Beranda blog Halaman 568

Final Quick Count, Warga DKI Jakarta Sambut Pemimpin Baru

Anies Silaturrahim ke DPP Hidayatullah18 Anies Silaturrahim ke DPP Hidayatullah6Hidayatullah.or.id – Sejumlah lembaga survei melakukan hitung cepat (quick count) Pilgub DKI putaran kedua. Dari tiga lembaga survei nasional, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul versi hitung cepat.

Masyarakat DKI Jakarta menyongsong pasangan pemimpin baru yang memiliki slogan “maju kotanya bahagia warganya” ini.

Anies-Sandi dalam konferensi pers kemarin menegaskan bahwa ini adalah kemenangan semua warga Jakarta yang karenanya mereka mendorong dirajut kembali kerenggangan yang pernah terjadi selama masa kampanye.

Sementara itu, pasangan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat tertinggal cukup jauh di bawahnya.

Hasil pemungutan suara kali ini menjadi penentu siapa pasangan yang terpilih menjadi pemimpin di DKI untuk 5 tahun ke depan.

Berikut ini hasil dari tiga lembaga yang bekerja sama melakukan quick count dengan detikcom:

Waktu update:
Kamis 20 April 2017 Pukul 17.00 WIB

Lingkaran Survei Indonesia
Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat: 44,59%
Anies Baswedan-Sandiaga Uno: 55,41%
Data masuk: 99,71%

SMRC
Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat: 41,94%
Anies Baswedan-Sandiaga Uno: 58,06%
Data masuk: 99,75%

Polmark Indonesia
Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat: 42,44%
Anies Baswedan-Sandiaga Uno: 57,56%
Data masuk: 99,75%

Real Count KPU
Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat: 42,65%
Anies Baswedan-Sandiaga Uno: 57,35%
Data masuk: 89,96%

Anies-Sandi sudah angkat bicara terkait kemenangan mereka meski baru versi hitung singkat. Mereka menyatakan akan membereskan masalah-masalah yang sekarang menimpa Jakarta, seperti ketimpangan dan lain-lain.

BACA JUGA: Ketum DPP Hidayatullah Terima Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan

“Komitmen kita, kita akan terus konsisten memfokuskan pada keadilan sosial. Juga memperjuangkan persatuan di Jakarta,” ujar Anies di kediaman Prabowo Subianto, Rabu (19/4).

Sementara itu, Ahok-Djarot sudah memberikan selamat kepada Anies-Sandi yang mengungguli mereka. Mereka juga meminta agar pendukung tidak bersedih dan tetap menjaga kebersamaan. (ybh/hio)

Shohibul Anwar Berikan Bekal Mental di Pemkab Trenggalek

Shohibul Anwar Beri Pembekalan Mental-Spiritual di Pemkab TrenggalekHidayatullah.or.id – Bertempat di Aula Bappeda Litbang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek disajikan pemaparan materi pembekalan mental-spiritual oleh Ketua Departemen Dakwah DPP Hidayatullah, Drs Shohibul Anwar MHI, dengan judul materi “Spiritual Power For Work Happiness”.

Guna mewujudkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, berintegritas, dan bermoral, beberapa waktu lalu Pemkab Trenggalek melakukan pembinaan mental dan spiritual terhadap seluruh ASN yang bertugas pada 22 OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek.

Pembinaan mental dan spiritual dilakukan sebanyak 13 kali/lokasi dan kali ini dimulai dengan pembinaan bagi ASN yang bekerja di Inspektorat dan Bappeda Litbang Kabupaten Trenggalek.

Diharapkan dengan adanya pembinaan seperti ini akan menambah pengetahuan dan mendorong etos kerja ASN dengan semangat dan disiplin. Sehingga akan mewujudkan aparatur sipil negara yang bekerja secara profesional memiliki integritas dan moralitas yang baik.

“Pelatihan ini mecoba untuk memberi solusi dimana selama ini hal-hal yang kontradiktif selama bekerja, berkecenderungan bahwa orang itu bekerja sepertinya hanya urusan dunia. Padahal sebenarnya tidak, bagaimana kita bisa memadukan hal-hal yang bersifat spiritual dengan hal-hal yang bersifat pekerjaan. Karena sebenarnya di dalam agama itu ada nilai-nilai spiritual yang sama menjadi nilai-nilai kerja,” ungka Shohibul Anwar.

