Beranda blog Halaman 594

Untuk Orangtua: Agar Sekolah Anak Bukan Rutinitas Belaka

alhumairah sukabumi
Ilustrasi: tampak sisi kanan dari arah masuk gerbang Pesantren Tahfidz Al Humaira, Sukabumi, Jawa Barat / Yacong B Halike

Hidayatullah.or.id – Liburan sekolah telah usai. Sekolah-sekolah kembali ramai dengan riuh suara para siswa, baik siswa lama ataupun baru.

Di sekolah negeri dan swasta, umum ataupun agama, baik boarding atau full day, memperlihatkan aktifitas yang sebulan kemarin vakum.

Terkait awal masa sekolah ini, psikolog dari Bandung, Dhina Kadarsan, Psi, mengingatkan para orangtua untuk mempersiapkan sang buah hati dengan sebaik mungkin agar sekolah tidak sekedar menjadi rutinitas harian semata.

“Mempersiapkan sang anak bukan sekedar kebutuhan pisik atau peralatan sekolahnya saja, tapi yang lebih utama adalah mental dan motivasinya,” tegas Dhina Kadarsan dihadapan para pengelola Pesantren Tahfidz Al Humaira, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (20/07).

“Apatah lagi bila sekolah sang anak adalah hasil arahan orangtua, bukan pilihan awal anak. Hal ini akan menjadi bom waktu yang akan meledak saat sang anak merasa bosan atau mendapatkan kesulitan dalam masa sekolahnya,” lanjut Dhina.
Maka, terang Dhina, kesediaan anak bersekolah di tempat pilihan orang tua tidak boleh melenakan kita, sehingga lupa mengkondisikan motivasi mereka.

Secara khusus Dhina menyorot sekolah yang membutuhkan konsentrasi khusus seperti Pesantren penghafal Al Qur’an.

“Menghafal membutuhkan konsentrasi yang lebih dari sekolah biasa. Dan, bisa saja anak kita akan terserang rasa bosan lebih cepat dan lebih kencang sehingga dapat menggerus fokus menghapal anak,” imbuhnya.

Dhina menegaskan, orangtua harus memastikan motivasi sekolah anaknya. Motivasi ini dapat ditelusuri lewat dialog antara anak dan orang tuanya atau melibatkan psikolog.

“Saya mengapresiasi Pesantren Al Humaira yang melibatkan psikolog dalam menelusuri motivasi menghapal santri barunya. Hasil interview ini dapat membantu para pengelola mengenal lebih jauh sebab dan tujuan kedatangan santrinya serta mengantisipasi bila rasa bosan itu datang,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Dhina Kadarsan kembali memberikan penegasan kepada para orang tua.

“Jangan pernah lelah dalam mengawal motivasi belajar sang anak. Tidak bijak menyerahkan teknis pendidikan anak sepenuhnya kepada para guru sebab proses belajar anak adalah tanggung jawab bersama”.

Pada kesempatan sosialisasi dan orientasi wali murid yang berlangsung di aula lingkungan pesantren turut hadir Direktur Pesantren Tahfidz Al Humaira Naspi Arsyad Lc, beserta jajaran dewan guru lainnya.

Seperti diketahui, lembaga penghafal Al Qur’an Al Humaira Khusus Putri lingkungan pendidikan yang dikelola dibawah kordinasi DPP Hidayatullah yang merupakan amanah wakaf dari Atase Agama Kerajaan Saudi Arabia di Indonesia .

Direktur Pesantren Tahfidz Al Humaira Naspi Arsyad Lc dalam keterangannya mengatakan pengelolaan Ma’had Tahfidz Al Humaira ditangani oleh tenaga profesional di bidangnya.

Lembaga Tahfidz Qur’an memiliki luas setengah hektare dengan bangunan gedung 3 unit masing-masing 3 lantai dengan kapastitas keseluruhan sebanyak 300 orang. Lokas ini juga memiliku ruang aula dan musholla yang representatif.

Kendati pendaftar selalu membludak setiap tahunnya, namun untuk intensifikasi program pendidikan, pesantren terpaksa membatasi pendaftar yang masuk setiap tahunnya. Tahun ini merupakan tahun ketiga penyelenggeraan pendidikan di Pesantren Tahfidz Al Humairah yang dikhususkan untuk putri jenjang SMP atau sederajat itu. (ybh/hio)

Ketum Ingatkan Lima Pelajaran Penting Madrasah Ramadhan

Ketum Ingatkan 5 Pelajaran Penting RamadhanHidayatullah.or.id – Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq mengingatkan kembali lima pelajaran penting dari madrasah bulan Ramadhan yang telah kita lalui.

Kelima hal tersebut, ditegaskan beliau, merupakan langkah-langkah praktis menuju masayarakat yang baik dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Dari sana kemudian ia menjadi pilar pokok sebuah masyarakat dan negara.

