Beranda blog Halaman 506

Wabup Waruwu Dukung Kiprah Ponpes Hidayatullah Nias

0

GUNUNGSITOLI (Hidayatullah.or.id) — Wakil Bupati Kabupaten Nias, Arosokhi Waruwu, SH. MH, menyampaikan apresiasi terhadap kiprah pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Hidayatullah Gunungsitoli Kabupaten Nias, Sumatera Utara. Ia juga berharap agar Pesanten Hidayatullah bisa lebih berkembang.

“Pemerintah Kabupaten Nias mendukung segala kegiatan yayasan ini dalam pengembangan teknologi komunikasi, untuk itu kepada Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nias agar berkoordinasi dengan Kominfo Kota Gunungsitoli untuk membicarakan apa yang bisa di bantu buat perkembangan anak anak penerus bangsa,” kata Wakil Bupati Kabupaten Nias, Arosokhi Waruwu, dalam sambutannya ketika membuka acara Santripreneur Indonesia yang digelar di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Kamis (24/1/2019).

Wabup menambahkan, dDi era seperti sekarang, teknologi informasi dan komunikasi harus dimanfaatkan secara benar dan cerdas. Jangan sampai, kata dia, justru santri terseret dampak negatif teknologi.

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu juga mengajak para santri untuk selalu bersyukur.

“Kita sangat bahagia dan patut bersyukur karena kita bisa bertemu dengan bapak bapak dari SantriPreneur Indonesia. Maka dari itu saya mengajak para siswa-siswi dapat memanfaatkan momen ini untuk mengembangkan teknologi yang ada saat ini,” ajak Arosokhi Waruwu.

Santripreneur Indonesia yang digelar di Pesantren Hidayatullah Gunungsitoli ini menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi RI dengan sub bidang Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang Teknologi Informasi di Kabupaten Nias, Sumatera Utara.

Gelaran acara yang bertajuk Bakti Kominfo Untuk Negeri tersebut mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Guna Menunjang Pembangunan Redesain USO. Acara yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Hidayatullah Nias Kabupaten Nias tersebut merupakan tempat kedua setelah sebelumnya diadakan di Kabupaten Aceh Singkil.

Kegiatan ini merupakan upaya Santripreneuer Indonesia bersama pemerintah melalu Bakti Kominfo RI untuk meningkatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi secara bijak dan optimal. Dewasa ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi khususnya media sosial di Indonesia sangatlah pesat sehingga terbentuk era baru yang sering dikenal dengan era milenial.

Era milenial merupakan era dimana para generasinya tidak bisa lepas oleh sosial media maupun smartphone. Jika generasi milenial tidak diberikan arahan dan kawalan dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, ditakutkan terseret oleh dampak negatif perkembangan TIK seperti berita hoax, fitnah dan ujaran kebencian di media sosial.

Setelah mengikuti sosialisasi tersebut peserta dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan bijak dan optimal. Teknologi Informasi dan Komunikasi layaknya dua mata pisau, membawa dampak yang sangat positif jika digunakan secara bijak dan optimal misalnya pembelajaran melalui internet atau bahkan wadah untuk berwirausaha. Namun, jika tidak digunakan secara bijaksana, generasi muda akan terseret oleh dampak negatif dari sosial media maupun internet.

Acara ini turut mengundang Bupati Kabupaten Nias, Kapolres Kabupaten Nias, Kemenag Kabupaten Nias, Dinas Kominfo Kabupaten Nias (Drs. Dahlanroso Lase), Kapolsek Gido, Koramil 02/ Gido, Camat Gido, Kepala KUA Keamatan Gido dan para guru Pondok pesantren Hidayatullah Nias.

Acara ini diikuti oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari santri dan warga sekitar. Acara dimulai pukul 09.30 WIB diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, penampilan hadrah dan sambutan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah dan Pemerintah Kabupaten Nias.

Sosialisasi dimulai pukul 10.00 WIB dengan pembicara oleh Muhammad Sobirin, S.Th.I., M. Hum., selaku Dewan Penyelaras Ilmu Santripreneur Indonesia, Dr. Ir. Sudjatmogo, M. Sc (Dewan Penyelaras Usaha Santripreneur Indonesia) dan Noorwahjudi, SIP (Konsultan dan Praktisi Bisnis).

