Beranda blog Halaman 529

Pemerintah Groundbreaking Rusun Hidayatullah Bontang

0

BONTANG (Hidayatullah.or.id) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan melakukan groundbreaking rumah susun untuk Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Bontang, Kalimantan Timur, Selasa (15/5/2018).

Pembangunan rumah susun (Rusun) itu dilakukan oleh Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kota Bontang dengan anggaran 2018.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan, pemerintah bekerja sama dengan DPRD berupaya membantu dan menyejahterakan masyarakat dengan menyediakan perumahan.

“Kami mendapatkan bantuan rumah susun paling banyak di Kota Bontang,” kata Neni dalam siaran tertulis.

Rencananya, Rusun tersebut akan dilengkapi meubelair seperti tempat tidur susun dan meja belajar.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang Ust Jamaluddin, bersyukur dengan adanya Rusun bagi santri itu. Pada 2015, asrama putri di kompleks Pondok Pesantren Hidayatullah mengalami bencana kebakaran. Dua bulan berselang, asrama putra juga terbakar.

“Alhamdulillah, ini mimpi (yang) jadi kenyataan bagi kami karena pada 2015 merupakan tahun bersedih bagi Ponpes Hidayatullah,” katanya.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Penyediaan Perumahan melakukan groundbreaking rumah susun Pondok Pesantren Hidayatullah di Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Pembangunan rumah susun menggunakan anggaran tahun 2018. Kementerian PUPR melalui Ditjen Penyediaan Perumahan melakukan groundbreaking rumah susun Pondok Pesantren Hidayatullah di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Pembangunan rumah susun menggunakan anggaran tahun 2018.

Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Kalimantan Timur, La Usman, mengatakan Rusun Pondok Pesantren Hidayatullah dibangun dua lantai. Rumah susun itu terdiri atas empat barak kecil dan empat barak besar yang dapat menampung 144 santri.

Pembangunan Rusun dikerjakan oleh kontraktor PT. Prima Kaltim Mandiri selama 210 hari pelaksanaan dengan nilai kontrak Rp 6.625.570.000.

La Usman berterima kasih kepada Wali Kota Bontang dan sejumlah stakeholder yang berkomitmen mewujudkan dan membantu menyejahterakan masyarakat.

“Salah satunya dengan memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) secara gratis sehingga untuk proses penyerahan aset akan lebih mudah,” ujarnya. (Humas Ditjen Penyediaan Perumahan)

Orang Bersyahadat Harus Sibuk Mengurus Kemaslahatan Umat

KETIKA sudah muncul kesadaran tentang urgensi dan konsekwensi syahadat. Maka seseorang itu tidak berhenti untuk berfikir dan bergerak.

Berfikir untuk bagaimana bisa orang banyak juga bisa menikmati syahadat. Akan selalu mencari cara, menemukan metode, membuat media dan pendekatan yang agar banyak orang bisa bersyahadat. Sebanyak banyaknya.

Mereka hanya berfikir tapi juga terus bergerak di tengah masyarakat. Menghadapi segala tantangan orang-orang yang kontra syahadat. Dan tentu sunnatullah nya pasti ada saja halangan, hambatan dan orang-orang yang tidak suka atau memusuhi bersyahadat.

Rasulullah saw sibuk dengan tugasnya menjadi nabi, kepala negara, panglima perang, gurunya para sahabat, imam shalat berjamaah, kepala keluarga, berdakwah, melayani umat dan ibadah kepada Allah.

Sepuluh tahun mengemban amanah kenabian di periode Madinah, 65 kali ada peperangan. Betapa sibuknya beliau, tapi tetap bisa mentarbiyah sahabatnya, mengurus istri dan anaknya. Istrinya bukan hanya satu tapi sembilan.

Subhanallah, hingga menjelang wafat. Rasulullah yang difikirkan dan disebut adalah umatku …umatku.. umatku….. Abu Bakar sibuk menjadi sahabat Rasulullah saw yang paling setia.

Kemana saja menyertai dan putra putri nya juga Sholeh Sholehah, bahkan Aisyah menjadi istri nabi yang cerdas. Siti Khadijah sibuk menguruskan perihal Rasulullah dan menjadi pendokong setia dakwa h. Hartanya habis dan waktunya juga habis di jalan dakwah dan mentarbiyah keluarga nya.