Sementara terkait kegiatan pembinaan mental dan spiritual ASN, Shohibul Anwar juga mengatakan bahwa kegiatan seperti ini harus ada tindaklanjut guna memperoleh manfaat pasca diadakannya pembinaan.

“Tentu saja pelatihan ini harus ditindaklanjuti dengan pembentukan kultur di tempat kerja, di pelatihan ini kan membuka wawasan bahwa kerja itu dimensinya sangat luas, sehingga ini nanti akan memberi pengaruh dalam unjuk kerja nanti,” katanya.

“Orang yang bekerja mengabdi kepada Allah tentu nanti dia bekerja lebih baik, karena mereka berharap penilaian bukan hanya dari manusia tapi juga penilaian dari Allah. Kalau orang itu bekerja dengan persaudaraan, tentu hubungan dengan masyarakat, dengan tempat kerja dan sebagainya akan menjadi lebih baik,” imbuhnya memungkasi.(hwi/hum)

Hidayatullah Penajam Terima Kunjungan Kemenag Kaltim

Hidayatullah Penajam Terima Kunjungan Kemenag KaltimHidayatullah.or.id – Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pontren Kanwil Kemenag Kaltim Drs Samudi bersama Kepala Seksi Pakis Kemenag Kabupaten Penajam Paser Utara Dra Hj Jumaisyah, MM melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren Hidayatullah di Penajam, Jalan Silkar Km. 2.5 Desa Girimukti Kec. Penajam, Selasa (11/4) lalu.

Kunjungan tersebut dalam rangka melihat secara lebih dekat kondisi Ponpes yang bermohon bantuan asrama ke Kanwil Kemenag Kaltim beberapa waktu lalu.

Tinjauan ini juga ingin memastikan Ponpes yang nantinya mendapatkan bantuan yang merupakan salah satu program Pakis Kanwil Kemenag Kaltim tahun 2017.

Menurut Kabid Pakis Kemenag Kaltim Samudi, permohonan bantuan sarana yang diajukan Ponpes Hidayatullah Penajam proposalnya bagus dan lengkap, dan telah diverifikasi di Kanwil.

Dalam kunjungan ini, apa yang diperoleh dan dilihat dilapangan akan disampaikannya didalam rapat tim.

Ia juga sampaikan pesan Direktur, agar lebih banyak ke lapangan menyapa Pondok Pesantren. Jangan hanya banyak duduk dikantor saja, ucap Samudi.

Pimpinan Ponpes Hidayatullah Ustadz Abdul Aziz Ahmad mengatakan merasa sangat bahagia dan senang dapat kunjungan silaturrahim dari Kanwil Kemenag Kaltim serta kunjungan dari Kasi Pakis Kemenag Kabupaten PPU serta rombongan. (jm/bas)

“Silahkan Istimewakan Ras, Tapi Jangan Nistakan Islam”

Salah satu potongan video kampanye Ahok yang menistakan agama Islam / net
Salah satu potongan video kampanye Ahok yang menistakan agama Islam / net

Hidayatullah.or.id – Organisasi pemuda, Syabab Hidayatullah, mengecam keras video kampanye pasangaan calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, yang berisi provokasi mendiskreditkan Islam.

“Silahkan berkampanye dengan menonjolkan dan mengistimewakan ras Tionghoa tapi jangan menistakan Islam. Video tersebut provokatif, mengolok-olok, dan sangat berbahaya,” kata Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah Suhardi Sukiman di Jakarta, Senin (10/04/2017).

Sah-sah saja setiap orang ingin menonjolkan atau mengistimewakan hal tertentu seperti ras dalam sebuah kampanye. Tetapi, menurut Suhardi, hal itu tidak elok manakala dilakukan sambil medemoralisasi pihak lain apalagi Islam sebagai ajaran agama.

Suhardi melanjutkan, cuplikan yang termuat dalam video sensitif tersebut semakin menunjukkan siapa sebenarnya yang doyan menebar kebencian dan mengungkit isu SARA.

“Tapi, lucunya, di waktu yang sama selalu teriak-teriak mengaku paling Pancasilais, padahal perilakunya jelas-jelas berbahaya meruntuhkan persatuan bangsa,” imbuhnya.