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunungsitoli, Ust Heri Kafri Silalahi, memaparkan sekilas profil Yayasan Hidayatullah yang dipimpinnya saat ini.

“Yayasan ini berdiri tahun 2006 dan di tahun 2007 para pengurus yayasan membuka jaringan pendidikan tingkat SMP serta SMA dengan menggunakan metode belajar seperti di sekolah pada umumnya, hanya saja disini pelajaran agama lebih diperdalam. Selain itu yayasan ini juga menerima anak anak kurang mampu dari penjuru Pulau Nias untuk kita sekolahkan hingga tamat,” ucap Kafri.

Lebih lanjut Ust Heri Kafri Silalahi yang juga alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah Depok ini menyampaikan bahwa santri harus cerdas dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi di era sekarang.

“Santri harus bijaksana dalam menggunakan teknologi. Santri harus bisa memanfaatkan teknologi dengan maksimal sehingga bisa meningkatkan taraf hidupnya.”

Diakhir penyampaian kata sambutan, Wakil Bupati Nias menyerahkan bantuan sosial yang disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kominfo, Dahlanroso Lase kepada Ketua Yayasan Hidayatullah Gunungsitoli Ust Heri Kafri Silalahi. (ybh/hio)

Hidayatullah Sulbar Turut Bantu Korban Banjir Wilayah Sulsel

0

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) — Bencana banjir besar masih menggenangi wilayah kota Makassar, Maros, Gowa dan sebagian Kabupaten Jeneponto. Bencana alam tersebut menyisakan duka panjang karena menelan beberapa korban jiwa, rumah dan fasilitas umum di tempat tersebut.

Sontak perhatian dan bantuan mengalir dari semua penjuru untuk turut meringankan beban dan penderitaan menimpa mereka, tak terkecuali lingkungan Hidayatullah yang berada di lokasi terdampak dan sekitarnya.

Sekolah Dasar Islam Integral Al-Furqan Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju dalam momen kemanusiaan ini mencatatkan namanya sebagai lembaga pendonor bantuan tersebut. Mulai dari penggalangan internal sekolah, walimurid guru dan karyawan sekolah semuanya didatangi oleh siswanya untuk mengulurkan bantuan terbaiknya.

Rupanya serentak semua sekolah-sekolah Hidayatullah se Sulawesi Barat melakukan hal demikian baik kepada internal maupun pihak umum ke masyarakat.

“Aksi ini adalah bentuk rasa solidaritas kita kepada mereka, bagaimanapun juga mereka (para korban) itu adalah saudara kita makanya harus melakukan gerakan kemanusiaan ini,” kata Abdul Majid, SS. S.Pd.I selaku ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Sulbar.

Sebagaimana biasanya, Laznas Baitul Maal Hidayatullah Kantor Perwakilan Mamuju juga tidak mau melewatkan momen humanis seperti ini lewat tanpa ada sumbangsih para amilnya.

Aksi penggalangan akan terus dilakukan di luar jam belajar siswa di semua sekolah Hidayatullah se Sulbar, hal ini disampaikan oleh Majid dengan menyampaikan teknisnya dimana siswa-siswa akan kita sebar ke masjid-masjid setelah jamaah keluar dari masjid usai shalat Jumat nanti termasuk ada beberapa titik keramaian dan ruang umum publik mereka kita tempatkan di sana.

Di BMH sendiri sudah mengalir beberapa kucuran dari donator untuk penggalangan ini dan telah dilakukan penyalurannya.

“Sejak hari pertama kejadian kita sudah melakukan pengalangan dana sampai sekarang dan akan terus berupaya maksimal dalam meringankan beban korban” ujar Rahmat Wijaya kepala Perwakiah BMH perwakilan Mamuju.

Bantuan dari masyarakat akan dikirimkan ke Sulawesi Selatan bersama tim SAR Hidayatullah Sulbar langsung ke lokasi bencana.

Sejak Selasa (22/01) Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah telah mendirikan beberapa posko guna membantu para pengungsi.

