Beranda blog Halaman 425

Kerja Bakti Satgas TNI Yonif MR 413 dan Warga Bangun Asrama Ponpes Hidayatullah Koya Koso

JAYAPURA (Hidayatullah.or.id) – Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Koya Koso bersama masyarakat melaksanakan karya bakti pembangunan asrama Pondok Pesantren Tahfidz Hidayatullah yang berada di perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) di Kampung Koya Koso, Jayapura, Ahad (14/2/2021).

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto dalam keterangannya mengatakan kegiatan pembangunan asrama Pondok Pesantren Tahfidz Hidatullah Koya Koso dipimpin Serka Hendri Niko merupakan bukti kemanunggalan TNI Satgas Yonif MR 413 Kostrad bersama rakyat di wilayah perbatasan RI-PNG.

“Kegiatan karya bakti gotong royong yang dilakukan Pos Koya Koso diharapkan dapat memperkokoh hubungan baik antara Satgas Yonif MR 413 Kostrad dengan masyarakat setempat,” ujar Mayor Anggun.

Ia mengharapkan, asrama pondok pesantren yang dibangun diharapkan dapat selesai. Sehingga bisa dimanfaatkan para santri untuk belajar memperdalam ilmu Al Quran.

Serka Hendri Niko menjelaskan pembangunan asrama Pondok Pesantren Hafidz Hidayatullah baru dimulai pada tahap awal.

“Pembangunan asrama ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan lamanya. Selama dua minggu ke depan kami fokuskan membangun fondasi asrama terlebih dahulu,” ujarnya

Masyarakat Sekitar Turut Bantu Membangun Ponpes

Masyarakat yang berada di sekitar ponpes juga bersama personel Satgas Yonif MR 413 Kostrad nampak turut membantu dalam pembangunan tersebut.

“Puji Syukur, warga secara bergantian juga mau datang untuk membantu pembangunan asrama ponpes ini. Semoga menjadi berkah dan kebaikan untuk para warga yang tergabung dalam karya bhakti ini,” kata Serka Niko.

Pengurus Ponpes Hafidz Hidayatullah Ustadz Indra Rizky mengucapkan terima kasih kepada prajurit TNI Satgas Yonif MR 413 Kostrad dan warga Kampung Koya Koso yang turut membantu dalam proses pembangunan asramanya.

“Alhamdulillah pembangunan asrama ini mendapatkan bantuan dari satgas dan masyarakat, sehingga meringankan kami dalam pembiayaan tukang. Saya beserta para santri akan senantiasa mendoakan bapak-bapak sekalian yang turut membantu dan mendukung kami dalam pembangunan asrama pondok pesantren ini,” kata Ustad Indra pula.*/Makawaru da Cunha, Papua Inside

Wakil Bupati Kartini Ottong Anjansana ke Pesantren Hidayatullah Sinjai

0

SINJAI (Hidayatullah.or.id) — Wakil Bupati Sinjai, Hj. Andi Kartini Ottong, SP.,M.SP melakukan anjangsana ke Pondok Pesantren Hidayatullah Sinjai, Sabtu (13/2/2021).

Kehadiran Wakil Bupati Sinjai, Hj. Andi Kartini Ottong sekaligus menghadiri pengajian perdana warga di Pondok Pesantren Hidayatullah, Dusun Sabbang, Desa Kanrung, Sinjai ini.

Dalam kesempatan itu, ia mengutarakan pihaknya di Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan berkomitmen terus berupaya mengembangkan dan memberi dukungan kepada pondok pesantren.

Menurut Andi Kartini, pondok pesantren sebagai miniatur peradaban, yang mana adalah tempat mencetak penghafal Al Qur’an, yang wajib untuk disupport oleh pemerintah.

Olehnya itu kata mantan legislator dua periode ini, sejak 2019, Pemda Sinjai telah menganggarkan dana khusus untuk pengembangan pondok pesantren sebesar Rp.400 Juta, yang dibagi ke sejumlah pondok pesantren.