Menurut Suhardi, masa kampanye Pilgub DKI Jakarta memang bertensi cukup tinggi. Namun dia mengingatkan semua pihak mestinya bisa menahan diri terutama bagi calon yang sedang bertarung.

“Calon pemimpin mestinya dewasa dan bisa menunjukkan sikap kenegarawanan. Janganlah justru menonjolkan kepanikan dan kekalutan dengan memancing kegadugan yang tidak perlu,” kata Suhardi.

Suhardi juga menyesalkan adanya tuduhan-tuduhan yang terlampau berlebihan terhadap pendukung calon pasangan tertentu sebagai kelompok Islam radikal.

Menurut dia, sebutan tersebut sangat jahat dan menurutnya sengaja diciptakan pihak tertentu untuk mengadu domba dan mengkotak-kotakaan kita sebagai anak bangsa yang sejatinya bersaudara.

“Umat Islam didemoralisasi sebagai intoleran dan anti NKRI, padahal sejatinya umat Islam dengan jiwa raganya telah menjaga persatuan dan meneguhkan Pancasila. Sikap toleran umat Islam tak pernah diragukan,” pungkas Suhardi

Seperti diketahui, akhir-akhir ini heboh di media sosial video kampanye Ahok atau pasangan calon gubernur nomor urut 2 ramai di kecam oleh netizen dan berbagai tokoh. Video iklan untuk kampanye itu di kecam lantaran materi yang ada dalam video tersebut di anggap memprovokasi umat islam.

Dalam video kampanye Ahok tersebut memperlihatkan masa yang menggunakan atribut Islam digambarkan dengan seolah sedang melakukan unjuk rasa dengan kericuhan, Tepatnya pada detik ke 9. Tidak hanya itu dalam spanduk yang di bawa oleh para pengunjuk rasa tersebut tertulis kata ”Ganyang Cina”

Riuhnya media sosial para netizen membuat tagar KampanyeAhokJahat, hingga tagar tersebut menjadi trending topic di twitter.

Berbagai netizen hingga tokoh mengecam video tersebut karena di anggap memprovokasi, seolah-olah umat islam sebagai biang pembuat ricuh. (ybh/hio)

Di Hadapan Santri, Kapolda Ingatkan Pentingnya Ilmu

IMG-20170408-WA029 IMG-20170408-WA030 IMG-20170408-WA058 IMG-20170408-WA061Hidayatullah.or.id – Di hadapan ratusan santri dan jamaah shalat Jum’at di Masjid Ar Riyadh Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Jum’at (07/04/2017), Jenderal Polisi yang Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kapolda Kaltim) Irjen Pol Safaruddin, mengingtkan pentingnya menuntut ilmu.

“Pada kehidupan bermasyarakat, peranan seseorang yang berilmu sangat menonjol. Kedudukannya di masyarakat terhormat dan disegani,” kata Kapolda ketika menyampaikan khutbah Jum’at siang itu.

Dalam perjalanannya, lanjut Jenderal Polisi ini, seseorang yang berilmu dapat memberikan solusi menghadapi masalah keummatan.

“Dalam pandangan ukhrawi, derajat orang yang berilmu ditinggikan derajatnya. Seperti yang dituliskan di Surat Al Mujadalah Ayat sebelas. Bahwa Allah subhana wa ta’ala mengangkat derajat orang-orang yang berilmu di antara orang lainnya,” terangnya.

Dijelaskan Kapolda, di era globalisasi sekarang, dengan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi mempermudah beribadah dan mendekatkan diri Kepada Allah Subhana Wa Ta’ala.

“Sekarang kita bisa mendengar adzan meskipun jauh dari mesjid. Bisa mendengar kajian keislaman, menentukan waktu sholat dan beberapa hal lainnya,” imbuh Kapolda yang gemar bersafari ke berbagai lapisan masyarakat ini.

Masih dalam khutbahnya, Kapolda menerangkan, dengan diberikannya akal kepada manusia, maka dinobatkanlah manusia sebagai Khalifah, pemimpin di muka bumi.

“Dengan ilmu, pemimpin dapat mengelola kehidupan untuk kemakmuran dan kesejahteraan orang banyak,” kata Kapolda.

Lanjut, beliau membacakan surat Al-Alaq ayat 1-5 yang menjelaskan tentang penciptaan manusia. Iqro’, menjadi fokus penekanan, bahwa Allah Ta’ala menekankan bagi manusia untuk belajar yakni membaca ilmu kehidupan dengan membaca ayat ayat qauniyah dan qouliyah.

