Beranda blog Halaman 508

Pendidikan Hidayatullah Harus Lahirkan Generasi Berkualitas

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Dr Nashirul Haq, mengatakan penyelenggaraan pendidikan Hidayatullah dengan  tagline-nya “lembaga pendidikan berbasis Tauhid”, hendaknya selalu meningkatkan kapasitasnya guna melahirkan generasi yang berkualitas.

“Pendidikan harus melahirkan kader yang berkualitas. Selanjutnya bisa disekolahkan ke Harvard, Oxford atau perguruan tinggi ternama di dunia. Jika lulus insya Allah akan bisa menguatkan dakwah dan lembaga Hidayatullah ke depan,” kata Nashirul saat memberi kata sambutan selaku pembina dalam acara LPJ tahunan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kaltim, Ahad (13/1/2019).

Dikatakan Nashirul, investasi SDM itu sangat penting dan harus menjadi prioritas. Dia menyebutkan anggaran 10 milyar kalau untuk pembangunan fisik itu hanya bisa buat satu atau dua gedung. Tapi jika untuk beasiswa santri yang memiliki kompetensi dan komitmen maka sangat terasa manfaatnya.

“Kalau mereka sudah lulus dan berkiprah, maka akan bisa melakukan akselerasi bagi perkembangan ke depan. Bisa mendatangkan sumber daya yang lebih banyak lagi,” imbuhnya.

Karena itu, beliau mendorong, agar Hidayatullah harus siap menerima santri-santri tidak saja dari kalangan fakir dan dhuafa tapi juga dari anak pejabat, pengusaha atau orang besar.

“Terpenting adalah proses atau sistem pengkaderan dan pencelupan harus semakin dikuatkan. Sehingga mereka lulus ada celupan karakter dan idealisme Islam,” ujarnya.

Dalam pada itu, anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) ini, mengatakan, sudah saatnya Hidayatullah memiliki santri yang disekolahkan ke Akademi Militer (Akmil) atau Akademisi Polisi (Akpol) untuk selanjutnya diharapkan kelak menjadi aparat atau jenderal yang berilmu dan beriman untuk mengabdi kepada bangsa, negara dan agama. (ybh/hio)

 

Kakanwil Kemenag Papua Dorong Hidayatullah Jaga Eksistensi

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Papua, Pdt. Amsal Yowei,S.PAK, SE, M.Pd.K / Foto: kemenagkabjayapura.com

JAYAPURA (Hidayatullah.or.id) – Ratusan santri Pondok Pesantren Hidayatullah, Provinsi Papua dan Papua Barat mengikuti pembukaan Jambore Pandu di Jayapura, Jumat (11/1/2019). Jambore kali ini dilaksanakan selama kurang lebih empat hari.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Papua, Pdt Amsal Yowei,S.PAK, SE, M.Pd.K, dalam keterangannya mendorong Pesantren Hidayatullah untuk terus menjaga ekksistensinya dalam dalam upaya pembaharuan pendidikan Islam di Papua dan Papua Barat.

“Menjadikan pondok pesantren sebagai pusat pengembangan nilai-nilai keislaman. Pondok Pesantren Hidayatullah akan berkembang dengan baik apabila tetap menjaga eksistensinya untuk membina umat secara keseluruhan,” kata Amsal seperti dikutip laman portal lokal Pamalnews.

Amsal mengatakan, perhatian kepada pondok pesantren dewasa ini cenderung meningkat karena tidak sedikit keluarga yang mengalami keterbelakangan dalam krisis sosial keagamaan.

Selain itu, alumni Sekolah Tinggi Teologi (STT) Gereja Kristen Injili Izaak Samuel Kijne, Jayapura, ini memandang penting pondok pesantren sebagai alternatif terbaik untuk menyelamatkan keluarganya. Karena itu, kata Amsal tidak mengherankan bila pondok pesantren juga sebagai pusat rehabilitasi sosial keagamaan.

“Untuk menjalankan peran besar tersebut santri perlu terus dikembangkan dan diperdayakan agar santri semakin besar memegang peran sosialnya dalam penguatan kepanduan atau kepramukaan,” ujarnya.

