Beranda blog Halaman 515

Sarjana STIE Hidayatullah Berperan Seperti Tali Tasbih

0

DEPOK (Hidayatullah.or.id) – Di tengah masih rumitnya mendapatkan pekerjaan bagi sedikitnya 131,01 juta orang angkatan kerja masyarakat Indonesia, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIE Hidayatullah) terus melakukan terobosan dengan mencetak sarjana yang langsung bekerja pasca wisuda.

“Permintaan ada dua ratusan dari seluruh Indonesia tapi tidak bisa kita penuhi semua,” kata Kepala Bidang Organisasi DPP Hidayatullah, Ust Ir Khairil Baits, ketika memberikan sambutan dalam acara Penugasan Dai Sarjana STIE Hidayatullah di Kota Depok, Ahad (4/11/2018).

Ia mengatakan banyaknya permintaan tenaga dari daerah tidak semua dapat dipenuhi karena keterbatan kuota. Karena itu, saat ini sarjana yang sudah siap kerja ini baru dapat ditempatkan di daerah yang relatif mendesak terhadap ketersediaan sumber daya manusia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia per Agustus 2018 mencapai 7 juta orang. Angka tersebut setara dengan 5,34 persen dari jumlah angkatan kerja di Indonesia yang tercatat sebesar 131,01 juta orang. Dengan demikian, mereka yang bekerja ada sebanyak 124,01 juta orang.

Dari jumlah orang yang bekerja itu, 88,43 juta orang di antaranya merupakan pekerja penuh, 27,37 juta orang tergolong pekerja paruh waktu, dan 8,21 juta orang lagi merupakan setengah pengangguran.

Khairil berpesan kepada dai sarjana STIE Hidayatullah yang ditugaskan ini agar selalu menejawantah nilai-nilai luhur Hidayatullah dalam mengemban amanah dakwah dan pengabdian ini.

“Saya pun masih siap ditugaskan kapan saja dan di mana saja. Saya selalu merindukan momen seperti ini,” imbuhnya.

Kampus STIE Hidayatullah melakukan pelepasan tugas bagi dai sarjana ke berbagai wilayah di Indonesia. Acara ini mengusung tema, “Menebar Dai Pembangunan sebagai Jalan Membangun Peradaban dan Mengokohkan NKRI”.

Ketua STIE Hidayatullah Dr Dudung A. Abdullah, mengatakan STIE Hidayatullah terus melakukan terobosan demi terobosan guna melahirkan mahasiswa yang memiliki kecakapan di bidangnya. STIE Hidayatullah saat ini memiliki dua program studi yakni Manajemen dan Akuntansi.

“Dengan berorientasi pada demand driven, STIE Hidayatullah berkomitmen melahirkan angkatan kerja yang matang dan siap bersaing di pasar kerja,” katanya.

Penerapan perkuliahan yang berorientasi pada kebutuhan (demand driven), kampus STIE Hidayatullah yang berada di bawah ormas Hidayatullah turut berperan dalam pembangunan peradaban bangsa dan mengokohkan NKRI.

Lebih lanjut Dudung mengatakan para dai sarjana ini ditugaskan ke berbagai daerah untuk sekaligus mengembangkan kapasitas dan keilmuannya. Dudung mengatakan setidaknya ada dua tujuan mereka mengabdi di masyarakat pasca kelulusan.

Pertama, kata Dudung, dai sarjana ini diharapkan menjadi penggerak pembangunan peradaban bangsa sesuai kapasitasnya masing masing. Kedua, sebagai dai yang berperan memperkokoh eksisistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menghindarkan dari berpecah belah.

“Para sarjana yang dikirim mengabdi bekerja ke berbagai daerah ini seperti tali tasbih. Sebagaimana tali tasbih, mereka harus mempersatukan dan merapatkan. Berbagai elemen yang berbeda harus bisa dihimpun oleh sarjana lulusan STIE Hidayatullah,” tandasnya.