“Dari amalan Ramadhan setidaknya ada lima pelajaran penting yang harus dipertahankan dalam hidup sehari-hari oleh setiap pribadi beriman, sehingga dengannya kelak akan lahir masyarakat yang bersih,” kata Ust Nashirul saat membawakan pidato Idul Fitri 1437 H di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, belum lama ini.

Pertama, terangnya, adalah tarkul halal min ajlil ibti’ad ‘anil haram atau menjauhi harta haram. Ia menukaskan, selama Ramadhan kita telah berpuasa dari yang halal. Maka tidak ada alasan untuk mengambil yang haram.

“Masyarakat yang hidup di atas harta haram adalah masayarakat yang rapuh. Dalam sejarah kita membaca, hancurnya raja-raja terdahulu adalah kerena kedzaliman mereka terhadap rakyatnya. Banyak hak rakyat yang tidak dipenuhi. Akibatnya Allah Ta’ala menghancurkan mereka,” katanya.

Kedua, al isti’la’ ‘alal hawa atau mengendalikan nafsu dari maksiat.  Selama Ramadhan kita telah berhasil mengendalikan nafsu dari maksiat. Itu menunjukkan bahwa nafsu sebenarnya sangat lemah.

“Bahwa manusia bukan makhluk yang dikendalikan nafsu, melainkan dialah yang mengendalikan nafsunya. Berbeda dengan binatang, yang memang tidak punya akal, manusia adalah makhluk yang harus mengatur gejolak nafsunya,” jelasnya.

Beliau menjelaskan, dalam diri manusia ada dua kekuatan yang saling tarik menarik yaitu Kekuatan nafsu dan kekuatan takut kepada Allah. Bila takutnya kepada Allah lebih kuat, maka terkendalikanlah nafsu.

Namun, terangnya, bila nafsu dikendalikan maka ia akan masuk surga. Sebaliknya bila takutnya kepada Allah lebih lemah, maka nafsu akan lebih dominan. Bila nafsu yang dominan maka ia utamakan dunia di atas akhirat. Bahkan ia berani mengorbankan akhiratnya demi dunia.

Ketiga, As saitharah ‘alasy syaithan atau kemampuan menundukkan syetan. Diterangkan dia, kita telah membuktikan selama Ramadhan bahwa syetan dijadikan tidak berdaya.

“Lihatlah masjid-masjid penuh selama Ramadhan. Malam harinya- terutama pada sepuluh malam terakhir- sepanjang malam masjid hidup dengan orang-orang ber’tikaf dan shalat malam. Di rumah-rumah terdengar suara mendengung orang-orang sedang membaca Al Qur’an. Itu semua adalah bukti nyata bahwa syetan sebenarnya sangat lemah,” terang Ust Nashirul dalam pidatonya.

Namun, lanjutnya, dalam Al Qur’an banyak peringatan dari Allah mengenai bahaya syetan. Syetan selalu mempengaruhi seseorang supaya keluar dari jalan lurus, dan menuju ke neraka, sebagaimana Allah befirman dalam surah Al Hihr ayat 39:

Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma`siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

Syetan juga selalu menakut-nakuti dengan kemiskinanm supaya seseorang tidak berinfaq, dan selalu mempengaruhi agar seseorang berbuat keji dan zina. Hal sebagaimana ditegaskan Allah Ta;ala dalam firman-Nya dalam surah Al Baqarah ayat 268:

“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”.

Lalu, yang keempat: Ath Tha’ah al muthlaqah lillahi Ta’ala atau bersungguh-sungguh mengikuti apa kata Allah. Beliau menutarakan, selama Ramadhan kita telah berhasil patuh sepenuh hati kepada Allah Ta’ala. Bila Allah perintahkan puasa, kita langsung puasa. Padahal itu perbuatan yang sangat berat. Sebab yang kita tahan adalah hal-hal yang sebenarnya halal dan boleh dikerjakan.

“Itu menunjukkan bahwa tidak ada alasan lagi setelah Ramadhan untuk tidak ikut apa kata Allah. Sebab Dialah Allah Yang Maha Mengetahui. Semua yang datang dari-Nya pasti benar. Orang-orang yang tidak mengikutiNya pasti celaka. Karena Dialah yang memiliki langit dan bumi. Dialah pula Raja di Hari Pembalasan –maaliki yawmiddin,” ujarnya.

Kelima, Al hijratu minadz dzunub atau meninggalkan dosa-dosa dan kemaksiatan. Dijelaskannya, Ramadhan adalah bulan perjuangan menjauhi dosa-dosa. Dan, kita telah berhasil membuktikan selama Ramadhan untuk meninggalkan segala bentuk dosa dan kemaksiatan.