Di samping itu, kata dia, Jambore Pandu Hidayatullah memiliki banyak kegiatan positif bagi pembinaan kaum santri pendidikan non-formal yang menjadi ciri utama pendidikan kepramukaan.

“Jambore Pandu berperan besar sebagai komponen atau suplemen pendidikan yang dilaksanakan di pondok pesantren,” ucapnya.

Ia lalu mengingatkan, Jambore Pandu Hidayatullah yang dilaksanakan untuk wilayah Papua dan Papua Barat tahun ini merupakan momentum penting bagi santri untuk menampilkan atau mengekspos peran-peran tersebut.

Dihubungi terpisah, Ketua Tim Jambore Pandu, Santri Hidayatullah Papua Barat, Ahmad Sodri mengatakan, Jambore Pandu santri ini untuk membentuk kreativitas, keterampilan, pengamalan, komitmen untuk terus berprestasi dalam segala aspek serta semakin kokohnya nilai silaturahmi dan nilai-nilai akhlakul karimah sebagai tradisi pesantren.

“Papua dan Papua Barat kami harapkan lebih dirancang untuk menguatkan revitalisasi gerakan Pramuka di lingkungan lembaga pendidikan pesantren dengan mengedepankan nilai-nilai akhlakul karimah,” kata Ahmad Sodri melalui pesan singkat, Sabtu (12/1). (pmn/hio)

SD Hidayatullah Probolinggo Tuan Rumah Babak Penyisihan HIMSO III 2019

0

PROBOLINGGO (Hidayatullah.or.id) – SD Integral Hidayatullah Proboliggo, Jawa Timur, menjadi tuan rumah dalam ajang kompetisi Hidayatullah Mathematics and Science Olympiad III 2019 (HIMSO III) yang kini memasuki Babak Penyisihan untuk Rayon Probolinggo. Kompetisi ini pula diselenggarakan di kontinen se-Jawa, Madura & Bali.

Pada Ahad, 13 Januari 2019, di SD Integral Hidayatullah Probolinggo berlangsung kompetisi babak penyisihan Hidayatullah Mathematics and Science Olympiad III 2019.

Dalam kompetisi HIMSO III ini teradapat dua jenis mata pelajaran, yaitu Matematika dan IPA. Dan setiap mata pelajaran terdiri dari tiga kategori level 1–3.

SDI Integral Hidayatullah Proboliggo sendiri mengirimkan delapan perwakilan untuk mengikuti kompetisi HIMSO III ini. Sebelumnya diatur batas pendaftaran peserta yang telah terjaring hingga 5 Januari 2019, peserta tersebut mengikuti babak penyisihan pada tanggal 13 Januari 2019.

Babak penyisihan sendiri dilaksanakan di 49 rayon, dan salah satunya diselenggarakan di SD Integral Hidayatullah Probolinggo. Kegiatan HIMSO III ini diketua oleh ustad Lukman Ardiyasyah W, S.Pd dengan beranggotakan sejumlah tim ustad dan ustadzah.

Pada pukul 06.30 WIB semua panitia telah bersiap untuk menyambut peserta kompetisi HIMSO III. Dan registrasi peserta berlangsung sejak pukul 07.00 WIB. Dengan terbaginya peserta kompetisi di delapan ruangan, jadwal mengerjakan soal yaitu dari pukul 08.00 – 10.00 WIB.

Peserta pemenang yang berasal dari berbagai sekolah ini nantinya akan jumpa di babak final yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 9 Maret 2019 di Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya.

“Terima kasih atas kedatangan semua peserta HIMSO III 2019. Dan terima kasih kepada tim ustad dan dan ustadzah yang tetap semangat mensukseskan kegiatan kompetisi di hari libur sekolah ini. Alhamdulillah sampai jumpa anak-anak Kami,” kata Kepala Sekolah SD Integral Hidayatullah Probolinggo, Ustadz Kamad,S.Pd.I. (ybh/hio)

LBH Hidayatullah Dirikan Perwakilan di Sumut dan Nias

0

GUNUNG SITOLI (Hidayatullah.or.id) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah semakin menguatkan eksistensinya dengan mendirikan sejumlah perwakilan di beberapa daerah. Baru baru ini kembali dibuka kantor perwakilan di Sumatera Utara, tepatnya di Kota Medan dan Kepulauan Nias.