Sebanyak 26 sarjana dai ini ditugaskan ke berbagai daerah seperti Sulawesi Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Riau dan lain-lain. Sebelum SK dibacakan, mereka tak tahu sama sekali sebelumnya akan bertugas dimana. (ybh/hio)

Ormas Hidayatullah Siap Jalin Kerjasama di Berbagai Sektor

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id)- Ketua Yayasan Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan, Ust Hamzah Akbar, mengatakan Hidayatullah sebagai organisasi massa Islam yang jaringannya tersebar di seluruh Indonesia, siap menjalin serta terus meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak khususnya dengan pemerintah, sebagaimana telah berjalan selama ini.

Hal ini disampailkan dia saat Penyerahan Program Sosial Bank Indonesia di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, beberapa waktu lalu.

“Hidayatullah sangat siap bekerjasama dengan pemerintah dalam berbagai sektor seperti ekonomi, dakwah, sosial, dan pendidikan,” kata  Hamzah seraya menambahkan bantuan laboratorium komputer yang diberikan guna menunjang pendidikan di Pesantren Hidayatullah diharapakan dapat meningkatkan kualitas santrinya.

Penyerahan Program Sosial Bank Indonesia ini dilakukan di sela-sela even Festival Ekonomi Syariah (FESyar) di area Pentacity Balikpapan yang dilakukan oleh Deputi Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo.  Dody menyempatkan hadir di Kampus Pesantren Hidayatullah Balikpapan dalam rangka penyerahan program sosial Bank Indonesia Dedikasi untuk Negeri, 3 November 2018 ini.

Turut hadir Ketua Dewan Pendidikan Kota Balikpapan Mudzakkir Usman, Ketua Yayasan Hidayatullah Hamzah Akbar, perwakilan masyarakat ekonomi syariah.

Hadir pula perwakilan beberapa pesantren yang turut mendapat bantuan antara lain Ponpes Muhammad Arsyad Al-Banjari, Ponpes Modern Asyifa dan Ponpes Al-Hidayah.

Berbagai macam bentuk bantuan yang diberikan BI kepada pesantren, antara lain ada pesantren yang mendapat tiga lokal kelas, sektor pertanian dan peternakan, buku ekonomi syariah dan laboratorium.

Dalam sambutannya, Deputi Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo. mengatakan tugas utama Bank Indonesia adalah menstabilkan perekonomian, menjaga nilai rupiah tetap stabil. Namun di luar itu, kata dia, BI tidak mungkin menutup mata dengan bidang sosial pendidikan di Indonesia.

“Tantangan bangsa Indonesia adalah sumber daya manusia, maka dari itu BI konsentrasi ke arah pembangunan bangsa Indonesia sektor pendidikan,” ujar Dody.

Sementara itu Mudzakkir Usman, mengucapkan terima kasih kepada BI yang telah peduli dan mengambil bagian dalam memajukan pendidikan, khususnya di kalangan pondok pesantren yang sangat memerlukan kontribusi baik bersifat sarana prasarana mau pun pengembangan SDM.

“Hanya mengandalkan alokasi dana APBN atau APBD sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, terlebih sekolah swasta seperti madrasah yang berada di bawah naungan yayasan atau ponpes sangat minim menerima alokasi APBN atau APBD tersebut. Maka dukungan semua pihak sangat dibutuhkan”, lanjut Mudzakkir.*/Usamah Sudiono

Menyambut Helatan Akbar Silatnas Hidayatullah 2018

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Ormas Hidayatullah akan menggelar Silaturahim Nasional (Silatnas) 2018 pada 20-25 November mendatang. Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) menyatakan kesiapannya membuka perhelatan akbar yang digelar setiap lima tahun sekali tersebut.

Menyambut Silatnas ke-3 ini, berbagai persiapan terus dilakukan, baik oleh panitia di kampus pusat Hidayatullah di Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, sebagai tuan rumah, maupun para kader ormas tersebut yang tersebar di berbagai daerah se-Indonesia.

Pantauan Hidayatullah.or.id di Gunung Tembak, hingga Senin (05/11/2018) jamaah, santri, warga, ustadz, mahasiswa, dan berbagai kalangan turut berpartisipasi dalam menyambut perhelatan lima tahun sekali itu.

Terkhusus persiapan fisik, kampus pesantren seluas 130 hektare lebih tersebut terus berbenah. Berbagai fasilitas diadakan untuk memenuhi kebutuhan para peserta Silatnas. Diperkirakan 10.000 warga Hidayatullah yang akan menghadiri acara ini.