Dia menyebutkan, jumlah dana setiap pesantren sebesar Rp.50 Juta, sehingga setiap tahun, ada 8 pesantren yang menerima dana tersebut.

“Meski anggarannya masih terbatas, namun kita berharap dengan ini bisa dimanfaatkan untuk pengembangan dalam menghasilkan santri yang berkualitas,” ucapnya.

Bantuan pengembangan pesantren ini merupakan implementasi visi misi Pemda yang tertuang dalam RPJMD, pungkas Kartini.

Pemuda Hidayatullah Gelar ToT Kader di Balikpapan

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Pemuda Hidayatullah menggelar kegiatan Training of Trainer bagi kader yang diikuti oleh para ketua dan kepala departemen perkaderan wilayah dari berbagai daerah di Pesantren Hidayatullah Ummul Qurro Balikpapan, Kaltim (14/2).

“Acara ini dimaksudkan untuk meningkatan kapasitas dan kapabilitas para kader di dalam menjalankan tugas-tugas keorganisasian, terutama dalam hal ikut serta mencerdaskan bangsa melalui gerakan dakwah Alquran dan pendidikan ke-Islam-an yang berwawasan kebangsaan,” terang Ketua Panitia ToT Pemuda Hidayatullah di Balikpapan, Imam Muhammad.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pemuda HIdayatullah, Imam Nawawi menjelaskan bahwa ToT ini adalah nafas bagi peradaban umat Islam.

“Dalam sejarah kita ketahui bahwa kegiatan training atau mendidik, mengkader manusia, utamanya generasi muda adalah agenda utama yang diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW dan diikuti oleh para pahlawan besar dalam Islam, seperti Musa bin Nushair yang mentraining Thariq bin Ziyad, hingga Islam berkembang di Andalusia,” tuturnya.

“Ustadz Abdullah Said, pendiri Hidayatullah pun melakukan hal yang sama. Karena sejatinya bangsa ini membutuhkan upaya nyata membangun manusia. Semoga ToT ini dapat berkontribusi bagi kemajuan umat, bangsa dan negara,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi DPP Hidayatullah, Ustadz Asih Subagyo yang bertindak membuka acara secara daring juga menyampaikan bahwa kegiatan ini relevan dengan kebutuhan bangsa ke depan, kaitannya dengan adanya bonus demografi.

“Program ToT Pemuda Hidayatullah ini bersifat penting dan strategis, terlebih kalau melihat hadirnya bonus demografi di Tanah Air yang diperkirakan jumlah populasi anak muda akan terus tumbuh hingga puncaknya di angka 75% ddari total penduduk Indonesia di tahun 2025-2030. Jadi, gelaran ToT ini penting sekali, karena termasuk dari upaya menyiapkan kepemimpinan umat dan bangsa di masa depan. Luar biasa,” tegasnya.

Training of Trainer ini mengangkat tema “Milenial Leaders: Indonesia Bahagia dan Bermartabat Bersama Al-Qur’an.”

“Agenda ini akan berlangsung selama 10 hari ke depan dengan menerapkan protokol kesehatan dan peserta yang memang sangat dibatasi, mengingat masa pandemi Covid-19 belum benar-benar berakhir. Ini juga berkonsekuensi pada program yang seharusnya dalam setahun bisa dilaksanakan sekali menjadi beberapa kali sebagai wujud adaptasi dari pandemi yang masih melanda,” tutup Imam Muhammad.*ImamNawawi

Kwartir Nasional Apresiasi Pengabdian Masyarakat Sako Pramuka Hidayatullah

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyampaikan penghargaan dan setinggi-tingginya kepada Sako Pramuka Hidayatullah yang telah ikut serta melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam penanganan bencana.

“Saya ikut bangga dengan informasi yang saya terima, bahwa di banyak peristiwa bencana, Sako Pramuka Hidayatullah telah ikut mengirimkan relawannya dalam membantu di berbagai bidang,” kata Ka Kwarnas disampaikan Sekretaris Jenderal Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar Utomo, S.IP, M.AP.

