Beranda blog Halaman 536

Hidayatullah Banjarnegara Sinergi Ormas Islam Lainnya Gelar Seminar Parenting

0

BANJARNEGARA (Hidayatullah.or.id) – Ormas dan lembaga Islam di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, bersinergi menggelar kegiatan Seminar Parenting yang bertajuk “Membangun Karakter Anak Berakhlak Qur’ani” di Rejasa Room Surya Yudha, Kota Banjarnegara, Sabtu, (24/3/2018).

Ketua Panitia Seminar, Kak Rosi Ganthenk, mengatakan seminar ini merupakan kerjasama lintas organisasi massa dan lembaga Islam yang dimotori oleh SD Islam Integral Hidayatullah Banjarnegara, MI Maarif NU Pucang, PAUD Al Kautsar, PAUD Yaa Bunayya, Balai Dakwah Banjarnegara dan Laznas BMH.

“Meski berasal dari lintas ormas dan lembaga Islam, semuanya bersinergi bahu membahu untuk maju, sukses dan unggul,” kata Rosi lebih lanjut.

Sebelum acara inti berupa Seminar Parenting, tamu undangan disuguhi dengan kolaborasi pementasan Drama “Asal Mula Sumur Zam Zam.”

Kolaborasi apik dan menggemaskan dari siswa-siswi SD Islam Integral Hidayatullah dan MI Maarif NU Pucang Banjarnegara ini menuai sambutan meriah.

Ust. Mohammad Fauzil Adhim selaku pembicara diawal materinya menyebutkan dihadapan 350 peserta seminar bahwa acara ini merupakan seminar spesial karena ada sinergi antar organisasi Islam.

“Sinergi inilah yang sangat kita perlukan akhir-akhir ini,” katanya.

Lebih lanjut, Fauzil memaparkan kepada peserta seminar bahwa setiap manusia akan melalui tahap-tahap perkembangan yang akan dilalui setiap orang.

Setidaknya, jelas dia, setiap anak adam yang diberikan kesempatan menghirup udara lebih lama oleh Allah akan melewati fase-fase diantaranya, fase bayi, thufulah (anak-anak), mumayyiz, amrad dan mukallaf.

“Pentingnya peran untuk mengetahui dan mempersiapkan tumbuh kembang anak menjadi point penting untuk diperhatikan orangtua,” saran Fauzil.

Kartono, salah seorang peserta seminar ini sangat bersyukur dapat mengikuti acara parenting dengan antusias hingga selesai.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada panitia seminar ini, karena dengan mengikuti seminar ini, saya banyak dapat ilmu mendidik anak secara Islami,’ ujar beliau yang juga wali murid SD Islam Integral Hidayatullah Banjarnegara ini.*/Yusran Yauma

Menteri PAN-RB Resmikan Gedung Sekolah Integral Hidayatullah Batam

0

BATAM (Hidayatullah.or.id) – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Asman Abnur, meresmikan gedung baru sekolah integral Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Batu Aji, Kota Batam, Kepri, Sabtu (24/03/2018).

Dalam sambutannya Menteri PAN-RB mengapresiasi kiprah dan perkembangan Pesantren Hidayatullah Batam yang kini telah berusia 20 tahun.

Asman mengaku bangga dengan kreatifitas dan semangat Hidayatullah yang terus mengembangkan sayapnya dalam memajukan pendidikan khususnya di Batam dan Kepulauan Riau.

“Saya bangga atas kepedulian Hidayatullah yang ikut menyukseskan pendidikan generasi bangsa,” kata Asman.

Ke depan Asman berharap pendidikan Hidayatullah bisa menerapkan e-learning dan menyiapkan seluruh tenaga tenaga pengajar untuk mengikuti perkembangan zaman. Dengan demikian murid tidak saja mendapatkan bekal ilmu agama melainkan juga keterampilan praktis lainnya.

“Saya berharap sekolah ini bisa mencetak anak didik yang berakhlak serta memiliki ilmu pengetahuan luas,” katanya seraya berpesan kepada santri untuk meraih sukses harus gigih dan kerja keras.