Selain Silatnas, di kampus Hidayatullah Gunung Tembak juga akan digelar dua agenda besar lainnya dalam waktu berdekatan pada bulan ini. Yaitu pernikahan mubarakah yang direncanakan diikuti sekitar 50 pasang santri pada 11 November 2018 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 20-21 November.

Selama ini, setiap hari Ahad, warga Gunung Tembak punya tradisi bekerja bakti, bergotong royong dalam pembangunan kampus Hidayatullah. Jelang Silatnas Hidayatullah, kerja bakti dilakukan setiap hari.

Baik anak maupun orang tua, semua mengerahkan segenap kemampuan dan sumbangsihnya dalam mempercantik kampus. Semua itu dilakukan demi menyambut para tamu Silatnas.

Ribuan jamaah pesantren itu dibagi dalam beberapa kelompok, yang disebut Halaqah –sekaligus kelompok taklim di Masjid Ar-Riyadh. Masing-masing kelompok/halaqah punya tugas dalam melayani para tamu Silatnas, juga dalam mempercantik kampus Hidayatullah Gunung Tembak. Misalnya dengan membuat gazebo dengan model dan gaya masing-masing.

Tak ketinggalan, alat berat dikerahkan memberesi sisa-sisa pekerjaan di pesantren. Silatnas Hidayatullah mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah daerah, para tokoh ormas, politik, lembaga Islam dan sosial, serta warga masyarakat.

“Bapak Wapres menyatakan kesiapannya untuk membuka Silatnas dan beliau menyebut untuk yang ketiga kalinya hadir di Kampus Gunung Tembak,” kata Ketua Steering Committee (SC) Silatnas III Hidayatullah Tasmin Latif usai diterima Wakil Presiden di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (25/10/2018) lalu.

Silatnas III Hidayatullah ini mengusung tema “45 Tahun Hidayatullah Berkhidmat untuk NKRI Bermartabat”.

“Bapak Wapres mengapresiasi tema Silatnas sebagai bentuk komitmen Hidayatullah dalam membangun negeri. Beliau memuji Hidayatullah merupakan ormas yang cepat perkembangannya di Indonesia. Dan memberi perioritas dakwah di daerah pedalaman termasuk hampir semua kabupaten di Papua sudah berdiri Hidayatullah,” kata Tasmin.*/Skr

Walikota Balikpapan Dorong Hidayatullah Manfaatkan IT

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Walikota Balikpapan, Rizal Effendi, berharap Hidayatullah terus berkembang semakin baik. Sejalan dengan itu, Rizal menyarankan agar Hidayatullah menaruh perhatian terhadap teknologi informasi (information technology/IT).

“Bangsa Indonesia dan seluruh bangsa di dunia telah masuk pada revolusi industri 4.0. yang membawa seluruh negara ke dalam alam pemanfaatan teknologi digital atau teknologi informasi sebagai pusat pembangunan bangsa. Maka dari itu Hidayatullah harus juga menaruh perhatian terhadap teknologi informasi,” kata Walikota Rizal saat menerima Ketua Panitia SIlaturrahim Nasional III Hidayatullah Hamzah Akbar dan rombongan di kantornya, beberapa waktu lalu.

Rizal juga tak lupa mengingatkan untuk agar Hidayatullah menjadikan lingkungan dan sumber daya alam menjadi bagian penting dari Hidayatullah.

“Hidayatullah yang berpusat di Kaltim yang mana provisi ini bergantung pada sumber daya alam maka Hidayatullah harus menaruh perhatian terhadap lingkungan dan sumber daya alam,” ingatnya.

Tentu saran Rizal bukan hal yang baru bagi Hidayatullah, karena di tahun 1984 Hidayatullah pernah meraih penghargaan Kalpataru dari presiden Soeharto karena perhatiannya yang amat tinggi terhadap lingkungan.

Di kesempatan yang sama Ketua Panitia Silaturrahim Nasional III Hidayatullah Hamzah Akbar menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah khususnya Pemerintah Kota Balikpapan dalam menunjang gerakan pembangunan khususnya dalam bidang dakwah dan pendidikan.

