Beranda blog Halaman 504

Hidayatullah Liang Ambon Akan Bangun Pondok Tahfidz Putri

AMBON (Hidayatullah.or.id) — Pondok Pesantren Hidayatullah Liang, Ambon, Propinsi Maluku, berencana membangun Pondok Tahfidz Putri di areal Kampus Madya Liang Ambon, Jalan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Rencana tersebut secara formal ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kepala Biro Humas DPP Hidayatullah, Mahladi Murni, di sela-sela acara Rakerwil pada Ahad 27 Januari 2019.

Menurut Ketua DPW Hidayatullah Maluku, Nur Fatahuddin, rencana ini sebetulnya sudah cukup lama dicanangkan. Namun, masih terkendala dana.

“Mudah-mudahan setelah peletakan batu pertama ini Allah mudahkan ikhtiar kita membangun pondok ini sampai selesai,” jelas Nur Fatahuddin.

Rencananya, rumah tahfidz ini akan dibangun dengan ukuran 9×30 meter persegi. Ada 3 ruang asrama yang masing-masing berukuran 10×7 meter persegi. Di bagian depan ada selasar dengan lebar 2 meter dan panjang sama dengan panjang rumah tahfidz tersebut. Sedang pintu utama berada di tengah.

Selain itu, pembangunan rumah tahfidz ini bakal menghabiskan dana Rp 1,05 miliar. Nur Fatahuddin berharap masyarakat bisa ikut serta menyukseskan rencana pembangunan rumah tahfidz ini. Bila tidak bisa dengan dana, kata Nur Fatahuddin, setidaknya dengan doa agar Allah Ta’ala berkenan mempercepat proses pembangunan ini. (ybh/hio)

Hidayatullah Kalsel Komit Terus Memajukan Dakwah Islamiyah

0

BANJARBARU (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) IV tahun 2019.  Ketua DPW Hidayatullah Provinsi Kalimantan Selatan, Ust. H. Mushaddiq, S.Pd.I, menyampaikan diantara kesepakatan yang dilahirkan dalam acara yang berjalan intensif selama 2 hari itu adalah komitmen untuk terus memajukan dan melakukan pengembangan dakwah Islamiyah serta peningkatan layanan keummatan sebagaimana mainstream gerakan Hidayatullah.

“DPW Hidayatullah Kalimantan Selatan berkomitmen memenuhi target pengembangan dan pendirian DPD baru untuk Kabupaten Tana Laut dan Kabupaten Tana Bumbu serta mendifinitifkan DPD Kabupaten Kotabaru,” kata Mushaddiq.

Selain itu, pihaknya juga telah mempersiapkan pendirian Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Propinsi Kalimantan Selatan serta berkomitmen juga pada beberapa kegiatan sosial antara lain pembinaan Pusat Pendidikan Anak Shaleh (PPAS) dan Lembaga kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), pendirian Sahabat Anak Indonesia (SAI) perwakilan Kalimantan Selatan dan mengawal program Tim Aksi Siaga Kemanusian (TASK) Hidayatullah.

Rakerwil Hidayatullah Kalimantan Selatan ini diadakan di Kampus Madya Hidayatullah Banjarbaru yang diikuti oleh segenap jajaran anggota DPW serta semua pengurus DPD Hidayatullah se-Kalsel seperti DPD Hidayatullah Banjarbaru, DPD Hidayatullah Tabalong, DPD Hidayatullah Kotabaru dan satu DPD rintisan (DPD Tana Laut).

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan, Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq mendorong segenap kader untuk bersama mensukseskan program mainstream dakwah dan pendidkan serta harus tetap menjadi perhatian. Ia juga menekankan bahwa Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH) hendaknya berjalan secara terprogram bagi setiap kader Hidayatullah.

Dalam pada itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga silaturrahim dengan berbagai pihak sebagai peran perekat ukhuwah islamiyah dan hubungan baik antar sesama anak bangsa.

“Silaturrahim dengan berbagai pihak terus dijalin sebagai bagian dari dakwah fardiyah untuk bersama mengemban dakwah pembinaan ummat dan terus mengembangkan dan meningkatkan pelayanan sosial terkhusus pelayanan anak yatim dan dhuafa,” pungkasnya. (ybh/hio)

Selalu Menjaga Sinergi dengan Pemerintah dan Masyarakat

0

BONTANG (Hidayatullah.or.id) — Anggota Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust Drs Wahyu Rahman, MM, mendorong agar terjaga sinergi dalam dakwah maupun pendidikan dan sosial dengan pemerintah dan masyarakat. Dengan sinergi dan kolaborasi yang baik, akan semakin menguatkan peran bersama dalam memajukan umat dan membangun bangsa.