“Kita harus memegang prinsip untuk selalu memberi manfaat kepada orang lain. Pesan ini yang selalu saya sampaikan kepada seluruh aparatur negara,” tandasnya.

Hadir juga melakukan peresmian mendampingi Menteri PAN -RB yakni Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq dan Ketua Yayasan Hidayatullah Batam Jamaluddin Nur.

Tampak juga Anggota DPRD Kota Batam Syafari Ramadhan, Anggota DPD RI Hardi S Hood, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau Irwansyah., Ketua Komisi Informasi Publik Kepulauan Riau Arifuddin Djalil, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam Erizal Abdullah, Kapolsek Batu Aji. (ybh/hio)

Ketua Umum DPP Hidayatullah Pesan Mahasiswa Berdakwah

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Sekembali dari Sulawesi Barat dalam rangka peresmian Pos Dai Wilayah dan narasumber upgrading pengurus struktural Hidayatullah se-Sulbar, Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq, MA, menerima sejumlah mahasiswa di Masjid Baitul Karim Komplek DPP Hidayatullah, Jakarta Timur, Jum’at (23/03/2018) malam.

Silaturrahim ke kantor DPP Hidayatullah tersebut yang diantaranya mahasiswa berasal dari Kampus Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Ar-Raayah Sukabumi ini dihelat dengan suasana santai namun tetap sakral.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq, MA, menyampaikan bahwa belajar apalagi sebagai mahasiswa menuntut adanya upaya yang sungguh-sungguh dan ketekunan yang tinggi.

Beliau berpesan, seorang mahasiswa tidak boleh luput dari aktifitas pengabdian di masyarakat baik ketika menjalani masa kuliah maupun setelah menyelesaikan kewajiban masa studi. Pengabdian adalah inti dari tri dharma perguruan tinggi.

Seiring dengan itu, benang merah pesan beliau, bahwa sejatinya mahasiswa adalah dai yang mengemban amanah pengabdian menyampaikan risalah islamiyah kepada segenap umat dalam rangka menghindarkannya dari kejahilan dan kesiasiaan kepada kebermanfaatan dan kebahagiaan (hidayah).

Ketua Panitia Rizky Kurnia Syah mengatakan kegiatan silaturrahim sekaligus upgrading dai digelar dalam rangka menyemarakkan sekaligus menyiapkan tenaga-tenaga dai muda untuk bertugas menjadi dai dan imam masjid di berbagai wilayah di Indonesia.

Apalagi, kata Rizky, sudah mulai banyak permintaan dari banyak daerah terutama kawasan pelosok terhadap tenaga dai dan imam di bulan Ramadhan.

“Kita berharap, akan semakin banyak dai muda yang mengisi pos-pos yang belum terpenuhi seiring dengan tingginya permintaan masyarakat terhadap tenaga dai,” kata Rizky.

Rizky mengatakan, anak anak muda yang memiliki basic keilmuan agama yang memadai dan bekal spiritual sebagai santri mahasiswa, ini adalah cerminan para ulama pendiri bangsa yang tugas utamamya adalah menjadi dai.

Apalagi para mahasiswa ini umumnya adalah mahasiswa semester akhir yang pada bulan Ramadhan mendatang dipersiapkan untuk memenuhi permintaan masyarakat menjadi khatib dan imam masjid.

“Upgrading untuk menguatkan peran dai sebagai informal leader dan peneguh rekatnya ukhuwah umat untuk membangun perabadaban bangsa,” pungkas mahasiswa magister Ekonomi Islam STEI Tazkia ini.

Pada kesempatan rangkaian kegiatan tersebut turut juga hadir Ketua Departemen Adab dan Pembinaan Keluarga DPP Hidayatullah Zainuddin Musaddad, Anggota Dewan Mudzakarah DPP Hidayatullah Akib Junaid dan Ketua Departemen Dakwah DPP Hidayatullah Sholeh Usman. Ketiganya “ditodong” oleh mahasiswa untuk memberikan wejangan.