Bahkan, kita berusaha menjauhi sekecil apapun perbuatan yang sia-sia. Sia-sia artinya tidak mengandung nilai pahala sama sekali. Kita berusaha secara maksimal untuk menjadikan setiap detik yang kita lewati memberikan makna dan menjadi ibadah kepada Allah Ta’ala. Setiap saat lidah kita basah dengan dzikir, jauh dari pembicaraan dusta dan kebohongan.

“Masyarakat yang jauh dari dosa-dosa dan kemaksiatan adalah masyarakat yang berkah. Sebaliknya masyarakat yang penuh dengan dosa-dosa dan kemaksiatan adalah masyarakat yang rentan. Ibarat tubuh penuh dengan penyakit dan kotoran yang menjijikkan. Maka ia tidak produktif dan bahkan tidak bisa diharapkan darinya kebaikan,” imbuhnya.

Nashirul mengungkapkan, bukti kesuksesan kita menjalani ibadah Ramadhan adalah ketika berhasil melakukan perubahan dan peningkatan kualitas diri. Keyakinan makin kuat, ibadah makin tekun, akhlak makin sempurna, tanggung jawab sosial makin meningkat.

“Pribadi seperti itulah yang akan mendapat ampunan dan rahmat, memperoleh janji syurga di akhirat kelak. Semoga kita termasuk di dalamnya, amin,” pungkas beliau mengakhiri khutbahnya. (ybh/hio)

Luaskan Dakwah, Hidayatullah Luncurkan TV Streaming

IMG_20160624_164423Hidayatullah.or.id – Organisasi massa Islam, Hidayatullah, secara kontinyu telah menyebarkan dai-dainya hingga ke daerah minoritas dan pedalaman.

Selain itu, untuk meluaskan jangkauan dakwah Islam, Hidayatullah meluncurkan TV streaming berbasis internet yang peresmiannya berbarengan dengan seremoni pengugasan dai muda lsetelah mengikuti rangkaian pendidikan khusus intensif selama  kurang lebih 1 tahun.

Pengiriman dai kembali dilakukan yang dilepas pada hari Jum’at (24/06/2017) lalu yang turut disaksikan Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ust Nashirul Haq.

Selain itu Hidayatullah telah menyelenggarakan sejumlah program seperti bina akidah, Gerakan Dakwah Belajar dan Mengajar Alquran (Grand MBA).

“Alhamdulillah jumlah dai yang kita tugaskan 20 orang dari lulusan pusat pendidikan dai ke 13 daerah yang terjauh adalah Nusa Tenggara Timur,” ujar Suhail direktur Posdai pada sambutan acara penugasan dakwah dai yang diselenggarakan dengan mengangkat tema besar Ramadhan Mubarok “Meraih Berkah Ramdhan untuk Memajukan Dakwah Islam”.

Diusianya yang cukup mapan, Hidayatullah terus berusaha serta berbenah menyediakan berbagai sarana penunjang dakwah yang sesuai dengan kemajuan informasi dan teknologi
Untuk meningkatkan kiprahnya dalam memberi manfaat kepada ummat.

Hidayatullah melalui organisasi otonomnya departemen dakwah yaitu Pos Dai dikomandani oleh Ahmad Suhail, mulai melirik penggunaan teknologi tepat guna sejak beberapa waktu lalu.

CAK SUR dan Media Muslim TV
Seiring waktu, Pos Dai Hidayatullah akhirnya meluncurkan sebuah sarana dakwah MEDIA MUSLIM TV, yaitu TV streaming berbasis android atau smartphone.

TV Streaming yang dibesut serta didukung dengan teknologi platform D-Awan ini memiliki kelebihan bahwa data (konsumsi bandwidth) yang dipakai untuk menonton TV tersebut sangatlah kecil sekali.

Pihak PT EBConnection selaku pengembang layanan TV streaming dakwah  ini mengatakan merupakan keunggulan teknologi yang belum dipakai banyak orang sehingga tidak memberatkan bagi pengguna. Aplikasi Media Muslim TV sudah tersedia dan dapat diunduh di Playstore. 

Untuk menikmatinya, anda harus menginstal aplikasi ini di smartphone anda. Klik tautan ini untuk mungunduh.

Selain itu, Pos Dai Hidayatullah sangat sadar bahwa data menjadi kunci terpenting untuk bisa berkiprah kedepan dengan lebih baik. Oleh karena itu Pos Dai juga mendeklarasikan penggunaan aplikasi untuk akuisisi data asset, data Dai, hingga pendataan sarana dan prasarana lainnya bisa dimanfaatkan ummat serta berbagai tema data lainnya.

Dalam hal ini, Pos Dai menggunakan aplikasi CAK SUR (Cara Kreatif Survey), yaitu aplikasi yang tepat guna untuk berbagai keperluan pengambilan data (survey) yang mudah dan menyenangkan.

