Beranda blog Halaman 602

Muslimat Hidayatullah Akan Gelar Munas di Malang Januari

Munas IV Muslimat Hidayatullah 2015Hidayatullah.or.id – Muslimat Hidayatullah (Mushida) sebagai organisasi otonom pendukung bagi wanita Hidayatullah akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV pada 26-28 Rabiul Awal 1437 H/ 7-9 Januari 2016 di Kota Malang, Jawa Timur.

Ketua Steering Committee Munas IV Muslimat Hidayatullah, Leny Syahnidar Djamil, mengatakan Munas Mushida 2015 ini mengusung tema “Bersama Keluarga Qur’ani Tinggikan Martabat Bangsa” yang rencananya akan dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.

Leny mengatakan rencana kegiatan Munas Mushida ini akan bepusat di Komplek Arrohmah Putri Malang Pesantren Hidayatullah Jalan Raya Jambu Nomot 1 Semanding Sumber Sekar Dau Malang – Jawa Timur.

“Rencana awal Munas diadakan di Jakarta tapi tempatnya di luar kampus. Namun, setelah kami mengadakan pertemuan dengar pendapat dengan DPP, akhirnya disepakati penyelenggaraan Munas Mushida keempat ini digelar di Malang,” kata Leny dalam keterangannya kepada Hidayatullah.com, Kamis (10/12/2015).

Leny menjelaskan, Kampus Hidayatullah Kota Malang sengaja dipilih sebagai pusat acara karena selain telah memiliki fasilitas representatif dan asrama penginapan yang memadai, pihaknya juga mempunyai pertimbangan penting lainnya.

“Kita bisa lebih menjaga kultur organisasi jika Munas dilaksanakan di kampus sendiri,” kata Leny.

Munas IV Mushida ini akan membahas beragam isu kekinian selain juga sebagai ajang evaluasi, curah aspirasi, sosialisasi perubahan organisasi, struktur, fungsi dan otoritas kerja Mushida.

Kata Leny, agenda Munas ini juga akan menetapkan Ketua Umum Mushida oleh DPP, pengukuhan struktur fungsionaris PP Mushida dan struktur, menetapkan program umum Mushida, dan menetapkan rekomendasi eksternal dan internal.

“Melalui Munas kali ini diharapkan kemudian para anggota juga kader Mushida semakin mampu menginternalisasi dan mengaplikasikan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, hingga terbentuklah peradaban islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Leny.

Dia menjelaskan Muslimat Hidayatullah secara alami telah hadir sejak lahirnya Hidayatullah. Kemudian pada tahun 2000, Muslimat Hidayatullah mengukuhkan diri menjadi organisasi yang berinduk pada Organisasi Hidayatullah dengan otonomi khusus untuk menggarap bidang-bidang kerja muslimat.

Dengan mengusung visi “Membangun Keluarga Qur’ani Menuju Peradaban Islam“, Leny mengutarakan bahwa implementasi dari visi tersebut telah digelontorkan ke dalam bentuk program kerja yang teratur, terarah dan memiliki strategi sesuai kepentingan organisasi hingga periode kepengurusan yang baru lalu.

Dikatakan Leny, informasi tentang kegiatan Muslimat Hidayatullah dan agenda lainnya termasuk acara Musyawarah Nasional ke-4 organisasi kemuslimatan nasional dapat diikuti melalui laman resmi di www.mushida.org .

Leny menambahkan, pada Munas Mushida kali ini rencananya akan digelar pula seminar kebangsaan membahas tema kependidikan mengundang Rektor Universitas Brawijaya Malang, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, M.S dan Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq, MA.

Serta rencananya akan digelar juga sejumlah acara pendukung diantaranya launching training parenting jenjang II, launching Buku Mushida “Dinamika Muslimat Hidayatullah tahun 2000-2015, launching Buku MPP “Sejarah Perintis Muslimah Hidayatullah”, penampilan anak-anak calon hafidz Qur’an dari keluarga besar Mushida, dan pameran bazaar produk keluarga Mushida. (ybh/hio)

Pemprov Kaltara Apresiasi Peran Ormas Hidayatullah

0
SIMBOLIS Asisten I Zainuddin HZ menyerahkan penghargaan kepada beberapa dai tangguh yang berasal dari kabupaten kota, Sabtu 12-12 lalu
Asisten I Zainuddin HZ menyerahkan penghargaan kepada beberapa dai tangguh yang berasal dari kabupaten/ kota, Sabtu (12/12) lalu / Laman Prokal

Hidayatullah.or.id – Beragam isu nasional dan global turut menjadi perhatian organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan Hidayatullah. Pengurus wilayah Hidayatullah menggelar Musyawarah Wilayah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berlangsung di Pondok Pesantren Hidayatullah Kabupaten Bulungan, Kaltara, Sabtu (12/12) lalu.