Kegiatan ini terselenggara atas inisiasi PW Syabab Hidayatullah Jabodebek dan didukung oleh DPP Hidayatullah dan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah. (ybh/hio)

Silaturrahim Kapolda Kaltim ke Ponpes Hidayatullah Pusat Gunung Tembak

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Kapolda Kaltim Irjen Pol. Priyo Widyanto didampingi para pejabat utama Polda Kaltim dan juga Kapolres Balikpapan berkunjung untuk bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Hidayatullah Pusat Gunung Tembak, Jalan Mulawarman, Teritip, Balikpapan Timur, Balikpapan, Rabu (21/3).

Kunjungan tersebut dalam rangka bersilaturrahim dengan para pengurus pondok sekaligus memberikan sosialisasi tentang penerimaan Polri tanpa biaya.

Rombongan tersebut diterima dengan hangat oleh Ketua Yayasan Hidayatullah Gunung Tembak, Ust H Hamzah Akbar, yang turut didampingi jajaran pengurus dan pembina.

Pada kesempatan tersebut, selain memaparkan tentang seluk beluk dan kiprah Hidayatullah secara nasional, Ust Hamzah juga menyampaikan beragam sinergi dan kemitraan yang telah dilakukan Hidayatullah dengan berbagai pihak termasuk lembaga kepolisian seperti pembinaan napi dan lain sebagainya.

Di kesempatan yang sama, Kapolda memberikan kabar gembira untuk santri yang ingin menjadi polisi. Hal itu disambut baik oleh pihak yayasan dan berharap kelak semakin banyak santri yang mengabdi di masyarakat sebagai polisi.

Kapolda Irjen Pol. Priyo Widyanto dalam sambutannya mendorong adik-adik santri mendaftar menjadi Polri pada penerimaan tahun 2018 ini tanpa dipungut biaya alias gratis.

“Tentunya dengan kondisi kesehatan yang prima. Artinya sehat tanpa ada penyakit apapun dan nilai yang bagus. Mendaftar menjadi anggota Polisi ini tidak dipungut biaya jadi persiapkan saja mental dan fisik kalian,” ujarnya.

Tak lupa seperti selalu dilakukan dalam setiap kesempatan, pada kesempatan itu Kapolda juga memberikan himbauan-himbauan kamtibmas terkait dengan sudah masuknya masa pesta demokrasi/ Pilkada 2018 khususnya di daerah Kaltim.

Ia juga memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba kepada para santri.

Kapolda Kaltim beserta rombongan para pejabat utama Polda Kaltim berkesempatan untuk melaksanakan ibadah shalat dzuhur bersama dengan para santri dan juga pengurus pondok. Usai melaksanakan shalat rombongan keluarga besar Polda Kaltim ini melanjutkan bersilaturahmi.

Dalam silaturahmi kali ini Kapolda Kaltim mendapat cinderamata kenang-kenangan berupa beberapa buku dari tentang Pesantren Hidayatullah, sebaliknya Kapolda juga menyerahkan bingkisan berupa Al Qur’an. Kegiatan ini diakhiri dengan makan siang bersama dan foto bersama. (

Brigjen Pol Priyo Widyanto menjabat sebagai Kapolda Kaltim menggantikan Irjen Safaruddin yang dimutasi sebagai Pati Bareskrim Polri dalam rangka pensiun.

Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Jenderal Tito Karnavian Nomor: ST/16/I/2018 ter tanggal Jumat, 5/1/2018. Bersamaan dengan 112 perwira tinggi dan perwira menengah Polri lainnya. (ybh/hio)

Hidayatullah Sediakan Fasilitas Beasiswa Gratis untuk Anak TKI

SABAH (Hidayatullah.or.id) – Menindaklanjuti pembicaraan kerjasama di bidang pendidikan dan sosial pada bulan November 2017 dan Bulan Januari 2018 yang lalu, pada hari Senin tanggal 19 Maret 2018 Hidayatullah kembali menyambangi Konsulat RI di Tawau, Sabah, Malaysia.