Mus’ab bin Umair sibuk dengan tugasnya berdakwah di Madinah. Dua pertiga penduduk Madinah berislam lewat kesejukan dan kesantunan dakwah Islam beliau. Abu Hurairah sibuk mengumpul hadith daripada Rasulullah saw dan otaknya adalah gudang pengetahuan. Hari ini menjadi rujukan hadis nya.

‘Ibn Sina dan Al-Razi sibuk dengan hafalan Al-quran, kajian-kajian tentang ibadah dan muamalah. Hasil karya-karyanya yang masih segar dan menjadi rujukan hingga kini.

Mereka orang-orang sibuk luar biasa untuk menjayakan Islam dan muslimin. Mereka disibukkan dengan tarbiyah, taklim, ibadah, halaqah-halaqah ilmu, dakwah, perang, infaq dan membangunkan ekonomi untuk dijadikan harta dakwah. Itu semua adalah dalam rangka aktualisasi syahadatnya.

Apalagi memasuki bulan Ramadhan, bertambah kesibukan mereka. Bukan untuk pribadi dan keluarga tapi Islam dan muslimin. Orang-orang kafir juga sibuk dengan program-program anti Islam.

Bagaimana memadamkan api Islam lewat propaganda, konspirasi dan strategi mereka.Mereka berkorban juga untuk keyakinannya yang salah. Luar biasa juga usahanya untuk menguasai dunia dalam segala bidang kehidupan.

Dan sementara ini, mereka berhasil. Itu harus kita akui, Karena mereka lebih serius dan sibuk. Orang Islam yang belum sadar syahadatnya juga sibuk. Sibuk ker ja mencari materi semata dari pagi hingga pagi lagi. Sibuk nonton musik yg suka musik, Sibuk menonton movie-movie yang hobby film.Sibuk berjam-jam bisa bertahan di depan televisi untuk serial drama, olahraga.

 

Ada yang sibuk dengan gadget nya, gamenya atau chatting dengan teman teman nya. Padahal PR nya banyak sekali bagi orang yang telah bersyahadat itu. Para pemilik syahadat harus sibuk dan mengelola waktu dan  terus memberi peringatan kepada orang-orang yang menjadi amanahnya.

Sebagaimana pernah tersampaikan sebelumnya. Bahwa orang bersyahadat tidak mungkin menjadi pengangguran atau kurang pekerjaan. Karena banyaknya pekerjaan yang menuntut mereka terkait syahadatnya. Mestinya tidak ada waktu kosong, tersia-siakan. Seharusnya merasa kurang waktu 24 jam sehari, kurang umur yang diberikan.

Apalagi menanyakan liburan, istirahat, kompensasi, insentif, THR atau apalah bahasanya? Kok bisa berfikir pendek, padahal amanah bidang pendidikan belum berhasil bagi guru atau dosen.

Pendidikan belum menghasilkan insan insan yang Kamil ibadahnya, komitmennya, keilmuannya, moral dan mental’nya. Itu semua perlu terus difikirkan dan dimujahadahkan. Bagi dai, mubaligh juga tentang dakwah yang belum merata, masih pasif menunggu jadwal.

Bagi ekonom, PR tentang kesejahteraan umat Islam yang belum berdaya. Politikus muslim juga seharusnya tidak bisa tidur untuk menenangkan kebijakan kepentingan Islam. Jangan juga hanya sibuk perasaannya saja atau merasa sibuk. Tapi tidak berkarya, hanya dalam angan-angan saja. Atau sibuk menilai kerja orang tapi dirinya tidak bekerja.

Terkadang kita yang jabatan juga belum seberapa, anak buah juga masih terbatas, istri baru satu, anak baru beberapa. Tapi sibuknya sepertinya sudah luar biasa. Sehingga merasa tidak sempat atau tidak optimal mengurus agama ini.

Tidak sempat membaca Al Qur’an, halaqah tak ada waktu, shalat Sunnah rawatib juga tercecer. Itulah kesibukan orang modern hari ini.

Semoga Ramadhan kali ini bisa lebih baik lagi. Semoga Ramadhan bisa sibuk dan disibukkan dengan ibadah dan maslahah umat. Semoga kita bisa meraih Muttaqin dalam Ramadhan ini.. Amin ya rabbal Alamin.