Hal itu disampaikan dalam pidato pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing Satuan Komunitas Pramuka (Mabisako) dan Pimpinan Satuan Komunitas (Pinsako) Gerakan Pramuka Hidayatullah Tingkat Nasional Masa Bakti 2019-2023.

Khususnya mengenai pandemi Covid-19, Ka Kwarnas tetap mengharapkan peran serta Sako Pramuka Hidayatullah untuk ikut berpartisipasi penuh dalam melaksanakan arahan Presiden RI selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka.

Presiden telah meminta agar Gerakan Pramuka mengembangkan Gerakan Kedisiplinan Nasional dan Gerakan Kepedulian Nasional.

Meski begitu, Ka Kwarnas berpesan karena Sako adalah bagian integral dari Gerakan Pramuka. Dalam pelaksanaan setiap kegiatan, Sako Pramuka Hidayatullah agar selalu berkordinasi dengan Kwartir.

Sako Pramuka Hidayatullah atau yang juga disebut Pandu Hidayatullah diambil dari organisasi induk yang menaunginya, yakni Pesantren Hidayatullah dan cabang-cabangnya yang didirikan pertama kali pada 5 Februari 1973 di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pengurus Mabi dan Pimpinan Sako Pramuka Hidayatullah tingkat nasional masa bakti 2019-2023 terlambat dilantik karena masalah teknis hingga akhir 2019 lalu, tahun 2020 ditambah dengan adanya pandemi covid-19. Sehingga baru dilantik awal 2021. (ybh/hio)

Kak Mayjen TNI (Purn) Dr Bachtiar Utomo Kukuhkan Pengurus Sako Pramuka Hidayatullah

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Kwartir Nasional Gerakan Pramuka melalui Sekretaris Jenderal Kwarnas, Kak Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar Utomo, S.IP, M.AP melantik sekaligus mengukuhkan secara resmi Pengurus Majelis Pembimbing Satuan Komunitas Pramuka (Mabisako) dan Pimpinan Satuan Komunitas (Pinsako) Gerakan Pramuka Hidayatullah Tingkat Nasional Masa Bakti 2019-2023.

Para pengurus yang dilantik antara lain adalah Kak Dr. Nashirul Haq, Lc. MA, sebagai Ketua Mabisako beserta anggota, serta Kak Syarif Daryono, sebagai Ketua Pimpinan Sako beserta sejumlah pengurus lainnya.

Pelantikan dilakukan di kompleks Pondok Pesantren dan Islamic School Hidayatullah Surabaya, Jl. Kejawan Putih Tambak VI No.1, Kejawaan Putih Tambak, Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/2/2021).

Dalam sambutannya, Kak Dr. Bachtiar Utomo menyampaikan pesan penting Ka Kwarnas. Sekjen Kwarnas saat membacakan sambutan tertulis Ka Kwarnas menegaskan bahwa bahwa Sako Pramuka adalah bagian integral dari Gerakan Pramuka. Dalam pelaksanaan kegiatannya, Sako harus selalu berkordinasi dengan Kwartir.

“Hal ini penting saya tekankan, agar tidak ada aktivitas kepramukaan yang dilaksanakan Sako tanpa diketahui oleh Kwartir yang bersangkutan. Terlebih bila melibatkan pihak dari luar Gerakan Pramuka,” ujar Kak Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar Utomo membacakan sambutan Ka Kwarnas.

Contoh sederhana antara lain perihal pengiriman surat ke luar organisasi Gerakan Pramuka harus tetap memenuhi tertib organisasi, yaitu melalui dan berkordinasi dengan Kwartir setempat.

Di dalam Undang-Undang No.12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka disebutkan antara lain bahwa Satuan Komunitas (Sako) Pramuka adalah satuan organisasi penyelenggara pendidikan kepramukaan yang berbasis, antara lain profesi, aspirasi, dan agama.