Rombongan Hidayatullah kali ini dipimpin oleh Kepala Departemen Pendidikan DPP Hidayatullah Amun Rowi, M.Pd yang disertai jajaran DPW Hidayatullah Kalimantan Utara sebagai tetangga yang berbatasan langsung dengan Tawau.

Jajaran DPW Hidayatullah Kalimantan Utara hadir yakni Ketua Ust. H. Nur Yahya Asa, Kadep Pendidikan Ust. Abd. Ghoffar, dan Ketua PW Syabab (Pemuda) Hidayatullah Kaltara, Mazlis B. Mustafa, SE.

Rombongan Hidayatullah mendapatkan sambutan hangat dari pihak Konsulat RI Tawau yang dipimpin oleh Firma Agustina, Konsulat Muda RI di Tawau yang menangani Bidang Pendidikan, Sosial dan Budaya (Pensosbud). Turut serta dalam penyambutan tersebut adalah LO Polri, Bapak Ahmad Fadilan dan dan para aktivis gerakan Sabah Bridge.

Dalam pengantarnya, Ust. H. Nur Yahya Asa menerangkan bahwa program kerjasama yang digodok selama ini selalu mengalami perkembangan yang menarik dan diharapkan semakin besar membawa manfaat kepada calon peserta didik dari anak TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang ada di wilayah bagian Tawau.

“Program yang kita bawa kali ini adalah pengembangan dari program yang kita bicarakan dalam dua pertemuan sebelumnya tanpa menganulir yang sudah pernah disampaikan,” kata Nur Yahya.

Sebagai laporan bahwa program beasiswa pendidikan anak TKI yang awalnya hanya untuk disekolahkan di lembaga pendidikan Hidayatullah Kaltara, berkembang lagi dapat disekolahkan di lembaga pendidikan Hidayatullah Kaltim dan kali ini, para peserta didik dapat disekolahkan di lembaga pendidikan Hidayatullah Jakarta.

Pertemuan semakin menarik ketika Ust. Amun Rowi menjelaskan secara seksama tujuan dan format dari program tersebut. Saking menariknya, pertemuan yang hanya diperkirakan berlangsung selama satu jam menjadi tiga jam.

Amun mengatakan, program beasiswa Pendidikan Hidayatullah untuk anak TKI yang semula hanya menjadi gawean Hidayatullah Kaltara kini menjadi program pendidikan nasional Hidayatullah. Amun menyebutkan Hidayatullah membuka sedikitnya kuota 50 orang penerima beasiswa.

“Dan kita akan sekolahkan mereka mulai dari tingkat SLTA hingga lulus S-1 sesuai dengan bakat dan keahlian secara gratis. Insya Allah beasiswanya akan difasilitasi oleh Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH),” papar Amun Rowi yang menjelaskan.

Untuk membantu menyeleksi, mensosialisasikan dan menindaklanjuti tawaran beasiswa tersebut, Konsulat RI Tawau mengajak Sabah Bridge, gerakan relawan guru utusan Kemdikbud RI penerima penghargaan Hasan Wirajuda Award.

Akan diadakan seleksi beasiswa dari pihak Hidayatullah melalui Sabah Bridge dalam waktu yang masih dibicarakan. Bagi yang lolos akan diberikan beasiswa penuh dari jenjang SMA sampai jenjang perguruan tinggi milik Hidayatullah.

Tujuan sekolah penerima beasiswa adalah Pesantren Hidayatullah di Nunukan untuk 20 siswa (jurusan Aliyah), Bulungan untuk 20 siswa (jurusan SMA Formal IPA) dan Cilodong, Depok untuk 10 siswa (jurusan SMA formal IPA dan IPS).

Sedangkan perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Hidayatullah ada 5 yang tersebar di Malang, Surabaya dan Batam.
Selain itu, mereka juga berkesempatan untuk mengikuti seleksi sekolah di universitas ternama di Mesir dan Turki yang telah bekerja sama dengan Hidayatullah.

