Beranda blog Halaman 601

Arrohmah Putra Hidayatullah Malang Miliki Masjid Permanen

Arrohmah Putra Hidayatullah Malang Miliki Masjid Permanen Arrohmah Putra Hidayatullah Malang Miliki Masjid Permanen2Hidayatullah.or.id – Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Arrohmah Putra Khusus Tahfizh Hidayatullah Malang, Jawa Timur, akhirnya resmi memiliki masjid permanen, Ahad, 10/4/16.

Sebelumnya, salah satu unit pendidikan di bawah naungan DPD Hidayatullah Malang ini, menjadikan aula sebagai tempat shalat sehari-hari.

Menurut Abdullah Warsito, salah satu pengurus LPI ArRohmah Putra Tahfizh, masjid berukuran 24 x 26 ini dibangun dari dana beberapa donatur.

Total dana yang dihabiskan untuk membangun masjid ini sekitar 2,5 M. Dari total dana tersebut, 0,8 M diantaranya disumbang oleh seorang muhsinin Arab Saudi.

Ustadz Mukhlis Maimun Syam, M.S.I, perwakilan Darul Fikri Ponorogo, selaku yayasan penyalur bantuan muhsinin tersebut mengungkapkan, salah satu kebiasaan orang arab adalah menamai masjid yang didirikan dengan namanya sendiri.

“Ini permintaan beliau untuk menamai masjid ini dengan Markaz Saroh,” lanjutnya menerangkan.

Donatur asing tersebut, bernama asli Saroh binti Abdullah As-Suhaimi. Seorang ibu rumah tangga yang menabung sedikit demi sedikit dari pemberian suaminya untuk bisa membangun masjid.

Menurut Ustadz Mukhlis, Yayasan Darul Fikri memiliki beberapa program unggulan. Program-program tersebut disingkat dengan P3K. Salah satu makna P dari akronim tersebut adalah pembangunan.

“Salah satu bukti konkrit dari program tersebut adalah membantu pembangunan masjid ini,” jelasnya.

Ustadz Abdurrahman, salah satu anggota MPP Hidayatullah, diundang secara khusus untuk meresmikan masjid tersebut.

Dalam sambutannya, ia menjelaskan, bahwa salah satu modal penting membangun peradaban adalah dengan mendirikan masjid dan menegakkan shalat di dalamnya.
Hidayatullah yang ikut mengambil peran membangun SDM Indonesia yang bebas dari sifat zholuman dan jahulan, berusaha mendidik santrinya dengan banyak berinteraksi dengan masjid.

Hal ini, lanjut beliau, merupakan turunan dari tri-program surat adDhuha yang tersirat dalam ayat terakhir. Fahaddits dalam ayat tersebut bermakna dakwah.

“Dan dari masjid-lah, dakwah bisa dimulai,” paparnya menjelaskan.

Peresmian masjid Saroh ini juga ditandai dengan dilaksanakannya shalat berjamaah perdana. Ustadz Abdurrahman yang sebelumnya meresmikannya, juga didaulat menjadi imam shalat perdana tersebut.

Selain peresmian masjid, dalam acara tersebut juga dilaunching beberapa ambulance gratis yang disalurkan oleh BMH Jatim untuk disebar di beberapa titik daerah. */Abdul Aziz, Malang.

Hidayatullah Berduka, Kader Dai Senior Ustadz Hasan Rofidi Meninggal Dunia

Ustadz Hasan Rofidi AlmarhumHidayatullah.or.id – Innaalillaahi wainnaa ilaihi rojiun. Laa ilaha ilallaahul ’azhiimul haliimu laa ilaaha ilallahu rabuul ’arsyil ’azhiim, laa ilaaha ilallaahu rabbussamaa waati wa rabbul ardhi wa rabbal arsyil kariim.

Keluarga besar Hidayatullah berduka. Salah seorang kader dai senior, Ustadz Hasan Rofidi, meninggal dunia. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa malam ini sekitar pukul 20:30 WIB (12 April 2016).