Disebutkan pula pada Bab IV Pasal 32 UU tersebut bahwa Sako adalah salah satu organisasi pendukung dalam Gerakan Pramuka. Hal tersebut kemudian diperjelas dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

Dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka pasal 41 tentang Satuan Komunitas Gerakan Pramuka, antara lain disebutkan, Sako merupakan himpunan dari gugus depan berbasis komunitas yang mempunyai kekhususan dalam: profesi, aspirasi, dan agama.

Berikutnya, Kak Bachtiar berpesab, Sako melalui kwartir mengoordinasikan, memfasilitasi, dan mendukung pelaksanaan pendidikan kepramukaan bagi gugus depan yang berbasis komunitas. (ybh/hio)

Kak Nashirul Haq Ketua Mabisako, Kak Syarif Daryono Pinsako Pramuka Hidayatullah

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Kwartir Nasional Gerakan Pramuka melantik Pengurus Majelis Pembimbing Satuan Komunitas Pramuka (Mabisako) dan Pimpinan Satuan Komunitas (Pinsako) Gerakan Pramuka Hidayatullah Tingkat Nasional Masa Bakti 2019-2023.

Para pengurus yang dilantik antara lain adalah Kak Dr. Nashirul Haq, Lc. MA, sebagai Ketua Mabisako beserta anggota, serta Kak Syarif Daryono, sebagai Ketua Pimpinan Sako beserta sejumlah pengurus lainnya.

Pelantikan dilakukan di kompleks Pondok Pesantren dan Islamic School Hidayatullah Surabaya, Jl. Kejawan Putih Tambak VI No.1, Kejawaan Putih Tambak, Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/2/2021).

Acara pelantikan itu dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kwarnas, Kak Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar Utomo, S.IP, M.AP. Dalam sambutannya, Kak Dr. Bachtiar Utomo menyampaikan pesan penting Ka Kwarnas.

Sako Pramuka Hidayatullah atau yang juga disebut Pandu Hidayatullah diambil dari organisasi induk yang menaunginya, yakni Pesantren Hidayatullah dan cabang-cabangnya yang didirikan pertama kali pada 5 Februari 1973 di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sekjen Kwarnas saat membacakan sambutan tertulis Ka Kwarnas menegaskan bahwa bahwa Sako Pramuka adalah bagian integral dari Gerakan Pramuka. Dalam pelaksanaan kegiatannya, Sako harus selalu berkordinasi dengan Kwartir.

“Hal ini penting saya tekankan, agar tidak ada aktivitas kepramukaan yang dilaksanakan Sako tanpa diketahui oleh Kwartir yang bersangkutan. Terlebih bila melibatkan pihak dari luar Gerakan Pramuka,” ujar Kak Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar Utomo membacakan sambutan Ka Kwarnas.

Contoh sederhana antara lain perihal pengiriman surat ke luar organisasi Gerakan Pramuka harus tetap memenuhi tertib organisasi, yaitu melalui dan berkordinasi dengan Kwartir setempat.

Ka Kwarnas dalam sambutannya juga menyampaikan penghargaan dan setinggi-tingginya kepada Sako Pramuka Hidayatullah yang telah ikut serta melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam penanganan bencana.

“Saya ikut bangga dengan informasi yang saya terima, bahwa di banyak peristiwa bencana, Sako Pramuka Hidayatullah telah ikut mengirimkan relawannya dalam membantu di berbagai bidang,” kata Ka Kwarnas seperti dilansir laman pramuka.id.

Khususnya mengenai pandemi Covid-19, Ka Kwarnas tetap mengharapkan peran serta Sako Pramuka Hidayatullah untuk ikut berpartisipasi penuh dalam melaksanakan arahan Presiden RI selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka. Presiden telah meminta agar Gerakan Pramuka mengembangkan Gerakan Kedisiplinan Nasional dan Gerakan Kepedulian Nasional.