Amun Rowi menjelaskan jika ada lulusan yang berprestasi maka pihak Hidayatullah akan merekomendasikan untuk bekerja di badan usaha yang dimiliki oleh Hidayatullah. Beliau menambahkan bahwa Hidayatullah telah memiliki badan usaha yang bergerak dalam berbagai bidang, seperti, kontraktor, multimedia, broadcasting dan lain-lain sehingga lulusan Hidayatullah dapat ikut mengelolanya.

Pihak Konsulat RI Firma Agustina menyambut antusias.“Baru kali ini ada mitra yang menawarkan program beasiswa pendidikan yang bisa menjamin peserta didik mulai dari SLTA hingga sarjana. Saya rasa setelah tiga pertemuan, inilah gongnya,” sambungnya penuh antusias.

Menurutnya, hal ini menunjukkan kerja sama dan peran serta positif masyarakat madani dalam hal ini Hidayatullah dalam pembangunan bangsa dan negara.

Apalagi kata dia masih banyak anak Indonesia yang ada di Sabah sangat bermimpi untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia.

“Maka dengan adanya tawaran beasiswa dari Hidayatullah diharapkan bisa menjadi salah satu jalan keluar bagi mereka untuk mewujudkan mimpinya tersebut,” kata Firma Agustina.

Setali tiga uang dengan Firma Agustina, Ahmad Fadilan dari LO POLRI juga mengaku sangat senang dan menyambut positif kerjasama tersebut. Sebagai penegak hukum dan pengayom masyarakat, beliau tidak lupa mengingatkan agar semuanya tetap dilaksanakan dalam koridor hukum yang berlaku baik di Indonesia maupun Malaysia.

“Pekerjaan yang mulia ini harus dilaksanakan dengan baik pula agar semua berjalan dengan lancar ke depannya. Program ini akan sangat membantu dan menjadi escape exit yang baik bagi pemerintah yang sudah pusing memutus mata rantai permasalahan TKI di Malaysia,” katanya.

Sedangkan Sabah Bridge yang selama ini bergerak langsung ke ladang-ladang dan para mitra salur untuk membantu menyekolahkan anak TKI siap ikut mensukseskan program mulia ini.

“Kita akan kembali mensosialisasikan dan mempromosikan program ini ke semua jaringan relawan Sabah Bridge. Termasuk di dalam acara camp yang akan kita laksanakan tanggal 23 Maret ini di Kinabatangan. Setelah itu kita akan bekerjasama untuk melaksanakan seleksi calon peserta didik yang akan mendapatkan beasiswa,” jelas Koordinator Zona 2 Sabah Bridge, Aksar.

Program ini merupakan kerjasama pertama yang dilaksanakan antara Hidayatullah dengan Konsulat RI Tawau dan Sabah Bridge.

Kepala Departemen Pendidikan DPP Hidayatullah Amun Rowi berharap program ini menjadi bagian kontribusi signifikan dan membawa perubahan positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia khususnya anak pejuang devisa di Malaysia. Pertemuan tersebut diakhiri dengan foto bersama dan acara ramah tamah. */Mazlis B. Mustafa

Ketum: Fokus Pengembangan Dai dan Pembinaan Masyarakat

0
Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq menerima cinderamata dari Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar dalam acara peluncuran Posdai dan Upgrading Dai se-Sulbar, Kamis (22/03/2018)

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) – Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq mengatakan upgrading dai yang diselenggarakan di Kota Mamuju, Sulawesi Barat, yang dibuka hari ini, merupakan mata rantai dari program upgrading dai nasional yang dicanangkan oleh Hidayatullah lewat Pos Dai yang merupakan institusi internal yang fokus pada program pengembangan dai dan pembinaan masyarakat.

Hal itu dikatakan beliau ketika memberi sambutan dan arahan dalam acara pembukaan Upgrading dan Konsolidasi Pengurus Struktural Hidayatullah se-Sulawesi Barat di Aula Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (22/03/2018).

“Sebagai ormas Islam yang care terhadap masalah agama dan sosial, Hidayatullah juga memberikan perhatian terhadap pembinaan umat Islam yang berada di daerah terpencil yang belum terjamah oleh dakwah secara maksimal,” katanya.