Aplikasi ini hasil kerjasama yang melibatkan PT. EBConnection Indonesia dan tim dari Pusat Studi Jaminan Sosial (PSJS) Universitas Airlangga. (hjr/hio)

Menjaga NKRI Sinergi dengan Semua Komponen Umat

Abdul Aziz Qahar Mudzakkar
Abdul Aziz Qahar Mudzakkar

Hidayatullah.or.id – Para dai harus berperan aktif dalam menjaga dan menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) segala ancaman yang ada.

Disadari, ancaman itu kian hari makin terlihat nyata di hadapan mata. Mulai dari kehancuran ekonomi, budaya LGBT, hingga kepada ideologi Syiah, PKI, dan aliran sesat lainnya.

Paparan itu disampaikan oleh senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. Abdul Aziz Qahar Muzakkar dalam kegiatan “Diskusi Publik” di sela acara Silaturahim Dai se-Sulawesi di Pondok Pesantren Hidayatullah Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu, (16/07/2016).

“Kini bangsa ini semuanya sudah serba darurat. Darurat narkoba, darurat pornografi, darurat korupsi, dan lainnya,” terang senator DPD asal Sulawesi Selatan itu.

Menurut Aziz, termasuk di antara ancaman NKRI adalah masuknya tenaga kerja China ke berbagai daerah di Indonesia.

“Hal itu patut dicurigai, apalagi disinyalir jumlahnya sangat banyak hingga puluhan juta pekerja,” ungkap Aziz menjelaskan.

Untuk pendidikan dan pendekatan preventif, Aziz Kahar mengusulkan pentingnya pelajar dan generasi muda memahami sejarah bangsa yang benar kaitannya dengan sejarah umat Islam.

“Harus ada pelajaran Sejarah dan PKN yang benar di sekolah. Sebab sejarah bangsa Indonesia adalah sejarah umat Islam saat itu,” ungkap doktor bidang Pendidikan Islam tersebut.

Diharapkan, dengan mengetahui sejarah bangsa yang benar, umat Islam makin terdorong untuk menjaga keutuhan NKRI.

“Jadi motivasinya adalah al-Qur’an dan fakta empirik bahwa sejarah bangsa Indonesia ialah sejarah Islam,” imbuh Aziz kembali.

Terakhir, di hadapan 100 dai peserta, Aziz berpesan untuk senantiasa menjaga hubungan dengan Allah dan berakhlak baik kepada sesama manusia.

“Para dai harus menjaga ibadahnya. Paling tidak shalat wajib berjamaah di masjid dan bacaan al-Qur’an satu juz setiap hari. Dai juga wajib menjalin hubungan baik dengan pemerintah, kepolisian, dan aparat lainnya,” lanjutnya menutup.

Diketahui, acara Silaturahim Dai Se-Sulawesi dibuka oleh Bupati Kolaka dan berlangsung selama tiga hari.

Juru dakwah tersebut datang dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.*/Masykur Abu Jaulah

Rekat Silaturrahim Syawal Dai Kampus Madya se-Sulawesi

Hidayatullah.or.id – IMG-20160718-WA010 IMG-20160718-WA011 IMG-20160718-WA012Dalam rangka berupaya terus menguatkan peranan di tengah umat, dai Hidayatullah se-Sulawesi mengadakan acara silaturrahim momentum Syawal yang digelar di Kabupaten Kolaka, baru baru ini.

Letihnya peserta silaturahmi dai dengan rute yang berbeda jarak dan waktunya itu seperti terbayar lunas dengan sambutan hangat panitia dan indahnya taman yang ikut menyapa mata.

Dipilih kampus Hidayatullah Ulu Kalo kecamatan Iwoimendaa kabupaten Kolaka, acara yang digelar setiap tahun ini dihadiri oleh sekira 40 peserta yang berasal dari semua provinsi di Sulawesi.

Drs. Nasri Bukhori, ketua Pengurus Wilayah yang juga ketua panitia menyebutkan “Sukesnya acara ini atas dukungan seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah karena ini adalah pesantren berbasis masyarakat”.

“Selamat datang di pesantren tak berpagar” imbuhnya, karena warga Hidayatullah hanya menyediakan tempat acara saja adapun konsumsi dan akomodasi seluruhnya ditanggulangi pemerintah warga desa Ulu Kalo.

Kata Nasri, momentum Syawal ini merupakan saat yang tepat untuk merekatkan ukhuwah dengan silaturrahim yang seiring dengannya menjadi ajang koordinasi menggalakkan peran dakwah di kawasan tersebut.

Ditambahkan, dari sekira lima ratusan tamu dan undangan pembukaan yang hadir adalah majelis taklim binaan dan tetangga sekitar pesantren Hidayatullah.

Membenarkan pernyataan panitia, Bupati Kolaka H. Ahmad Safei, SH. MH, menyebutkan kalau gerakan pencerahan secara menyeluruh juga dicanangkan mulai dari jajaran pemerintahannya.

