Beranda blog Halaman 537

Danrem Wirasakti Kupang Doa Bersama Santri Hidayatullah

0
Danrem Wirasakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E, M.M, memberikan bingkisan kepada santri Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte Kupang / Foto: Kurniawan

KUPANG (Hidayatullah.or.id) – Anggota Komando Resort Militer (Korem) 161/Wirasakti TNI yang dipimpin Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E, M.M, menggelar doa bersama dengan santri Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte, Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, beberapa waktu lalu.

Doa bersama ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur atas segala yang telah Allah SWT limpahkan kepada Korem 161 /Wirasakti selama ini, sehingga semua kegiatan Korem 161/Wirasakti berjalan aman, tertib dan lancar.

Pada kesempatan tersebut Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa mengungkapkan harapannya agar kedepan semua tetap berjalan aman, tertib dan lancar.

“Mari kita ikhlaskan hati kita dengan kita sama sama berdoa dan memohon kepada Allah SWT, semoga Korem 161/Wira Sakti kedepan, juga senantiasa mendapatkan rahmat dan nikmat Allah SWT dan yang paling penting adalah memperoleh ridho Allah SWT,” kata Danrem 161 /Wirasakti saat memberikan sambutan pada Acara Doa Bersama, Sabtu (17/03) di Kediaman Danrem 161/Wira Sakti.

Doa bersama ini dipimpin oleh Ustadz Usman Mamang, Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte yang juga Ketua DPW Hidayatullah Nusa Tenggara Timur.

Selain membaca Al Quran surah Yasin dilanjutkan dengan doa selamat, Ust Usman juga menyampaikan taushiah hikmah di hadapan hadirin, santri, dan anggota Korem 161 /Wirasakti TNI yang hadir.

Dalam taushiahnya Usman menyampaikan pentingnya menegakkan perintah agama yang menekankan persatuan dan dan menjaga persaudaraan.

Acara doa bersama ini diikuti oleh puluhan anak anak Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte dan Ibu ibu Majelis Taklim Masjid Kuanino.

Hadir juga dalam acara ini Kasrem, Ibu Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX Udayana beserta pengurus, Para Kasi Korem dan Para Danka Balak Aju Korem 161/Wirasakti. */Adianto

Progress: Penanaman Tiang Pancang Dimulai

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Sejak beberapa hari lalu hingga hari ini, Selasa (20/03/2018) telah dilakukan rangkaian konstruksi penanaman tiang pancang pembangunan Masjid Baitul Karim Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah.

Bagi yang ingin beramal jariyah dalam rangka mendukung kelancaran proyek ini dapat menyalurkan donasi ke Bank Muamalat Indonesia Kantor Pusat Nomor Rekening 301-017-9304 Atas Nama DKM Baitul Karim atau BSM KCP Jatinegara Timur Nomor Rekening 705-189-1451.

Panitia Pembangunana Masjid Baitul Karim Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, DPP Hidayatullah Jalan Cipinang Cempedak I/14 Otista Polonia, Jatinegara, Jakarta Timur. Telp: 021-8190049 / Call Center 0812-8233-4498, email: [email protected]

Penandatanganan Perjanjian Kontrak Pembangunan Masjid Baitul Karim dan Gedung Dakwah Hidayatullah

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Pada hari ini dilakukan penandatanganan perjanjian kontrak pembangunan Masjid Baitul Karim dan gedung Pusat Dakwah Hidayatullah yang digelar selepas shalat dzuhur di Jakarta, Selasa (20/03/2018)

Penandatanganan perjanjian kontrak ini dari Hidayatullah diwakili oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq, Lc,MA dan Ketua Panitia Pembangunan Ust Jamaluddin Nur, M.Pd. Sementara dari pihak kontraktor PT Rasi Bintang Mas diwakili jajaran petingginya, H. Mursalim dan Nanang Efendi, IAI.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan ini.

Ust Nashirul mengatakan, selain menuntut profesionalisme yang ditandai dengan perjanjian kontrak dan serangkaian nota kesepahaman yang dilakukan sebelumnya, proyek ini merupakan ladang amal jariyah demi untuk mewujudkan fasilitas ibadah yang representatif.

Senada dengan itu, H. Mursalim mengatakan pihaknya siap akan bekerja secara optomal guna mensukseskan proyek ini. Ia berharap proyek berjalan lancar sesuai harapan. Mursalim pun meminta dukungan doa dari keluarga besar Hidayatullah untuk kelancaran proyek ini.