Hamzah sekaligus melaporkan agenda helatan akbar Silatnas III Hidayatullah yang akan digelar di Kota Balikpapan, 20-25 November 2018. Hamzah berharap Pemerintah Kota Balikpapan sebagai tuan rumah dapat memberikan support maksimal dan menjamu secara maksimal. Walikota menyambut baik dan berkomitmen untuk turut mensukseskan agenda lima tahunan tersebut.

“Silaturahim Nasional Akbar 2018 Hidayatullah yang bertepatan dengan hari jadinya yang ke-45 tahun ini, insya Allah akan dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla. Diperkirakan akan dihadiri sepuluh ribu da’i dan da’iyah dari Sabang sampai Merauke,” kata Hamzah.

Hadir juga dalam silaturrahim tersebut jajaran pengurus yayasan Hidayatullah Balikpapan dan pengurus Hidayatullah wilayah Kalimantan Timur.*/Usamah Sudiono

Hidayatullah PPU Apresiasi Pemkab Luncurkan Sita Kamali

0

PENAJAM (Hidayatullah.or.id) – Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Ustadz H. Ismail Mappiasse, mengapresiasi terobosan Pemerintah Kabupaten PPU melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Penajam Paser Utara yang telah menggagas “Sita Kamali”.

Sita Kamali adalah akronim dari Strategi Penataan Pemakaman Berbasis Estetika Lingkungan. Menurut Mappiasse, terobosan ini adalah sebuah inovasi sebagai solusi atas masalah yang terjadi di area pemakaman. Dengan demikian diharapkan Sita Kamali dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemakaman yang berbasis estetika lingkungan.

“Kami sangat senang dengan adanya Sita Kamali ini. Kan enak kalau kita datang ke makam seperti ini, dibanding pemakaman yang ada sebelumnya. Kalau kita ziarah, biasanya menginjak makam yang lain,” ungkap Mappiasse.

Mappiasse berharap, Sita Kamali bisa terus dikembangkan lebih luas di PPU.

Untuk pilot project, Sita Kamali pertama di PPU di launching Jumat (26/10) oleh Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud. Lokasinya di Gusung Km 3,5, RT 15, Kelurahan Nenang, Penajam.

Sita Kamali didesain sebagai kawasan permakaman terpadu untuk seluruh pemeluk agama. Luasnya mencapai 8,5 hektare. Bentuk makamnya dibuat seragam.

Berikut, di tempat ini ada sejumlah fasilitas, seperti tempat ibadah, taman-taman, serta akses jalan yang memudahkan kendaraan dan peziarah masuk langsung ke lokasi makan. Kelak, jika Sita Kamali rampung secara keseluruhan, anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 16 miliar.

Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM) mengapresiasi inovasi ini serta mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan sebelumnya yang memikirkan untuk penyediaan lahan makam. Begitu pula kepada masyarakat yang telah mewakafkan tanahnya untuk kepentingan umum.

“Manusia suatu saat akan meninggal. Jadi sedini mungkin dipikirkan tempat pemakaman yang layak agar terlihat indah rapi. Tidak terkesan seram seperti umumnya. Sehingga fungsi makam bukan hanya tempat mengubur jenazah, tapi menjadi lokasi yang terhormat,” pesannya dikutip Prokal. (ybh/hio)

Syabab Hidayatullah Teguhkan Gerakan Pemuda Bangun Bangsa

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Sumpah Pemuda yang merupakan konsensus pemuda Indonesia dalam Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia harus menjadi peneguh persatuan kita sebagai spirit kemajuan bangsa Indonesia di masa mendatang.

Demikin diantara refleksi dan rekomendasi Rapat Pimpinan Nasional 2018 Syabab Hidayatullah yang diselenggarakan selama 3 hari yang ditutup pada Ahad, 28 Oktober 2018 bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, diselenggarakan di Gedung BBPLM Ciracas, Jakarta.

“Pemuda sebagai entitas gerak dan insan cendikia serta tonggak perubahan mesti terus diingatkan dan disadarkan akan hal-hal strategis, agar mereka tidak dilenakan oleh kemajuan teknologi, sehingga kemunduran moral, integritas, dan inovasi menjadi terhambat,” kata Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah Suhardi Sukiman dalam keterangannya di Jakarta, Senin (29/10/2018).