Digelarnya muswil ini, diterangkan panitia Muhammad Randi, diantaranya bertujuan meneguhkan peran Hidayatullah sebagai lembaga dakwah dan tarbiyah serta berkomitmen membangun sinergi dengan berbagai pihak terutama pemerintah dalam membangun daerah.

Asisten I Bidang Pemerintahan Setprov Kaltara Zainuddin HZ yang mewakili Penjabat Gubernur Triyono Budi Sasongko, saat membuka Muswil I Hidayatullah Kaltara yang dihadiri Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah kabupaten/kota se-Kaltara, mengapresiasi peran Hidayatullah dalam membangun masyarakat melalui beragam programnya.

“Hidayatullah sebagai ormas yang kiprahnya telah banyak dirasakan masyarakat diharapkan bisa menguatkan program pemerintah,” kata Zainuddin.

Dia mengimbau, agar ormas memiliki iktikad baik yang bersinergi dengan pemerintah daerah. Untuk itu, Zainuddin menegaskan, agar tidak memandang remeh keberadaan ormas di Kaltara.

“Kami selaku pemerintah benar-benar terbantu dengan adanya peran Hidayatullah,” sambungnya seperti dikutip harian Kaltim Post belum lama ini.

Fokus konsentrasi aktivitas kerja Hidayatullah dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial disebut Zainuddin sebagai sebuah perpanjangan tangan pemerintah untuk membangun masyarakat daerah menjadi suatu masyarakat yang sejahtera dan beriman.

“Tanpa ormas yang kritis, ibarat pemerintahan tanpa dinding dan fondasi,” imbuh Zainuddin. (ktp/hio)

Pemkot Batam Puji Hidayatullah Beri Kontribusi Positif bagi Pembangunan Kawasan

Pemerintah Puji Hidayatullah Beri Kontribusi bagi Pembangunan Kepri (1) Pemerintah Puji Hidayatullah Beri Kontribusi bagi Pembangunan Kepri (2) Pemerintah Puji Hidayatullah Beri Kontribusi bagi Pembangunan Kepri (3) Pemerintah Puji Hidayatullah Beri Kontribusi bagi Pembangunan Kepri (4) Pemerintah Puji Hidayatullah Beri Kontribusi bagi Pembangunan Kepri (5) Pemerintah Puji Hidayatullah Beri Kontribusi bagi Pembangunan Kepri (7) Pemerintah Puji Hidayatullah Beri Kontribusi bagi Pembangunan Kepri (8) Pemerintah Puji Hidayatullah Beri Kontribusi bagi Pembangunan Kepri (9) Pemerintah Puji Hidayatullah Beri Kontribusi bagi Pembangunan Kepri (10) Pemerintah Puji Hidayatullah Beri Kontribusi bagi Pembangunan Kepri (12) Pemerintah Puji Hidayatullah Beri Kontribusi bagi Pembangunan Kepri (13) Pemerintah Puji Hidayatullah Beri Kontribusi bagi Pembangunan Kepri (14) Pemerintah Puji Hidayatullah Beri Kontribusi bagi Pembangunan Kepri (16) Pemerintah Puji Hidayatullah Beri Kontribusi bagi Pembangunan Kepri (17) Hidayatullah.or.id – Ketua Umum DPP Hidayatullah, H Nashirul Haq membuka Musyawarah Wilayah Hidayatullah Kepri yang ke-4 di Batuaji, Sabtu (5/11). Muswil yang bertemakan ‘Membangun Moralitas Umat Menuju Kepri yang Cerdas, Sejahtera dan Berakhlaq Mulia’ ini berlangsung selama dua hari.

Ketua Umum DPP Hidayatullah, H Nashirul Haq dalam sambutannya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada pengurus Hidayatullah Kepri yang telah membawa Hidayatullah maju dan berkembang pesat serta memberikan kontribusi yang besar kepada pembangunan Kepri.

“Diharapkan dari Muswil ini Hidayatullah dapat merumuskan dan menerapkan kebijakan-kebijakan Hidayatullah kedepan, serta memberikan kontribusi yang lebih besar lagi terhadap pembangunan Kepri,” kata Nashirul Haq.