Hal itu disampaikan Wahyu Rahman saat menyampaikan sambutan pengarahan dalam pembukaan acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Kalimantan Timur (Kaltim) yang diselenggarakan di komplek Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Bontang, belum lama ini.

“Sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah dengan Hidayatullah mesti terus dijaga sehingga peran Hidayatullah semakin kuat. Dengan menitik beratkan pada tertib organisasi, manajemen dan administrasi,” ujarnya.

Wahyu Rahman yang juga Bendahara Umum DPP Hidayatullah menyampaikan harapannya kepada pengurus DPW dan DPD Hidayatullah se-Kalimantan Timur agar menjadi DPW-DPD yang paling unggul se-Indonesia. Sebab, jelasnya, awal lahirnya Hidayatullah adalah di Kaltim sejak tahun 1973 di Balikpapan.

Adapun pengembangan dakwah setelah seluruh kabupaten/kota telah hadir Hidayatullah, maka selanjutnya ekspansi dakwah dilakukan ke kecamatan dan desa. Alhamdulillah, saat ini Hidayatullah telah hadir di 33 kecamatan/kelurahan. Dan, pada tahun 2019 akan mengembangkn 10 Dewan Pengurus Cabang (DPC).

Rakerwil yang diikuti oleh sedikitnya 60 orang ini berlangsung selama 3 hari dengan rumusan program dan kesepakatan di setiap departemen yang ada.

Peserta yang hadir seluruh DPD yang ada di Kaltim yakni 10 DPD kabupaten/kota yakni Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kota Bontang, Kabupaten Pasir, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabubaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Berau dan Kabupaten Mahakam Hulu.

Acara yang dibuka oleh Walikota Bontang, Neni Moerniaeni, ini juga dihadiri oleh Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti dan Dandim 0908 Bontang, Letkol Arm Eko Pristiono.

Dalam sambutannya, Walikota Neni Moerniaeni menyampaikan apresiasinya kepada Hidayatullah atas partisipasinya membangun Kaltim terkhusus kota Bontang baik dalam berbagai bidang khususnya dalam program dakwah, pendidikan dan sosial. (ybh/hio)

Ma’had Aly Li I’dadi Mu’allimil Quran Hidayatullah Medan

MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Dalam rangka menguatkan program Kuliah Dai Mandiri (tadribuat duat) Hidayatullah yang telah bergulir lama di berbagai kota di Indonesia, saat ini Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Medan, Sumatera Utara, semakin memantapkan program pendidikan kader dai tersebut dengan meluncurkan Ma’had Aly Li I’dadi Mu’allimil Quran.

Ketua Yayasan Hidayatullah Medan, Ust Choirul Anam, mengatakan selama ini kita mengeluhkan akhlak anak-anak kita, mengeluhkan kepribadian generasi kita, mengeluhkan bacaan imam shalat kita. Namun, lanjut dia, kita belum bergerak untuk memberi solusi.

“Ma’had Aly Hidayatullah Li I’dadi Mu’allimil Qur’an ini bagian dari upaya untuk memberikan solusi. Selain itu pendidikan di Hidayatullah harus tegas keberpihakannya terhadap sumber utama ajaran Islam yaitu al Quran,” kata Anam dalam keterangannya diterima media ini, Rabu.

Dia menerangkan, Al Quran harus menjadi denyut nadi pendidikan kader dan generasi kita. Al-Qur’an harus menjadi basis ilmu dan kemampuan riil dari sekolah maupun madrasah di bawah naungan Hidayatullah. Tanpa ini, tegas dia, pendidikan di Hidayatullah tidak akan bermakna dan punya arti apa-apa.

“Tanpa Al-Qur’an pendidikan di Hidayatullah hanya akan ikut melahirkan orang pintar tanpa basis karakter yang jelas. Dan, tanpa ini, Hidayatullah hanya akan ikut andil dalam mengambil bagian permasalahan bangsa,” imbuhnya.

Anam menjelaskan, pentingnya penguasaan dan pemahaman serta pengamalan terhadap al Qur’an ini harus menjadi kesadaran kolektif seluruh warga dan keluarga besar Hidayatullah serta tentunya ummat Islam semua. Lalu secara bertahap dan terus-menerus berusaha untuk mewujudkannya.