ABBUL GHOFAR HADI

Maksimalkan Ibadah Ramadhan dengan Belanja Diawal

0

DEPOK (Hidayatullah;or.id) – Salah seorang pendiri Hidayatullah, Ustadz HA Hasan Ibrahim mengingatkan kaum muslimin khususnya kader Hidayatullah agar memaksimalkan betul bulan suci Ramadhan dengan ibadah sebaik-baiknya.

Pesan tersebut disampaikan beliau dikala menjadi narasumber dalam acara Tarhib Ramadhan yang digelar DPW Hidayatullah Jabodebek di Kampus Hidayatullah Depok, Ahad pekan lalu.

Supaya ibadah Ramadhan betul-betul optimal, beliau pun menyarankan agar mempersiapkan segala kebutuhan rumah seperti keperluan dapur dan persiapan Lebaran/ Idul Fitri sejak awal.

“Persiapkan diri dengan serius. Kalau mau belanja, belanjalah sekarang. Jangan di pertengahan Ramadhan baru sibuk cari bawang putih bawang merah lombok hijau lombok merah. Ini yang mengganggu,” katanya.

Beliau pun mengingatkan agar tidak berlebih-lebihan terutama dalam hal konsumsi. Menurutnya, adalah salah kaprah di masyarakat bulan Ramadhan selalu lebih diidentikkan dengan beragama jenis makanan. Padahal keistimewaan Ramadhan adalah bulan yang berlimpah dengan kemuliaan dan ganjaran pahala yang berlipat ganda.

“Kalau puasa Ramadhan, makanan itu lebih istimewa. Makanan yang biasanya tidak ada, ada. Biasa gak makan kelapa hijau, pas puasa beli kelapa hijau. Ini kenapa. Kenapa begini. Ini karena kita tidak membiasan puasa sunnah,” ujarnya.

Dalam pada itu, Ust Hasan menekankan memuliakan bulan suci ini dengan ikhtiar untuk beribadaha semaksimal mungkin dengan memasang target-target yang diprioritaskan dan harus dicapai.

“Jangan pernah mengaggap puasa sebagai perkara sepele. Karena bisa jadi tanpa terasa tiba tiba kita kehilangan momen Ramadhan dan akhirnya tinggal gigit jari. Sementara itu kita mungkin bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan. Terutama buat yang sudah tua-tua seperti saya. Tapi yang muda jangan senang dulu, sebab kematian bisa datang kapan saja tanpa pandang usia,” pesannya.

Belau perpesan, prioritas ibadah Ramadhan adalah shalat berjamaah, menghidupkan malam malamnya dengan Qiyaamullail (tahajuud), memperbanyak shalat-shalat sunnah, memaksimalkan baacan Al Qur’an serta merutinkan dzikir dan doa untuk diri, keluarga, komunitas, dan secara umum bangsa Indonesia. (ybh/hio)

Ponpes Hidayatullah Merauke Terus Tingkatkan Mutu

MERAUKE (Hidayatullah.or.id) – Ketua Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Merauke, Ust. Hasanuddin mengatakan dengan terbitnya SK pendirian atau SK izin operasional MI Integral Al-Hikmah Hidayatullah akan menambah motivasi dan dorongan pihaknya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.

“Saya baru bertugas selama satu bulan sehingga saya meminta adanya dukungan, bimbingan dan arahan agar keberadaan Ponpes Hidayatullah dapat memberikan manfaat lebih bermanfaat,” ujarnya di Ponpes Hidayatullah Merauke belum lama ini.

Ia meminta agar Kemenag Kabupaten Merauke selaku pembina, para guru, orang tua untuk sama-sama memajukan sekolah ini. Selain itu, tahun ini juga merupakan tahun pertama bagi MI Integral Al-Hikmah Hidayatullah melakukan ujian sehingga diharapkan para siswa dapat lulus seratus persen sesuai dengan harapan orang tua, guru dan pihak yayasan.