Dengan adanya Muswil ini, lanjut Nashirul Haq, agenda pada bidang-bidang tertentu, seperti peningkatan kualitas kader dari segi intelektual, spritualitas, dan profesionalisme, optimalisasi program tarbiyah dan pendidikan, optimalisasi gerakan dakwah dan pelayanan umat, dan mewujudkan kemandirian ekonomi anggota dan organisasi dapat terlaksana dengan baik.

“Dari sini diharapkan anggota Hidayatullah memiliki kemampuan bagaimana dakwah ini bisa diterima di Kepri sebagai dakwah Rahmatan Lil Alamin. Selain itu memiliki kemampuan finansial sehingga bisa memberikan kontribusi kepada organisasi dalam bentuk infak dan zakat,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Batam yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Gintoyono Batong, mengatakan Pemerintah Kota Batam mengapresiasi positif peran pembangunan Hidayatullah di kawasan ini.

Gintoyono yang membacakan sambutan tertulis walikota mengatakan pemerintah sangat mendukung gerakan dakwah dan tarbiyah yang dilakukan oleh Hidayatullah Keulauan Riau dalam mendukung terciptanya visi kota Batam menjadi bandar dunia yang madani.

Masih dalam rangkaian pembukaan, dilakukan pula prosesi seremoni penugasan kader da’I Hidayatullah Nusantara oleh Ketua Bidang Sumber Daya Insani DPP Hidayatullah, Ustadz Abdul Muhaimin.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Hidayatullah Kepri 2005-2015, Ustaz Jamaluddin Nur dalam sambutannya mengatakan, bahwa Muswil ini bukan hanya sekedar memilih ketua saja namun dari sini bisa membangun program-progam Hidayatullah lima tahun kedepan. Lebih lanjut ia melaporkan perkembangan Hidayatullah di Kepri secara umum dengan progres yang cukup baik. Hal ini ditandai dengan beragam kemajuan ditiap-tiap daerah.

Namun, masih menurut beliau, sampai saat ini, masih ada 2 kabupaten yang belum bisa diisi oleh cabang Hidayatullah. Hal ini menjadi target bersama untuk dilengkapi dalam waktu dekat. “Seperti di Natuna dan Anambas ini akan menjadi target bersama untuk mengisi dakwah disana. Dan saya yakin dengan semangat Da’i-Da’i Hidayatullah, Hidayatullah dapat diterima disana,” katanya.

Muswil IV Hidayatullah Kepulauan Riau ini menetapkan Dewan Pengurus Wilayah Kepulauan Riau masa bakti 2015-2020 melalui mekanisme syuro, menggantikan Ustadz H. Jamaludin Nur yang telah menjabat selama 3 kali periode dan kini diamanahi menjadi Pengurus DPP Hidayatullah bidang hubungan antar lembaga.

Muswil berjalan dengan lancar serta telah menetapkan pengurus wilayah Hidayatullah Kepri masa bakti 2015 – 2020 yang yang diketuai oleh Ustadz Khoirul Amri. Khoirul Amri didampingi Sekretaris oleh Muhammad Sidik, Bendahara Sarno Dzikrillah, Ketua Depertemen Pendidikan Farhan Siswanto, Kepala Departemen Pengkaderan dan Pembinaan Anggota Sumarno, Ketua Departemen Dakwah dan Pelayanan Umat Ahmad Hanafi Taher.

Lalu selanutnya Ketua Departemen Ekonomi dan Keuangan dijabat oleh Sutarman dan Ketua Departemen Kesehatan diamanatkan kepada Rahmat Hidayat. Pada kesempatan itu pula ditetapkan Ustadz Jamaludin Nur sebagai Ketua Dewan Pakar dan Penasehat Hidayatullah Kepulauan Riau. Musyawarah Wilayah IV Hidayatullah Kepulauan Riau ini diikuti oleh seluruh unsur pengurus daerah yaitu Batam, Tanjung Pinang, Bintan, Tanjung Balai Karimun, dan PD Lingga.

Muswil Hidayatullah Riau kali ini semakin semarak dengan beragam kegiatan mulai dari seminar parenting, talkshow pendidikan, bazar peradaban, lapak kuliner, lomba mewarnai, lomba ranking satu, dan lain-lain.

Semoga kepengurusan baru ini mampu mengantarkan dan meningkatkan kiprah Hidayatullah di Kepulauan Riau ini dalam mewujudkan visi besar Hidayatullah serta mendukung visi pemerintah propinsi Kepulauan Riau. Sukses Hidayatullah, Sukses Kepri. (ybh/hio)

Bahas Dakwah di Ibukota, Syabab Hidayatullah Undang Tokoh Muhammadiyah

Bahas Dakwah di Ibukota, Syabab Hidayatullah Undang Tokoh Muhammadiyah Bahas Dakwah di Ibukota, Syabab Hidayatullah Undang Tokoh Muhammadiyah2Hidayatullah.or.id – Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah, Dr Abdul Mu’ti, M.Ed, menyambangi kantor DPP Hidayatullah, Jl Cipinang Cempedak 1, Polonia, Jakarta, Selasa, 26 Shafar 1437 H (08/12/2015) lalu.