Beliau dilarikan ke rumah sakit setelah sebelumnya tiba-tiba terjatuh di sela acara Rapat Pleno DPP Hidayatullah yang digelar di Kampus Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, siang tadi.

Berbagai upaya telah dilakukan, namun Allah Ta’ala berkehendak lain. Beliau dipanggil ke kharibaan-Nya setelah sempat menjalani beberapa tindakan medis termasuk usaha CT-scan (computerized tomography scanner) untuk mendiagnosis dan memonitor kondisi beliau.

Informasi dihimpun media ini, seminggu terakhir ini beliau memang sangat sibuk mengurusi ibu mertua dan ibu kandungnya. Selain sibuk menjadi Ketua Majelis Murobbi di Dewan Mudzakarah Hidayatullah, beliau juga pembina yayasan-yayasan Hidayatullah di Jember, Semarang dan berbagai daerah lainnya. Seminggu terakhir beliau juga tambah sibuk menyiapkan pemberangkatan ibunya umrah.

Almarhum Ustadz Hasan Rofidi adalah anggota Dewan Mudzakarah DPP Hidayatullah. Sebelumnya beliau mengemban amanat Ketua Departemen Pengkaderan Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah dan pernah memimpin PW Hidayatullah Jawa Timur. Beliau pun termasuk tokoh awal dan perintis sejumlah kampus Hidayatullah di Jawa.

Semangat dakwahnya selalu menggebu. Beliau selalu siap tugas dakwah kapan saja diminta, kecuali sedang uzur. Saat mengemban amanat sebagai pengurus DPP Hidayatullah, beliau secara rutin memantau dan mengisi pelatihan leadership di lembaga Hidayatullah Training Center (HiTC) yang dibawah koordinasi departemennya.

Karena amanah-amanah yang diembannya tersebut, beliau seringkali harus meninggalkan keluarga berhari-hari. Namun demikian, perhatian beliau terhadap keluarga tidaklah berkurang. Berkat didikan dan perhatiannya, putranya bernama Azzam telah hafal Al Qur’an 30 Juz yang selesai menghafal Al-Quran sebelum lulus SMA dan dapat sanad Hifzh langsung dari Syaikh Abdullah Basfar.

Dalam satu nasihatnya di hadapan peserta Training Marhalah Wustha Hidayatullah Kaltim, awal Januari 2014 silam (11/01/2014), almarhum Hasan Rofidi pernah mengingatkan bahwa kader Hidayatullah harus selalu menjaga etika Islam dan adab-adab dalam berdakwah. Hal prinsip bagi kader-kader Islam adalah menjaga akhlak yang mulia.

Kata beliau, apalah arti ilmu yang mumpuni, hafalan yang banyak, kemampuan yang hebat dalam berdakwah, jika semua itu dibungkus dengan perilaku yang tidak baik hanya akan melahirkan antipati dari umat.

BACA:
Umat Akan Antipati Pada Dai yang Tak Beradab Islami

Layaknya terminal pompa bensin atau yang populer dengan sebutan pom bensin, jelas beliau, para peserta Training Marhalah Wustha ini mampir sejenak dari rutinitas dakwah mereka untuk menambah bekal mereka. Bukan untuk rehat dari kewajiban dakwah, tapi justru para juru dakwah ini diharapkan mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya. Mulai dari bekal ilmu, semangat, dan motivasi. Lebih penting lagi tentunya bekal spiritual untuk kembali mengarungi samudera perjuangan dakwah.

“Untuk itu mari kita besarkan nama Allah sebagai spirit kita dalam berdakwah,” ucap Ustadz Hasan sambil mengajak seluruh peserta penutupan acara untuk bertakbir. Allaahu Akbar!.

Allahummaghfir Lahu Warhamhu Wa ‘Aafihi Wa’fu ‘Anhu Wa Akrim Nuzulahu Wa Wassi’ Mudkhalahu Waghsilhu Bilmaa`I Wats Tsalji Wal Baradi Wa Naqqihi Minal Khathaayaa Kamaa Naqqaitats Tsaubal Abyadla Minad Danasi Wa Abdilhu Daaran Khairan Min Daarihi Wa Ahlan Khairan Min Ahlihi Wa Zaujan Khairan Min Zaujihi Wa Adkhilhul Jannata Wa A’idzhu Min ‘Adzaabil Qabri Au Min ‘Adzaabin Naar”.