Pengukuhan tersebut dilakukan usai dilakukan kegiatan selama 2 hari training advokasi untuk guru mengaji dan dai di dua kawasan tersebut. Kegiatan yang digelar intensif tersebuy mengangkat tema “Menyiapkan Guru dan Dai yang Cerdas Hukum dalam Membangun Indonesia yang Bermartabat” yang dipeserta sedikitnya 60 dai di Pulau Nias yang berlangsung di Kampus Ashabul Kahfi Gunung Sitoli pada Ahad, (13/1/2019) bersamaan dengan rangkaian Kegiatan Rakerwil Hidayatullah Sumatera Utara.

Adapun materi yang disajikan dalam pelatihan tersebut diantaranya materi melek hukum dalam mengantisipasi ancaman Kriminalisasi terhadap guru dan dai, cerdas menggunakan media sosial, menghindari jebakan Kriminalisasi UU ITE, menjadi Guru yang cerdas hukum, dan materi tentang upaya mengantisipasi kriminalisasi dalam dunia pendidikan.

Hadir sebagai pemateri yakni Ust. Heri Kapri Silalahi, SE, SPdI (Pimpinan Pesantren Ashabul Kahfi Hidayatullah Gunung Sitoli), Ust. Lukman Hakim, MHI (Ketua DPW Hidayatullah Sumut) dan DR. Dudung Amadung Abdullah, SH (Direktur LBH Hidayatullah Pusat).

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Pesantren Hidayatullah Gunung Sitoli dengan DPW Hidayatullah sumatera Utara dengan LBH Hidayatullah Pusat.

Tujuan kegiatan pelatihan advokasi tersebut yang dirangkai dengan pembukaan Perwakilan LBH Hidayatullah di Sumatera Utara sebagai media layanan dakwah dalam bentuk pendampingan hukum.

Selain itu, perwakilan LBH Hidayatullah tersebut sebagai tempat berlatih bagi kader yang ingin berkiprah dalam bidang advokasi serta sebagai tempat kajian hukum dan peraturan Perundang-Undangan yang bisa memberikan nilai positif dan masukan bagi pemerintah.

Pada kesempatan tersebut Dr Dudung melantik Direktur LBH Hidayatullah Sumut, Hamsyaruddin, SH, yang turut disaksikan Ust Lukman Hakim, Pimpinan Kampus Utama Hidayatullah Medan Drs. Khoerul Anam dan Pimpinan Pesantren Hidayatullah Sibolga Ust Fiman Hadait.

DR. Dudung Amadung Abdullah, SH dalam sambutan pelantikan pengurus LBH Hidayatullah Sumut dan Nias ini mengharapkan agar peran para pegiat hukum sekaligus dai ini semakin mencerahkan umat dalam wawasan hukum dan kebangsaan.

Beliau menjelaskan, kegiatan pelatihan advokasi ini merupakan sinergi antara LBH Hidayatullah dan DPW Hidayatullah Sumatera Utara dalam rangka menyiapkan dai dan guru yang memahami aturan perundang-undangan yang ada ada di Indonesia, sehingga mereka bisa menjalani peran dan tugasnya di tengah masyarakat sesuai aturan hukum.

Dari kegiatan ini diharapkan lahir dai dan guru yang bisa memberikan kontribusi yang lebih dalam proses pembangunan Indonesia. Dia mendorong para dai Hidayatullah bisa menjadi perekat di tengah masyarakat sehingga mewujudkan Indonesia yang bermartabat

“Semoga Kehadiran LBH Hidayatullah di daerah, terutama di Sumatera Utara bisa menjadi benteng bagi para dai, ulama dan masyarakat lemah dalam memperjuangkah hak keadilannya,” pungkas Dudung. (ybh/hio)

Ponpes Hidayatullah Depok Kini Buka SMP Tahfidz Khusus Putri

0

DEPOK (Hidayatullah.or.id) – Dalam rangka memenuhi kebutuhan serta harapan besar masyarakat dengan kehadiran lembaga pendidikan integral berbasis Tauhid yang berkualitas khusus untuk perempuan, Pondok Pesantren Hidayatullah Depok kini telah membuka pprogram pendidikan untuk SMP Integral Hidayatullah Putri.