Kedatangan Mu’ti memenuhi undangan PP Syabab Hidayatullah untuk mengisi acara diskusi terbatas bertajuk “Dakwah di Ibukota: Realita dan Tantangannya”. Acara dihadiri 20-an pengurus perwakilan berbagai institusi di bawah ormas Hidayatullah.

Bahas Dakwah di Ibukota, Syabab Hidayatullah Undang Tokoh Muhammadiyah 3Sekjen organisasi Islam terbesar di Indonesia itu juga menyempatkan diri bersilaturahim dengan Ketua DPP Hidayatullah, Nashirul Haq, MA di kantor tersebut. Nashirul ditemani jajarannya; Asih Subagyo dan Candra Kurnianto, serta Ketua Umum Syabab Hidayatullah Naspi Arsyad.

Pada kesempatan itu Direktur Eksekutif Centre for Dialogue and Cooperation Among Civilization (CDCC) ini berbicara pentingnya persatuan umat dalam sinergi menggerakkan dakwah secara nasional.

Ia juga memaparkan pentingnya ormas-ormasi Islam memainkan perannya dengan lebih saling terbuka dalam rangka membangun sinergi dan menjalin ukhuwah Islamiyah. “Kalau tidak terbuka, kita hanya saling mengintip,” ujarnya.

Abdul Mu’ti mengemukakan ada 3 hal penting yang perlu diperhatikan dalam mengemban amanah dakwah di era sekarang ini. Pertama, membangun tradisi menulis di media asing (Arab-Inggris) dengan menggunakan bahasa publik atau etika publik serta membawa narasi theologis simbolik menuju bahasa yang universal rasional.

Kemudian, kedua, Mu’ti mendorong dibangunnya kemandirian melalui entrepreneurship. Dan, ketiga, membangun jaringan atau silaturrahim dengan berbagai pihak apalagi dalam hal muamalah.

Dia memandang, sekarang ini umat lain bergerak dengan sangat sistematis, maka gerakan dakwah juga mesti dilakukan secara sistematis. Jadi, jangan lagi bergerak parsial sehingga harus ada desain khusus dengan adanya kesalingpengertian ormas-ormas Islam tentang siapa mengerjakan apa.

Mu’ti mendorong para pemuda Hidayatullah untuk berpadu dengan organisasi kepemudaan Islam lainnya guna memajukan dakwah. Beliau juga berharap antar organisasi dan pergerakan Islam agar terus terbangun silaturrahim tanpa melulu membesar-besarkan perbedaan yang ada.

Beliau mengatakan, aqidah sudah pasti adalah hal prinsip sehingga tak dapat dikompromikan. Adapun dalam muamalah, pesan beliau, kita harus bisa menjalin hubungan yang baik dengan siapapun.

Diskusi rutin dwi bulanan yang digelar atas inisiasi Lembaga Kajian Strategis PP Syabab Hidayatullah ini dihadiri oleh perwakilan pengurus DPP Hidayatullah, Tim SAR Nasional Hidayatullah, Laznas BMH, Pos Dai, INISIASI, Hidayatullah Media, Yayasan Marhamah, dan sebagainya. (Skr Aljihad/Anchal)

Hidayatullah Aceh Teguhkan Dakwah dan Perekat Ukhuwah

Ketua DPW Dilantik, Hidayatullah Aceh Teguhkan Peran Dakwah dan Ukhuwah Umat (1) Ketua DPW Dilantik, Hidayatullah Aceh Teguhkan Peran Dakwah dan Ukhuwah Umat (2)Hidayatullah.or.id – Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (DPW Hidayatullah NAD) menggelar Musyawarah Wilayah IV berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 5-6 Desember 2015 lalu.

Musyawarah yang berlangsung khidmat bertempat di Kampus Hidayatullah Aceh Besar, Jalan Banda Aceh–Meulaboh KM 9, Lhoknga, Aceh Besar, ini memufakati Tgk Mahyeddin Husra sebagai Ketua DPW. Ustadz Mahyeddin didampingi Sekretaris Tgk Muhammad Waly, dan Bendahara Tgk Abdullah S.Pd.I.