DPW Hidayatullah Jatim Bentuk Pos Dai Tingkatkan Dakwah

Tingkatkan Dakwah, DPW Hidayatullah Jatim Bentuk Pos DaiHidayatullah.or.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur Senin (4/4/2016) mengadakan Rapat Kerja Wilayah Dakwah dan Pengkaderan di Pesantren Hidayatullah Surabaya.

Pada rapat yang dihadiri para dai se-Jawa Timur ini dilakukan pembentukan wadah para dai yakni POS DAI Wilayah Jawa Timur yang di dalamnya akan terdapat sejumlah lembaga bertugas meningkatkan kegiatan dan kemampuan para dai, serta meningkatkan layanan dakwah, dimulai dari lembaga pendidikan dan berbagai bentuk layanan dakwah kepada masyarakat.

Wadah yang dibentuk bernama Pos Dai Jawa Timur. Di dalam wadah tersebut terdapat lembaga yang bertugas meningkatan kemampuan dan pengetahuan para dai berupa lembaga pendidikan singkat Kuliah Dai Mandiri (KDM) dan Pesantren Mahasiswa (Pesma). Untuk aktivitas KDM direncanakan akan berada di Magetan, sedang Pesma di Ponorogo.

Kemudian terdapat Lembaga Pelatihan yang akan memberikan pelatihan-pelatihan tambahan kepada para dai guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.
“Kegiatan lembaga pelatihan juga ditujukan kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman keislaman dan pengetahuan praktis kehidupan sehari-hari di keluarga dan masyarakat,” kata Ihya’ Ulumuddin, Kepala Departemen Dakwah dan Pembinaan Anggota Pimpinan Wilayah Hidayatullah Jawa Timur yang turut menggagas pembentukan Pos Dai Jawa Timur.

Selanjutnya ada lembaga Rumah Tahfidz guna mendorong Gerakan Mempelajari dan Membaca Al Quran. Kegiatan di lembaga ini selain ditujukan kepada aktivis dan penggerak di ormas Hidayatullah, juga ditujukan kepada masyarakat. Bentuknya berupa praktik tahsin, membaca, menterjemah, menghafal, dan menafsir Al Quran.

“Untuk lembaga layanan umat yang juga dibentuk ditujukan untuk memberikan layanan khutbah dan khatib kepada masyarakat,” jelas Ihya’.

Kegiatan Pos Dai Jawa Timur ini bersinergi dengan Baitul Maal Hidayatullah Cabang Jawa Timur sebagai bentuk pendukung program sekaligus sebagai upaya pemberian layanan dakwah kepada para donatur.

Nantinya layanan dakwah yang diberikan para dai tidak saja untuk masyarakat perkotaan, tetapi juga masyarakat pedesaan. Teknis penyampaian selain tatap muka, tetapi juga melalui saluran media audio, audio visual, dan digital.

Pos Dai Jawa Timur dipimpin Indra Ra’uf, Sekretaris: Moh. Idris dan Bendahara Moh. Syahri Sauma. Sedang pimpinan lembaga di dalamnya, KDM-Pesma: Mashud, Rumah Tahfidz: Mujahid, Training: Samsul Bahri.

Kegiatan Pos Dai Jawa Timur langsung dimulai April ini dalam bentuk roadshow training, daurah muallim, Diklat Dai Se-jatim, dan roadshow pembentuk Rumah Tahfidz di daerah-daerah.

Seperti diketahui, Persaudaraan Dai Indonesia atau yang disingkat POS DAI adalah lembaga dakwah nasional yang didirikan ormas Hidayatullah. Lembaga ini didirikan dengan tujuan mengajak dan membantu masyarakat untuk memahami agamanya dengan lebih baik, karena permulaan dari ridha Allah SWT kepada seorang hamba adalah bilamana telah tumbuh dalam jiwanya keinsyafan untuk beragama dengan benar.