“Alhamdulillah, BMH telah hadir dan mendirikan posko bantuan, seperti di Blok M dan Blok AB di Tamalanrea. Sejauh ini BMH berusaha memenuhi kebutuhan logistik dengan menyebar nasi bungkus, mie instan, beras, dan air mineral, serta pakaian layak,” terang Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Selatan Abdul Kadir.

Sedangkan untuk membantu evakuasi, BMH bergerak bersama Tim Search And Resceu (SAR) Hidayatullah.

“Tim evakuasi BMH-SAR Hidayatullah bertugas membantu warga yang akan mengungsi dan memantau kondisi di lapangan. Sebanyak 50 orang disiagakan di beberapa titik untuk membantu,” imbuh Kadir.

Sampai saat ini kondisi masih perlu kewaspadaan. Koordinator lapangan SAR Hidayatullah, Abu Baim mengatakan siang ini (23/01) air di beberapa titik cenderung naik

“Mungkin ini diakibatkan hujan yang masih berlangsung dan air kiriman dari wilayah pegunungan,” ucapnya.

Edy Uwais salah seorang korban banjir mengatakan sejak semalam air masuk kerumahnya, bukannya semakin surut hingga dini hari ketingian sudah mencapai setinggi pingang orang dewasa.

“Alhamdulillah saat ini kami dan keluarga sudah mengungsi di Blok M Tamalanrea, prosesnya di bantu oleh tim SAR Hidayatullah,” tutur seorang warga perum NHP Blok C Biringkanaya.

Kadir berharap musibah banjir yang melanda beberapa wilayah Sulawesi dapat segera diatasi dengan selalu waspada.

“Kita berharap musibah ini dapat segera kita atasi bersama. Jadi mari bantu saudara kita yang terdampak banjir cukup luas ini agar mereka dapat tetap tegar dan sabar menghadapi musibah ini,” pungkas Kadir  seperti dilansir laman resmi BMH.*/Muhammad Bashori

SD Hidayatullah Surabaya Raih 6 Medali SEAMO X Singapura

SINGAPURA (Hidayatullah.or.id) — Kontingen Sekolah Dasar (SD) Luqman Al Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya mengharumkan nama Hidayatullah, bangsa dan negara tercinta Indonesia.

Dalam final Southeast Asian Mathematical Olympiad (SEAMO) X yang digelar di Suntec City, Singapora, pada 19-21 Januari 2019 itu, murid murid SD Islam Integral Luqman Al Hakim Surabaya berhasil membawa pulang medali emas, perak, perunggu, dan merit.

Kontingen SD Luqman Al Hakim Surabaya Meraih 6 Medali Internasional dalam ajang kompetisi yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara di Asia itu.

Berikut ini hasil lengkap SEAMO-X Singapore 2019 yang berhasil diraih murid murid SD Islam Integral Luqman Al Hakim Surabaya:

1. Ahmad Haizun Tafdhila, Medali Emas
2. Farel Ainurrizky, Medali Perak
3. Aurora Rahmadani Witanto, Medali Perak
4. Abdullah Nawwaf Malik Fajar, Medali Perunggu
5. Kurnia Amatullah Husna, Medali Perunggu
6. Abdullah Nabil Azzam, Medali Merit

Kepala SD Luqman Al Hakim Surabaya, Ust. Adi Purwanto, M.Pd, menyampaikan rasa syukur Alhamdulillah atas pencapaian yang berhasil digapai oleh murid-muridnya tersebut.

Adi Purwanto mengatakan pencapaian target kontingen sekolah SD Luqman Al Hakim Surabaya Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya ini sesuai dengan perencanaan meskipun di luar ekspektasi karena banyak yang di luar dugaan melebihi target.

“Alhamdulillah, semua karena ridha Allah semata sehingga banyak kebahagiaan yang menyertai perjuangan ini,” kata Adi Purwanto.