SMP Integral Hidayatullah Putri yang berlokasi di bilangan Jalan Raya Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, ini memiliki lokal gedung yang reprentatif serta lokasi kondusif nan asri yang mudah diakses oleh transportasi umum.

Dalam rangka menjaga kualitas dan mutu penyelenggaraan kependidikan, saat ini SMP Integral Hidayatullah Putri membatasi penerimaan santriwati dengan sistem boarding school ini. Kini hanya tersisa kuota untuk 20 orang pendaftar.

Kepala Sekolah SMP Integral Hidayatullah Putri, Ustadzah Sarah Zakiyah, S.Pd.I, mengatakan, dengan beragam fasilitas pendukung yang dimiliki, SMP Integral Hidayatullah Putri diharapkan melahirkan profil lulusan yang beraqidah lurus (shohihun fil aqidah), berakhlak Qur’ani (mutaholliqun bil Qur’an), giat beribadah (mujiddun fil ibadah), menunaikan tanggung jawab sebagai penyeru kepada jalan Allah (da’in ilallah) dan berpegang teguh pada jamaah kaum muslimin (multazimun fil jamaah).

Hal tersebut selaras dengan visi SMP Integral Hidayatullah Putri untuk mewujudkan generasi muslimah yang unggul dan menjadi kebanggaan umat.

Maka dalam pada itu, SMP Integral Hidayatullah Putri mengintegrasikan nilai-nilai Tauhid pada kurikulum dan seluruh akrifitas belajar. Murid tak hanya memahami ilmu, melainkan juga mengikat makna Mahabesar Allah, sehingga karakter murid terbentuk untuk senang beribadah, gemar berkarya dan berprilaku baik.

Program unggulan SMP Integral Hidayatullah Putri selain mengintegrasikan Kurikulum Pendidikan Nasional (Diknas) dan Diniyah (Kepesantrenan), SMP Integral Hidayatullah Putri Depok mengutamakan pembinaan dalam pembiasaan ibadah wajib dan sunnah yang tersistem, hafalan Al Qur’an minimal 10 Juz, English & Arabic Community, model pembelajaran yang integral dan islami, hafalan Hadits Arbain Annawawi dan Kepanduan Hidayatullah.

Target output SMP Integral Hidayatullah Putri adalah melahirkan lulusan yang memahami ajaran Islam, hafal Al Qur’an 10 juz, memahami Sirah, memiliki kemampuan menerjahkan lafdziyyah 3 juz dan menguasai teknolgi dan keterampilan dasar kewanitaan.

Selain ditunjang dengan lokasi dan fasilitas pendukung yang nyaman dan Islami, murid SMP Integral Hidayatullah Putri juga diarahkan memanfaatkan teknologi tepat guna, merawat asa dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan asrama yang homy dan pengasuh yang berpengalaman, dengan komitmen membangun habit disiplin, tangguh, dan mandiri, pergaulan terjaga, kebersihan utama serta gizi dan kualitas makanan yang baik, diharapkan semakin meneguhkan kiprah SMP Integral Hidayatullah Putri Depok sebagai pilihan utama para orangtua dalam mendidik putri-putrinya.

Informasi pendaftaran SMP Integral Hidayatullah Putri Depok Gelombang II dibuka mulai 2 Desember 2018 – 22 Februari 2019. Tes kemampuan dasar digelar pada Sabtu, 23 Februari 2019. Pengumuman hasil tes pada 9 Maret 2019. Registrasi 10-23 April 2019. Informasi lebih lanjut ke Ustadzah Yuli (0878-7335-7352) dan Ustadz Haniffudin (0821-1130-8730) atau melalui website www.hidayatullahdepok.org

LBH dan Hidayatullah Sumut Gelar Training Advokasi

0

MEDAN (Hidayatullah.or.di) – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sumatera Utara (Sumut) menggandeng Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah Pusat, menggelar acara training advokasi hukum bagi guru dan dai.