Posdai juga berkhidmat menaungi kiprah para dai yang tersebar di seluruh nusantara dalam upaya menyebarkan kebaikan dan mengentaskan buta aksara al-qur’an serta kebodohan dan kemiskinan menuju kemuliaan dan kesejahteraan.

Harapannya, POS DAI menjadi Lembaga Dakwah Nasional yang profesional dan terpercaya dalam upaya membangun ummat yang maju dan bermartabat. Pos dai menyiarkan beragam program dan kegiatannya melalui saluran digital website beralamat www.posdai.com yang dapat diakses kapan saja* (ybh/hio)

“Hidupkan Kultur Islam seperti Penduduk Madinah”

Pentingnya Hidupkan Kultur Islam seperti Penduduk MadinahHidayatullah.or.id – Menjadi Muslim itu indah, nyaman dan tenang serta aman. Bagaimana tidak, agama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam ternyata sudah mengatur semua aspek kehidupan manusia. Termasuk ibadah, dan kultur kehidupan.

Demikian disampaikaan Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq dalam paparannya di hadapan para peserta pembekalan kepala Laznas BMH Perwakilan se-Indonesia.

“Warisan kultur Islam itu adalah senantiasa ikhlas dalam mengemban amanah, yakin akan pertolongan Allah dan taat demi tegaknya dakwah,” ucap Nashirul Haq Selasa (29/03/2016) di Depok Jawa Barat.

Ia juga menegaskan bahwa tugas yang tidak kalah penting dari selain edukasi zakat di tengah-tengah umat adalah turut serta menjaga warisan kultur Islam.

Selain itu, ia juga berpesan agar umat Islam kembali menegakkan budaya hidup bersyariah.

“Apa kultur hidup bersyariah itu, yakni menjaga shalat berjamaah di masjid, berhijab bagi wanita dan menyebarkan salam,” imbuhnya.

Masyarakat Madinah bisa menjadi masyarakat yang maju karena di antara mereka –baik kenal atau tidak, tua atau muda, bahkan terhadap anak-anak—dan siapa saja yang bertemu pasti saling berebut lebih dahulu mengucapkan salam.

“Mari kita jaga warisan tersebut, sebab itu juga bagian dari tanda tegaknya ukhuwah Islamiyah,” pungkasnya.* (Imam Nawawi)

Menteri Sosial Kunjungi Pesantren Hidayatullah Manokwari

Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifa Indar Parawansa, menyalami santri binaan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Kabupaten Manokwari yang meyambut kedatangannya di halaman masjid pesantren // Foto: Miftahuddin
Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifa Indar Parawansa, menyalami santri binaan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Kabupaten Manokwari yang meyambut kedatangannya di halaman masjid pesantren // Foto: Miftahuddin

Hidayatullah.or.id – Menteri Sosial RI, Khofifa Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua, Senin (4/4). Di tengah kesibukannya yang telah terjadwal, beliau menyempatkan diri untuk berkunjung ke Panti Asuhan Al Amin Pondok Pesantren Hidayatullah Kabupaten Manokwari.

Khofifah tiba di Kampus Pesantren Hidayatullah Manokwari yang terletak di Jalan Trikora Anday, Distrik Manokwari Selatan tersebut sekitar pukul 12.30 WITA, senin siang.

Kunjungan Khofifa ke Panti Asuhan Al Amin tersebut tersebut merupakan salah satu agenda yang telah terdaftar dalam jadwal kunjungan kerjanya selama di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Menteri Khofifah Indar Parawansa menemui sedikitnya 130 anak Panti Asuhan al-Amin, Manokwari, Papua Barat, (Senin, 4/4/2016).

Dalam sambutannya, Ibu Mensos berpesan keadaan yang dijalani saat ini tidak menghalangi semangat para santri untuk terus menuntut ilmu setinggi mungkin.