Program Membangun Masyarakat Qur’ani ini, lanjut dia, akan berhasil dengan baik bila didukung banyak pihak dan banyak faktor, diantaranya yang terpenting adalah ketersediaan asatidz, guru atau pengajar Al-Qur’an yang mumpuni dan ikhlas dalam mengajar serta tahan banting dan siap ditugaskan keseluruh pelosok negeri.

“Namun pengajar tidak bisa dicari semata, apalagi ditunggu, melainkan mereka harus dibentuk dan diadakan. Karena itu, kita harus membuat dan menghadirkan Ma’had Aly Hidayatullah Li I’dadi Mu’allimil Qur’an ini,” terangnya.

Ma’had Aly Hidayatullah Li I’dadi Mu’allimil Qur’an memiliki sejumlah core competence. Anam mengatakan, para pengajar dan Asatidz di Ma’had Aly Hidayatullah Li I’dadi Mu’allimil Qur’an ini punya tanggung jawab mencetak para calon guru Al-Qur’an sehingga mereka nantinya mempunyai kemampuan menguasai al Qur’an. Kemudian kemampuan mahasantri tersebut akan ditingkatkan sesuai standar dengan berbagai bentuk pendidikan, pelatihan, daurah, halaqah dan lainnya.

Dia menambahkan, kebutuhan kita terhadap SDM guru yang menguasai Al-Quran sangat banyak. Tentunya mereka semua, para mahasantri harus diantarkan untuk bisa mendapat 3 kualifikasi dan sertifikasi, yaitu kualifikasi tilawah dan tahsin al Qur’an, kualifikasi tahfidz dan kualifikasi tafhim dimana mereka harus mimiliki kemampuan minimal menerjemah Al-Quran secara lafdziyah dengan benar.

Ketiga kualifikasi tersebut, jelas Anam, secara terus menerus disusun bertahap dan mesti dimiliki mahasantri yang akan terjun menjadi guru Al-Qura’n di madrasah-madrasah di bawah naungan Hidayatullah dan menjadi guru Al-Qur’an bagi warga Hidayatullah dan masyarakat pada umumnya dimana saja dan kapan saja ditugaskan.

“Agar kita tidak kekurangan tenaga guru al-Quran. Dan itu semua akan digodok dan dilahirkan oleh Ma’had Aliy Hidayatullah Li I’dadi Mu’allimil Qur’an ini,” pungkasnya.

Diketahui Ma’had Aly Hidayatullah Li I’dadi Mu’allimil Qur’an Hidayatullah Medan memiliki program beasiswa untuk menjaring kader guru Al-Qur’an yang bersedia diterjunkan di berbagai daerah dimana terdapat cabang Hidayatullah atau daerah mana saja yang memerlukan berdasarkan permintaan masyarakat.

Karena itu, pengelola Ma’had Aly Hidayatullah Li I’dadi Mu’allimil Qur’an Hidayatullah Medan membuka peluang beasiswa ikatan dinas bagi lulusan SMA dan yang sederajat dengan syarat dan ketentuan bersedia menandatangani surat perjanjian kesediaan menjadi kader dai, menyerahkan Ijazah SMA asli sebagai jaminan jika putus di tengah jalan ijazah akan ditahan dan tidak dikembalikan sebelum mengganti biaya selama dalam pendidikan dan surat komitmen di atas materai oleh yang bersangkutan dan diketahui oleh wali atau orangtua.(ybh/hio)

Pendidikan Adab atau Akademik

0

Oleh Nabil Fadh*

PENDIDIKAN telah menjadi kebutuhan manusia yang menginginkan masa depan cerah. Setiap orangtua mendambakan anak-anaknya mendapatkan pendidikan terbaik dengan mendaftarkannya ke sekolah-sekolah pilihan.

Namun, setiap orangtua memiliki pengertian berbeda mengenai pendidikan terbaik. Ada yang merasa puas ketika nilai akademik tercapai atau saat anak bisa mengaplikasikan pelajaran ataupun juga ketika sudah memilik pemahaman agama dan lain sebagainya.

Tapi, apa sebenarnya pendidikan terbaik itu?