Kapolda satu-satunya di Indonesia yang rutin khotbah Jumat ini menuturkan, dasar ilmu pengetahuan bisa dikaji di Alquran. “Semua ada,” pesannya. Salah satunya di surat Al Alaq. “Yang artinya, bacalah,” kata kapolda.

 

Tetatpi saat ini, menurutnya, manusia cenderung memisahkan antara ibadah dan ilmu, padahal keduanya seharusnya berjalan seiringan.

“Shalat, zakat, puasa itu wajib, begitupun dengan menuntut ilmu dan mencari nafkah juga wajib hukumnya,” jelasnya.

Terbukti dalam sejarah, bagaimana penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al Fatih. Penaklukan yang terlihat mustahil, tetapi dengan usaha yang bersungguh-sungguh dan memaksimalkan usahanya serta keilmuan yang dimiliki, maka Konstatinopel dapat direbut dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan Islam.

Belum lagi pada abad ke 7– 10 Masehi, pada dinasti Abbassiyyah dan Umayyah, Islam menjadi pusat Ilmu pengetahuan. Sebut saja superioritas dalam bidang politik, sosial, ekonomi, arsitektur, pengetahuan alam dan beberapa bidang selainnya.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa peradaban Barat belajar ilmu tersebut kepada Islam. Semoga, kebangkitan Islam bisa dimulai dari Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan. Menjadi umat Islam yang cerdas, sukses dunia dan akhirat,” turur Kapolda menutup khutbahnya.

Ust H Abdul Latif Usman, pembina Pondok Pesantren Hidayatullah berterima kasih dan bersyukur mendapat nasihat dan doa dari kapolda. “Luar biasa doa dan nasihatnya untuk jamaah dan santri,” kata Abdul Latif Usman

Perwira bintang dua ini didaulat sebagai Khatib sholat Jumat dalam rangka safari dakwah Polda Kalimantan Timur. Hadir juga dalam rombongan Wakapolda Kalimantan Timur, Brigjen Pol Drs Mulyana, Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri D Juniarta beserta jajaran kepolisian Kalimantan Timur.

Sebelumnya Kapolda Safaruddin juga menjadi khatib di beberapa mesjid di kota Balikpapan antara lain Masjid Istiqomah, Masjid Maninatul Iman, Mesjid Baiturrahman, Mesjid At Taqwa dan beberapa mesjid lainnya. Selain itu safari dakwah juga dilaksanakan di kota samarinda dan kota lain.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana dalam keterangannya di Kaltim Brata News mengatakan ini adalah program rutin yang dilaksanakan Oleh Kapolda Kaltim dan jajarannya.

Program kerja ini dimaksudkan untuk mendekatkan jarak antara pihak kepolisian dan masyarakat agar tercipta ketertiban dan keamanan dilingkungan masyarakat.

“Safari Jumat yang dilaksanakan oleh Kapolda rutin dilaksanakan. Seluruh Kapolres hingga Kapolsek juga melaksanakan hal yang sama,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Kapolda dan jajaran juga melakukan silaturrahim dengan pengurus pondok pesantren serta para santri.*/ Febrian Wardhana, Abdul Ghofar

Kapolda Kaltim Jadi Khatib Jum’at di Ponpes Hidayatullah

Kapolda Khatib Jumat di Pesantren Hidayatullah Gunung TembakHidayatullah.or.id – Ada yang istimewa dalam pelaksanaan ibadah shalat Jumat di Masjid Ar Riyadh Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, hari ini (07/04/2017).

Jika umumnya penyampai khutbah Jum’at adalah sosok yang dikenal sebagai ustadz atau muballigh, namun kali ini berbeda.

Masjid Ar Riyadh pada hari Jum’at kali ini menjadi momen spesial karena yang menjadi pengisi taushiah (khatib) adalah seorang Jenderal Polisi. Dia tak lain adalah Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kapolda Kaltim) Irjen Pol Safaruddin.

Jenderal kelahiran Wajo, Sulawesi Selatan, ini dengan lancar memberikan khutbah sebagaimana para khatib pada umumnya. Ia tampak bersahaja berdiri di atas mimbar dengan seragam korps lengkap dan bersongkok hitam nasional.