Meski begitu, Ka Kwarnas berpesan karena Sako adalah bagian integral dari Gerakan Pramuka. Dalam pelaksanaan setiap kegiatan, Sako Pramuka Hidayatullah agar selalu berkordinasi dengan Kwartir.

Di dalam Undang-Undang No.12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka disebutkan antara lain bahwa Satuan Komunitas (Sako) Pramuka adalah satuan organisasi penyelenggara pendidikan kepramukaan yang berbasis, antara lain profesi, aspirasi, dan agama.

Disebutkan pula pada Bab IV Pasal 32 UU tersebut bahwa Sako adalah salah satu organisasi pendukung dalam Gerakan Pramuka. Hal tersebut kemudian diperjelas dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

Dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka pasal 41 tentang Satuan Komunitas Gerakan Pramuka, antara lain disebutkan, Sako merupakan himpunan dari gugus depan berbasis komunitas yang mempunyai kekhususan dalam: profesi, aspirasi, dan agama.

Berikutnya, Sako melalui kwartir mengoordinasikan, memfasilitasi, dan mendukung pelaksanaan pendidikan kepramukaan bagi gugus depan yang berbasis komunitas.

Pengurus Mabi dan Pimpinan Sako Pramuka Hidayatullah tingkat nasional masa bakti 2019-2023 terlambat dilantik karena masalah teknis hingga akhir 2019 lalu, tahun 2020 ditambah dengan adanya pandemi covid-19. Sehingga baru dilantik awal 2021.

Sekjen Kwarnas Lantik Mabi dan Pinsako Pramuka Hidayatullah

0

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar Utomo, S.IP, M.AP, meresmikan dan melantik Pengurus Majelis Pembimbing (Mabi) dan Pimpinan Satuan Komunitas (Sako) Gerakan Pramuka Hidayatullah tingkat nasional masa bakti 2019-2023. Bertempat di Aula Lt. 4 Gedung Luqman Al Hakim, Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, Jl. Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya, Sabtu (13/02).

Acara peresmian dan pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 06 tahun 2021 tentang perubahan susunan Majelis Pembimbing (Mabi) Sako Pramuka Hidayatullah. Dan juga berdasarkan SK Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 07 tentang perubahan struktur Pimpinan Satuan Komunitas (Pinsako) Gerakan Pramuka Hidayatullah tingkat nasional Masa Bakti 2019-2023.

Semenjak ditetapkan oleh Ketua Kwarnas, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso pada 3 Januari 2021, peresmian dan pelantikan pengurus Mabi dan Pinsako Pramuka Hidayatullah baru bisa dilaksanakan pertengahan Februari 2020. Hal ini dikarenakan berbagai kendala teknis terutama berkaitan dengan masih mewabahnya Pandemi Covid-19. 

Dalam sambutan tertulis Ka. Kwarnas, Sako merupakan himpunan dari gugus depan berbasis komunitas dan berbasis satuan pendidikan sebagai organisasi pendukung Gerakan Pramuka. Sehingga, Sako adalah bagian integral yang tak terpisahkan dari Gerakan Pramuka. Dan dalam setiap pelaksanaan kegiatannya, Sako harus selalu berkordinasi dengan Kwartir.

Ka. Kwarnas juga menyampaikan penghargaan kepada Sako Pramuka Hidayatullah yang aktif melakukan berbagai macam kegiatan pengabdian masyarakat. Diantaranya adalah dalam kegiatan kemanusiaan penanganan bencana alam di Indonesia.

“Saya ikut bangga dengan informasi yang saya terima, bahwa di banyak peristiwa bencana, Sako Pramuka Hidayatullah telah ikut mengirimkan relawannya dalam membantu di berbagai bidang,” sebut Ka Kwarnas dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekjen Kwarnas.