Beliau mengemukakan, Hidayatullah yang didirikan di Balikpapan pada tahun 1973 dalam bentuk pondok pesantren telah tersebar di 343 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Ia menambahkan, mewujudkan visi Islam sebagai agama Rahmatan lil alamin membutuhkan kerjasama antara semua pihak, terutama antara umat Islam dan para pengambil kebijakan di negeri ini, baik di daerah atau di pusat.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menerima Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq didampingi jajaran dan pengurus DPW Hidayatullah Sulbar di kantornya, Kamis (22/03/2018)

“Alhamdulillah, sebagai ormas, Hidayatullah telah bekerja sama dengan beberapa instansi pemerintahan, diantaranya dengan Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi RI, juga Kementrian Agama,” katanya.

Diakhir penyampaiannya, Nashirul memberikan apresiasinya terhadap Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Andi Ali Baal Masdar (ABM) yang telah berkenan membuka acara ini.

Dalam sambutannya, Gubernur ABM menyampaikan harapannya agar Hidayatullah terus mengambil peran dalam pembinaan masyarakat dengan mengedepankan aspek budaya dan kebijakan lokal.

“Para dai berperan besar dalam mengawal pembangunan negara ini agar tetap dalam naungan berkah dan Rahmat Allah Ta’ala,” kata mantan bupati Kabupaten Polewali Mandar dua periode ini.

ABM mengapresiasi peran Hidayatullah dan mendorong agar kiprahnya semakin meluas dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Turut Hadir dalam acara ini perwakilan Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sulbar, Anggota Dewan Mudzakarah Hidayatullah Naspi Arsyad, Lc, Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Hidayatullah Jamaluddin Nur, M.Pd.I, serta para perwakilan dai Hidayatullah se-Sulbar yang sekaligus menjadi peserta Upgrading dai yang akan berlangsung selama 3 hari di Kabupaten Mamuju. */Naspi Arsyad

Gubernur Resmikan Pos Dai Wilayah Sulawesi Barat

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) – Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Andi Ali Baal Masdar (ABM) meresmikan peluncuran terbentuknya lembaga Persaudaraan Dai Indonesia (Pos Dai) Wilayah Sulawesi Barat yang digelar di Aula Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (22/03/2018).

Dalam kesempatan ini juga dikukuhkan Ust. Abdurrahman Bednett sebagai Ketua Pos Dai Wilayah Provinsi Sulawesi Barat.

Dalam sambutannya, Gubernur ABM menyampaikan harapannya agar Hidayatullah terus mengambil peran dalam pembinaan masyarakat dengan mengedepankan aspek budaya dan kebijakan lokal.

“Para dai berperan besar dalam mengawal pembangunan negara ini agar tetap dalam naungan berkah dan Rahmat Allah Ta’ala,” kata mantan bupati Kabupaten Polewali Mandar dua periode ini.

ABM mengapresiasi peran Hidayatullah dan mendorong agar kiprahnya semakin meluas dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Gubernur ABMH pada kesempatan itu juga memohon maaf bila ada kekurangan dalam masa jabatannya sebagai Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

“Sekaligus memohon doa agar diberikan kekuatan oleh Allah dalam menjalankan tugas pemerintahan,” kata Gubernur dalam acara yang dirangkai dengan Upgrading dan Konsolidasi Pengurus Struktural Hidayatullah se-Sulawesi Barat ini.

Dalam sambutannya di kesempatan yang sama, Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Barat, Ali Imran, S.Sos.I, melaporkan perkembangan Hidayatullah Sulbar yang telah berada di semua kabupaten.

Imran yang juga didaulat sebagai ketua panitia menegaskan tujuan upgrading ini sebagai wadah pengembangan skill para da’i agar lebih mampu memenuhi harapan umat agar terbina lebih maksimal.

“Para peserta upgrading adalah para dai Hidayatullah yang telah lama berjibaku dengan tantangan dakwah sehingga berhak dan harus mendapatkan pengayaan kompetensi agar gerakan dakwahnya lebih efektif dan sesuai kebutuhan umat,” kata Imran.