Selain berwasiat takwa kepada jamaah Jum’at, Kapolda memberikan nasehat dan motivasi kepada jamaah khususnya kepada santri untuk membaca dan terus belajar sehingga menjadi orang yang berilmu.

Kapolda dalam khutbahnya membacakan beberapa ayat Al Qur’an tentang keutamaan dan perintah menuntut ilmu. Diantaranya ia melafazkan Surat Al ‘Alaq ayat 1-5 beserta artinya.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan Pena. Mengajarkan manusia terhadap apa yang belum mereka ketahui”

“Iqra’ di sini bukan sekedar membaca tapi belajar sehingga berilmu. Dengan ilmu bisa melahirkan teknologi. Dengan teknologi memberikan banyak kemudahan. Kemudahan dalam ibadah maupun kemudian dalam kehidupan di dunia ini,” katanya.

Kapolda Safaruddin memberikan contoh kalau orang orang dulu pergi haji harus berbulan bulan karena naik kapal. Sekarang dengan teknologi pesawat menjadi cepat dan mudah untuk pergi ibadah ke Haramain.

“Dari mana teknologi pesawat, dari perkembangan ilmu pengetahuan. Dari mana ilmu, dari belajar,” tukasnya mantap.

Dengan ilmu pengetahuan, lanjut dia, diharapkan setiap manusia bisa semakin paham dan menyadari akan kebesaran Allah Ta’ala yang telah menciptakan seluruh alam semesta ini.

“Ilmu Islam itu lengkap,” kata Kapolda.

Masih dalam khutbahnya, Kapolda pula mengingatkan pentingnya ilmu dalam kehidupan yang akan mengangkat harkat dan martabat manusia, seraya mengutip Firmal Allah Ta’ala dalam Surat Al Mujadalah ayat 11:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

“Ini janji Allah, bahwa orang yang berilmu akan diangkat derajatnya. Kebangkitan umat dan bangsa ini adalah dari ilmu, sehingga wajib bagi santri untuk giat belajar,” imbuh Kapolda.

Beliau menyampaikan bahwa mata rantai sejarah dunia ini sebenarnya dari Islam dengan ilmuwan, cendikiawan muslim yang menjadi rujukan dunia saat itu.

“Kita harus memutar ulang mata rantai sejarah kejayaan Islam dengan terus mengembangkan ilmu pengetahuan. Insya Allah kejayaan Islam ini akan segera bangkit,” katanya seraya menambahkan semoga kebangkitan tersebut berawal dari Hidayatullah.

Cerahkan umat
Khutbah Kapolda Kaltim di Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, yang merupakan rangkaian program Safari Jum’at pihaknya tersebut mendapat apresiasi yang diharap menjadi teladan bagi santri.

Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengkaderan Hidayatullah (LPPH) Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Ustadz Abdul Ghofar Hadi, mengatakan ini menjadi sejarah tersendiri bagi Masjid Ar Riyadh Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak dimana khatib Jum’atnya diisi oleh seorang jenderal.

“Ini juga menjadi motivasi bagi santri-santri bahwa santri juga bisa menjadi jenderal. Ketika menjadi jenderal juga tidak hilang jiwa santrinya untuk senantiasa amar ma’ruf nahi mungkar mencerahkan umat,” kata Abdul Ghofar.

Selain khutbah, Kapolda Kaltim juga memberikan wakaf mushab Al Quran. Ini salah satu keistimewaan Kapolda, setiap pergi ke mana mana memberikan wakaf al Quran. Pada kesempatan itu Kapolda dan jajaran juga melakukan silaturrahim dengan pengurus pondok pesantren serta para santri. (par/ybh)

Buku “Era Peradaban Baru” Dibedah di Kota Samarinda

Bedah Buku Era Peradaban Baru Karya Dr Abdul Mannan di Samarinda Kaltim2 Bedah Buku Era Peradaban Baru Karya Dr Abdul Mannan di Samarinda KaltimHidayatullah.or.id – Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Kota Samarinda, Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si, menjadi narasumber dalam acara bedah buku “Era Peradaban Baru” karya Dr H Abdul Mannan. Turut juga duduk bersamanya Ketua Umum DPP Hidayatullah H Nashirul Haq, MA sebagai pembedah.