Sebagaimana tertuang dalam lembar kerjasama ini, jangka waktu pelaksanaan proyek sampai dengan selesai 100 persen (serah terima pertama) ditetapkan 285 (dua ratus delapan puluh lima) hari kalender terhitung sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Kerja (SPK).

Pembangunana Masjid Baitul Karim dan sekaligus Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah ini dibiayai dari dana swadaya anggota perkumpulan organisasi Hidayatullah dan dari berbagai pihak siapa saja yang ingin turut serta berinvestasi akhirat.

Pembangunan Masjid Baitul Karim dan sekaligus Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah ini menelan biaya yang tak sedikit. Selain dana swadaya anggota, panitia pun membuka kesempatan berinfaq bagi kaum muslimin dan umumnya masyarakat untuk mendukung suksesnya agenda ini.

Sebab itu, bagi Anda yang ingin beramal jariyah dalam rangka mendukung kelancaran proyek ini dapat menyalurkan donasi ke Bank Muamalat Indonesia Kantor Pusat Nomor Rekening 301-017-9304 Atas Nama DKM Baitul Karim atau BSM KCP Jatinegara Timur Nomor Rekening 705-189-1451 a/n Pusat Dakwah Hidayatullah.

Panitia Pembangunana Masjid Baitul Karim Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, DPP Hidayatullah Jalan Cipinang Cempedak I/14 Otista Polonia, Jatinegara, Jakarta Timur. Telp: 021-8190049 / Call Center 0812-8233-4498, email: [email protected]

Hidayatullah Banjarnegara Teguhkan Dakwah Rekatkan Ukhuwah

0

BANJARNEGARA (Hidayatullah.or.id) – Sudah merupakan tradisi petugas dai Hidayatullah yang diamanahkan untuk berdakwah atau merintis suatu cabang, selalu yang utama harus dilakukan selain menajamkan spiritual dengan intensitas ibadah kepada Allah SWT, adalah menggalakkan silaturrahim.

Demikianlah pula yang dilakukan oleh kader Hidayatullah, Salman Al Farisi (39), kala mengemban amanah tugas dakwah kali pertama di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Saban waktu bersilaturrahim dengan masyarakat, Salman mengenalkan diri sebagai santri yang sedang ditugaskan membuka dan akan membangun Pesantren Hidayatullah di kota itu.

“Saya sejak awal perlangkahan setiba di Banjarnegara, sudah punya cita-cita lahan yang diamanahkan ini sedari awal harus dikenal sebagai pesantren,” kata Salman disela-sela waktu istirahat saat mengikuti Rakorwil Pendidikan Hidayatullah se-Jateng di Purwodadi belum lama ini.

Langkah Salman disambut baik masyarakat. Silaturrahim yang dilakukan selama ini ke berbagai pihak baik termasuk pemerintah membuahkan hasil yang menggembirakan.

Dengan niatan tulus untuk meneguhkan dakwah semata serta menjadi perekat ukhuwah dan agen kohesi sosial di masyarakat, kini Salman mengelola sebuah lingkungan pendidikan integral anak usia dini.

Kini ia telah mendirikan pendidikan formal Pendidikan Anak Usia Dini Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar Integral Hidayatullah Banjarnegara.

“Dakwah dan tarbiyah adalah mainstream Hidayatullah yang mendasarkan gerakannya pada upaya pembangunan jiwa, meninggikan adab dan akhlak, serta merekatkan ukhuwah umat,” kata Salman.

Dalam mengemban amanah sebagai dai yang sesungguhnya merupakan tugas setiap muslim, Salman meyakini bahwa mengurus agama ini adalah jalan kebahagiaan kendatipun tak lepas dari berbagai cobaan yang memang merupakan bianglala kehidupan.

“Saya yakin, siapa yang menolong agama Allah, pasti dan yakin akan ditolong, kalau ada ‘ujian’ itu semata-mata Allah sedang menguji kita untuk membuktikan kita ini benar-benar mau berjuang atau bagaimana,” kata suami Rina Kurniawati ini penuh semangat.

Saat ini Salman mengembangan amanah dakwah ini dibersamai dengan partnernya Imam Suja’i dan istri. Pengabdian keummatan telah menjadi pilihan hidup keduanya. Semoga berkah.*/ Yusran Yauma

Audiensi DPP Hidayatullah dengan Wakil Ketua DPR RI

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fadli Zon menerima audiensi Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah di ruang kerjanya, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (19/3/2018). Dalam pertemuan silaturrahim itu membahas berbagai isu kebangsaan. Berikut beberapa foto yang diabadikan dikutip dari  laman resmi DPR RI.