Muswil IV Hidayatullah Aceh ini dibuka oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA, dan turut serta hadir Ketua Departemen Dakwah Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Drs Shohibul Anwar, M.Si.

Dalam sambutannya membuka acara tersebut, Profesor Syahrizal Abbas mengapresiasi peran Hidayatullah membangun kawasan tersebut dengan concern kiprahnya di bidang dakwah dan pendidikan. Syahrizal turut mendukung Hidayatullah dalam meneguhkan perannya sebagai perekat kohesi sosial dalam mengawal ukhuwah umat di wilayah tersebut.

Pada kesempatan itu Syahrizal siap bekerjasama dengan Hidayatulah Aceh dalam rangka mengawal daerah-daerah perbatasan dari berbagai upaya pendangkalan aqidah yang belakangan ini marak dilakukan oleh agama lain.

“Menjaga aqidah umat Islam dari pendangkalan dan pemurtadan adalah tanggungjawab besar yang harus kita pikul bersama,” kata Profesor Syahrizal berpesan.

Karena itu, Syahrizal menyatakan pihaknya bersedia membantu untuk dai perbatasan untk turut mengawal umat di kawasan jauh tersebut.

Rangkaian Muswil IV Hidayatullah Aceh ini juga diadakan dialog Peradaban Islam dengan tema “Sosialisasi Qanun Jinayat dalam Membangun Peradaban Islam di Aceh” dengan pembicara Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA, dan Shohibul Anwar, MA.

Hadir dalam musyawarah wilayah ini seluruh unsur pengurus daerah dan juga amal-amal usaha yang berada 7 kabupaten, yaitu Kabupaten Aceh Besar, Aceh Utara, Aceh Barat, Aceh Tenggara, Nagan Raya, dan Aceh Jaya.

Sekedar napaktilas, Hidayatullah Aceh kali pertama berdiri pada tanggal 15 Agustus 1993 yang saat itu dijajal oleh almarhum Ustadz Ahmad Nurdin dan Ustadz Nur Yahya Asa, yang ketika itu diutus langsung oleh almarhum Abdullah Said. Kala itu mereka berdua merangsek masuk untuk berdakwah dan merintis pendirian Hidayatullah di sana melalui Lhokseumawe Jalan Nisam Cot Dua, Desa Blang Karing, Krung Geukueuh, Lhokseumawe.

Provinsi Aceh yang terletak di ujung barat pulau Sumatra ini terdiri dari 23 kabupaten/ kota dan 264 kecamatan dengan jumlah penduduknya 4.494.410 jiwa. Namun Hidayatullah baru bisa hadir di 5 titik yang sudah mempunyai kampus yaitu di Aceh Utara, Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Tenggara, dan Aceh Jaya.

Di kelima tempat tersebut sudah terdapat Kampus Hidayatullah dan juga Pengurus daerah masing masing. Ketua DPW Hidayatullah Aceh periode 20015-2020, Tgk Mahyeddin Husra, mengatakan salah satu fokus kerja yang akan dilakukan jajarannya adalah melakukan pengembangan kampus di kawasan-kawasan yang belum terdapat Hidayatullah.

Dengan keberadaan kampus, jelas dia, hal ini akan turut mendorong kiprah Hidayatullah dalam mengintensifkan dakwah di masyarakat. Apalagi permintaan dai untuk kebutuhan pendidikan pengajaran agama juga semakin tinggi.

“Kami ingin meneguhkan kiprah dakwah sebagai mainstrteam gerakan. Berbarengan dengan itu kita juga selalu membangun hubungan yang baik dengan siapa saja karena ukhuwah islamiyah dan kebersaamn dalam mengerjakan proyek amal dakwah ini tidak bisa sendiri-sendiri,” pungkasnya. (Mursalin Ahmad)

Setelah di Merbu, Kini Bangun Hidayatullah Bintuhan Lahat

0

MENENGOK PONPES HIDAYATULLAH DI KESEPIAN PENDUDUKHidayatullah.or.id – Perkembangan dunia pendidikan Islam di provinsi Sumatera Selatan, semakin menggembirakan. Hampir di setiap pelosok desa berdiri pondok pesantren (Ponpes) atau madrasah. Tak terkecuali seperti keberadaan Ponpes Hidayatullah yang berlokasi sangat jauh dari pusat kota Palembang.

Memang, ponpes yang berdiri di pinggiran jalan raya provinsi Km 27 beralamat di Desa Tanjung Merbu, Kecamatan Sirah, Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini, bisa dikunjungi dengan kendaraan mobil.