Suhardi mengatakan, dua dekade masa reformasi banyak hal yang patut disyukuri sekalipun masih banyak pula hal-hal yang mesti terus kita perbaiki.

Lebih jauh ia menerangkan, pemuda dalam sejarah Islam, sejarah dunia, dan sejarah Indonesia memegang peranan strategis dalam mewujudkan perubahan-perubahan fundamental dan massif.

Di zaman Nabi, jelas dia, Rasulullah menggembleng para pemuda di Darul Arqom. Dari pemuda yang dibina Nabi langsung itulah Islam menjadi kekuatan besar yang mewarnai jazirah Arab bahkan dunia hingga saat ini.

“Mereka bukan saja pemuda yang cerdas secara intelektual tetapi juga tangguh dalam menghadapi beragam kesulitan dan tawaran menggiurkan asal mau menanggalkan iman. Mereka rela berkorban siang dan malam berupaya keras mewujudkan kemenangan gemilang,” kata dia.

Demikian pula dengan sejarah bangsa Indonesia yang berhasil merai kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Suhardi menyebutkan, pada 17 tahun sebelum peristiwa mega penting itu, pemuda telah bersumpah untuk bertumpah darah satu, tumpah darah Indonesia, itulah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang hari ini kita peringati tepat 90 tahun.

“Akan tetapi, itu adalah fakta yang menyejarah di masa lalu. Bagaimana dengan masa kini, akan seperti apa bangsa ini ke depannya. Dan, bagaimana para pemuda menyiapkan diri. Sungguh, hal yang tak kalah penting hari ini adalah bagaimana para pemuda bangsa, pemuda Islam mengenali jati dirinya sebagai kader bangsa, kemudian dapat dengan jernih melihat kondisi bangsa ke depan,” imbuhnya.

Terlebih secara sosial politik, lanjut Suhardi, para pemuda kini diperhadapkan dengan ketimpangan realitas, dimana korupsi kian merajalela dan perilaku negatif di media sosial kerap menjadi perbincangan media setiap hari.

“Jika hal ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin, pemuda Indonesia yang semestinya menjadi garda terdepan pembangunan, justru menjadi beban bangsa dan negara,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pada momentum 90 tahun Sumpah Pemuda, Pemuda Hidayatullah menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2018 dengan tema “Pemuda Membangun Peradaban Bangsa”.

“Pemuda harus menguasai sains dan teknologi, tetapi jangan melupakan eksistensinya sebagai hamba dan khalifah Allah yang berkewajiban menegakkan peradaban,” katanya.

Dia menerangkan, dalam kajian Syabab Hidayatullah, peradaban Islam adalah manivestasi iman di dalam seluruh aspek kehidupan. Artinya, terang putra Tolitoli ini, program peradaban yang diusung Syabab Hidayatullah lebih menekankan pentingnya moral, spiritual, intelektual dan integritas.

“Sehingga ke depan lahir para pemuda yang tak sekedar cerdas dan profesional, tetapi juga santun, berakhlak dan beradab. Hadirnya sosok pemuda yang demikian adalah wujud dari eksisnya mata rantai Sumpah Pemuda yang terjadi pada 90 tahun silam,” katanya.

“Maka saat ini, saatnyalah para pemuda bertekad bersama, berkomitmen tinggi, mewujudkan peradaban bangsa yang sesungguhnya, yang menjunjung nilai-nilai moral, spiritual, dan menjadikan budaya intelektual sebagai tradisi utama di dalam segenap sepak terjang kaum muda” pungkasnya.

Dalam Rapimnas Syabab Hidayatullah 2018 ini juga dilakukan peluncuran Pesantren Mahasiswa Dai (Pesmadai) yang telah berjalan di Jakarta, Depok, dan Banten. Program mainstream Syabab Hidayatullah ini juga telah bergulir di wilayah-wilayah khususnya di kota-kota besar seperti Surabaya, Semarang, Samarinda dan Bengkulu.