Seorang guru di sekolah pernah berkata bahwa belajar antri lebih baik daripada belajar Matematika. Perkataan ini seharusnya dipahami oleh pengajar maupun orangtua. Sesungguhnya pendidikan adab itu lebih dibutuhkan atau lebih diutamakan daripada akademik.

Adab sangat diperlukan di kehidupan sehari-hari dalam bersosialisasi, sedangkan ilmu akademik semuanya diperlukan. Lebih jelasnya seperti ini, jika seorang anak bercita-cita ingin menjadi pemain sepakbola ataupun profesi lainnya, apakah memerlukan ilmu matematika? Tentu tidak selalu.

Kenyataan pada hari ini pendidikan adab malah jauh ditinggal di belakang. Jika dahulu lebih lama waktu untuk belajar adab daripada ilmu pengetahuan, sekarang kenyataannya terbalik, guru yang mengajar di sekolah alih-alih mengajarkan adab, yang ada malah mengajarkan kecurangan seperti yang banyak terjadi pada ujian nasional (UN) yaitu disuruh untuk bekerjasama dalam mengerjakan soal-soal. Padahal, ketika itu terjadi yang ada malah dapat merusak adab para pelajar.

Mengajarkan adab memang tidak hanya menyeru dengan kata-kata, tapi harus lebih menonjolkan aksi keteladan dari pengajar maupun orangtua. Dari contoh sebelumnya, dapat diketahui bahwa kebanyakan pengajar masih belum mampu memberikan pendidikan adab.

Bukan hanya tidak mengajarkan adab, yang ada malah mengarah kepada yang “biadab”. Pengajar di zaman sekarang lebih banyak mengejar prestasi-prestasi akademik dan mengesampingkan adab.

Di sekolah-sekolah pada umumnya, pelajar yang nilai akademiknya baik mendapatkan perlakuan khusus. Seharusnya sekolah pun dapat memberikan apresiasi khusus kepada pelajar yang memiliki adab atau akhlak yang baik.

Pendidikan di Indonesia masih masuk dalam kategori “berantakan”. Para pelajar dituntut untuk mendapatkan nilai akademik yang baik tapi tidak disertai dengan pendidikan adab yang baik.

Di sila kedua Pancasila disebutkan, “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Tapi nyatanya yang banyak terjadi di Indonesia adalah kasus pelajar memukuli gurunya, pelecehan seksual serta perilaku lain yang jauh dari kata beradab.

Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan yang kuat dari tenaga pengajar atau pendidik untuk membantu mewujudkan masyarakat Indonesia khususnya pelajar yang lebih beradab. Karena tidak setiap orang bisa untuk mencapai nilai akademik yang tinggi.

Namun, setiap orang bisa dan mampu untuk memiliki pribadi yang beradab. Akhirnya, pendidikan adab menjadi hal yang paling pertama ditanamkan dalam diri anak-anak yang ada di negara ini.

_____
NABIL FADH, penulis adalah siswa kelas 2 Sekolah Menengah Hidayatullah Balikpapan/Anggota PENA Balikpapan

DPW Hidayatullah Kalbar Gelar Training Tingkatkan Mutu Dai

0

PONTIANAK (Hiadyatullah.or.id) — Guna meningkatkan kapasitas, mutu, kualitas, semangat dan kiprah dai dalam menjalankan peran sebagai penyuluh agama dengan berdakwah di wilayah Kalimantan Barat, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalimantan Barat (Kalbar) yang didukung oleh Laznas BMH, menggelar Training Dai yang diikuti oleh sebanyak 37 dai yang tersebar di Kalimantan Barat.

Selama dua hari (26-27 Januari 2019) seluruh dai mendapatkan pemantapan materi tentang bagaimana berdakwah yang lembut, mengajak dengan bijak dan menghindari perpecahan di tengah umat.

“Dai itu mengajak dengan bijak, menyeru dengan hati dan mengajar dengan keteladanan. Tidak boleh seorang dai merasa benar sendiri di dalam mendidik umat, sehingga terjadi perpecahan di masyarakat,” terang narasumber utama, Ustadz Sholeh Usman, yang juga Ketua Departemen Dakwah DPP Hidayatullah.

Acara yang berlangsung di Pesantren Tahfid Qur’an dhuafa, yang beralamat di Jl. Khatulistiwa Gg Flora, Batu Layang, Pontianak Utara, itu berjalan penuh kesederhanaan dan kekeluargaan.

Meski demikian even tersebut sangat berarti bagi para dai tangguh BMH di pedalaman.