“Masa jabatan saya yang tinggal tiga tahun ini akan saya maksimalkan untuk program pemberantasan buta aksara al-Quran dan Hidayatullah ini adalah mitra pemerintah” tandasnya.

Ditemani wakilnya, M. Jayadin, SE. dan Kepala Kemenag, Kabag Kesra dan beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah kabupaten Kolaka menguatkan bahwa masyarakat tidak perlu meragukan komitmen pemerintah dalam mewujudkan Kolaka sebagai kota Budaya, Pahlawan dan terutama kota religius.

Diawali dengan kesanggupan pemerintah kabupaten Kolaka dalam menyanggupi perampungan pembangunan asrama putri di kampus Ulu Kalo.

“Saya titip amanah kepada para dai semuanya, tantangan moral bangsa ini akan semakin membesar, untuk itu bangunlah jiwanya bangunlah mental generasi kita karena sesungguhnya godaan yang bisa merusak masa depan mereka seperti narkoba dengan segala jenisnya adalah sumber segala keburukan” tutupnya.

Panitia Siltaruhami Dai dan Rapat Kordinasi Kampus Madya se Sulawesi mengalokasikan waktu tiga hari, dari Jumat (15/7) hingga acara akan ditutup pada Ahad lusanya.

Drs. Tasrif Amin, M. Pd.I selaku kordinator kampus madya se indonesia, hadir mendampingi selama jalannya perhelatan ini. Juga Drs. Wahyu Rahman turut urun materi di acara yang mengambil tema “Rajut Ukhuwah Tumbuhkan Spirit Berquran”.

Sangat terasa nuansa silaturrahminya, disela materi formal panitia menyelipkan kegiatan yang membuat semua peserta merasa tidak kaku seperti pertandingan sepak bola antar provinsi, lomba berenang dan memancing.

Juga beberapa stimulasi kegiatan usai shalat subuh di masjid yang dipadatkan dengan pelajaran hukum-hukum tajwid, halaqan qur’an dan mentadabburinya.

Dihadiri seluruh peserta Silaturahmi Dai, masyarakat umum dan pelajar. Dialog Tokoh, juga dimasukkan dalam sesi hari ke dua. Sebagai pembicara masyarakat dan panitia mengundang Dr. Ir. H. Aziz Qahhar Mudzakkar, M.Si tandem dengan pendidik di Universitas Haluleo Dr. Peribadi, M.Si.

Keduanya mengulas lebih banyak tentang fenomena kekinian generasi calon penerus perjuangan yang harus lebih dekat dengan al-Quran sebagai patron gerakan membangun bangsa yang kuat, bangsa yang religius.

Dengan waktu yang tiga hari itu peserta diharapkan mampu menerapkan sistem yang dipaparkan beberapa pemateri termasuk Ir. Khairil Bais yang memberikan tekanan pada pentingnya menghargai keberadaan kader dalam menjalankan manajemennya di kampus-kampus madya.

Sebagaimana maklum, kampus yang sejatinya sebagai swaka generasi dalam berqur’an itu tidak hanya sekedar menjalankan fungsi sosialnya saja namun diharapkan mampu mengantar warganya beriman dan bertaqwa sebagai miniatur masyarakat berperadaban. */Muhammad Bashori

Belajar Agama Sambil Kelola Kebun Sawit dan Buah Naga

Belajar Agama Sambil Kelola Kebun Sawit dan Buah Naga - CopyHidayatullah.or.id – Berada di Jalan Silkar, Kilometer 2,5 RT 17, Desa Girimukti, Kabupaten Penajam, Kalimantan Timur, Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Penajam berdiri.

Dengan luasan 23 hektare (ha), pesantren yang berdiri sejak 22 Oktober 2002 dan mulai beraktivitas 2004 tersebut telah meluluskan ratusan santri dari berbagai daerah.

Dua kelompok santri tampak khusyuk membaca Al Quran usai melaksanakan shalat Jumat. Mereka membuat lingkaran di dalam masjid. Didampingi sejumlah pengajar, para santri terus membaca Al Quran.

Pesantren memang mewajibkan para santri membaca Al Quran terutama usai melaksanakan shalat.

Bahkan, selama bulan Ramadhan, para santri diwajibkan mengkhatamkan Al Quran minimal sekali.

Bukan hanya itu, mereka juga harus melakukan tadarus usai melaksanakan shalat di masjid. Para santri bukan hanya dari wilayah PPU namun ada yang berasal dari Sulawesi Selatan bahkan Sorong, Papua.

Ketua Yayasan Hidayatullah Penajam, Mujibu Rahman menjelaskan, metode pembelajaran yang diberikan selama ini sebagian merupakan pelajaran umum, dan sebagian pelajaran Agama Islam. Pesantren ini mendirikan lembaga pendidikan mulai tingkat TK/Pendidikan Anak Usai Dini (PAUD), SD sampai SMP.