“Para santri harus sekolah yang tinggi semuanya. Sebab orang berilmu itu diberi derajat yang tinggi di sisi Allah,” ucap Ibu Mensos memberi motivasi.

Kepada para guru dan pengasuh, Ibu Mensos juga memberi apresiasi yang tinggi. Disebut Ibu Mensos, guru-guru di pelosok dan pedalaman negeri adalah sosok pahlawan yang selama ini bersabar mendidik dan mendampingi murid-murid belajar.

Hal ini, menurutnya, patut disyukuri sebab masa depan bangsa bergantung kepada kualitas generasi muda hari ini sebagai pelanjut perjuangan dan pembangunan bangsa kelak.

“Semoga para guru dan pengasuh senantiasa diberi kesabaran dan tak pernah merasa bosan dalam mendidik anak-anak bangsa,” puji Ibu Mensos.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyerahan paket bingkisan kepada 130 anak panti serta uang pembinaan secara tunai. Bingkisan tersebut diterima secara simbolis oleh Pimpinan Panti Asuhan al-Amin Manokwari, Ustadz Muhammad Sanusi, S.PD.

“Terima kasih kepada Ibu Menteri Sosial dan rombongan yang telah berkunjungi ke tempat kami di pelosok negeri ini,” ucap Sanusi.

“Kami bersyukur dan terus berharap agar ada perhatian lebih dari pemerintah untuk pembinaan murid-murid sekolah, khususnya di daerah terpencil semacam ini,” imbuh Sanusi kembali.

Berantas prostitusi

Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifa Indar Parawansa, didampingi Ketua Panti Asuhan Al Amin Hidayatullah Manokwari Muhammad Sanusi, menyerahkan bingkisan kepada santri. / / Foto: Miftahuddin
Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifa Indar Parawansa, didampingi Ketua Panti Asuhan Al Amin Hidayatullah Manokwari Muhammad Sanusi, menyerahkan bingkisan kepada santri. / / Foto: Miftahuddin

Pada kesempatan kunjungan kerjanya ke Manokwari ini, Menteri Sosial berkomitmen melakukan pemberantasan praktek prostitusi di Indonesia termasuk di Papua Barat.

Pemberantasan prostitusi akan dilakukan hingga Desember 2019 mendatang. Khofifah menyebutkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Papua Barat untuk mendorong pencapaian target komitmen pemberantasan praktek prostitusi di daerah ini.

“Komitmen ini berawal dari hasil koordinasi pada tanggal, 29 Januari 2016 lalu, bahwa waktu itu tersisa 100 tempat lokalisasi besar di Indonesia yang harus ditutup,” kata Khofifah di Manokwari seperti dikutip laman Cahaya Papua.

Penutupan lokalisasi atau tempat praktek prostitusi dilakukan pihaknya secara bertahap, Dalam waktu dekat, Pihaknya akan melakukan penutupan dua lokalisasi besar di Kutai Kartanegara, dan kawasan prostitusi terbesar di wilayah Tanggerang.

Khusus untuk wilayah Papua dan Papua Barat, Khofifah menyatakan tetap akan melakukan tahapan koordinasi dengan pemerintah setempat terkait komitmen pemberantasan kawasan prostitusi di dua provinsi ini.

“Untuk Papua, saya sudah ke Sentani dan kita sudah tutup dua lokalisasi di sana, untuk Papua Barat, kita akan koordinasi dulu,” ujarnya.

Selain itu Khofifah Indar Parawansa mengatakan sejumlah daerah saat ini dalam persiapan menutup lokalisasi diantaranya Kutai Kartanegara, Mojokerto, dan Tangerang.

“Kemungkinan Mei 2016 akan ditutup,” kata Mensos.

Penutupan lokalisasi di daerah tersebut merupakan komitmen pemerintah setempat sekaligus menjadi target pemerintah bahwa Indonesia bebas lokalisasi pada 2019.

Saat ini tersisa 99 lokalisasi, sedangkan dalam persiapan penutupan yaitu dua di Kutai Kartanegara, masing-masing satu lokalisasi di Mojokerto dan Tangerang.