Seperti diketahui, SEAMO merupakan sebuah ajang kompetisi yang menantang kreativitas serta membuka kesempatan siswa bersaing dengan para pecinta Matematika lainnya. (ybh/hio)

Wakil Walikota Sigit Kunker ke Ponpes Hidayatullah Palu

0

PALU (Hidayatullah.or.id) — Wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah, Sigit Purnomo Syamsuddin Said lebih dikenal sebagai Pasha, melakukan kunjungan kerja ke Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Palu, yang sekaligus melakukan batu pertama pemnbangunan kembali sejumlah lokal bangunan pondok yang rata dengan tanah usai diterjang gempa tsunami Sulteng, September lalu. [youtube width=”100%” height=”300″ src=”QoCDrQdWhOo”][/youtube]

Hidayatullah Yogyakarta Deklarasi Keluarga Cerdas Bermedia

YOGYAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Bertempat di Gedung Serbaguna Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta, Seminar Parenting Keluarga Cerdas ber-Media (KCM) dan Deklarasi Komunitas Gerakan KCM sukses dilaksanakan, beberapa waktu lalu.

Hadir sebagai narasumber Mohammad Fauzil Adhim (Pakar Parenting dan Konsultan Sekolah Integral Hidayatullah Jogja), Muhammad Syakir Syafi’i (Ketua DPW DIY-Jateng Bagian Selatan), dan Abdullah Munir (Ketua Yayasan As-Sakinah Yogyakarta).

Bertindak sebagai MC, Muhammad Rifki Saputra, mengawali acara dengan menampilkan hafalan Surat Al-Balad dan Mars Pandu Hidayatullah yang dibawakan oleh 21 murid kelas 1 Tahfidz SDIT Hidayatullah Yogyakarta.

Acara dilanjutkan sambutan-sambutan. Adapun acara inti seminar dimoderatori langsung oleh Abdullah Munir.

“Jika anak sampai pada tingkat lebih menyukai kegiatan (bermain) menggunakan gadget daripada mengabiskan waktu dengan anda atau teman-temannya, ini berarti anak anda sudah sangat memerlukan bantuan untuk keluar dari kecanduan gadget yang mulai menyergapnya sebelum bertambah parah,” Fauzil dalam pemaparannya.

Lebih lanjut lelaki kelahiran Mojokerto, 29 Desember 1972 ini menegaskan, pentingnya orangtua memahamkan kepada putra-putrinya terkait bagaimana menggunakan media dengan bijak (khususnya media sosial/medsos).

Tidak cukup hanya memahamkan, akan tetapi harus ditanamkan dan terus didampingi secara berkualitas.

“Anak-anak perlu kita ingatkan betul agar berhati-hati. Ingat, jejak rekam digital itu bahkan dapat berpengaruh hingga kelak ketika ia kuliah maupun setelah bekerja dan menikah. Kehati-hatian yang muncul dari sikap tanggungjawab akan sangat berarti baginya,” lanjut penulis yang terkenal dengan trilogi Kupinang Engkau dengan Hamdalah itu.

Syakir Syafi’i memberikan penguatan atas dideklarasikannya Gerakan Komunitas KCM ini.

“Marilah kita jadikan keluarga kita sebagai bagian dari Gerakan Komunitas Keluarga yang Cerdas dalam bermedia. Ini adalah pilihan iman untuk masa depan kita, anak-anak kita, dan sejarah perjuangan kita dalam rangka menjayakan agama dan bangsa,” ujarnya.

Sesi berikutnya adalah deklarasi Gerakan Komunitas Keluarga Cerdas ber-Media. Pembacaan ikrar dipimpin langsung oleh Syakir Syafi’i yang diikuti oleh seluruh hadirin peserta seminar.

Adapun isinya adalah sebagai berikut:

IKRAR DEKLARASI GERAKAN KOMUNITAS KELUARGA CERDAS BERMEDIA (KCM)

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan ini, Kami Komunitas Keluarga Cerdas ber-Media (KCM), menyatakan ikrar sebagai berikut:

Bersedia menjadi bagian dari Gerakan Komunitas Keluarga Cerdas ber-Media sesuai dengan strategi dan rambu-rambu yang ditetapkan.

Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menggunakan HP/Smartphone/Gadget hanya untuk sesuatu yang bermanfaat dan tidak mengakses konten-konten negatif atau tidak sesuai dengan syariat Islam.

Mematikan HP/Smartphone/Gadget pada waktu antara Maghrib dan Isya’, serta mengondisikan keluarga pada waktu tersebut untuk membaca al-Quran, belajar, atau aktivitas ibadah lainnya.

Memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan HP/Smartphone/Gadget dengan arahan, pendampingan dan kontrol dari orangtua secara bertanggungjawab (maksimal 30 menit dalam sehari pada hari-hari biasa, atau 2 kali 30 menit dalam sehari pada hari libur)

Berupaya untuk setiap hari menyediakan momen kebersamaan positif dengan anak tanpa disertai HP/Smartphone/Gadget.
Demikianlah pernyataan deklarasi ini kami ikrarkan. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah, taufiq dan inayah-Nya kepada kami. Aamiin.

Sleman-Yogyakarta, Jumadil Ula 1440H/ 20 Januari 2019.

Ttd

Semua Deklarator.

Sebagai penutup, seluruh peserta membubuhkan tanda tangan di atas puluhan meter kain putih yang telah disediakan oleh panitia di sisi kanan dan kiri ruang acara.

Pembubuhan tanda tangan ini sebagai bentuk penegasan komitmen bersama atas terbentuknya Gerakan Komunitas Keluarga Cerdas ber-Media (KCM).

Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai lapisan unit dan masyarakat umum ini terselenggara atas kerja sama Yayasan As-Sakinah Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta bersama beberapa instansi. Di antaranya, Lembaga Pendidikan Integral Hidayatullah beserta Komite Sekolah dan Forsitu, Gerakan Komunitas Keluarga Cerdas ber-Media (KCM), Muslimat Hidayatullah, Pos Da’i, LBH Hidayatullah, BMH, Pandu Hidayatullah, Garda Jogja, Syabab Hidayatullah, HAC (Hidayatullah Archery Club), Manna Catering, HTC Training & Consulting, SAR Hidayatullah, Family Photocopy, dan Sakinah Catering.* /Ida Nahdhah

Amun Rowie Sebut Jalankan Program Harus Bermodal “3M”

0

PADANG PARIAMAN (Hidayatullah.or.id) — Ketua Departemen Pendidikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Amun Rowie, menyebutkan bahwa untuk menjalankan program keummatan di bidang dakwah, pendidikan, sosial dan beragam program berbagai lembaga lini-lini Hidayatullah, haruslah bermodalkan 3 (tiga) M.

Hal itu disampaikan Amun Rowie kala menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Sumatera Barat yang dilaksanakan selama 3 hari (18-20 Januari 2019) di kota wisata Kabupaten Padang Pariaman.

Amun Rowie lantas menjelaskan lebih lanjut. Tiga M yang dimaksud dia bukanlah duit miliaran apalagi jumlahnya segila itu, walaupun, kata dia, dalam keadaan tertentu hal tersebut juga diperlukan.

“Jika tidak ada tiga M itu maka sulit rasanya dan omong kosong untuk dapat bekerja dengan baik dan meraih sukses,” kata Amun seraya menjelaskan tiga M yang dimaksud tersebut yakni Musyawarah, Mujahadah dan Munajat.

Amun menjelaskan, setiap program harus melalui proses musyawarah dan mufakat sehingga berkekuatan tetap yang nantinya menjadi acuan bersama hingga ada penyelarasan sesuai dengan dinamika yang ada. Dalam kehidupan berbangsa. bernegara terlebih dalam lingkup komunitas dakwah, musyawarah memiliki peranan penting dalam meneguhkan kebersamaan dalam mencapai tujuan.

Setelah itu, setiap keputusan yang diambil dalam musyawarah haruslah digantungkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala dengan bertawakkal kepada-Nya. Hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah SWT karena Dialah yang menentukan segala sesuatu itu terjadi.

Tentu hasil musyawarah masihlah berupa teori di atas kertas apabila tak dijalankan. Karena itu, setelah musyawarah, maka harus menguatkan mujahadah untuk berjuang bersungguh-sungguh menjalankan program yang sudah disepakati.

Seiring dengan itu, dalam menjalankan program harus selalu menomorsatukan Allah SWT sebagai penguasa semesta dan segenap manusia berupa munajat kepada-Nya. Munajat yang meninggikan asma-Nya. Ketiga hal inilah, menurut Amun Rowie, yang akan membuat gerakan kita mendulang pahala dan keberkahan dari Allah SWT.

