. Salbu bersama Abdul Aziz dan Hamdan berkunjung ke Tanjung Pinang dan secara tak sengaja bertemu dengan Muhamad Sani di kapal feri. Sebelumnya, BMH Kepri telah beberapa kali mengadakan acara di restaurant Mentarau, sehingga sudah saling mengenal.

Saat turun, berlangsung obrolan seputar perjalanan ke Pinang, Abdul Aziz menyampaikan tujuan ke Pinang untuk mencari lokasi untuk membangun pesantren, gayung bersambut, M. Sani menginformasikan bahwa ada tanah warisan orang tuanya di Pinang yang diniatkan untuk diserahkan untuk kegiatan keislaman.

Pria berdarah Bugis Melayu itu lalu menawarkan kepada tim sinergi untuk meninjau lokasi, diantar ketua DPD Hidayatullah Tanjung Pinang, Muhammad Faja dan kadep Sosial dan pelayanan ummat DPW, Rustam, usai shalat dhuhur tim menuju lokasi di kawasan pusat pemerintahan provinsi di Dompa.

“Saat tiba di lokasi, masya Allah, indah sekali, terletak di atas bukit menghadap ke laut dan luas tanahnya hingga ke bibir pantai,” kata Mujahid kepada media ini beberapa saat lalu, Senin (21/6/2021).

Mujahid mengatakan, adapun pesantren yang akan diwujudkan insya Allah, sesuai kesepakatan, BMH adalah sebagai supporting pembiyaan dan DPW sebagai pengelola dengan konsep pesantren modern yang full beasiswa.

Skema pembiyaan juga sudah dibicarakan oleh tim sinergi. Harapannya, kata Mujahid, dari kampus ini akan lahir kader-kader tangguh yang siap melanjutkan gerakan dakwah dan tarbiyah di seluruh Indonesia.

“Tetapi skema yang paling utama adalah memohon pertolongan Allah Ta’ala diringi keyakinan yang kuat bahwa Allah Ta’ala akan membantu terwujudnya pesantren impian ini,” imbuhnya.

Karena itu, lanjutnya, tim sinergi BMH dan DPW Hidayatullah Kepri sangat berharap dukungan dan doa dari para asatidz dan seluruh jamaah agar program ini bisa terwujud. Semoga Allah Ta’ala memudahkan. Allahul must’an. Aamiin. (ybh/hio)

Korps Brimob Bone Peringati HUT Bhayangkara Bersama Santri Ponpes Hidayatullah

KABUPATEN BONE (Hidayatullah.or.id) — Korps Brigade Mobil Kepolisian Republik Indonesia (Brimob Polri) Kabupaten Bone memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara bersama dengan santri Yayasan Al Fath Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Bone yang digelar pada Jumat, 18 Juni 2021.

Dua unit kendaraan dinas Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel memasuki area Pondok Pesantren Hidayatullah yang juga merupakan panti asuhan Yayasan Al-Fath Watampone di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Kedatangan pasukan elit Polri yang bermarkas di Kabupaten Bone ke panti asuhan yang masih satu atap dengan pondok pesantren tersebut untuk menyalurkan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok untuk para anak yatim dan santri-santri yang menuntut ilmu di sana.

Kegiatan penyerahan bantuan kepada yayasan Panti Asuhan Al-Fath tersebut merupakan rangkaian kegiatan bakti sosial Batalyon C Pelopor yang dilaksanakan untuk memperingati HUT Bhayangkara ke 75. Kegiatan ini pun mendapat sambutan positif dari pengurus dan antusiasme dari anak-anak yang rata-rata masih berusia antara 6 sampai 12 tahun.

Bakti sosial ini dipimpin Wakil Komandan (Wadanyon) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel AKP Andi Muhammad Syafe’i S.Sos, MH. Bantuan diserahkan simbolis bantuan kepada Ketua Yayasan Al-Fath Watampone dan Pondok Pesantren Hidayatullah Ust. H. Burhanuddin, M.Pd.I.

Setelah menerima bantuan dari kegiatan Bakti Sosial ini, Ketua Yayasan Al-Fath Watampone menyampaikan ucapan terima kasih kepada Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel.

”Atas nama Yayasan Al-Fath, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Brimob Batalyon C Pelopor atas bantuan yang telah diberikan kepada kami. Kami juga mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke 75 semoga Kepolisian Negara Republik Indonesia semakin jaya dan selalu diberkahi oleh Allah SWT,” ungkap Burhanuddin.

Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan SSos mengatakan, dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke 75, Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel telah menggelar beberapa kegiatan sosial kemasyarakatan yang mengimplementasikan Bhakti Brimob Untuk Indonesia

”Adapun kegiatan-kegiatan sosial yang telah kami laksanakan diantaranya kegiatan Vaksinasi Covid 19, donor darah, kerja bakti di tempat – tempat ibadah dan pada hari ini bakti sosial penyerahan bantuan kepada anak-anak yatim di Panti Asuhan Al-Fath,” katanya.

Dengan semangat HUT Bhayangkara ke 75 tahun, pihaknya berharap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri akan semakin meningkat sehingga kondusifitas kamtibmas dapat terus terjaga dan masyarakat pun semakin sejahtera.

Di lokasi terpisah Komandan Satuan ( Dansat ) Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Anis PS, S.I.K, M.Si menyebutkan, dalam peringatan HUT Bhayangkara ke 75 tahun ini, Satbrimob Polda Sulsel lebih fokus melakukan kegiatan-kegiatan sosial membantu masyarakat Sulawesi Selatan menghadapi pandemi Covid 19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

“Sebenarnya setiap tahunnya kami selalu melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial utamanya menjelang peringatan Hari Bhayangkara, tapi selama 2 tahun terakhir ini kami lebih cenderung memfokuskan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat dalam menghadapi masa pandemi Covid 19 sebagai wujud dari Bhakti Brimob Untuk Masyarakat,” kata Kombes Pol. Muhammad Anis.

Ia berharap melalui kegiatan ini masyarakat bisa lebih produktif lagi dan tentunya aman dari paparan Covid 19. (ybh/hio)

Terus Kuatkan Pembinaan Umat Muslim di Pedalaman Seko

LUWU UTARA (Hidayatullah.or.id) — Pernah dengar nama Seko? Para petualang negeri tentu tidak asing dengan nama Seko. Sebuah lokasi yang bisa dihitung teramat jauh dari ibu kota Sulawesi Selatan, Makassar.

Seko adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang terbilang masih jauh dari akses infrastruktur yang memadai, terutama dalam kesempatan mendapatkan akses ilmu pengetahuan dan pengajaran keagamaan Islam.

Seiring waktu, kawasan ini terus menjadi perhatian untuk dikembangkan dari berbagai sektor kehidupannya yang melibatkan tidak saja oleh komunitas masyarakat melainkan juga pemerintah setempat.

Belum lama ini tim BMH datang ke seko mengunjungi masjid dan TPQ yang ada di kampung-kampung yang akses ke sana benar-benar membutuhkan nyali dan stamina fisik yang baik.

“Ada banyak PR kita kalau datang ke pedalaman seperti Seko ini. Masih banyak saudara-saudara kita yang teramat ringkih aqidahnya, belum mengerti tata cara sholat apalagi bacaan shalat,” Kepala Diviis Program dan Pemberdayaan BMH Sulsel, Syamsuddin.

Bukan itu saja, dalam pengamatan langsungnya di lapangan, Syamsuddin menilai, meskipun masyarakatnya bisa dikatakan seratus persen muslim, namun umumnya belum bisa membaca huruf Alquran dan juga belum ada yang intens membina mereka.

Syamsuddin mengakui, kondisi itu memang seakan menjadi bagian dari konsekuensi letak geografis Seko yang memang tidak mudah diakses.

“Jauh kalau ke sini dan tidak mudah, butuh nyali dan stamina yang baik. Jadi, memang butuh tekad kuat kalau kita ingin kuatkan aqidah saudara-saudara kita di sini,” imbuh Syam.

Dalam pada itu, pria yang selalu girang ini, mengatakan kondisi semakin mudah dibaca bahwa masyarakat perlu kembali didekatkan dengan Islam adalah kala melihat masjid, dimana Alquran tidak ada kecuali yang sudah tua dan lusuh.

“Selain itu tantangannya adalah warga memang lebih banyak di kebun, sehingga silaturrahim ke rumah-rumah tidak benar-benar mudah,” lanjut Syam. Namun, tegas diam langkah terobosan perlu ditindaklanjuti.

“Insya Allah, Idul Adha di bulan depan, BMH akan mengirimkan sebagian hewan qurban ini untuk masyarakat di Seko ini. Semoga ini bisa menjadi pemantik kesadaran dan persaudaraan, sehingga dakwah dan pendidikan di sana perlahan bersemi kembali,” tutup Syam.