Turut Hadir dalam acara ini Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Nashirul Haq, MA, perwakilan Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sulbar, Anggota Dewan Mudzakarah Hidayatullah Naspi Arsyad, Lc, Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Hidayatullah Jamaluddin Nur, M.Pd.I, serta para perwakilan dai Hidayatullah se-Sulbar yang sekaligus menjadi peserta Upgrading dai yang akan berlangsung selama 3 hari di Kabupaten Mamuju.*Naspi Arsyad

Wantim MUI Gelar Rapat Pleno ke-26, Bahas Isu Kedaulatan Negara

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) menggelar Rapat Pleno ke-26 yang digelar di di Aula MUI, Jakarta, Rabu (21/03/2018).

Pleno ini mengangkat tema “Tantangan dan Ancaman terhadap Kedaulatan Negara”. Rapat yang juga diikuti anggota Wantim MUI KH Nashirul Haq ini dipimpin oleh Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantiim MUI), Prof Din Syamsuddin.

Din dalam pengantarnya mengatakan prihatin dengan kenyataan goyah dan runtuhnya kedaulatan negara dalam berbagai bidang.

Rapat pleno ini dijadikan sebagai bentuk dialog dari hati ke hati dengan berbagai pihak, khususnya pemangku amanat dan kebijakan di negeri ini.

“Tantangan dan ancaman itu tidak hanya masih berada di luar, tapi sudah berada di dalam,” ujar Din kepada wartawan.

Wantim MUI KH Nashirul Haq yang juga Ketua Umum DPP Hidyatullah dalam kesempatan tersebut menyampaikan menjaga keutuhan dan persatuan merupakan kewajiban kita semua sebagai anak bangsa. (zul/ybh)

Forjim Kunjungi Kampus Hidayatullah Gunung Tembak

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Sebelum meliput Ceramah Umum Syaikh Yusuf Estes di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) pada malam harinya, Forum Jurnalis Muslim (Forjim) menyempatkan diri untuk mengunjungi Pondok Pesantren Hidayatullah di Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Alhamdulillah, kami diterima baik oleh pimpinan dan para ustadz yang mengajar di pesantren itu. Bahkan kami diajak keliling pesantren yang luasnya puluhan hektar itu,” kata Ketua Umum Forjim Dudy Takdir Sya’bani dalam keterangannya, Selasa (20/3/2018).

Pada kesempatan silaturrahim tersebut, pengurus yang menerima rombongan anjangsana Forjim, menyamapaikan bahwa tahun ini Hidayatullah akan melakukan Silaturahim Nasional (Silatnas) di Balikpapan. Perwakilan Hidayatullah di 34 Provinsi di seluruh Indonesia akan menghadiri acara ini.

Kepada rombongan juga dijelaskan, Hidayatullah awalnya sebuah pondok pesantren yang berdiri di atas lahan wakaf seluas 120 hektar di Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur. Pondok pesantren ini didirikan oleh Ust Abdullah Said pada 7 Januari 1973.

Dalam perkembangannya, Ust Abdullah Said mengirimkan santri-santrinya untuk berdakwah ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, khususnya daerah-daerah minoritas Muslim.

Di tempat tugas yang baru ini, para santri Hidayatullah tak sekadar berdakwah, tetapi juga membangun cabang pondok pesantren Hidayatullah.

Pada akhirnya, tersebarlah ke lebih dari 100 kabupaten di seluruh Indonesia dalam bentuk pondok pesantren tersebut. Fokus kegiatannya adalah sosial, pendidikan, dan dakwah.

Pada Musyawarah Nasional (Munas) Pertama Hidayatullah, 9–13 Juli 2000, di Balikpapan, Hidayatullah mengembangkan menejemennya menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas) dan menyatakan diri sebagai gerakan dakwah dan perjuangan Islam.

Dalam perkembangan selanjutnya, ormas Islam Hidayatullah berubah menjadi Perkumpulan Hidayatullah. Keanggotaan, misi, visi, dan konsep dasar gerakan bersifat terbuka.

Sejalan dengan itu, kader-kader Hidayatullah yang sudah tersebar di seluruh penjuru tanah air mulai membentuk Pimpinan Cabang (PC), Pimpinan Daerah (PD) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).