Pada kesemparan tersebut dilakukan penyerahan laporan dan hasil Rakerwil DPW Hidayatullah Sumatera Barat oleh ketua DPW Hidayatullah Sumbar Ust. Mahrus Salam, S.Pd.I kepada DPP Hidayatullah yang diwakili oleh Ust. Drs. Amun Rowie, M.Pd.*/Cik Meron

Akademisi Bedah Buku Era Peradaban Baru karya Abdul Mannan

0

BEKASI (Hidayatullah.or.id) — Akademisi Universitas Indonesia, pakar sejarah, yang juga peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Dr Tiar Anwar Bachtiar menjadi narasumber bedah buku “Era Peradaban Baru” karya Dr Abdul Mannan. Bersama dengannya hadir juga narasumber lain Dr. Nandang Najmulmunir, Rektor Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi, Sabtu (19/1/2019).

Selain memberikan sejumlah catatan dan apresiasi terhadap buku Dr Abdul Mannan yang terbilang sebagai karya monumental, Tiar Anwar Bachtiar dalam kesempatan tersebut mengemukakan bahwa ke depan, dunia akan dipimpin oleh peradaban Islam.

Tiar mengatakan, kalau kita meyakini bahwa nanti di akhir zaman, yang akan menjadi penguasa dunia, berarti ini akan menjadi pemimpin peradaban dunia itu adalah peradaban Islam.

“Karena kita melihat ada tanda-tanda bahwa sampai hari ini, belum ada alternatif pemikiran baru bagi peradaban yang sedang berkembang hari ini (peradaban Barat),” urainya dalam Seminar dan Bedah Buku Era Peradaban Baru pada rangkaian Rakerwil DPW Hidayatullah Jabodebek IV, di Islamic Center Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (19/01/2019).

Hal ini terang dia tidak lepas dari sifat dan landasan dari peradaban Barat itu sendiri yang sekuler dan materialistik.

“(Peradaban Barat) suatu peradaban yang dilandasi dengan pemikiran sekuler, pemikiran yang sangat materialistik, menyingkirkan agama, menyingkirkan ruhiyah dalam kehidupan manusia dan dunia. Yang, hari ini kita bisa melihat peradaban yang maju hanya diartikan dengan yang sifatnya fisik,” ulasnya.

Berbeda dengan peradaban Islam, terutama kala merujuk pada Rasulullah.

“Padahal kalau kita kembali, bahwa apa yang dicontohkan oleh Rasulullah, kemudian dilanjutkan para sahabat, generasi berikutnya, sampai menciptakan apa yang disebut Islamic civilization, itu mencerminkan bahwa yang namanya peradaban bukan semata-mata peradaban fisik. Ini yang tidak dikaji banyak pengkaji peradaban zaman sekarang.

Padahal, sesungguhnya, peradaban yang unggul, yang sejati, peradaban yang benar adalah peradaban yang ia sanggup menemukan hakikat kehidupan itu yang hakiki, yang sebenarnya,” ulasnya.

Di sinilah pengurus DPP Persis itu menyimpulkan alasan mengapa ke depan Islam yang akan memimpin peradaban dunia.

Dia menjelaskan, peradaban Islam itu perkawinan antara pandangan-pandangan metafisika yang sifanya ruhiyah dengan pandangan mengenai kemajuan fisik.

“Jadi kemajuan fisik dengan kemajuan ruhiyah ini dipadukan sedemikian rupa sehingga lahirlah apa yang disebut dengan Islamic civilization. Maka di dalam Islam, menjadi sempurna, komprehensif, yang disebut dengan kemajuan peradaban itu,” tuturnya.

Sementara itu, di kesempatan yang sama Rektor Unisma Bekasi, Dr. Nandang Najmulmunir, MA, mengemukakan bahwa inti sumber peradaban adalah kalimat Tauhid sebagai implementasi sila pertama Pancasila. Selanjutnya implementasi sila kedua hingga kelima akan lebih mudah dilakukan karena tauhid sudah mengakar dalam diri masing-masing.