Acara bedah buku berlangsung pada Kamis (06/04/2017) malam dimoderatori oleh Ketua Bidang Tarbiyah DPP Hidayatullah Drs. Tasyrif Amin, M.Pd.I, ini berlangsung di Kampus Hidayatullah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, yang bertepatan dengan gelaran Rakornas Kampus Utama Hidayatullah.

Penulis buku, Dr. Abdul Manan, dalam pengantarnya menyebut bukunya yang diberi judul “Era Peradaban Baru” ini telah disiapkan sejak lama. Disebutkan dia, buku ini ditulis selama 3 tahun dengan menggunakan lebih dari 300 buku rujukan sebagai referensi.

“(Ditulis) pada siang hari dan tengah malam. Namun, tak jarang terinspirasi dari ‘suara langit’ yang membisikkan sesuatu ke telinga,” katanya setengah berseloroh.

Dalam pada itu, Abdul mengungkapkan buku ini lahir dilatari kekhawatiran terhadap umat yang lebih berorientasi pada materi, kekhawatiran terhadap interaksi peradaban yang jauh dari aturan Allah. Dengan harapan, agar umat kembali menyadari dan meniti peradaban yang telah dicontohkan oleh Nabi.

Buku ini lanjut dia sekaligus sebuah tawaran dialektika sebagai antitesis kontemporer terkait dengan beragam konsep peradaban.

“Pembahasan buku ini kami awali dari penjabaran makna Surah Al ‘Alaq ayat satu sampai lima, yang menjadi cikal bakal terbentuknya peradaban baru,” katanya.

Lebih jauh ia menjelaskan, gerak sistemik sebuah peradaban harus dilakukan oleh Hidayatullah, dan semua itu harus dimulai dr diri sendiri. Buku ini menurut penulis juga terlahir karena hasil studi peradaban major, sehingga melahirkan solusi yakni kembali kepada konsep peradaban wahyu.

​Sebagai pembedah pertama, Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si, selain memberikan pandangan dan telaah terhadap buku ini, ia juga mengharapkan agar buku ini bisa menjadi salah satu acuan dalam meniti peradaban baru.

“Buku ini mengandung bobot penjelasan yang sarat makna, data, pembahasan yang luar biasa. Secara filosofis dan teologis, buku ini mengandung kalimat yang sangat dalam makna dan butuh perenungan saat membacanya agar mudah dipahami. Ini menunjukkan bahwa penulis bukan orang biasa secara intelektual,” kata Masjaya.

Menurut Masjaya, buku “Era Peradaban Baru” ini mengingatkan kita tentang peristiwa bersejarah yaitu turunnya wahyu pertama yang menjadi latar belakang ditulisnya buku ini.

“Manusia diperintahkan untuk membaca agar mereka mampu menaklukkan dunia. Kebangkitan peradaban akan sulit dicapai jika tidak dilakukan berdasarkan sistematika Allah,” imbuh Masjaya.

Profesor dalam Program Ilmu Pemerintahan ini menambahkan bahwa Peradaban Baru akan lahir dari rahim lembaga pendidikan Islam yang berkembang dengan wawasan dan intelektual.

Sementara itu pembedah lainnya, Nashirul Haq, menuturkan, bahwa dari awal datangnya, Islam adalah sebuah peradaban baru yang membawa ajaran baru yaitu monotheisme. Ajaran yang mengajak untuk hanya mengesakan Allah semata, tiada sekutu baginya.

Nashirul menerangkan, kunci keberhasilan dan kesuksesan Nabi dalam menegakkan peradaban baru adalah kembali kepada Manhaj Nabawi yang berasaskan pada sistematika turunnya wahyu.

“Peradaban hanya akan dapat terbentuk jika dalam sebuah komunitas masyarakat terdapat ta’aawun (kerjasama). Masyarakat yang mampu menjaga hubungan baiknya dengan Allah, hubungan baiknya antar sesama dan lingkungan sekitarnya, maka masyarakat inilah yang akan menjadi cikal bakal terbentuknya sebuah peradaban,” imbuh Nashirul.

Dia menyebutkan, salah satu makna peradaban sebagaimana telah dicetuskan oleh Hidayatullah adalah, “manivestasi keyakinan dalam segala aspek kehidupan”.