Kasipendis Kementerian Agama Kabupaten Merauke, Nurjana Rentua, S.Pd.I mengatakan dengan terbitnya SK izin operasional, pendidikan yang ada di madrasah lebih ditingkatkan. Ia juga meminta agar orang tua murid untuk tidak hawatir menyekolahkan anaknya di MI Integral Al-Hikmah Hidayatullah.

“Saya mengucapkan selamat atas usaha selama ini para pengurus maupun para guru, sehingga SK ijin operasional sudah dapat diterbitkan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke, Gabriel Rettobyaan, S.Ag memberikan secara langsung SK Ijin Operasionl MI Integral Hidayatullah Al-Hikmah Hidayatullah kepada Kepala MI Integral Hidayatullah Al-Hikmah Hidayatullah, Abdul Asis dan disaksikan sertan didampingi langsung oleh Ketua Yayasan Ponpes Hidayatullah. Penyerahan SK juga disaksikan para wali murid dan guru.

Dalam sambutannya, Gabriel Rettobyaan mengatakan kualitas mutu pendidikan bergantung kepada sekolah untuk bagaimana mengelola pembelajaran secara efektif.

Kemudian, komunikasi dengan satuan pendidikan, Kementerian Agama, pimpinan pondok maupun para guru sehingga mutu pendidikan di satuan pendidikan dapat terus ditingkatkan.

“Sekarang ini, para orang tua yang menyekolahkan anaknya di satuan pendidikan melihat dari mutu pendidikan sekolah tersebut dan sistim pembinaan yang benar dilakukan dengan maksimal, sehingga orang tua tidak ragu,” ujar Gabriel di Ponpes Hidayatullah saat pemberian ijin operasional MI Integral Al-Hikma Hidayatullah, belum lama ini.

Gabriel menjelaskan, peningkatan mutu pendidikan dipengaruhi oleh beberapa faktor mulai dari peningkatan kualitas guru, peningkatan materi, peningkatan sarana dan prasarana, serta peningkatan kualitas belajar. Untuk itu, perlu adanya komunikasi dengan sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Bagi satuan pendidikan yang masih kekurangan guru, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke untuk menyuplai tenaga guru terutama pada madrasah yang masih kekurangan tenaga guru.

“Saya bangga dengan madrasah yang ada di Merauke, karena sudah mengharumkan nama Kabupaten Merauke dalam beberapa event baik tingkat provinsi, nasional bahkan internasional. Karena itu, kita juga akan memberikan perhatian yang serius,” pungkasnya. (ppc/hio)

 

Santri Hidayatullah se-Sulut Wisuda di Kota Manado

0

MANADO – Segenap santri Pondok Pesantren Hidayatullah se-Sulawesi Utara mengikuti acara penamatan dan wisuda yang digelar oleh Ketua Forum Ukhuwah Antar Pondok Pesantren (FUAPP) Sulut di Auditorium Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulut, Sabtu (12/5/2018).

Sebanyak 500 wisudawan santri se-Sulawesi Utara (Sulut) ini diikuti oleh santri Hidayatullah yang lulus tahun ini seperti Pondok Pesantren Hidayatullah Pala, Pondok Pesantren Hidayatullah Ibolian, Pondok Pesantren Hidayatullah Tomohon, Pondok Pesantren Hidayatullah Bitung, Pondok Pesantren Hidayatullah Lolak dan Pondok Pesantren hidayatulah Kotamobagu.

Selain itu, juga peserta dari wisudawan santri pesantren lainnya di Sulut yaitu dari Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Pondok Pesantren Assalam, Pondok Pesantren Tahfidz Imam Asy Syafii, Pondok Pesantren Arafah Bitung, Pondok Pesantewn Alluthfi Lolanan, Pondok Pesantren Al khaerat Mapanget dan Pondok Pesantren Ahbabul Mustafa Banjer.

“Wisuda kali ini sudah ke-3 kali digelar se-Sulut,” ujar Ketua Forum Ukhuwah Antar Pondok Pesantren (FUAPP) Sulut Muyasir Arif di Auditorium Universitas Sam Ratulangi Manado sebagaimana dikutip Tribun Sulut.

Setelah tamat dari pondok pesantren di Sulawesi Utara (Sulut) berbagai pilihan dilakukan oleh santri untuk melanjutkan belajar.