“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan seperti ini semakin menambah Ilmu serta pengalaman kami, dan kami bersyukur juga dengan adanya kegiatan seperti ini kami merasa ada yang memperhatikan dan harapan kami kegiatan ini bisa terus berlanjut menjadi sebuah pembinaan yang berkelanjutan,” tutur Ustadz Budi Tamil dai yang bertugas di Kabupaten Mempawah. Acara turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat baik dari unsur sipil, TNI, Polri dan alim ulama (hio/yek)

Jamwil Pandu Putri Hidayatullah Jawa Tengah Bangun Wasbang

0

KUDUS (Hidayatullah.or.id) — Ratusan siswa SD, SMP, SMA perwakilan lembaga pendidikan Hidayatullah se-Jawa Tengah mengikuti Jambore Wilayah (Jamwil) Pandu Putri Hidayatullah se-Jawa Tengah, Pada kesempatan tersebut mereka mendapatkan pendidikan materi keislaman dan wawasan kebangsaan (wasbang).

Kegiatan tahunan yang digelar pada Jumat – Ahad, 25 s/d 27 Januari 2019 oleh Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Depdikdasmen) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Tengah (Jateng) ini berjalan sukses.

Acara berlokasi di Bumi Perkemahan Taman Sardi, Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Sebuah area perkemahan seluas 2,5 Ha di lereng Gunung Muria. Jaraknya kurang lebih 13 km arah utara dari pusat kota Kudus.

Kegiatan ini diikuti oleh 234 peserta dari sekolah Hidayatullah Jateng, mulai tingkatan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat. Peserta berasal dari hampir seluruh wilayah di Propinsi Jawa Tengah, mulai dari Semarang, Kudus, Purwodadi, Salatiga, Batang, Kendal, hingga Tegal.

Jamwil Pandu Putri Hidayatullah 2019 ini dibuka oleh Kepala Pengkaderan DPW Hidayatullah Jateng Ust. Rahmat Abdulah. Dalam sambutannya, beliau mengatakan Gerakan Pandu Hidayatullah (GPH) merupakan wadah pembinaan wawasan kebangsaan dan keindonesiaan dalam rangka membangun budaya disiplin, merawat semangat patriotisme serta menyiapkan generasi Islam penerus risalah kenabian.

“Gerakan Pandu Hidayatullah bertujuan membentuk pribadi muslim dan muslimah yang berkepribadian mulia, beraqidah lurus, dan berakhlaq Qur’an,”, tegas beliau

Ketua panitia kegiatan, Robi Muhtadi, mengatakan antusiasme peserta Jamwil sungguh luar biasa. Seluruh peserta mengikuti semua rangkaian kegiatan dengan penuh kegembiraan. Meskipun hujan terus mengguyur selama kegiatan berlangsung, hal itu tak menyurutkan semangat peserta.

“Cuaca tidak menjadi peghalang bagi peserta dan panitia untuk mensukseskan kegiatan ini. Semoga di penyelenggaraan tahun depan, kegiatan semacam ini bisa dikemas lebih menarik dengan jumlah peserta yang lebih banyak,” harapnya.

Salah satu peserta dari SD Integral Hidayatullah Batang, Arfadhia Almeera, mengaku bangga dan senang bisa mewakili sekolahnya mengikuti kegiatan ini. Almeera telah menyiapkan diri berlatih bersama fi’ah (grup) nya selama satu bulan penuh. Dan Alhamdulillah, fiahnya berhasil meraih juara 1 dalam perlombaan baris berbaris.

“Senang sekali mengikuti kegiatan ini, bisa silaturrahim dan bertemu teman baru. Dan juga bangga bisa menjadi juara 1 lomba baris berbaris” ujarnya.

Kegiatan Jamwil Pandu Hidayatullah Putri Jawa Tengah ini diisi dengan berbagai macam perlombaan kegiatan baik yang jasadiyah (outdoor) maupun tsaqofiyah (pengetahuan). Perlombaan jasadiyah diantaranya lomba memanah, semaphore, pioneering, yel yel, baris-berbaris tongkat, dan menghias kue. Sementara kegiatan Tsaqofiyah diisi dengan perlombaan tahsin, tahfidz, ranking 1, dan pentas seni.