Lebih jauh Nashirul berpendapat, sebuah komunitas peradaban di dalam Islam disebut umat. Oleh karena itu, lanjut dia, kunci utama dalam meraih kejayaan peradaban baru harus diraih secara ijtima’i (bersama), bukan infirodi (individu).

“Peradaban umat ini tidak akan mungkin kembali jaya dan membaik, melainkan dengan apa yang telah membuat peradaban generasi sebelumnya jaya dan membaik. Konsep membangun sebuah peradaban adalah mulai dari yang sederhana dan mulailah dari diri sendiri,” tukasnya.

Menurut Nashirul, peradaban Islam akan lahir kembali dari tafsir kehidupan Surah Al ‘Alaq, yang dijadikan sebagai konsep wahyu dan acuan yang diterapkan secara nyata.

Nashirul menyimpulkan buku karya Dr Abdul Mannan ini adalah salah satu buku ilmiah yang layak menjadi kajian akademis.

Apalagi, diketahui, latar belakang penulis sebagai akademisi kian menambah bobot materi dan penyajian buku ini sehingga layak menjadi telaah kajian para pakar, para cendikiawan, dan para praktisi. (ybh/hio)

Ketua Ponpes Hidayatullah Nabire Pimpin Doa HUT TNI AU

Ketua Ponpes Hidayatullah Biak Pimpin Doa Bersama HUT TNI AU Ke 71Hidayatullah.or.id – Dalam rangka kelancaran pelaksanaan HUT TNI AU ke 71 Tahun 2017, Kosekhanudnas IV dan Satrad 242 Tanjungwarari melaksanakan kegiatan doa bersama usai pelaksanaan Sholat Jumat bertempat di Masjid Arraudah Kosekhanudnas Biak IV, Jumat (31/3) lalu.

Kegiatan doa bersama ini dipimpin oleh Ustadz Yusuf Qordhowi dari Pondok Pesantren Hidayatullah Biak.

Segenap keluarga besar Kosekhanudnas IV memohon kepada Allah SWT agar pelaksanaan rangkaian kegiatan HUT TNI AU ke 71 baik di pusat maupun di daerah dapat berjalan dengan aman dan lancar tanpa suatu halangan apapun.

Hadir pada acara doa bersama ini Pangkosekhanudnas IV Marsma TNI H. Dumex Dharma, S.AP., M.Si dan anggota Kosekhanudnas IV serta Satrad 242 Tanjungwarari.

Naspi Arsyad Narasumber Talkshow Parenting di Mesir

Naspi Arsyad Narasumber Talkshow Parenting di Mesir2 Naspi Arsyad Narasumber Talkshow Parenting di MesirHidayatullah.or.id – Anggota Dewan Mudzakarah Hidayatullah Ustadz Naspi Arsyad Lc, menjadi narasumber dalam acara talkshow parenting yang diselenggarakan mahasiswa Indonesia berlangsung di Rumah Limass, Kota Kairo, Republik Arab Mesir, belum lama ini.

Acara talkshow parenting mengusung tajuk “Bahagianya Aku Memilikimu” ini dihadiri sedikitnya 100 peserta yang mayoritas mahasiswa-mahasiswi Indonesia di Universitas Al Azhar.

Dalam materi yang dibawakannya, pengasuh Ma’had Tahfidz Al Humaira Sukabumi-Jawa Barat, ini antara lain menyampaikan kehidupan rumah tangga memiliki dinamika yang sangat tinggi, bahkan cenderung misterius.

Setengah bercanda, Naspi membandingkan kehidupan rumah tangga dengan prakiraan suhu atau cuaca.

“Kalau hujan badai, masih bisa diprediksi dengan membaca indikator-indikator alam. Tapi badai hati pasangan rumah tangga, sulit untuk dipastikan,” tukas Naspi yang juga mantan Ketua Umum Pemuda Hidayatullah 2014-2016 ini.

Sambil berseloroh Naspi mengatakan bisa saja pasangan suami istri melalui pagi haru dengan kemesraan, terucap indah kata i love you so much. Lalu di sore hari mendung kemarahan tak dapat terelakkan.

“Akhirnya, malam hari disambut dengan, “but i hate you”,” imbuh Naspi berseloroh .

Naspi mengingatkan bahwa pasangan suami istri harus siap untuk menerima masukan dari pasangannya.