Training wawasan hukum yang mengangkat tema ”
Menyiapkan Guru dan Dai yang Cerdas Hukum dalam Membangun Indonesia yang Bermartabat” tersebut digelar intensif sehari di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa, Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/1/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 50 orang guru dan dai di Kota Medan yang diantaranya membahas tentang masalah-masalah hukum kekinian juga membahas materimengantisipasi ancaman Kriminalisasi terhadap guru dan dai, cerdas menggunakan media sosial dan mengkaji UU ITE.

Direktur LBH Hidayatullah Pusat DR. Dudung Amadung Abdullah yang juga pendiri Kantor Hukum DRDR dan turut didampingi Ketua DPW Hidayatullah Sumut Ust. Lukman Hakim, MHI.

Kegiatan ini merupakan Sinergi antara LBH Hidayatullah dan DPW Hidayatullah Sumatera Utara dalam rangka menyiapkan dai dan guru yang memahami aturan perundang-undangan yang ada ada di Indonesia.

Diharapkan dari kegiatan ini, para dai dan pendidik ini nantinya bisa menjalani peran dan tugasnya di tengah masyarakat sesuai aturan hukum. Selain itu dari kegiatan ini diharapkan lahir dai dan guru yang bisa memberikan kontribusi yang lebih dalam proses pembangunan Indonesia.

“Para Dai Hidayatullah bisa menjadi perekat di tengah masyarakat sehingga mewujudkan Indonesia yang bermartabat,” demikian pesan Dudung menutup materinya.(ybh/hio)

Rakerwil Hidayatullah NTB Teguhkan Dakwah untuk NKRI Bermartabat

Sekretaris DPW Hidayatullah NTB, Ust Muhammad Syamsul Bahri

LOMBOK TENGAH (Hidayatullah.or.id) – Hari ini Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang berlangsung selama 3 hari  (11-13 Januari 2019) di Kampus Pondok Pesantren Berkah Ibu, Desa Labulia, Kota Lombok Tengah.

Menurut Ketua Panitia Rakerwil Hidayatullah NTB 2019, Zulkipli, Rakerwil kali ini merupakan yang ke 4 kalinya untuk periode kepengurusan 2015- 2020. Rakerwil kali ini mengambil tema “Meneguhkan Dakwah Menuju NKRI yang Bermartabat”.

“(Rakerwil) ini bertujuan untuk menyampaikan kepada masyarakat khususnya masyarakat NTB bahwa Hidayatullah telah lama berkontribusi membangun bangsa melalui dakwah yang teduh dan tetap menjunjung semangat kesatuan Republik Indonesia,” kata Zulkipli.

Karena itu, lanjut dia, dai Hidayatullah kerap dikenal sebagai dai pedalaman, dai di daerah terpencil, untuk tetap merawat Tauhid dan semangat kebangsaan.

Hidayatullah, Zulkipli menerangkan, adalah organisasi massa Islam yang sebelumnya merupakan organisasi sosial. Hidayatullah resmi menjadi ormas sejak tahun 2000. Saat ini telah ada kepengurusan wilayah di 34 Provinsi se Indonesia, salah satunya DPW Hidayatullah Nusa Tenggara Barat.

Pesantren Hidayatullah pertama di Nusa Tenggara Barat berdiri di Dasan Sari Ampenan Kota Mataram di tahun 1994 yang dirintis oleh Ustadz Abdullah Ihsan. Kini, jumlah Pesantren Hidayatullah di Nusa Tenggara Barat sebanyak 10 Pesantren yang tersebar di seluruh Kabupaten se-Nusa Tenggara Barat.

Menurut Sekretaris DPW Hidayatullah NTB, Ust Muhammad Syamsul Bahri, perkembangan Hidayatullah di NTB berjalan sesuai harapan serta tetap diperlukan peningkatan kualitas kerja bagi setiap pengurus.

“Untuk koordinasi dan menyatukan langkah kerja, DPW Hidayatullah NTB mengadakan Rapat Kerja Wilayah,” jelas alumni Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya ini.

Rakerwil tersebut akan merancang dan membahas program kerja selama tahun 2019 mendatang setelah sebelumnya akan melakukan sosialisasi hasil Rapat Kerja Nasional Hidayatullah di Balikpapan Kalimantan Timur pada November 2018 lalu.