Seperti diungkapkan oleh Fajri Muhamad (18) warga Desa Bentenan Minahasa Tenggara (Mitra) yang mengatakan merasa senang telah lulus dari Pondok Pesantren Al Akhirat Mapanget setelah tiga tahun mengenyam pendidikan.

“Saya bersyukur telah tamat untuk bisa melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Dia berencana akan melanjutkan pendidikan ke Pesantren Al Fath Magetan Jawa Timur selama dua tahun. Kemudian kuliah.

“Rencana saya perginya sehabis Lebaran,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Aditya Tanggomo (17) yang tamat dari Pesantren Hidayatullah Palaes Likupang yang akan melanjutkan kuliah di Batam.

“Saya akan melanjutkan ke Batam untuk kuliah di sana,” katanya.

Muyasir Arif mengungkapkan pihaknya bersyukur bisa menyelenggarakan Wisuda dan Tarhib Ramadan pada 2018 ini.

Saat ini pihaknya bersyukur pemerintah telah menetapkan 22 Oktober sebagai hari santri.

“Hari tersebut merupakan ajang bagi santri untuk saling mengakrabkan diri,” ungkapnya.

Saat ini Sulut terdapat 27 pondok pesantren yang tersebar di berbagai daerah.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Inspektorat Sulut Praseno Hadi, Rektor IAIN Manado Rukmina Gonibala, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut Abdul Wahab Abdul Gofur, pengurus Pesantren Hidayatullah dan para orangtua santri dan tamu undangan lainnya. (ybh/hio)

Dengan Spirit Dakwah dan Cinta Hidayatullah Menjaga NKRI

BANDUNG – Dengan dakwah dan cinta Hidayatullah hadir ke berbagai daerah serta beragam kalangan untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian disampaikan Ketua Biro Hukum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah DR Dudung A. Abdullah saat menyampaikan pidato dalam acara wisuda dan penugasan bagi 24 orang alumni Pondok Pesantren Hidayatullah Bandung di Kampus Pesantren Hidayatullah Bandung Jln Raden Edang Suwanda Nomor 18 Pasir Leutik, Cimuncang, Kecamatan Padasuka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad (13/05/2018).

Dalam keterangannya, Dudung menyampaikan bahwa Hidayatullah sebagai bagian dari elemen bangsa, telah turut berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Pesantren dan sekolah-sekolah Hidayatullah telah berdiri di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia termasuk di Bandung. Mereka memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat tanpa sekat sosial, non diskriminatif,” kata Dudung.

Dudung mengatakan, wisuda dan penugasan ini dilandasi dengan spirit rahmatan lil aalamiin yang tak lain adalah muatan cinta dalam rangka menjaga alam semesta kepada keselamatan, belas kasih, dan keberkahan sebagaimana ucapan salam yang sering kita ucapkan.

“Itu aplikasi dari konsep pendidikan untuk semua yang dijalankan oleh Hidayatullah. Selepas studi, santri Hidayatullah langsung ditugaskan ke daerah-daerah untuk menjaga NKRI. Ini riil bentuk cinta jamaah Hidayatullah dalam menjaga NKRI,” kata Dudung.

Jumlah alumni yang diwisuda sebanyak 24 orang. Para Alumni selain telah menyelesaikan program beasiswa belajar MTs dan MA juga menyelesaikan hapalan Al Quran, bahkan 3 orang diantaranya hafal 30 juz.

Para Alumni langsung ditugaskan oleh DPW Hidayatullah Jawa Barat yang diketuai oleh KH Dadang Abu Hamzah. Mereka ditugaskan menjadi tenaga pengelola pesantren di Soreang, Bandung dan Padalarang sebanyak 5 Orang. Serta 19 orang mendapat tugas belajar ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi di lingkungan Hidayatullah se-Jawa

Prosesi wisuda ini langsung dilakukan oleh Direktur Pesantren, KH. Endang Abdurrahman, yang berlangsung khidmat.