Sementara itu, Ketua Mabi Sako Pramuka Hidayatullah Dr Nashirul Haq, Lc. MA., mengatakan bahwa Sako Pramuka Hidayatullah merupakan wadah pembinaan siswa dan santri lembaga pendidikan Hidayatullah di seluruh Indonesia. Bertujuan untuk membentuk karakter disiplin, cerdas, dinamis, kreatif, dan berakhlaq mulia.

“Kami berharap, Sako Pramuka Hidayatullah mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter dan berkualitas. Tidak hanya cakap dalam hal kemampuan skill tapi juga memiliki karakter yang kuat, menjadi pioner dalam kebaikan dan berkontribusi positif dalam membangun bangsa dan negara Indonesia yang lebih bermartabat,” harapnya.

Senada dengan itu, Pimpinan Sako Pramuka Hidayatullah Syarif Daryono, M.Pd menegaskan komitmennya bahwa Sako Pramuka Hidayatullah adalah kawah Candradimuka dalam mendidik siswa di lingkungan Hidayatullah agar memiliki kepekaan dan kecintaan terhadap bangsa dan negara.

“Program Sako Pramuka Hidayatullah bertujuan untuk mendidik generasi muda yang mencintai dan membela negara. Pramuka ini sangat tepat bagi sekolah di bawah naungan lembaga Hidayatullah. Serta menjadi kawah Candradimuka yang mendidik dan membentuk karakter anak-anak yang mencintai negaranya,” ucapnya.

Peresmian dan pelantikan pengurus Mabi dan Pinsako Pramuka Hidayatullah ini merupakan rangkaian kegiatan Diklat Asesor Pendidikan Integral Berbasis Tauhid Nasional yang digelar oleh Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, yang dilaksanakan 11 – 14 Februari 2021. (Humas Sako Hidayatullah)

Warga Hidayatullah Harus Berupaya Menjadi Figur Al Amin

Pimpinan Umum Hidayatullah Ustadz Abdurrahman Muhammad pada acara Silaturahim Syawal 1438 H di Gunung Tembak, Balikpapan, Kaltim, Senin, 10 Juli 2017‎ (Foto: Abdus Syakur / Hidayatullah)

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Segenap kader dan warga Hidayatullah dipesan oleh Pemimpin Umum Hidayatullah untuk selalu berusaha menjadi figur manusia yang dapat dipercaya atau menjadi pribadi Al-Amin.

Spirit tersebut diserap daripada perikehidupan perjalanan dakwah Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alahi Wasallam yang dikenal sebagai figur terpercaya.

Gelar Al-Amin bagi Nabi Muhammad SAW disandangkan oleh penduduk Mekkah karena dikenalnya Nabi Muhammad SAW sebagai seorang laki-laki yang penuh amanah, jujur dan dapat dipercaya.

Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad menjelaskan, kader Hidayatullah pun harus berusaha meneladani akhlak mulia Rasulullah tersebut, bahkan terhadap hal-hal yang barangkali dianggap sepele seperti ketika berada di masjid.

Dia mencontohkan, dikala awal perintisan Hidayatullah, kader dai yang dikirim berdakwah ke berbagai penjuru negeri hanya dipesan untuk membangun kepercayaan umat terlebih dahulu. Dan, ketika sudah dipercaya, maka jaga betul betul kepercayaan tersebut.

“Kader harus jadi Al Amin dulu. Harus terpercaya dulu, bisa amanah. Ketika tiba di tempat tugas baru, bersihkan saja masjid, bersihkan MCK, perbagus hubungan dengan masyarakat, selalu di masjid di awal waktu. Jangan menggurui. Intinya Hidayatullah di situ, yaitu mencontoh saja kebaikan. Menduplikasi dan mengekspansi,” kata Abdurrahman dalam taushiah shubuh di Masjid Ar Riyadh, Kampus Ummul Quro Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan, Kaltim, Sabtu shubuh (13/2/2021).