Hingga tahun 2013 ini, Hidayatullah sudah memiliki 33 DPW, 287 PD dan 70 PC. Jumlah DPC, PR dan PAR tidak dicantumkan karena pertumbuhannya yang terus berubah.

Sejak 1978 Hidayatullah melakukan pengiriman da’i ke seluruh Indonesia dan mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID) di Depok, Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim (STAIL) di Surabaya dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Hidayatullah (STISID) di Balikpapan sebagai lembaga pendidikan untuk pengkaderan da’i dengan memberlakukan beasiswa penuh (biaya pendidikan dan biaya hidup) bagi mahasiswa dengan pola ikatan dinas.

Mulai tahun 1998 lembaga pendidikan kader da’i ini telah menghasilkan lulusan dan telah mengirimkan da’i ke berbagai daerah terutama Indonesia Bagian Timur dan Tengah.

Setidaknya setiap tahun, Hidayatullah mengirimkan 150 da’i ke berbagai daerah di Indonesia dengan 50 di antaranya adalah lulusan strata satu dari lembaga pendidikan kader da’i.

Lembaga pendidikan Hidayatullah meliputi Taman Kanak-Kanak dan kelompok bermain pra sekolah, Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah di hampir semua Daerah, Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah setidaknya ada di setiap Wilayah dan 3 perguruan tinggi di Surabaya, Balikpapan dan Depok.

Diketahui, Forjim adalah organisasi profesi jurnalis muslim yang beranggotakan wartawan dari berbagai media baik online maupun cetak.

Komunitas independen ini menjalin networking dan kerjasama dengan segala elemen dalam rangka membangun ukhuwah Islamiyah, mengedepankan amar maruf nahi munkar, mengedukasi umat, memprioritaskan persamaan dan meninggalkan perbedaan. (Panjimas)

Danrem Wirasakti Kupang Doa Bersama Santri Hidayatullah

0
Danrem Wirasakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E, M.M, memberikan bingkisan kepada santri Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte Kupang / Foto: Kurniawan

KUPANG (Hidayatullah.or.id) – Anggota Komando Resort Militer (Korem) 161/Wirasakti TNI yang dipimpin Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E, M.M, menggelar doa bersama dengan santri Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte, Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, beberapa waktu lalu.

Doa bersama ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur atas segala yang telah Allah SWT limpahkan kepada Korem 161 /Wirasakti selama ini, sehingga semua kegiatan Korem 161/Wirasakti berjalan aman, tertib dan lancar.

Pada kesempatan tersebut Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa mengungkapkan harapannya agar kedepan semua tetap berjalan aman, tertib dan lancar.

“Mari kita ikhlaskan hati kita dengan kita sama sama berdoa dan memohon kepada Allah SWT, semoga Korem 161/Wira Sakti kedepan, juga senantiasa mendapatkan rahmat dan nikmat Allah SWT dan yang paling penting adalah memperoleh ridho Allah SWT,” kata Danrem 161 /Wirasakti saat memberikan sambutan pada Acara Doa Bersama, Sabtu (17/03) di Kediaman Danrem 161/Wira Sakti.

Doa bersama ini dipimpin oleh Ustadz Usman Mamang, Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte yang juga Ketua DPW Hidayatullah Nusa Tenggara Timur.

Selain membaca Al Quran surah Yasin dilanjutkan dengan doa selamat, Ust Usman juga menyampaikan taushiah hikmah di hadapan hadirin, santri, dan anggota Korem 161 /Wirasakti TNI yang hadir.

Dalam taushiahnya Usman menyampaikan pentingnya menegakkan perintah agama yang menekankan persatuan dan dan menjaga persaudaraan.

Acara doa bersama ini diikuti oleh puluhan anak anak Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte dan Ibu ibu Majelis Taklim Masjid Kuanino.

Hadir juga dalam acara ini Kasrem, Ibu Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX Udayana beserta pengurus, Para Kasi Korem dan Para Danka Balak Aju Korem 161/Wirasakti. */Adianto