Hadir juga pada kesempatan tersebut Ketua Biro Umum DPP Hidayatullah Muhammad Musyafir, Kasie Pontren Kemenag Kabupaten Bandung Drs. KH. Wawan Sholihin, Pengawas Madrasah Kabupaten Bandung H. Asep Suhayat, MPd dan Ibu Imas Rohaeni serta donatur dan orangtua wali santri. (ybh/hio)

 

 

Tabligh Akbar Polres Penajam Paser Utara Sambut Ramadhan Bersama Santri Hidayatulah

0

PENAJAM (Hidayatullah.or.id) – Kepolisian Resor (Polres) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Tabligh Akbar menyambut bulan suci Ramadhan 1439 Hijriah dengan mengundang anak-anak santri dari Pondok Pesantren Hidayatullah PPU.

Acara ini sekaligus menjalin ukhuwah dengan masyarakat dalam mewujudkan Pilkada Serentak 2018 yang aman dan damai.

Hadir Kapolres PPU AKBP Sabil Umar dan jajaran, Kajari Darfiah beserta staf, Dandim 0913 diwakili Kapten Irsan Nasution, Danki 600 Rider Kompi, 3 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati PPU beserta tim, serta ketua NU dan MUI PPU.

“Tabligh akbar ini dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan sekaligus upaya mewujudkan Pilkada aman dan damai di PPU,” ujar Kapolres.

Kegiatan diisi doa bersama dipimpin Ustad Syamsul Hadi Yusuf, dilanjutkan ceramah oleh H Agus Chairul Huda.

Acara diakhiri pemberian santunan kepada santri Pondok Pesantren Hidayatullah dan Pondok Pesantren Al-Banjari serta ditutup dengan kegiatan ramah tamah dan foto bersama.*/Rahmad Fadli/ KPC

Pernyataan Sikap DPP Hidayatullah Terkait Bom Surabaya

Bismillahi Rahmaani Rahiim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, washalatu wassalamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’in. Amma ba’du

Menyikapi adanya teror bom di beberapa gereja di Surabaya, Jawa Timur, maka kami DPP Hidayatullah menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

1. Mengutuk peristiwa teror bom tersebut karena merugikan banyak pihak, menimbulkan berbagai fitnah, dan merusak tatanan dakwah yang selama ini digiatkan di bumi Indonesia.

2. Meminta aparat kepolisian agar bekerja lebih profesional dalam mengungkap aksi teror seperti ini sehingga mampu menciptakan rasa aman masyarakat.

3. Menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang belum jelas kebenarannya, terutama informasi yang berkembang di media massa dan media sosial. Hendaknya masyarakat Muslim senantiasa merujuk segala persoalan kepada fatwa ulama agar tindakan dan pikiran tidak tersesat.

Demikian pernyataan sikap ini kami buat dan hanya kepada Allah SWT kita berserah diri.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jakarta, 13 Mei 2018

Nashirul Haq
Ketua Umum DPP Hidayatullah

Kemenag Kabupaten Mamuju Apresiasi Peran Hidayatullah Memajukan Pendidikan

0

KABUPATEN MAMUJU (Hidayatullah.or.id) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju DR. Syamsuhri, M.Pd.I, mengapresiasi peran Hidayatullah dalam memajukan pendidikan khususnya di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

“Begitulah kinerja kader Hidayatullah. Semangat para kader-kadernya itu tidak perlu diragukan lagi, dengan atau tanpa tunjangan mereka bergerak menyebar luaskan misi dakwah ini dari perkotaan hinga ke daerah yang tidak terjangkau teknologi,” kata Syamsuhri.

Hal itu diungkapkannya ketika memberikan sambutan sekaligus membuka acara pelepasan kelulusan murid PAUD Integral Al-Furqon dan Wisuda Program 1 Juz Rumah Tahfidz Al-Furqon Hidayatullah Mamuju, Sabtu (12/5/2018).

Dirinya meyakinkan bahwa Hidayatullah ini bukanlah milik para pengurusnya karena ini milik umat. “Dan saya sudah lama menjadi jamaah Hidayatullah,” tukasnya bangga.

Dalam sambutannya Syamsuhri juga mendorong orangtua untuk peduli terhadap pendidik agama anak-anaknya. Dulu kata dia para orangtua bangga kalau anaknya jadi insinyur.

“Tapi sekarang, kita harus lebih bangga lagi karena anak kita akan menjadi penghafal Al Quran yang sarjana, pejabat yang hafal Qur’an, pebisnis yang ahli Qur’an,” harapnya seraya berpesan.