Rakerwil Hidayatullah NTB ini direncanakan dibuka oleh Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah dan diikuti sebanyak 10 fungsionaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) se Nusa Tenggara Barat serta badan otonom lembaga yaitu Pos Dai, SAR Hidayatullah, Pandu Hidayatullah, Muslimat Hidayatullah, serta Koperasi Assakinah.(ybh/rls)

Kisah Umar bin Khattab dan Syair Rindu di Ujung Malam

Gambar hanya ilustrasi/ net

Oleh Mohammad Ramli

UMAR BIN KHATTAB adalah khalifah kedua dari khulfaurrasyidin menggantikan Abu Bakar. Sebelum meninggal Abu Bakar berwasiat yang menjadi penggantinya adalah Umar, dan ini merupakan isyarat penunjukan dari Khalifah yang mulia yang timbangan imannya tidak akan terkalahkan oleh iman seluruh umat manusia.

Selain terkenal sebagai orang yang tegas dan berfisik kuat, semua musuh bertekuk lutut tak berdaya dihadapannya, Umar juga memiliki sifat hati yang lembut, zuhud dan penyayang pada para sahabat dan rakyatnya.

Ada kisah yang menarik bernafas romantis, yaitu tentang rindu yang terpendam, gejolak biologis yang datang dari seorang wanita dimana malam-malamnya dia lewati tanpa seorang suami disampingnya.

Seperti biasa Umar berkeliling tiap malam untuk melihat rakyatnya di kota Madinah lalu di malam yang hening dia mendengar seorang perempuan sedang mendendang syair dari dalam rumahnya.

“Malam ini begitu panjang dan dinding-dindingnya gelap gulita. Membuatku terenyuh tidak ada teman untuk bercumbu. Andaikan bukan karena rasa takutku kepada Allah semata. Niscaya akan bergoyang dinding ranjangku ini”

Umar kemudian mendatangi wanita itu dan berkata,”apa yang terjadi padamu?”

Wanita itu menjawab, “kau telah menjadikan suamiku seorang duda selama beberapa bulan. Aku kini sangat merindukannya.”

Umar berkata, “kalau demikian, kuasailah dirimu, saya akan utus orang untuk menemui suamimu”

Setelah mendegar syair itu, Umar yang sudah sepanjang malam berkeliling harus pulang dan menjumpai anaknya Hafsah dan bertanya,

“Wahai Hafsah, berapa lama seorang wanita mampu menahan rindu kepada suaminya?”

Hafsah menundukkan kepalanya, karena dia merasa malu ditanya soal ini. Umar kemudian berkata, “sesungguhnya Allah tidak malu mengatakan yang benar”.

Hafsah kemudian memberi isyarat tiga bulan, jika tidak, maka empat bulan.

Kemudian Umar memerintahkan agar bala tentara yang dikirim ke medan perang (jihad) tidak boleh tinggal lebih dari tiga hingga empat bulan di medan perang.

Syair di atas adalah ekspresi gejolak batin juga biologis, dimana seorang istri merindukan ada suami yang hadir menemani malamnya. Tapi karena tugas negara (jihad) diapun harus tabah, menahan rasa rindu selama empat bulan.

Dan rasa takutnya kepada Allah yang melahirkan muraqabah, menjadikan dirinya wanita yang senantiasa bersabar dan mampu mampu menjaga dari kemaksiatan.

Bagaiamana dengan wanita sekarang, isteri-isteri kita, anak-anak kita bahkan dengan ibu-ibu kita tentu juga para lelaki dan suami.
Kalau keterbatasan teknologi di zaman Umar saja nyaris menggelincirkan iman seorang wanita mukminah, bagaimana dengan kita sekarang? Zaman dimana teknologi telah menyatu dengan kehidupan manusia bahkan bisa menjadi budak teknologi.

Hampir tak ada wilayah privacy yang tidak tersentuh produk teknologi ini, bahkan ketika kita menghadap Allah pun ringtone HP masih menyertai.