Di akhir kegiatan, juara umum diraih oleh MTs-MA Al-Burhan Semarang. Selamat kepada seluruh pemenang dan semua peserta Jamwil 2019. Kalian adalah generasi Tauhid, generasi para juara. */Cakrud

Komunitas PENA Didorong Bisa Lahirkan Lebih Banyak Penulis

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Disela sela kegiatannya yang sangat padat, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, KH Dr Nashirul Haq, berkenan menerima kunjungan silaturrahim pengurus komunitas Penulis Muda Indonesia (PENA) di Lantai II Masjid Baitul Karim, Komplek Gedung Pusat  Dakwah Hidayatullah, Jln Cipinang Cempedak I/14 Otista Polonia, Jakarta, Senin (28/1/2019).

Ketua PENA Nasional Imam Nawawi yang didampingi Ketua PENA Wilayah Jabodetabek Ust Hidayatullah pada kesempatan tersebut melaporkan perkembangan PENA beserta memperkenalkan profil dan sejumlah program-programnya yang telah dan akan bergulir.

Pada pertemuan tersebut, Ust Nashirul menyambut baik kehadiran PENA untuk melahirkan lebih banyak lagi penulis yang berdakwah dengan tulisannya. Beliau mengatakan sudah menjadi kewajiban bagi setiap kader Hidayatullah untuk dapat menulis.

“Komunitas PENA ini yang berbasis gerakan literasi sudah tidak bisa ditawar lagi,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut juga Ust. Nashirul banyak memberikan nasihat dan arahan untuk PENA agar kedepannya bisa lebih sukses dan berkembang dalam rangka memberi manfaat untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

Beliau mengatakan tingkat kultur lirerasi di lingkungan Hidayatullah diakuinya masih belum sepenuhnya maksimal. Karena itu dia berharap kehadiran PENA bisa turut andil mengembangkan dan semakin menumbuhkan budaya literasi melalui disiplin membaca dan menulis bagi kader-kader Hidayatullah.

Sementara itu, Nawawi mengatakan akan berupaya mewujudkan harapan tersebut. InsyaAllah, kata dia, kedepannya PENA akan membuat terobosan-terobosan dan inovasi.

Nawawi mengatakan, yang menjadi sasaran PENA adalah santri-santri Hidayatullah dari tingkat SMA hingga perguruan tinggi serta merambah sekolah-sekolah SMA, perguruan tinggi, dan remaja masjid untuk membangun gerakan literasi dalam rangka membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan undang-undang.

“Konsep pelatihan/seminar PENA akan membawakan materi Sistematika Wahyu yang akan diberikan oleh peserta-peserta dalam seminar PENA” ujar Ketua PENA Jabodetabek Ust Hidayatullah, menambahkan. Dari pertemuan tersebut juga banyak sekali poin masukan yang menjadi materi untuk jalannya PENA kedepannya.*/Nanda Ramadhan

DPW Hidayatullah Maluku Bertekad Menambah 3 DPD Baru

0

AMBON (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Maluku, sepanjang tahun 2019 ini, berencana menambah tiga DPD (Dewan Pengurus Daerah) baru. Rencana ini diungkapkan oleh Ketua DPW Hidayatullah Maluku, Nur Fatahuddin, dalam pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Maluku di Kampus Madya Liang Ambon, Sabtu (26 Januari 2019).

Ada empat kemungkinan penambahan tiga DPD baru tersebut. Pertama, di Namrole, Kabupaten Buru Selatan. Kedua di Seram Bagian Barat (SBB). Ketiga, di Seram Bagian Timur (SBT). Dan, keempat, di Kabupaten Kepulauan Aru.

Di Pulau Seram, selain Kabupaten SBT dan SBB, masih ada satu kabupaten lagi yakni Maluku Tengah dengan ibukota Masohi. Di kabupaten ini telah berdiri DPD Hidayatullah. Sedang di Pulau Buru, selain Kabupaten Buru Selatan, masih ada satu kabupaten lagi, yakni Kabupaten Buru dengan ibukota Namlea. Di kabupaten ini juga sudah ada DPD Hidayatullah.

Saat ini DPW Hidayatullah Maluku baru memiliki 4 DPD,yakni DPD Namlea, DPD Tual, DPD Masohi, dan DPD Kota Ambon. Adapun total jumlah kabupaten/kota di Propinsi Maluku ada 11. Berarti belum sampai 50 persen jumlah kabupaten yang memiliki DPD Hidayatullah.