Kendati terbilang jauh ke pelosok Palembang dengan medan jalan yang tak selalu mulus, namun lokasi pesantren yang tenang dan sangat alamiah apalagi memang jauh dari hiruk pikuk keramaian, pesantren ini tak pelak menjadi tempat yang relatif prioritas menjadi tujuan tempat menuntut ilmu.

Tak disangka Ponpes Hidayatullah yang berdiri sejak tahun 1992 ini banyak diminati oleh santri-santri yang berasal jauh dari luar daerah seperti dari kota Lahat, Pagaralam, Lubuklinggau, dan bahkan ada dari kota Curup, Bengkulu.

“Pesantren ini memang sudah dikenal dalam keluarga kami, jadi kalau ingin nyantri maka ke Hidayatullah,” ujar Gunawan (16) berasal dari kota Curup, Rejang Lebong ini.

Lalu apa keistimewaan Ponpes Hidayatullah yang banyak diminati santri luar kota ini? Ustadz Ahmad MS selaku Kepala Yayasan Pesantren Hidayatullah Sumatera Selatan, dengan rendah hati mengemukakan sebenarnya kurikulum ponpes tidak jauh beda dengan ponpes yang lainnya.

“Ponpes Hidayatullah memadukan nilai-nilai Tauhid ke seluruh kurikulum dan aktivitasnya sehingga sangat baik bagi genarasi penerus, “ujar ustadz yang sudah 5 tahun mengajar di ponpes ini saat menerima rombongan pengurus Assajidin di kantornya, belum lama ini.

“Di sini menonjolkan aqidah, ibadah dan akhlak, karena lembaga pendidikan Hidayatullah berintegrasi pada orbit dan berkesinambungan ke depan,” tambah guru kelahiran kota Parepare ini.

Pesantren Hidayatullah Tanjung Merbu Palembang ini berdiri di atas lahan seluas 20 hektar dengan formasi gedung MTs Mardhatillah dan MA Mardhatillah dengan jumlah seluruh sebanyak 160 santri. Selain itu, ada juga PAUD Yaa Bunayya di lokasi yang berbeda, yaitu di Desa Sungai Pinang, Banyuasin.

Untuk metode belajar yang dilakukan di pesantren ini yaitu menanamkan nilai ruhiyah (ibadah) dan menanamkan ilmu ( aqliyah) kepada santri seperti saat pagi belajar, siang hafalan qur’an, sore tahsinul qur’an dan pengembangan bahasa, malam harinya belajar diniyah dan shubuh tahfizhul qur’an.

Selain itu, jelas Ustadz Ahmad, ada juga pembelajaran diniyah, tahfidz dan tahsin al-qur’an, hafalan hadist pilihan dan Arba’in, tausiyah dai Hidayatullah, dan latihan ceramah (muhadharah).
Termasuk juga latihan kebugaran fisik (jasadiyah) berupa outbond santri Pandu Hidayatullah, karate, mukhoyyam santri, amal sholih yaumiyah, serta ekstrakulikuler berupa tata boga, thibbun nabawi, karate, menulis kreatif, english dan arabic club.

“Di sini juga santri diajarkan berkebun, selama ini kita pernah menaman cabe dan umbi-umbian untuk kebutuhan santri, namun sekarang ini semua lahan kebun diubah menjadi lahan karet. Santri juga diajarkan memiliki jiwa kewirausahaan dengan membuat berbagai makanan kue untuk di jual,” ungkap Ustadz Ahmad.

Ustadz Ahmad menjelaskan bahwa semua santri di pesantren ini mendapatkan beasiswa dengan fasilitas tempat tinggal atau asrama, konsumsi sehari-hari, kebersihan, dan lain sebagainya. Adapun biaya untuk keperluan santri tersebut berasal dari pendanaan subsidi silang dari peserta didik/santri yang mampu membayar.

Tidak itu saja, apabila santri telah lulus SMA di lingkungan Pesantren Hidayatullah Palembang akan diberikan kesempatan untuk melanjutkan kuliah dengan beasiswa penuh di perguruan tinggi yang berjaringan Hidayatullah di seluruh Indonesia. Santri akan mendapatkan biaya pendidikan selama pendidikan sampai lulus sarjana dengan ketentuan harus bersedia mengikuti ketentuan ikatan dinas pasca lulus.

“Santri disini jika ingin melanjutkan tingkat sarjana akan diberikan beasiswa, namun harus komitmen jika selesai kuliah untuk ditugaskan untuk menjalani ikatan dinas dalam lingkup jaringan Hidayatullah. Jadi sebenarnya lulusan Pesantren Hidayatullah ini tidak ada yang menganggur karena belum lulus kuliah saja sudah ditunggu bursa kerja,” ujar suami Nurfaiza ini.