Dia lantas menceritakan kisahnya. Dalam rangka berupaya menduplikasi kebaikan, saat berhaji ke Baitullah, di benaknya tiba-tiba muncul satu pemikiran untuk melahirkan gerakan yang kini diberi nama langsung olehnya yaitu Gerakan Dakwah Nasional Mengajar-Belajar Al-Qur’an atau Grand MBA.

Alhamdulillah, dengan Grand MBA, bukan saja orang orang pintar yang datang ke kampus Hidaatullah Gunung Tembak ini, bahkan yang di sini mau pintar dengan majunya pendidikan. Jadi kita menduplikasi saja. Mencontoh dan memberi contoh kebaikan bagaimana beribadah keras dan bekerja keras,” katanya.

Dia menjelaskan, dengan disertai spirit Bismirabbik, Hidayatullah hadir untuk memberikan kebaikan dan meluaskan kemaslahatan untuk alam semesta terlepas banyaknya kekurangan dan ketidakmampuan yang dimiliki.

“Pegangan kita adalah bagaimana kita menghadirkan diri bahwa kelebihan kita adalah kelemahan kita sehingga kita hanya mengadu kepada Allah dan tetaplah istiqamah dalam ketaatan,” imbuhnya.

Beliau menerangkan, setiap warga Hidayatullah dan umat Islam secara luas perlu untuk selalu gigih dalam menuntut ilmu meskipun berat dan sukar. Karena itu, baginya, ilmu itu kecil dan apapun yang berhasil didapat di sekolah kecil. Namun yang betul betul penuntut ilmu adalah yang kurang tidurnya.

“Kalau santri Hidayatullah menduplikasi kebaikan demi kebaikan, melayani umat, mengambil peran kebaikan. Datangi masyarakat dengan kesalehan dan karakter kelembutan. Insya Allah, Allah menyambut. Yang diperlukan sekarang adalah tindakan, bukan omongan. Hadirlah dengan membawa karakter ar Rahman Ar Rahim,” ujarnya. (ybh/hio)

Ponpes Hidayatullah Samarinda ke-3 Terfavorit untuk si Buah Hati versi The Asian Parent

0

SAMARINDA (Hidayatullah.or.id) — The Asian Parent, sebuah kanal media yang menyasar kalangan ibu atau orangtua, menempatkan Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda sebagai salah satu tujuan pendidikan sekolan anak-anak Anda.

Dalam lansiran artikelnya yang berjudul “7 Rekomendasi Pondok Pesantren di Samarinda untuk Buah Hati Parents”, The Asian Parent melalui platform web portalnya menempatkan Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda di posisi ke-3, sebagai rekomendasi 7 pondok pesantren terkenal di Samarinda yang bisa menjadi pilihan pendidikan anak.

Pesantren Hidayatullah Samarinda menawarkan konsep pendidikan islamiyah, ilmiah, dan alamiyah dalam membangun karakter Taqwa, Cerdas, dan Mandiri.

Untuk info lebih lanjut mengenai Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda, Anda bisa mengunjunginya di Jalan Perjuangan, No. 22, Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Atau tonton profil videonya di sini.

The Asian Parent adalah kanal media multi platform yang berbasis di Singapura. Tickled Media sebagai induk perusahaan ini, juga memiliki jaringan media dengan nice market serupa yang menjangkau kawasan Asia termasuk memiliki basis di Australia, Jepang, Nigeria, Kenya, Srilanka dan India. (ybh/hio)

Diklat Asesor Pendidikan Integral Berbasis Tauhid Menuju Penjaminan Mutu 4.0

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menggelar Diklat Asesor Pendidikan Integral Berbasis Tauhid Nasional Untuk Standarisasi Menuju Penjaminan Mutu 4.0, selama 4 hari dibuka di Aula Rahmat Rahman, Kampus Utama Hidayatullah Surabaya, Kamis (11/2/2021).

Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Dr H Nasirul Haq dalam sambutannya membuka acara tersebut menyampaikan pendidikan dan latihan asesor ini diharapkan terus menguatkan kualitas serta mutu pendidikan yang terstandar nasional.