“Manhaj awal sebagai syarat mutlak membangun peradaban Islam adalah dengan membumikan shalat tahajud. Kemudian berjamaah dalam membangun khilafah tanpa mengindahkan masalah furu’iyyah,” ujar Nandang.

Bedah buku tersebut semakin disambut antusias karena sekaligus melakukan telaah mengenai peradaban Islam terutama relasinya dengan tantangan globalisasi dan agresivitas sosial yang kian menggeliat.

Sang penulis buku, Dr Abdul Mannan, mengakui tema peradaban memang bukan pembahasan biasa. Penulis buku Era Peradaban Baru dan sejumlah buku bertema manajemen strategi, ini pun mendorong generasi muda untuk memiliki tanggung jawab peradaban.

Menurutnya, generasi muda mesti membaca dan mengerti tentang kajian peradaban. Karena peradaban merupakan tema sentral dalam perjalanan sejarah umat manusia. Ketua Umum DPP Hidayatullah periode 2005-2015 itu menekankan pentingnya meneladani Rasulullah di dalam upaya membangun peradaban.

Menurutnya, hal itulah yang dilakukan oleh para penyeru tegaknya peradaban di dunia Islam, mulai dari Rasyid Ridha hingga KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari.

“Mereka semua menyerukan penting umat Islam sadar akan peradabannya yang agung nan mulia,” tegasnya.

Terakhir, Abdul Mannan berpesan bahwa inti dari membangun peradaban adalah kesadaran setiap diri untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam.

“Membangun peradaban Islam itu bisa kita mulai dengan segera, minimal dari diri sendiri dan keluarga, ibda’ binafsik. Selanjutnya membangun komunitas dan masyarakat luas,” pungkasnya./hidcom

Ponpes Hidayatullah Ngawi Gelar Seminar Parenting

0

NGAWI (Hidayatullah.or.id) — Ratusan peserta nampak begitu semangat dan antusias mengikuti sebuah seminar di Gedung Kesenian Kabupaten yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Hidayatullah Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (19/01/2019).

Pembicara yang merupakan seorang motivator nasional dan konsultan pendidikan, Suhadi Fadjaray, menyampaikan materi pendidikan seputar parenting bertema Mendidik Anak Milenial Perindu Surga.

Dalam uraiannya, Suhadi yang punya pengalaman pendidikan mengajar di sekolah nasional dan internasional, serta pemilik sekolah di Surabaya dan Sidoarjo tersebut memberikan materi pendidikan anak yang bersumber dari Al-Qur’an dan al-Hadist, ditambah dengan pengetahuan dari berbagai riset ilmu psikologi dan paedagogi.

“Sebagai orangtua harus siap menjadi pendidik anak dengan dua hal, yaitu hikmah dan bersyukur,” begitu disampaikan Suhadi mengutip sebuah surat di Al-Qur’an.

Ia juga menyampaikan di hadapan peserta yang merupakan para orangtua wali santri TK, SD, dan SMP Yayasan Ath Thoyyibah Pondok Pesantren Hidayatullah Ngawi, terkait pentingnya peran ayah dalam mendidik anak.

Acara yang dibuka pukul 8 itu selain dihadiri oleh walimurid, nampak terlihat juga kepala TK, SD, dan SMP lingkungan Pesantren Hidayatullah, para guru, perwakilan Bitul Maal Hidayatullah, dan pengurus yayasan Ath Thoyyibah Ngawi.

Dalam sesi tanya jawab, para peserta seminar diberikan kesempatan untuk bertanya dengan berbagai permasalah atau kasus yang dihadapi saat mendidik sang buah hati. Beberapa peserta yang bertanya mendapatkan doorprize buku karangan Suhadi Fadjaray yang mengupas tuntas tentang pendidikan anak.

Suhadi Fadjaray berbagi tips mendidik anak milenial perindu surga. Di akhir sesi, Suhadi mengingatkan kepada para peserta untuk berkomitmen memberikan pengajaran kepada anak-anak dengan meneladani Rasulullah, sebagai contoh terbaik dalam mengasuh buah hati. (kn/cse)

Soliditas Dai Dukung Sukseskan Gerakan Dakwah Islamiyah

0

BEKASI (Hidayatullah.or.id) – Ketua Bidang Organisasi Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Ust Khairil Baits, mengatakan suksesnya gerakan dakwah islamiyah yang dilakukan sangat ditentukan oleh soliditas dai (pendakwah), selain selalu meluruskan niat karena Allah Subhanahu Wata’ala semata. Karena itu ia menekankan kepada segenap kadar dai Hidayatullah di lingkup wilayah untuk betul betul menjaga soliditas atas tim.