Untuk menuju ke kawasan Sekoi ini, perjalanan harus menempuh medan yang terbilang cukup menantang. Pasalnya, akses jalan belum sepenuhnya memadai sehingga sejumlah titik tanah liat berlumpur yang dilalui menjadikan perjalanan aduhai asiknya. Belum lagi, harus menyeberangi sungai karena belum adanya fasilitas penyeberangan yang representatif. */Herim

LBH Hidayatullah Harapkan Putusan Seadil adilnya untuk Ponpes Hidayatullah Kupang

KUPANG (Hidayatullah.or.id) — Setelah melalui persidangan panjang di Pengadilan Negeri Oelamasi, Kupang, putusan hasil tentang gugatan kepemilikan tanah terhadap 54 pihak tergugat, akan dibacakan pada tanggal 1 Juli 2021 nanti.

Kasus ini sudah berlangsung lama, dimana penggugat adalah keluarga Sufmela dan terdapat 54 pihak tergugat termasuk Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte, Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Hidayatullah, Dr Dudung Amadung Abdullah SH, optimis majelis hakim akan memutus seadil-adilnya terkait hak kepemilikan lahan Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte ini.

Lihat Berita Video, klik di sini.

Muslimat Hidayatullah Papua Barat Terus Tingkatkan Peran Keumatan

MANOKWARI (Hidayatullah.or.id) — Peran keumatan yang dapat dijangkau oleh muslimat sangat luas, namun sumber daya belum memungkinkan untuk sampai pada tahapan tersebut. Namun, bukan berarti lantas terhenti dan abai terhadapa persoalan keumatan.

Itulah diantara yang melatari digelarnya acara Daurah Marhalah Ula Muslimat Hidayatullah Papua Barat yang berlangsung selama dua hari bertempat di Pondok Pesantren Hidayatullah Kabupaten Manokwari, Jln. Trikora Arfai 2, Kelurahan Anday, Papua Barat, 16-17 Juni 2021.

Selain dalam rangka penyelenggaraan program perkaderan Muslimat Hidayatullah Papua Barat, kegiatan ini dimaksudkan untuk melahirkan lebih banyak sumber daya insani dari Mushida yang siap mengemban amanah dakwah dan mengambil peran keumatan dimana mereka berada.

Dalam keteranganya, Ketua Dewan Murobbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Papua Barat, Ust Muhammad Sulton, menyampaikan pesan kepada muslimat peserta daurah untuk memahami pentingnya peran mereka dalam pembangunan.

Menurutnya, peran pembangunan muslimat Hidayatullah amat penting dikuatkan, apalagi mengingat betapa Nabi menempatkan wanita sangat mulia sebagai pilar peradaban karena ia adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya.

“Peran ibu ibu ini sangat penting sekali untuk membangun umat ini, terutama perannya dalam mendidik, membimbing dan mengarahkan anak anak menjadi pribadi yang shaleh, berilmu dan berakhlakul karimah,” katanya.

Dia menekankan, dengan memahami manhaj sistematika wahyu sebagai ijtihad metologi dakwah yang diusung oleh Hidayatullah, maka rasa-rasanya tak akan ada yang kita anggap sebagai lawan, melainkan sebagai kawan karena saking tingginya rasa sayang pada manusia agar mereka selamat di dunia dan akhirat.

“Bentuk sayang kita itu adalah menyeru manusia kepada kebaikan, menghindarkan dari kemudharatan dan sifat aniaya, menuntun kepada ibadah, mengajak kepada keselamatan dan persatuan umat,” imbuhnya.

Ia pun mengajak kepada para kader memahami pola gerakan manhaj dan dakwah Hidayatullah sesuai dengan visi besarnya dalam membangun peradaban Islam.

Harapannya, dengan terlaksananya acara daurah Marhala Ula ni timbul kesadaran untuk meningkatkan kwalitas diri baik dari segi ilmu, iman dan amalnya.

Hadir dalam acara ini Ketua DPW Mushida Papua Barat beserta jajaran, Ketua PD Mushida se-Papua Barat, pengelola amal usaha Mushida se-Papua Barat, dan perwakilan peserta dari PD Mushida se-Papua Barat.

Dauroh Marhala Ula Muslimat Hidayatullah Papua Barat ini mengangkat tema “Transformasi Nilai Nilai Sistematika Wahyu Dalam Melahirkan Kader Peradaban”.*/Hadrianti