Sampai saat ini, jumlah santri mencapai 90 orang. Mereka tinggal di asrama di lingkungan pesantren.

“Jadi kami siapkan asrama untuk laki-laki dan perempuan,” katanya.

Untuk kegiatan pesantren, setiap tengah malam diwajibkan bangun shalat tahajud. Setelah itu, bangun lagi melaksanakan shalat subuh.

Selama ini lanjut Mujibu, selain memberikan pelajaran umum juga tentang agama Islam. Setiap santri diwajibkan menghafal minimal 3 juz selama menempuh pendidikan di pesantren.

Untuk melakukan itu, pengajar selalu memantau dan memberikan bimbingan agar kewajiban mereka menghafal 3 juz bisa tercapai.

Selain itu, mereka dibekali kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, sepakbola, tenis meja sampai pencak silat.

Bahkan untuk pencak silat ini, seorang santri berhasil meraih juara kedua kejuaraan tingkat Kaltim.

Bukan hanya itu, sejumlah santri juga sering mengikuti lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten.

“Salah seorang lulusan pesantren ini juga sudah melanjutkan studi di Mesir dengan dana beasiswa,” ujarnya.

Di kawasan pesantren seluas 32 ha ini, pengurus juga menanam kelapa sawit seluas 6 ha, kebun buah naga serta kolam ikan seluas 2 ha.

Khusus untuk kolam ikan, hasil panen hanya untuk dikonsumsi kalangan internal Pesantren Hidayatullah.

Hal yang menjadi kendala saat ini lanjut Mujibu, jumlah ruang kelas belajar yang belum mencukupi dengan jumlah santri sehingga berharap uluran tangan dari para donatur untuk membangun penambahan RKB.

Bahkan harapannya ke depan, Pesantren Hidayatullah ini bisa menjadi tujuan para anak-anak di PPU untuk belajar tentang Agama Islam tanpa harus keluar PPU. (trb/nws)

Mitra Kukar FC Halal Bihalal dengan Santri Hidayatullah

Para pemain Mitra Kukar dan santri Ponpes Hidayatullah menikmati hidangan yang disediakan / AGRI
Para pemain Mitra Kukar dan santri Ponpes Hidayatullah menikmati hidangan yang disediakan / AGRI
Para pemain, ofisial dan manajemen Mitra Kukar foto bersama di acara Halal Bihalal yang digelar di Tenggarong, Kamis (14/07) malam / AGRI -
Para pemain, ofisial dan manajemen Mitra Kukar foto bersama di acara Halal Bihalal yang digelar di Tenggarong, Kamis (14/07) malam / AGRI –

Hidayatullah.or.id – Para pemain, ofisial, dan manajemen klub sepakbola Mitra Kukar FC menggelar acara Halal Bihalal yang digelar di ibu kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (14/07). Spesialnya, segenap pengurus dan santri Pesantren Hidayatullah Loa Kulu, Tenggarong, diundang khusus menhadiri acara ini.

Di tengah persiapan menghadapi lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, manajemen Mitra Kukar menggelar Halal Bihalal dan silaturahmi di Tenggarong, Kamis (14/07) malam.

Selain dihadiri para pemain dan ofisial Mitra Kukar, acara Halal Bihalal ini dihadiri pula oleh Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) Tajuddin, pengurus Askab PSSI Kukar, pengurus Mitra Mania, serta santri Ponpes Hidayatullah Loa Kulu.

Manajemen Mitra Kukar sendiri hadir lengkap pada acara ini. Mulai dari CEO Mitra Kukar Endri Erawan, Manajer Tim Roni Fauzan, Sekretaris Tim Trias Slamet, hingga Direktur Operasional Suwanto.

Dalam acara ini, manajemen Mitra Kukar menyerahkan bantuan dana untuk Pesantren Hidayatullah. Tak hanya itu, para santri pesantren di Loa Kulu ini juga kebagian ‘THR’ yang diserahkan CEO Mitra Kukar Endri Erawan.

“Sebentar ya, nanti pemain dan ofisial juga kebagian THR,” kata Endri yang langsung disambut antusias para pemain Mitra Kukar.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Kepala Dispora Kukar Tajudin menyampaikan bahwa Pemkab Kukar selalu mendukung penuh kiprah Mitra Kukar di pentas sepakbola nasional, termasuk di ajang TSC 2016.

“Karena Mitra Kukar adalah aset dan kebanggaan warga Kukar. Mudah-mudahan Mitra Kukar bisa menjuarai TSC tahun ini,” imbuhnya.