“Perkara yang sangat penting untuk terus dikuatkan di dalam gerakan dakwah ini adalah solidaritas. Tumbuhkan budaya saling memotivasi saling menghargai bukan saling membunuh karakter,” demikian disampaikan oleh Ust Khairil Baits dalam tausiah shubuh di arena Rakerwil DPW Hidayatullah Jabodebek di Islamic Center Masjid Al Barkah, Kota Bekasi, Jawa Barat (20/1/2019).

Hal ini dinilai beliau sangat penting dikarenakan itulah yang dahulu diperjuangkan oleh kader kader awal Hidayatullah.

“Jadi itu yang dulu kami lakukan terus memberikan motivasi spirit agar terus bisa memberikan yang terbaik sekalipun dalam realitanya masih belum seperti yang diharapkan. Namun menyalakan semangat mereka itu jauh lebih penting dibanding memadamkannya,” imbuhnya.

Selanjutnya ia menekankan pentingnya menerapkan Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH). Di antara poin GNH, yakni setiap kader Hidayatullah wajib memakmurkan masjid, membaca kita suci Al-Qur’an setiap hari sebanyak satu juz, rutin mendirikan shalat malam, berinfaq, dan membaca wirid pagi dan petang.

“GNH nampak seperti mengkondisikan diri kita kembali pada masa seperti menjadi pelajar yang harus absen. Tetapi ini adalah ikhtiar penting untuk memastikan performa ruhiyah kita semua benar-benar dapat menghadapi dinamika dakwah dengan tepat. Jadi mari lakukan itu sebagai komitmen bersama di dalam berjamaah,” tegasnya.*/Abu Ilmia

DPD Hidayatullah Luwu Timur Gelar Rakerda IV

0

LUWU TIMUR (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sulawesi Selatan Drs Marhatillah membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV Daerah (DPD) Hidayatullah Luwu Timur yang berlangsung di Masjid Pesantren Hidayatullah Umar Bin Abdul  Aziz, Jl. Danau Tondano Desa Asuli, Kecamatan Towuti, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Ahad (20/1/2019).

Drs. Mardhatillah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kita harus selalu perkuat ukhuwah, menjaga ibadah dan meneruskan kerja dakwah, dan menjaga wibawa organisasi di daerah Luwu Timur ini. Karena visi Hidayatullah membangun peradaban Islam melalui dakwah dan tarbiyah.

‘’Saya tekankan bahwa setiap Dewan Pengurus Cabang (DPC) Hidayatullah Luwu Timur harus membuat program-program yang bisa dirasakan oleh ummat,’’ katanya.

Sementara itu, Najamuddin selaku Ketua Dewan Pengurus daerah (DPD) Luwu Timur mengungkapkan bahwa Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH) harus maksimal kita kerjakan agar kehidupan kita lebih baik.

“Inilah Gerakan Nawafil Hidayatullah harus optimal dikerjakan, seperti wajib memakmurkan masjid, rutin setiap hari satu juz membaca ayat suci Al- Qur’an, kerjakan shalat malam, membaca wirid pagi dan petang,dan dakwah fardiyah, ‘’ jelasnya.

Najamuddin menambahkan, komitmen melakukan monitoring pelaporan ibadah. Fokus terhadap program dan saling mendoakan agar mendapatkan pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hadir pada kesempatan tersebut, Majelis Murobbi Ustad Abdul Majid, pendamping ustad Jabbar, Ustad Alyas, Pengurus DPD, Ketua DPC Burau, DPC Wotu, DPC, Angkona, DPC Malili, DPC Mahalona, Ketua Yayasan Kampus Madya Hidayatullah Towuti, dari Orpen Ketua PD Muslimat Hidayatullah, warga, dan santri Hidayatullah Towuti.*/Andi Alfian Milyardo Salassa