Ponpes Hidayatullah Palembang berdiri di Sumsel tak lepas dari sejarah Ormas Hidayatullah yang merupakan wadah pergerakan dakwah Islam di Indonesia. Ormas Islam ini berdiri pada 2 Zhulhijjah 1392 H atau bertepatan 7 Januari 1973 yang didirikan oleh Ustadz Abdullah Said (alm). Pertama kali berdiri di kota Balikpapan, Kalimantan Timur yang bergerak dalm bidang sosial, pendidikan dan dakwah di Indonesia.

Ponpes Hidayatullah Palembang yang telah banyak melahirkan mujahid dakwah Islam ini menjadi salah satu lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan dan dakwah, sehingga ketika lulus dari pondok pesantren ini akan lahir generasi muslim yang siap memikul amanah Allah sebagai hamba dan khalifah-Nya.

Keberadaan Ponpes Hidayatullah ini mendapatkan dukungan dari warga setempat dengan diadakan kerjasama pembinaan rohani bagi warga Desa Tanjung Merbu dan sekitarnya dengan mengadakan pengajian ke masjid-masjid secara rutin. Selain itu, jika hari-hari besar islam diadakan pengajian dan dzikir akbar.

Sampai sekarang Ponpes Hidayatullah Sumsel telah membuka cabangnya di Kabupaten Lahat yang berlokasi di Desa Bintuhan Kecamatan Kota Agung. Karena itu, setelah membuka layanan dakwah dan sosial di Tanjung Merbu, Hidayatullah Sumsel selanjutnya akan membangun dan mengembangkan wilayah Desa Bintuhan yang diharapkan kemudian menjadi pusat dakwah dan peradaban Islam yang menjadikan masjid sebagai basis kegiatan umat.

Dengan keinginan dan tekad yang bulat, Ponpes Hidayatullah Palembang berkomitmen mampu melahirkan pejuang islam yang berkepribadian muslim yang taqwa, cerdas dan mandiri. Aamiin. (asj/hio)

Kunjungan Partai Nasdem ke Ponpes Hidayatullah Bengkulu

0

Milad Ke-4, Partai Nasdem Kunjungi Pondok Pesantren HidayatullahHidayatullah.or.id – Memperingati hari ulang tahun Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang ke-4, Partai Nasdem wilayah Propinsi Bengkulu, belum lama ini melakukan silaturrahim mengunjungi Pondok Pesantren Hidayatullah Bengkulu yang terletak di Jl Halmahera No.05 Rt 07 RW 04 Kelurahan Surabaya Kota Bengkulu.

Dalam Kegiatan yang ikuti oleh seluruh pengurus inti Partai Nasdem Wilayah Propinsi Bengkulu ini, Ketua DPW Partai Nasdem Wilayah Bengkulu, Dedi Ermansyah, Sekretaris DPW Nasdem Propinsi Bengkulu, Erna Sari Dewi, SE. Dedi Ermansyah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan partai Nasdem yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

“Kita melakukan doa kebangsaan bersama sebagai bentuk rasa keprihatinan kita terkait bencana asap yang saat ini sudah ditetapkan sebagai bencana nasional,” ujarnya.

Ditambahkannya, untuk menyikapi hal tersebut maka seluruh jajaran Partai Nasdem di seluruh Indonesia mulai dari tingkat DPW, DPD, DPC dan seluruh fungsioner kader-kader partai Nasdem, diinstruksikan untuk mengadakan do’a bersama didaerah masing-masing.

“Kegiatan ini juga bukan hanya dilaksanakan di masjid saja, tetapi dilaksanakan juga di tempat ibadah lainnya, seperti Pura, Gereja, Wihara sesuai dengan keyakinan masing-masing,”.

Selain menggelar kegiatan berdoa bersama, Partai Nasdem juga memberikan apresiasi tali asih kepada para santri berupa bahan pokok seperti, beberapa karung beras dan beragam bahan pokok lainnya. (ybh/hio)

[BERITA FOTO] Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Dilantik

0

Pelantikan Ketua PW Hidayatullah Sulsel 2015-2020 Ustadz MardhatillahHidayatullah.or.id – Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Selatan (DPW Hidayatullah Sulsel) telah menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) yang digelar selama 3 hari di Kota Makasssar, Sulsel, awal bulan Desember ini.