Sementara CEO Mitra Kukar Endri Erawan mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, termasuk Pemkab Kukar dan Askab PSSI Kukar, yang menurutnya telah banyak memberikan kontribusi sehingga Mitra Kukar menjadi tim yang cukup disegani di kancah nasional saat ini.

“Di TSC ini kita sempat menempati posisi 1, kemudian terus turun hingga posisi 7. Tapi perjalanan masih panjang. Saya berharap Mitra Kukar kembali bangkit dan memenangkan pertandingan-pertandingan selanjutnya,” harapnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Hidayatullah Tenggarong, Ustadz Endi Haryono, mengaku selalu memantau Mitra Kukar bahkan telah menjadi fansnya semenjak tim ini belum bercokol di divisi bergengsi saat ini.

“Alhamdulillah, Mitra Kukar telah mengharumkan nama Kutai Kartanegara dan Kaltim secara umum. Kita doakan semoga Mitra Kukar selalu terdepan dan seluruh pemainnya selalu dalam kesehatan. Selalu nomorsatukan Allah Subhanahu Wata’ala baik di dalam maupun di luar lapangan,” pungkas Endi berpesan. (win/agr)

Risalah Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah tentang Usaha Makar di Turki

Rakyat Turki turun jalan menentang kudeta / net
Rakyat Turki turun jalan menentang kudeta / net

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

“Mereka melakukan makar, dan Allah melakukan makar. Dan Allah sebaik-baik pembuat makar.” (Kalimat Allah dalam Al-Quran surah Ali Imran ayat 54)

Hidayatullah dan masyarakat Indonesia yang mendakwahkan Tauhid, ketaqwaan, dan perdamaian di tanah air tercinta dan di seluruh bumi Allah, mengutuk makar yang dilakukan oleh kelompok politik dan bersenjata terhadap pemimpin dan rakyat Turki.

Makar terhadap pemimpin dan rakyat Turki adalah makar terhadap kebaikan da’wah Islam yang sedang berkembang pesat di negeri Muslim tersebut.

Makar ini adalah makar terhadap kepemimpinan yang sah yang telah dipilih sendiri oleh rakyat Turki melalui konstitusi dan sistem yang mereka sepakati bersama sebagai jalan politik dan kenegaraan.

Makar ini adalah makar terhadap kesejahteraan ekonomi rakyat Turki yang membaik dengan pesat 13 tahun terakhir ini.

Makar ini adalah makar terhadap kebaikan yang telah disebarluaskan oleh kepemimpinan Turki ke seluruh dunia, khususnya kepada rakyat berbagai negara yang dalam keadaan tertindas atau ditimpa musibah.

Makar ini adalah makar terhadap perlindungan yang telah diberikan oleh kepemimpinan Turki kepada para pengungsi yang tertindas dari berbagai negara, khususnya lebih dari 2 juta rakyat Suriah.

Makar ini adalah makar terhadap perjuangan pemimpin Turki dalam bentuk inisiatif perdamaian di berbagai kawasan konflik dunia, termasuk di Palestina, Myanmar dan Filipina.

Makar ini adalah makar terhadap inisiatif dialog dan diplomasi yang lebih manusiawi dan beradab yang dikembangkan oleh kepemimpinan Turki, menuju tata masyarakat dunia yang lebih adil baik di Perserikatan Bangsa-bangsa maupun di berbagai organisasi dunia lain.

Tidak ada tempat bersandar yang lebih baik bagi pemimpin dan rakyat Turki selain Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Semoga Allah menguatkan dan mengistiqamahkan seluruh kebaikan Al-Islam yang sedang diperjuangkan oleh rakyat Turki di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdoğan.

Jakarta, 11 Syawwal 1437

Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah

Santri Hidayatullah Manokwari Bukber Brimob Polda Papua

Brimob Gelar Buka Puasa Bersama Ponpes HidayatullahHidayatullah.or.id – Puluhan santri Pesantren Hidayatullah Arfai Distrik, Kabupaten Manokwari, berbuka puasa bersama (bukber) Keluarga besar Brigade Mobil (Brimob) Polda Papua Barat di halaman Mako Brimob, Senin (27/6/2016)

Kasat Brimob Papua Barat, AKBP. Desman Sujaya Tarigan, SIK, mengatakan kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi bersama masyarakat dan anak yatim-piatu.

“Bukan hanya umat muslim. Dulu jauh sebelum kita ada, orang menjaga kesehatan denganberpuasa dan sekarang tetap dilaksanakan oleh umat muslim,” jelasnya.

Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan, berharap amal puasa hingga hari ke-22 (kemarin), menjadi berarti dan sebagai persiapan menuju kemenangan saat Ramdahan 1437 Hijriah.

“Semoga Tuhan senantiasa memberi kesehatan dan kekuatan untuk menyelesaikan ibadah puasanya menuju hari kemenangan,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia memberi apresiasi dan mengucapkan terimakasih atas dedikasi satuan Brimob Polda Papua Barat yang terus menjalankan amanat Negara.