Rapimnas dihadiri oleh pengurus PP Syabab Hidayatullah dan para fungsionaris PW Syabab Hidayatullah seluruh Indonesia. Selain refleksi tersebut, Rapimnas juga mengeluarkan rekomendasi tentang tahun Politik 2019 dimana Syabab Hidayatullah diantaranya menegaskan sikap politik Hidayatullah yang tidak partisan serta menyerukan penyelenggaraan pemilu sejuk dan damai dan sebagai kontestasi yang mencerahkan, otentik dan tanpa hoaks.(ybh/hio)

Hidayatullah Ogan Ilir Bangun Rumah Tahfidz Aqshal Madinah

0

OGAN HILIR (Hidayatullah.or.id) – Pesantren Hidayatullah adalah sebuah jaringan pesantren dengan jumlah cabang sekitar sebanyak 287 cabang (hingga 2013) yang tersebar di seluruh Nusantara,termasuk di dalamnya Provinsi Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Ogan Ilir.

Pesantren Hidayatullah berpusat di Balikpapan, sejak berdirinya pada tanggal 3 Maret 1976 yang mencoba hadir sebagai lembaga pendidikan alternatif, yang diharapkan akan melahirkan sosok manusia yang tidak hanya mampu memahami ajaran Islam secara tekstual, tapi juga secara kontekstual, atau tidak hanya pandai berteori tapi juga mampu tampil memperagakan Islam dalam praktik keseharian.

Lembaga pendidikan Islam ini akan berjalan ideal bila didukung dengan berbagai sarana yang memadai. Pesantren Hidayatullah saat ini sedang merintis di Kabupaten Ogan Ilir tepatnya di Desa Suka Mulia, Kecamatan Indralaya Utara, dengan lokasi seluas 2 hektar dan Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara seluas 1.515 m2, mewujudkan sebuah kampus pesantren yang ideal, sebagai upaya menampilkan lembaga yang memiliki ciri yang Islamiah, Ilmiah,dan Alamiah.

Untuk mewujudkannya perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai yang dapat mendukung semua aktivitas secara optimal, sehingga yang dihasilkan adalah manusia yang memiliki moral yang baik, berwawasan luas, terampil, dan berdedikasi tinggi.

Diantara yang cukup mendesak saat ini adalah pembangunan masjid, tempat wudhu, dan toilet Rumah Tahfidz Aqshal Madinah Pesantren Hidayatullah Ogan Ilir sebagai pusat peribadatan dan pembinaan mental spiritual para santri dan warga pesantren di masa yang akan datang. Ukuran masjid yang direncanakan adalah sebesar 12 m x 12 m.

Diharapkan dari fasilitas tersebut akan menjadi sarana peribadatan yang representatif dan nyaman bagi santri dan warga, menjadi tempat yang representatif dan kondusif, menjadi pusat pembinaan mental spiritual dan pendidikan akhlak generasi bangsa dan menjadi medium penting dalam rangka memperkuat Ukhuwah Islamiyyah.

Adapun anggaran yang dibutukan untuk keperluan pengadaan fasilitas tersebut diestimasi adalah sebesar Rp 558.700.000,-.

Kami mengajak kepada seluruh kaum Muslimin/at untuk membantu pembangunan masjid tersebut.Donasi dapat disalurkan melalui rekening: Bank Sumsel Babel Nomor 171-0900-1425 a.n. Yayasan Pesantren Hidayatullah Ogan Ilir. Konfirmasi Donasi Pembangunan Masjid via WA 0285247292163. (ybh/hio)

Cawapres Sandiaga Kunjungi Kampus Hidayatullah Batam

0

BATAM (Hidayatullah.or.id) – Calon Wakil Presiden Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan ke Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah, Jalan Letjen Soeprapto, Kibing, Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (29/10/2018).

Setibanya Sandiaga di kampus Hidayatullah Batam bertepatan dengan masuknya waktu adzan Dzuhur. Kedatangan Sandi langsung disambut kompang dan pengalungan surban oleh Ketua Yayasan Ust H. Jamaluddin Nur. Shalat Dzuhur berjamaah dipimpin oleh Ust Hanafi Taher.

Setelah shalat sambutan Ketua Yayasan Hidayatullah Ust Jamaluddin dan pada kesempatan ia memberikan mandat kepada Sandi sebagai pimpinan pondok selama 1 jam kedepan yang disambut applause riang hadirin.