Asrama Ponpes Hidayatullah Bontang Siap Bangun

BONTANG (Hidayatullah.or.id) – Bulan April mendatang, asrama putri di Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Bontang, Kalimantan Timur, akan segera dibangun. P

Pembangunan tersebut, berkat perjuangan Pemkot Bontang ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR).

“Untuk asrama putri di Hidayatullah, Insyaallah bulan empat (April, Red.) akan mulai dibangun,” jelas Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dikutip Bontang Post barubaru ini.

Dikatakan Neni, beberapa tahun lalu, Pondok Pesantren Hidayatullah mengalami musibah kebakaran. Satu bangunan gedung habis terlalap api dan rata dengan tanah. Gedung tersebut merupakan asrama putri dan beberapa ruang kelas.

Sehingga, jelasnya, dengan terbakarnya gedung tersebut, para santriwati tak lagi memiliki asrama.

“Mereka meminta bantuan ke kami (Pemkot Bontang, Red.), tetapi kami tak bisa bantu, sehingga kami perjuangkan ke Kementerian PU-PR dan mendapatkan hasil,” ungkapnya.

Asrama putri yang akan dibangun di Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang tersebut dijelaskan Neni, akan dibangun setinggi 4 lantai. Asrama tersebut pun akan dilengkapi furniture, sama seperti Rusunawa Guntung dan Rusunawa Loktuan yang lebih dulu ada di Kota Bontang.

Sekedar informasi, musibah kebakaran melanda Asrama Putri Pesantren Hidayatullah Bontang yang telah meluluhlantakkan bangunan yang telah berdiri selama puluhan tahun itu.

Tidak kurang dari 150 santri kehilangan barang-barangnya, mulai dari buku, pakaian hingga peralatan belajar dan beribadah. (ybh/hio)

Keluarga Muslim Benderang Wujudkan “Rumah Cahaya”

0

BENGKULU (Hidayatullah.or.id) – Ketua Departemen Adab dan Pembinaan Keluarga DPP Hidayatullah, Ust Zainuddin Musaddad, mengatakan setiap keluarga muslim hendaknya berupaya menghadirkan cahaya benderang dalam rumah tangganya sehingga mewudujkan apa yang disebutnya dengan “rumah cahaya”.

Hal itu diutarakan beliau dikala menjadi narasumber dalam acara Seminar Parenting dengan tema “Bekali Keluarga Menghadapi Fitnah Akhri Zaman” yang digelar oleh DPW Muslimat Hidayatullah Bengkulu, belum lama ini.

Acara ini digelar bekerjasama antara Lembaga Pendidikan Integral Hidayatullah (LPIH) dan BMH Bengkulu.

Zainuddin dalam seminar ini membahas tentang kebutuhan ummat hari ini yaitu bagaimana membentuk keluarga Qur’ani dengan landasan ilmu yang benar.

“Ilmu yang benar akan menjadi cahaya yang mengusir kegelapan sekaligus menunjukkan arah kebaikan,” katanya.

Beliau menjelaskan, karena ilmu itu adalah cahaya maka keluarga muslim yang menggemari ilmu dalam rangka dekat kepada Tuhan-Nya, rumah tangganya menjadi bercahaya seperti yang disabdakan oleh Rasulullah, “Ilmu adalah cahaya (nur)”.

“Sifat cahaya yang utama adalah memberi penerangan,” imbuh beliau.

Pada kesempatan tersebut, Ust. Zainuddin Musaddad memberikan resep agar rumah tangga kita bercahaya, dengan 5 kata kunci yaitu: Cita–cita suami istri harus sama (QS. Ar-Rad : 13), kepemimpinan syariat (QS. Al Hujurat: 2), hijab yang terjaga (QS. Al Ahzab: 59), adab yang dihidupkan (QS. Al Qalam: 1–7)dan rumah sebagai madrasah (QS. Al Qalam: 1–7)

Pada kesempatan ini, Zainuddin menyampaikan pentingnya penanaman nilai-nilai agung dalam kepengasuhan anak dengan mengaitkannya dengan teori yang disebut dengan neuro transferer.

“Bagaimana menjadi seorang pendidik mampu mentransfer materi dengan mengimplementasikan Al Qur’an surah Ar Rahman yaitu mendidik dengan tegas tapi santun (Qaulan syadidan), mengajar dengan Qurrata A’yun sehingga anak bisa paham dengan materi yang dijelaskan tetapi dengan cara yang santun,” katanya di hadapan peserta yang memadati ruang acara.