“Di Tangerang mungkin yang terbesar yang tersisa. Bupatinya sudah koordinasi dengan sangat intensif,” kata Mensos.

Sementara di Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur kemungkinan akan bertambah lagi lokalisasi yang akan ditutup karena Kalimantan Timur memiliki lokalisasi terbanyak yaitu 33 titik. “Desember 2019 mudah-mudahan semua selesai karena respon daerah sangat bagus,” katanya. */Miftahuddin

Kabupaten Timika Tuan Rumah Rakornas Kampus Hidayatullah

Rakornas Kampus Utama di Hidayatullah Timika_2 Rakornas Kampus Utama di Hidayatullah TimikaHidayatullah.or.id – Pesantren Hidayatullah Kabupaten Timika, Provinsi Papua, menjadi tuan rumah acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kampus Utama dan Induk Hidayatullah, yang berlangsung selama 3 hari (1-3 April 2016).

Hidayatullah memiliki sebanyak 7 kampus Utama dan Satu Kampus Induk yakni Hidayatullah Pusat Balikpapan. Ketujuh Kampus Utama itu yakni Pesantren Hidayatullah di Batam, Medan, Jakarta, Surabaya, Makassar, Samarinda, dan Timika.
Acara ini digelar setiap tahun dan tahun 2016 ini giliran Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Timika yang menjadi tuan rumah.

Pembukaan acara Rakornas ini juga dirangkaikan dengan Tabligh Akbar bersama ratusan kaum muslimin dan muslimat di daerah kawasan tambang PT. Freeport ini, secara resmi dibuka oleh Ustad Muhammad Amin, S.Ag, Ketua MUI Daerah Mimika.

Selanjutnya, Acara Tabligh Akbar dibawakan oleh dua orang pemateri yakni Dr. Ir. Abdul Aziz Qahhar, M.Si, Anggota DPD RI Sulsel, dan Jamaluddin Nur, M.Pd, Dai Hidayatullah di Batam.

Abdul Aziz Qahhar membahas kerusakan negara yang diakibatkan oleh LGBT, Narkoba dan Pornografi, “Ini merusak bangsa yang semakin menjauhkan kita dari nilai-nilai iman,” katanya.

Aziz Qahhar juga mengungkapkan susahnya menangkap para gembong narkoba yang ternyata banyak dibekingi oleh aparat.

Acara Tabligh Akbar kemudian dilanjutkan dengan ceramah singkat oleh Ustadz Jamaluddin Nur, Ketua Yayasan Hidayatullah Batam, dengan dealek Makassar yang terkadang mengeluarkan guyonan lucu.

Ustad Hasan Ibrahim, selaku salah satu tokoh pendiri Hidayatullah secara resmi membuka acara Rakor 7 Kampus Utama dengan ucapan basmalah.

Acara Tabligh Akbar kemudian diakhiri dengan lelang tiang masjid untuk pembangunan masjid Hidayatullah Timika oleh Ustadz Zainuddin Musaddad. Dalam acara lelang tersebut, berhasil mengumpulkan dana senilai 160 juta.*/ Abu Fathun Mubarak

Hidayatullah Harus Konsentrasi Dalam Mendakwahkan Islam

Kader senior dan perintis Hidayatullah, Ustadz Abdul Qadir Jaelani, saat menyampaikan tauhsiah di Timika, Papua // Foto: Sarmadani
Kader senior dan perintis Hidayatullah, Ustadz Abdul Qadir Jaelani, saat menyampaikan tauhsiah di Timika, Papua // Foto: Sarmadani

Hidayatullah.or.id – Kader senior dan salah seorang perintis Hidayatullah, Ustadz Abdul Qadir Jaelani, mengingatkan jamaah Hidayatullah untuk terus berkonsetrasi di dalam mendakwahkan Islam dan tidak terjebak pada orientasi pragmatis kebendaan.

Hal tersebut beliau sampaikan dalam taushiahnya pada acara Rakornas Kampus Utama dan Kampus Induk Hidayatullah digelar di Komplek Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Mimika, Papua, baru baru ini.