Musyawarah Wilayah Hidayatullah Sulawesi Selatan 2015 ini memufakati Ustadz Dr Mardhatillah sebagai pemegang amanah Ketua PW Hidayatullah Sulsel untuk periode 2015-2020. Pada kesempatan tersebut pemangku amanat ketua ini dilantik langsung oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ustadz Nashirul Haq, MA. (ybh/dck)

Apresiasi Sejumlah Tokoh Kaltim Terhadap Hidayatullah

0

Hidayatullah didorong untuk terus melanjutkan dan meneguhkan kiprahnya untuk bangsa dan umat secara luas. Dengan persebarannya yang telah menjangkau hampir di semua titik di nusantara, Hidayatullah diharapkan menjadi pioner dalam pembangunan. Berikut ini beberapa pesan sejumlah tokoh Kaltim yang dikutip redaksi dari portal berita Kaltim.TV menjelang Munas IV Hidayatullah awal November lalu. Berikut ini selengpnya.

[youtube width=”600″ height=”338″ src=”w_HgeYJNG-o”][/youtube]

 

Hidayatullah Ponorogo Upgrade Kualitas Guru Ngaji Al-Qur’an

0

Hidayatullah.or.id – Sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur’an, Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Ponorogo pada hari Sabtu 21 Nopember 2015 lalu menyelenggarakan kegiatan upgarding guru Al-Qur’an. Acara ini menghadirkan trainer Ummi Foundation Rayon Madiun Raya.

“Kami melakukan kerja sama dengan Ummi Foundation (UF) Rayon Madiun Raya,” kata Muslim salah satu panitia yang juga pengurus yayasan.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan Oleh PPAS Hidayatullah Ponorogo yang beralamat di jalan Pringgodani 42 Sumoroto, Kecamatan Kauman, Ponorogo, ini dihadiri oleh guru ngaji dari beberapa pesantren dan lembaga pengajaran Al Qur’an seperti TPA dan TPQ.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Muslim “Kami melibatkan pesantren dari internal pesantren Hidayatullah dan beberapa lembaga pendidikan sekitar”.

Dalam sambutannya, Ustadz Fauzi Fiisabilillah selaku koordinator PPAS Hidayatullah Ponorogo menuturkan akan pentingnya belajar Al-Qur’an dan bagaimana mengajarkannya kepada orang lain dengan mengutip sebuah hadist Nabi Muhammad SAW “Sebaik-baik dari kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya”.

Acara yang dikemas dengan seminar tersebut mengusung tema “Membangun Mutu Pembelajaran Al-Qur’an”. Acara ini diharapkan mampu menjadi program berkelanjutan PPAS Hidayatullah Ponorogo sebagaimana yang dikatakan oleh Pembina PPAS, Ustadz Agus Mahmudi

“Ending Pusat Pendidikan Anak Sholih (PPAS) adalah pilihan utama bukan akhir,” kata Agus.

Seminar yang dihadiri pengajar Al-Qur’an ini merupakan awal sehingga akan ada tindak lanjut untuk pembelajaran berikutnya.

“Jadi di Ummi Foundation ini ada standarisasinya dan yang boleh mengajar hanya guru yang sudah tersertifikasi, sehingga mutu dari pembelajaran Ummi diharapkan dapat terus terjaga,” ungkap salah seorang yang belajar Ummi.

Selanjutnya, dalam kesempatan ini Peserta seminar yang notabene adalah para pengajar ini menyepakati hari Rabu dan Kamis untuk mengikuti pelatihan bersama Ummi Foundatin agar lebih mendalam sebagai tindak lanjut dari acara tersebut.

Sebagaimana di ketahui PPAS Pesantren Hidayatulllah Ponorogo telah memiliki 81 peserta anak didik setingkat TPQ. Hal ini membutuhkan buku, sistem, dan guru yang profesional.

Agus Mahmudi berharap PPAS Hidayatullah Ponorogo dapat berkembang dan bisa menjadi kebanggaan orang tua kelak di surga karena anak-anaknya menjadi penolong orang tuanya di akhirat dengan membawa mahkota karena anak-anaknya belajar membaca Al-Qur’an dan menghafalkannya bersama PPAS Hidayatullah.

Ia menambahkan, kegiatan pengajaran Al Qur’an ini juga disertai juga pembelajaran tingkat lanjut metode memahami dan mencintai Al Qur’an yang menerapkan konsep Grand MBA yang telah digagas oleh Hidayatullah.

Grand MBA sendiri adalah akronim dari Gerakan Nasional Dakwah Membaca dan Belajar Al-Qur’an. Program ini telah distandarisasi secara nasional dibawah koordinasi dari Departemen Dakwah DPP Hidayatullah bekerjasama dengan Pos Dai Hidayatullah. (ybh/hio)