“Banyak tantangan dalam tugas dan menjadikan Brimob sebagai alat penegak hukum yang terus bersama-sama masyarakat,” ujar bupati.

Dalam kultum/taushiah yang disampaikan Ustadz Muhammad Thalib, keutamaan ibadah puasa dan pentingnya umat untuk selalu bertakwa kepada Tuhan, merupakan ajaran yang harus diperhatikan.

Pada kegiatan ini juga diserahkan santunan kepada 36 anak yatim Pondok Pesantren Hidayatullah Arfai, dibawah pimpinan Ustadz Sanusi. Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati Manokwari bersama Kasat Brimob Polda Papua Barat. (mp/hio)

Semarak Ramadhan di Kampus Hidayatullah Mamuju Sulbar

Semarak Ramadhan di Kampus Hidayatullah Mamuju5 Semarak Ramadhan di Kampus Hidayatullah Mamuju4 Semarak Ramadhan di Kampus Hidayatullah Mamuju2 Semarak Ramadhan di Kampus Hidayatullah MamujuSemarak Ramadhan di Kampus Hidayatullah Mamuju3Hidayatullah.or.id – Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Barangkali benar kata peribahasa itu jika perbedaannya pada tata cara memeriahkan bulan Ramadhan di daerah satu dengan yang lainnya. Namun sama jenis hewannya yaitu belalang. Dan sama target kesibukannya yakni meningkatkan kualitas ibadah dan amal jariyah dalam Ramadhan kali ini.

Hal itu setidaknya seperti ditunjukkan Pengurus Muslimat Hidayatullah Kabupaten Mamuju yang memiliki kegiatan yang cukup padat selama bulan puasa ini.

Semarak kegiatan Mushida itu kemudian dikuatkan dengan keberadaan beberapa mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Hidayatullah Balikpapan yang sedang melakukan Praktek Kerja Daerah (PKD) .

Beragam program pun diselenggarakan mulai dari Pesantren Ramadhan, daurah jurnalistik hingga pendidikan praktis menjadi pengusaha melalui pegelaran pasar amal.

Ketua Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Sulawesi Barat (PW Mushida Sulbar) Siti Masytah, S.Ag, menjelaskan kegiatan ini diharapkan menjadi media bersosialisasi kepada masyarakat tentang kondisi saudara muslim kita di Aleppo-Suriah saat ini membutuhkan empati dan kepedulian kita bersama.

Pagelaran pasar amal itu adalah hasil kerja sama dengan toko swalayan Famili dan Majelis Taklim Marmatunnajaah serta didukung oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) dalam pendistribusian bantuan sembako dan bingkisan lebaran kepada masyarakat dhuafa di kabupaten tersebut.

Intensitas Ibadah

Sebagaimana umumnya, sejak memasuki bulan mulia ini, target-target pencapaian menghatamkan bacaan al-Quran, memperbanyak sedekah, shalat tarawih dan tahajjud serta upgrading tenaga pendidik di TK, SD dan SMP Integral Al-Furqan Hidayatullah Mamuju menguatkan pemahaman ulumuddin hingga tahsinul Qur’an.

Pada wilayah kemasjidan juga tidak kalah intens. Kuliah singkat santri dan pembina menjelang tarawih tausiah bada shubuh menghiasi langit Mamuju melalui loadspeaker masjid Ar-Risalah itu.

Setiap malamnya semua warga yang juga dai mendapatkan jadwal di beberapa masjid dalam kota Manakarra itu untuk mengisi tausiah tarawih. Juga semarak safari yang dilakukan oleh tim dai khusus ke beberapa wilayah seputaran Mamuju.

“Perasaan letih sebenarnya ada, apalagi dengan padatnya kegiatan di siang harinya,” aku Nurdin dai Hidayatullah Mamuju.

Senada dengan itu, dai lainnya Herman DJ mengatakan, “Ramadhan bukan waktu liburan, justru bulan (Ramadhan) ini kita padatkan kegiatan agar bisa meningkatkan kualitas ibadah kita”.

Kemudian, dirasa sangat butuh akan rujukan yang baik dalam menguatkan wawasan keislaman hingga kajian kitab Mukhtashar Suabil Iman digalakkan di setiap menjelang sholat dhuhur yang dibimbing langsung oleh KH. Nursyam Qamaruddin diikuti seluruh warga dan santri Hidayatullah Mamuju.

Di saat yang bersamaan di sela padatnya rutinitas itu, pengurus melalui lembaga amil zakatnya tidak kehilangan fungsi sosialnya justru makin terlihat meningkat dengan animo serta kepercayaan masyarakat Mamuju untuk bermitra dalam penggalangan dan pendistribusian zakat, infaq dan sedekahnya. */ Muhammad Bashori