Beliau mendorong kolaborasi pembinaan keluarga muslimat Hidayatullah dengan dunia pendidikan sebagai dunia kerja. Yakni bagaimana sebagai seorang pendidik sukses mendidik murid – muridnya dan juga sukses sebagai ummahat di rumahnya.

“Tantangan ini harus disambut agar seorang pendidik baik perannya sebagai suami atau istri di rumah benar benar bahagia sehingga mampu menjalankan kedua amanah tersebut dengan baik,” pesan beliau.

Acara seminar ini dibuka oleh Ketua Yayasan Hidayatullah Bengkulu Ust. Aidil Abror Rams dan dimoderatori langsung oleh ketua DPW Bengkulu Ust Subur Pramudya. Selain diikuti oleh pendidik/guru di lingkungan Pesantren Hidayatullah Bengkulu, acara ini juga turut dipesertai oleh ibu-ibu binaan Muslimat Hidayatullah.  (ybh/hio)

Syabab Hidayatullah Depok Bina Pemuda dengan SWBT

DEPOK (Hidayatullah.or.id) – Membimbing, mendidik, mengayomi dan mengarahkan remaja pemuda dalam mengembangkan kapasitasnya sejatinya menjadi tanggungjawab pemerintah sebagaimana telah diamanatkan oleh konstitusi dalam Pembukaan UUD 1945 dan ditegaskan kembali dalam Pasal 31 ayat (1) , (2), (3), (4) Undang-Undang Dasar 1945 termasuk dalam UUD 1945 Pasal 28 C Ayat (1).

Namun, tak jualah mungkin beban tersebut hanya dientaskan oleh pemerintah/ penyelenggara negara semata. Karena itu, keterlibatan lembaga atau organisasi swadaya masyarakat menjadi sangat penting peranannya.

Hal itulah pula yang mendorong Pengurus Daerah (PD) Syabab Hidayatullah Kota Depok untuk secara reguler menggelar pembinaan dan pendidikan bagi generasi muda dalam rangka mengembangkan kapasitas dan potensinya.

Alhamulillah, kali ini PD Syabab Hidayatullah Depok menggelar kegiatan edukatif bertajuk Sistematika Wahyu Basic Training (SWBT) yang mengangkat tema “Pemuda Indonesia Berkarakter Intelektual Ideologis” yang digelar selama 3 hari di Kota Depok, Jawa Barat.

Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa dari sejumlah kampus ini diisi dengan berbagai materi baik indoor maupun outdoor.

Ketua PD Syabab Hidayatullah Depok, Rachmat Ghafur Hamran, mengatakan kegiatan yang diselenggaran pihaknya ini merupakan salah satu bentuk kepeduliaan Syabab Hidayatullah terhadap perkembangan kapasitas dan mutu pemuda Indonesia.

“Acara ini selain untuk menjalin ikatan silaturrahim, juga dalam rangka mereaktualisasi nilai-nilai heroik yang pernah diteladankan oleh Rasulullah Muhammad SAW melalui kajian keislaman intensif yang kami sebut dengan SWBT ini,” kata Ghafur.

Ghafur berharap penyelenggaraan acara ini dapat terus dilakukan pihaknya. Dia menargetkan acara silaturrahim semacam ini dapat digelar minimal sekali dalam 3 bulan.

“Walapun kami belum terlalu massif menyebarkan informasi kegiatan gratis ini namun Alhamdulillah antusiasme peserta luar biasa,” kata Ghafur.

Ghafur berharap kegiatan ini dapat terus ditingkatkan dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak terutama pemerintah dalam rangka bersama-sama mengentaskan problem remaja di zaman now ini seperti bahaya narkoba dan pergaulan bebas. (hsd/hio))

Telkom Berbagi dengan Pondok Pesantren Hidayatullah Aceh

0

ACEH (Hidayatullah.or.id) – Rombongan direksi PT Telkom Aceh melakukan anjangsana ke Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Desa, Aceh, beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka silaturahmi sekaligus melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility Telkom. Rombongan tersebut dipimpin oleh Direktur Consumer Telkom Masud Khamid.