Setelah shalat dzuhur berjamaah, dilanjut makan siang di kantor pesantren dan berdialog dengan para pengurus dan perwakilan beberapa mahasiswa STIT Hidayatullah dengan pembahasan ekonomi kerakyatan.

Setelah itu Sandi menyapa warga dan massa ibu-ibu yang sudah lama menunggu lalu melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Batam center untuk menuju ke Singapura guna menghadiri undangan seminar dari negeri mungil itu namun kaya itu. (ybh/hio)

Menteri PAN-RB Menerima Audiensi DPP Hidayatullah

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Komjen Pol Syafruddin, menerima audiensi dan silaturrahim rombongan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Senin (29/10/2018).

Dalam audiensi tersebut rombongan DPP Hidayatullah yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Candra Kurnianto sekaligus melaporkan agenda gelaran Silaturrahim Nasional III Hidayatullah yang akan digelar pada 22-25 November mendatang.

Selain membicarakan beberapa materi seperti rencana MoU Hidayatullah dengan Dewan Masjid Indonesia tentang pembangunan fasilitas masjid bagi umat muslim di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) beserta ketersediaan tenaga penyuluh agama.

Pada kesempatan tersebut, Candra menyampaikan bahwa perhelatan Silatnas III Hidayatullah dan Rakernas Hidayatullah akan dihadiri kurang lebih 10 ribu orang yang terdiri dari pengurus struktural, kader, jamaah, simpatisan dan tamu undangan.

“Momen di bulan November ini terbagi dua dengan rangkaian yang sama. Rapat Kerja Nasional ajang akbar tahunan organisasi sebagai perhelatan struktural, sedangkan Silaturrahim Nasional adalah perhelatan kultural yang selalu ada sejak Hidayatullah berdiri,” kata Candra.

Rombongan pula menyampaikan undangan kepada Menteri Syafruddin yang juga Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu yang disambut baik dan menyatakan kesediannya menghadiri acara tersebut.

Turut hadir bersama dalam pertemuan tersebut Ketua Panitia Silaturrahim Nasional III Hidayatullah Hamzah Akbar, Bendahara Umum DPP Hidayatullah Rahman Rahman, Ketua Bidang Organisasi Khairil Baits dan dan Ketua Bidang Perekonomian Asih Subagyo.*/Rizky Kurnia Syah

Wapres Imbau Masyarakat Tetap Tenang Sikapi Berbagai Isu yang Berkembang

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Seluruh lapisan masyarakat, termasuk para ulama dan dai, diminta tetap tenang dalam menghadapi situasi yang berkembang akhir-akhir ini dan tidak mudah terprovokasi.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan hal ini saat menerima Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Nashirul Haq dan rombongan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Wapres kemudian berpesan agar Hidayatullah, sebagai salah satu organisasi massa Islam, dapat berperan dalam menjaga harmoni dengan mengajak masyarakat untuk tetap berkepala dingin menyikapi berbagai peristiwa yang terjadi.

Dalam pertemuan tersebut, Nashirul Haq mengundang Wakil Presiden untuk membuka secara resmi Silaturahmi Nasional (Silatnas) III Hidayatullah.

Silatnas yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali itu akan berlangsung pada 22 November 2018 di Balikpapan, Kalimantan Timur dan mengusung tema “45 Tahun Hidayatullah Berkhidmat untuk NKRI Bermartabat”.

“Kehadiran Wapres diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi para dai untuk dapat terus berdakwah dalam gerakan perjuangan Islam dan terus bersinergi dengan pemerintah,” ujar Nashirul seperti dikutip laman Wapres RI, Jum’at.

Nashirul Haq hadir bersama beberapa anggota Dewan Pimpinan Umum Hidayatullah dan panitia silatnas, yaitu Abdurrahman M, Abdul Aziz Qahhar, Hasan Ibrahim, Marimin Abu ‘Ala, Tasmin Latif, dan Hamzah Akbar.

Mendampingi Wapres dalam pertemuan tersebut Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, dan Staf Khusus Wapres Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Syahrul Udjud. (ybh/hio)