“Jangan karena merasa pendidikannya lebih tinggi, nasab keluarganya lebih terhormat, atau latar belakang ekonominya lebih mapan lalu memposisikan pasangannya sebagai pendengar dan tidak berhak memberikan pendapat, masukan apatah lagi melakukan mentoring,” ingat Naspi.

Dalam pemaparannya yang diiselingi dengan candaan yang mengundang tawa peserta, Naspi mengupas firman Allah Ta’ala dalam surat Al Hujurat ayat 13 bahwa langkah awal mengarungi bahtera rumah tangga adalah mengenal pasangan hidup barunya tersebut.

“Apa sukunya, bagaimana keluarga besarnya, tingkat pendidikannya agar dapat menapaki langkah besar selanjutnya yaitu saling memahami,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Auliya selaku ketua panitia menyampaikan bahwa acara ini secara khusus ditujukan bagi para mahasiswa yang merasa telah berada diambang kemampuan untuk menikah.

“Jangan mengandalkan semangat saja tapi tidak memahami hakikat kehidupan rumah tangga,” katanya. Dan di akhir sambutannya, tak lupa Auliya mengapresiasi para sponsor, peserta dan panitia serta pemateri yang telah datang dari Indonesia untuk berbagi ilmu di acara tersebut‎.

Di akhir penutupan acara, dilakukan penyerahkan hadiah bagi peserta yang berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dengan narasumber. Acara ini didukung oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) serta produsen fashion muslim ‘Kaneez Hijab’. (ybh/hio)

Atase Pendidikan RI di Kairo Terima Pengurus Hidayatullah

IMG-20170330-WA001IMG-20170330-WA002Hidayatullah.or.id – Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (Atdikbud Kedubes RI) di Mesir, Dr. Usman Syihab, MA, menerima rombongan anggota Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Mudzakarah Hidayatullah di Kantor Kedubes RI, Aisha El Taimouria Street, Garden City, Kairo, Rabu (29/03/2017).

Hadir dalam pertemuan iniIr. Abu A’la Abdullah, M.H.I (Ketua Dewan Mudzakarah Hidayatullah), Naspi Arsyad, Lc (Anggota Dewan Mudzakarah), Drg. Fathul Azhim, M.Kes (Ketua Bidang Pelayanan Umat DPP Hidayatullah) serta sejumlah mahasiswa Hidayatullah di Kairo.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut dilakukan pembicaraan tentang banyak hal diantaranya mengenai peluang dan terobosan-terobosan pendidikan khususnya di Mesir.

Pada pertemuam itu Dr Usman Syihab mengatakan pihaknya mendukung bila mahasiswa memiliki aktifitas-aktifitas selain kuliah.

“Yang penting, tetap menjadikan kuliah sebagai kegiatan utama. Bagaikan sunnah dan fardhu ‘ain, maka kuliah hukumnya fardhu dan kegiatan lain semisal berorganisasi adalah sunnahnya. Kalau dibalik dapat membuat perkuliahan jadi terganggu,” kata Usman Syihab yang turut didampingi jajarannya.

Pada kesempatan tersebut, Usman juga berbagi cerita tentang fenomena dan dinamika mahasiswa Indonesia di Mesir.

“Saya senang bila banyak yang mau kuliah di Mesir, asalkan memiliki persiapan yang cukup seperti kecakapan berbahasa dan dukungan finansial,” kata mantan dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Ibnu Khaldun Bogor ini.

Beliau bahkan menyatakan kesiapannya untuk memberi rekomendasi bagi anak Indonesia yang ingin masuk di jenjang pendidikan​ menengah dan Pascasarjana.

“Yang penting bukan S1, karena kita telah memiliki kesepakatan dengan pihak Al Azhar bahwa calon mahasiswa S1 harus melalui tes yang diadakan oleh Kementrian Agama,” kata Usman.

Ust Abu A’la Abdullah sebagai ketua rombongan Hidayatullah menyatakan rasa terima kasihnya atas kesediaan Atase Pendidikan Kedubes RI di Kairo Dr. Usman Syihab, MA beserta jajarannya, menerima rombongan Hidayatullah sebelum menyampaikan tujuan kedatangannya.

“Kedatangan kami selain untuk bersilaturahmi​, juga ingin melaporkan bahwa jumlah mahasiswa Hidayatullah di Kairo telah mencapai puluhan orang,” pungkas Abu A’la. (nas/ars)