Jika dibandingkan dengan propinsi-propinsi lain di Indonesia, rasio jumlah DPD Hidayatullah dan jumlah total kabupaten di seluruh propinsi Maluku berada di urutan kedua terendah setelah Propinsi Bangka Belitung. Nur Fatahuddin berharap rencana penambahan tiga DPD ini bisa mendongkrak nilai rasio tersebut menjadi di atas 50%. Insya Allah!. */Mahladi

Sejuknya Rakerwil Hidayatullah Bengkulu di Kepahiang

KEPAHIANG (Hidayatullah.or.id) — Hari itu, kabut masih menyelimuti kompleks Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Kepahiang. Tampak daun-daun masih menyimpan embun yang ruah. Padahal jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi. Wajar memang, Pesantren Hidayatullah Kepahiang ini memang berada di atas pegunungan dengan cuacanya yang sangat dingin di Provinsi Bengkulu.

Pesantren Hidayatullah Kepahiang, pada hari itu menjadi menjadi tuan rumah pembukaan dan pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-IV Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Provinsi Bengkulu. Acara pada Sabtu ((26/01/2019) itu dihadiri oleh pengurus harian dari Dewan Pegurus Daerah (DPD) Hidayatullah Se Provinsi Bengkulu.

Dipilihnya Pesantren Hidayatullah Kepahiang sebagai tuan rumah acara tahunan DPW Hidayatullah Bengkulu ini, dimaksudkan agar jaringan Pengurus DPD dan seluruh pengurus yayasan Ponpes Hidayatullah Se-Provinsi Bengkulu dapat membangun silaturrahim antar pengurus dan dapat merumuskan program–program kerja yang terukur, terarah dan bermartabat, dengan nuansa lingkungan yang sejuk dan damai.

Ketua DPD Hidayatullah Kepahiang, Ustadz Syaifuddin, mengatakan, pihaknya sangat senang dan bangga bisa didaulat oleh DPW Hidayatullah Provinsi Bengkulu untuk menjadi tuan rumah pada kegiatan Rakerwil 2019 ini.

“Bagi kami, ini benar-benar membawa keberuntungan yang besar, serta dapat memberikan semangat bagi kami dan pengurus pesantren lainnya agar kami bisa terus berkarya dan mengembangkan Pesantren Hidayatullah Kepahiang ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Sutrisno selaku ketua DPD Hidayatullah Kabupaten Muko-Muko mengaku senang dan gembira, walaupun untuk menuju ke pesantren ini harus melewati jalan dengan jarak tempuh yang cukup jauh.

“Namun setelah bertemu dan berkumpul bersama dengan sahabat-sahabat dai seperjuangan se Provinsi Bengkulu, ditambah lagi nuansa sejuk di pesantren ini, sungguh benar-benar membuat saya dan kawan-kawan senang mengikuti kegiatan ini,” tutur Sutrisno.

Dari keterangan Ketua DPW Hidayatullah Provinsi Bengkulu, Ustadz Subur Pramudya, diantara rekomendasi atau kesepakatan Rakerwil Hidayatullah Bengkulu, di tahun 2019 pihaknya memiliki sejumlah program dan target capaian, diantaranya mendirikan 10 SD Islam Integral, mendirikan layanan klinik Islamic Medical Service (IMS), mendirikan Baitul Maal Wattamwil Hidayatullah (BTH), mendirikan tambahan 2 Pesantren Mahasiswa Dai dan mendirikan pusat layanan khatib dan dai melalui payung Pesaudaraan Dai Indonesia (Posdai) di tiap DPD Hidayatulllah di Bengkulu.

Acara Rakerwil ini dihadiri oleh puluhan peserta dari perwakilan pengurus harian DPD Hidayatullah se Provinsi Bengkulu dan perwakilan pengurus inti dari yayasan milik DPW Hidayatullah Provinsi Bengkulu.

Selama pelaksanaan Rakerwil ini, hadir mendampingi kegiatan ini Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah yakni Ust Ruhyadi dan Ust Nanang Nurtpatria. Selama mengikuti kegiatan ini, keduanya mengaku senang dan gembira bisa mendampingi acara ini.

“Selain menyambung silaturrahim dengan para pengurus Hidayatullah se Provinsi Bengkulu, tentu yang tidak bisa saya lupakan adalah dapat makan duren sepuasanya sampai lupa bini di rumah,” canda Nanang sambil ketawa.*/Jules Sofyan Amarta