Senada dengan itu, Pengawas TK Kecamatan Mamuju Hj Suriani Pariama, mengungkapkan Hidayatullah telah membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Bahkan dua puluh tahun ke depan merekalah yang akan menggantikan kita, sekali lagi pemerintah sangat terbantu,” kata Suriani saat membacakan sambutan tertulis Kepala Dinas Pendidikan Kecamatan Mamuju yang berhalangan hadir.

Sebanyak 50 wisudawan dari TK tersebut sebagian ikut juga Wisuda Program 1 Juz di rumah tahfidz. Sehingga acara berlangsung meriah diselingi demo-demo penampilan yang nampak sejak lama dipersiapkan.

Sesuai dengan tema “Membangun Peradaban dengan Pendidikan Berkarakter Tauhid” semua tampilan syarat dengan dedikasi murid bertauhid hingga tarianpun dikemas sedemikian apiknya.

Demikian juga sebanyak 21 santri di rumah tahfidz yang berhasil menyelesaikan program 1 juz diwisuda dan mendapatkan sambutan riang dari para orangtua dan walinya yang hadir di aula Hotel Pantai Indah Mamuju itu.

“Sebagai orangtua mau tidak mau kita harus menjadi model, mereka sifatnya selau meniru meskipun kita larang. Dari sekolah mereka akan kembali ke rumah dan ini berlangsung hingga mereka mengenyam pendidikan ke jenjang tertinggi,” tutup Suriani seraya mengaku kagum karena di sekolah TK tersebut tidak satupun yang berstatus pegawai negeri.

Kebanggaan itu juga yang dirasakan oleh kedua orangtua Alya Salsabila, sejak sebelum masuk ke jenjang TK Alya sudah duluan masuk ke ruah tahfidz.

Anak terakhir dari tiga bersaudara ini tetap berencana untuk melanjutkan jenjang sekolah dasarnya di Sekolah Dasar Integral Al-Furqon Hidayatullah Mamuju.*/Muhammad Bashori

Kampus Gorontalo Tuan Rumah Sosialisasi SISKAHID

0

GORONTALO (Hidayatullah.or.id) – Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah menggelar kegiatan sosialisasi dan implementasi Sistem Keuangan Hidayatullah (SISKAHID) yang diikuti oleh unsur perwakilan pengurus Kampus Madya Hidayatullah wilayah Sulawesi dan Maluku. Kota Gorontalo menjadi tuan rumah gawean yang berlangsung selama 4 hari ini.

Acara dibuka langsung oleh Bendahara Umum DPP Hidayatullah Drs Wahyu Rahman, MM. Dalam sambutannya, Wahyu mendorong dilakukannya penerapan sistem keuangan organisasi yang terstandarisasi guna menuju sistem keuangan yang transparan dan akuntabel.

Adapun peserta adalah bendahara Kampus Madya Hidayatullah di Sulawesi dan Maluku serta para bendahara DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku dan bendahara DPW Hidayatullah Gorontalo.

Selain itu juga dihadiri oleh peserta dari unsur Kampus Madya yaitu Yayasan Hidayatullah Gorontalo, Yayasan Hidayatullah Pahuwato, Yayasan Hidayatullah Limboto, Yayasan Hidayatullah Palu, Yayasan Rahmatullah Tolitoli, Yayasan Hidayatullah Kendari, Yayasan Hidayatullah Konawe, Yayasan Hidayatullah Baubau, Yayasan Hidayatullah Kolaka, dan Yayasan Al Bayan Makassar (Kampus Utama).

Lalu ada Yayasan Pendidikan Cerdas Mandiri (YPCM) Mamuju, Yayasan Al Fath Panyula Bone, Yayasan Hidayatullah Towoti Wowondula Lutim, Yayasan Al Mubarak Palopo, Yayasan Ar Risalah Parepare, Yayasan Hidayatullah Masamba Luwu Utara, Yayasan Hidayatullah Bitung, Yayasan Hidayatullah Ternate, dan Yayasan Hidayatullah Ternate Selatan.

Kegiatan ini juga diisi oleh 3 tim ahli IT dari DPP Hidayatullah yang memaparkan skema pemanfaatan penerapan sistem keuangan yang terstandarisasi. (ybh/hio)