Dalam pada itu, ia berharap, selain perhatian pada penguatan mutu penyelenggaraan dan berbagai perangkat pendukungnya, hal yang tak kalah penting yang harus diperhatikan adalah pembentukan kepribadian muslim dalam segala aspeknya.

Beliau menegaskan tentang penguatan mainstream Hidayatullah yakni tarbiyah dan dakwah. Keduanya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan, karenanya, ia menegaskan, ada tiga aspek pendekatan pembinaan sesuai dengan al Qur’an dan sunnah yang perlu betul betul diinternalisasi yakni tilawah, tazkiyah dan ta’limah.

“Akan menjadi lebih menarik dan bagus apabila proses tarbiyah mulai awal usia dini dipegang oleh orang yang ahli untuk benar-benar menghasilkan kader generasi yang kuat karakternya yang bertaqwa, cerdas, mandiri, sehat dan kuat,” ungkapnya.

Ia menandaskan sambutannya dengan menekankan bahwa Hidayatullah hadir adalah untuk mencetak kader dai yang mampu mengemban amanah menegakkan misi peradaban Islam.

Sementara itu, dalam sambutannya Ketua Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah DPP Hidayatullah Nanang Nurpatria melaporkan sejumlah hal serta menyampaikan komitmen Dikdasmen Hidayatullah melakukan penguatan di berbagai sisinya termasuk dalam pengembangan.

“Ekspansi pendidikan Hidayatullah mutlak untuk direalisasikan dengan Standarisasi internal Hidayatullah dan dari eksternal alias Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M),” kata Nanang.

Senada dengan itu, Ketua Departemen Kepesantrenan DPP Hidayatullah Muhammad Syakir Syafii menyampaikan bahwa dunia saat ini telah memasuki era Pendidikan 4.0 yang ditandai dengan disrupsi pekerjaan di beberapa lini industri, yang, tak pelak, menuntut ketersediaan sumber daya dengan penguasaan keterampilan baru.

Era Pendidikan 4.0 yang ditopang kecepatan dan inovasi teknologi, juga menuntut sumber daya memiliki penguasaan soft skill atau kemampuan yang bersifat afektif dan psikomotorik. Bukan hanya itu, era 4.0 ini juga membidik kemampuan personality seperti kecakapan komunikasi, berfikir kritis, problem solving, kultur berkolaborasi dan kreatifitas.

Dalam hal ini, sistem sekolah dasar dan menengah dipandang sebagai wadah yang memiliki peran yang sangat vital dalam mempersiapkan individu global dan mencetak sumber daya insani yang berkualitas tersebut.

Tetapi, ia juga mengingatkan, jika tak mempersiapkan diri dengan baik, ruang tersebut malah bisa berakibat negatif yaitu keruntuhan akhlaq atau karakter.

“Sehingga hadirnya tujuh komponen yang ada di PiBT bisa menjadi solusi dalam perkembangan teknologi yang begitu cepat,” tandas Syakir.

Acara yang berlangsung secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan ketat di Kampus Utama Hidayatullah Surabaya ini diikuti oleh 47 Peserta. Mereka adalah ketua-ketua Departemen Pendidikan dan Kepesantrenan dari 34 DPW Hidayatullah yang baru dilantik beberapa bulan lalu.

Pembukaan acara dimulai pukul 08.00 di Aula Rahmad Rahman diawali dengan pembacaan tilawah oleh ananda Faizun, santri kelas 11 SMA Lukman hakim Surabaya. Dilanjutkan sambutan oleh tuan rumah yakni Ust Samsudin, SE selaku ketua badan pengurus kampus Utama Hidayatullah Surabaya.

Diklat asesor ini diharapkan akan mencetak asesor asesor wilayah yang mampu mensupport program Depdikdasmen dan Deptren DPP Hidayatullah dalam menstandarisasi Pendidikan Integral Hidayatullah.*/Fatihul Haq