Dan dengan keputusan Umar yang mengharuskan bagi para mujahid untuk tidak meninggalkan istri lebih dari empat bulan meski dalam tugas jihad. Kemudian kebikajan ini terkenal bahwa Umar sangat memperhatikan rakyatnya termasuk juga memperhatikan aspek psikologis. Lantas, bagaimanakah dengan pemimpin di era sekarang?. Allahu A’lam

______
MOHAMMAD RAMLI, penulis adalah dosen dan pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Batam, Kepulauan Riau.

Progress Masjid Baitul Karim Gedung Dakwah Hidayatullah

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Hingga kini pembangunan Masjid Baitul Karim Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah terus dilakukan. Dengan dukungan sumbangsih masyarakat terutama keswadayaan nasional berupa iuran rutin dari kampus-kampus Hidayatullah seluruh Indonesia, Alhamdulillah proyek amal jariyah ini terus dapat dilakukan. Berikut ini video progress reportnya.

Rekening donasi pembangunan Masjid Baitul Karim Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah Bank Muamalat Indonesia Kantor Pusat Nomor Rekening 301-017-9304 Atas Nama DKM Baitul Karim atau BSM KCP Jatinegara Timur Nomor Rekening 705-189-1451.

Panitia Pembangunana Masjid Baitul Karim Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, DPP Hidayatullah Jalan Cipinang Cempedak I/14 Otista Polonia, Jatinegara, Jakarta Timur. Telepon/ WhatsApp Official: 021-8190049 / Mobile-phone 0812-8233-4498, email: [email protected]

[youtube width=”100%” height=”300″ src=”HUHUUn9Z44g”][/youtube]

Ini Tiga Sukses Kader Dakwah Menurut Ustadz Hamzah Akbar

Ketua Yayasan Induk Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan Ust Hamzah Akbar

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Pergantian waktu bagi seorang Muslim harus dimaknai sebagai upaya perbaikan diri menjadi lebih baik. Apalagi jika ia kader dakwah yang sehari-harinya disibukkan dengan berbagai urusan keumatan.

Pesan itu disampaikan oleh Ustadz Hamzah Akbar, Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan di Hall Room, Gedung WKP Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Senin (7/1/2019).

Menurut Hamzah, setidaknya ada tiga sukses yang harus diaplikasikan dalam keseharian kader dakwah. Yaitu, sukses organisasi, sukses ilmu, dan sukses keluarga.

Sukses organisasi, lanjut Hamzah, berarti menjalankan amanah keumatan secara optimal. Bahwa setiap waktu ia disibukkan dengan maslahat orang banyak.

“Sukses menandakan kerja organisasi yang ditunaikan itu bukan asal kerja. Ia harus termenej rapi dan tuntas,” ucap Hamzah memotivasi.

Sukses kedua adalah sukses ilmu. Artinya, lanjut Hamzah, kader dakwah selayaknya senantiasa mengerjakan amanahnya dengan bekal ilmu yang cukup.

“Sehingga tidak ada alasan karena sibuk bertugas jadi tidak punya waktu membaca dan mengembangkan dirinya lagi,” jelas ustadz yang pernah diamanahi pengurus DPP Hidayatullah itu.

Adapun sukses ketiga berkait dengan keluarga sebagai lingkup terkecil dalam mengaplikasikan peradaban Islam.

Disebut Hamzah, bagi sebagian orang, keluarga tak jarang menjadi titik lemah yang kurang mendapat perhatian dikarenakan kesibukan aktifitas di luar rumah.

Olehnya, di hadapan para fungsionaris Yayasan Hidayatullah Balikpapan, Hamzah menegaskan agar tidak melalaikan sukses keluarga.

“Bagaimanapun keluarga menjadi tempat kembali dari semua urusan di luar. Ia menyatu dan terintegrasi dengan semua sukses lainnya,” lanjut Hamzah.

Terakhir, Hamzah mengingatkan bahwa semua pekerjaan yang dilakoni adalah amanah umat. “Karena amanah, jadi tidak boleh cepat puas diri. Ini langkah awal untuk amanah yang lebih besar nantinya,” pungkas Hamzah semangat.

Untuk diketahui, awal tahun 2019 ini, Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) akan mengadakan Musyawarah Kerja yang diawali dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tahunan. Sebagai yayasan induk, YPPH membawahi sebelas jaringan yayasan lainnya yang tersebar di seluruh Kota Balikpapan.*/Masykur Suyuthi