Adapun program Telkom Berbagi kali ini terdiri dari bantuan 10 unit komputer, 1 buah printer, 1 buah proyektor lengkap dengan layarnya, aplikasi Pustaka Digital (PADI), dan Wifi Corner.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Mas’ud Khamid kepada pimpinan Pondok Pesantren Hidayatulah Tengku Mahyedin Husra.

Hadir pada kesempatan tersebut Pimpinan Pondok Pesantren Asaasun Najaah Tengku Muhammad Abi, Geucik Gampong Nusa Muhammad Yasin, Kepala Dusun Sarbaini, dan Imam Desa Tengku Muslim.

“Kami dari Telkom hadir di Pesantren Hidayatullah full team untuk memperkuat silaturahmi dan membangun infrastruktur Telkom dalam rangka memperkuat NKRI. Jika infrastruktur putus maka putus juga komunikasi,” kata Mas’ud Khamid.

Menurutnya, Telkom juga mempunyai kabel di darat dan di laut serta di udara melalui satelit untuk mengawal telekomunikasi dari Sabang hingga Merauke.

“Kami hadir di sini untuk berbagi IT sehingga saat ini belajar dan berdakwah lewat IT, di mana ustadz dengan majelisnya tak perlu harus bertemu. Bisa di mana saja,” paparnya.

Mas’ud berharap, bantuan Telkom ini bermanfaat dan dapat dijaga karena milik negara.

“Mari menjaganya bersama. Jika ingin belajar IT, Telkom Witel Aceh siap untuk mendidik santri di bidang IT,” tambahnya.

Sementara itu pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Aceh Tengku Mahyedin Husra, merasa terharu dan bangga atas bantuan Telkom.
Tidak lupa jajaran pesantren bersama santri mendoakan Telkom semakin maju.

“Karena sudah begitu lama kami mendambakan jaringan internet untuk mempermudah proses belajar mengajar, apalagi saat ini sekolah kami sudah ujian berbasis komputer,” ujar Tengku.

Acara ditutup dengan tinjauan rombongan ke lokasi santri yang sedang mengakses internet untuk mengambil materi pelajaran yang dibutuhkan. (prs/rls)

Direktur LBH Hidayatullah: “Ketidaktahuan Hukum Tidak Bisa Dimaafkan”

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah, DR Dudung A. Abdullah, MH, mendorong dai dan aktifis keagamaan Islam harus melek hukum. Mengutip sebuah adagium latin yang cukup populer, Dudung mengatakan bahwa ketidaktahuan hukum tidak bisa dimaafkan (ignorantia juris non excusat).

Karena itu, setiap dai dan aktifis keagamaan Islam juga harus melek hukum agar sadar hukum,” kata Dudung dalam obrolan dengan redaksi Hidayatullah.or.id, Rabu (14/03/2018).

Dudung mengatakan, dai harus memiliki wawasan hukum dan mampu memberikan edukasi serta pendampingan agar masyarakat kita semakin melek hukum.

Ditegaskan dia, penyuluhan wawasan tentang hukum kepada masyarakat yang dilakukan oleh paralegal LBH Hidayatullah merupakan ladang amal shaleh dalam rangka membantu kewajiban pemerintah dan penyelenggara negara melakukan penyebarluasan wawasan hukum.

Setiap warga negara tak terkecuali warga perkumpulan Hidayatullah, menurut Dudung, sangat perlu memiliki wawasan dan pemahaman hukum positif sehingga dia berharap tenaga paralegal LBH Hidayatullah bisa menjadi penyuluh hukum sebagai bagian dari proses edukasi dan pembudayaan hukum di masyarakat.

Dia pun mengingatkan pentingnya wawasan hukum karena dengan melek hukum kita akan bisa mengukur risiko dan keputusan hukum yang diambil.

“Wawasan hukum bagi kader Hidayatullah ini mutlak. Ada suatu konsensus bahwa setiap individu tidak bisa mengelak dari jeratan hukum dengan berdalih belum atau tidak mengetahui adanya hukum dan peraturan perundang-undangan tertentu,” tukasnya.

Pendiri Kantor Hukum DRDR ini berpesan kepada paralegal yang telah dilantik agar menjalankan amanat sebagai paralegal dengan sebaik-baiknya. Ia pun mengingatkan selalu bersabar dan tawakkal sebab akan selalu ada risiko yang dihadapi dalam menjalankan tugas mulia tersebut.

Sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum Hidayatullah telah melantik 37 tenaga paralegal untuk aktif melakukan edukasi dalam rangka membangun wawasan dan pengetahuan hukum masyarakat. (ybh/hio)