“Kita tetap harus konsentrasi dalam dakwah. Dakwah ini tidak bisa kita pisahkan dengan Hidayatullah. Jangan alasan mau kaya, kita serius berdagang. Kita bilang, Rasulullah itu kan pedagang. Siapa bilang,” kata beliau seraya menegaskan dengan pertanyaan.

“Kalau orang konsentrasi dagang, dakwah itu pasti tidak jalan. Termasuk jadi caleg. Alasannya supaya ada anggota dewan dan ada kendaraan, begitu terpilih, lupa itu dakwahnya,” tambahnya.

“Rasulullah itu tidak pernah gagal, Rasulullah tidak pernah bangun sekolah, tidak pernah buat gedung dakwah, tapi beliau tidak gagal. Dakwah Rasulullah begitu gemilang. Tidak ada kata gagal,” imbuhnya.

“Perjuangan kita ini masih terlalu ringan. Belum seperti ujian para nabi. Kita ini baru dibawakan linggis, tapi belum pernah kita dilinggis. Baru papan nama kita yang dicabut, belum nyawa kita yang dicabut. Jadi kita harus patut bersyukur,” pesannya.

“Allah akan menguji kita, dengan kesenangan dan penderitaan. Kita bisa lulus dengan penderitaan, tapi ujian kesenangan kita banyak gagal. Semut itu lebih banyak mati dalam gula, bukan dalam asam,” jelasnya.

Kita tidak boleh mengejek penderitaan. Menyesal dengan kemiskinan, itu semua menjauhkan kita dari nilai nilai perjuangan, tegas beliau.

“Runtuhnya Islam di Spanyol, Andalusia, sekarang Islam di Spanyol tanpa bekas, padahal pernah berkuasa 800 tahun. Bisa diliat di daftar pemain bola dari Spanyol, baik Real Madrid maupun Barcelona, sudah tidak ada nama-nama Islam,” tukasnya.

“Di (Pesantren Hidayatullah) Timika ini sudah terlalu berkembang. Perkembangan fisik sudah sangat luar biasa, dulu saya kesini, Hidayatullah Timika masih kecil. Jadi hati-hati. Pendakian ini semakin tajam. Jangan kita tergelincir dengan materi yamg ada,” pungkasnya seraya mengutip Al Qur’an Surah Al Anfal ayat 26.

(وَاذْكُرُوا إِذْ أَنْتُمْ قَلِيلٌ مُسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْضِ تَخَافُونَ أَنْ يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهِ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ)

Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.

Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah menggelar acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kampus Utama dan Kampus Induk Hidayatullah yang digelar di Komplek Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Mimika, Papua. Acara ini ini berlangsung selama 3 hari mulai tanggal hingga 3 April 2016..*/ Sarmadani

BMH Bertekad Gencarkan Kampanye Infaq untuk Masjidil Aqsha dan Palestina

CEO Baitul Maal Hidayatullah Ust Wahyu Rahman saat berkunjung ke salah satu kantor Al-Sarraa Foundation, bersama Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq Foto DPP Hidayatullah
CEO Baitul Maal Hidayatullah Ust Wahyu Rahman saat berkunjung ke salah satu kantor Al-Sarraa Foundation, bersama Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq // Foto: DPP Hidayatullah

Hidayatullah.or.id – Rapat maraton antara CEO Baitul Maal Hidayatullah Ust. Wahyu Rahman, Direktur Al-Sarraa Foundation for Humanitarian Relief Ziad Said Mahmud, Pendiri dan Pembina Yayasan Sahabat Al-Aqsha Santi Soekanto, dan Ketua Departemen Luar Negeri DPP Hidayatullah Dzikrullah pertengahan Maret lalu, menghasilkan banyak kebaikan.

Diantaranya:
– BMH bertekad akan menggerakkan Syiar Nasional Infaq untuk Masjidil Aqsha dan Palestina
– BMH akan melanjutkan mendukung program beasiswa Sahabat Al-Aqsha untuk 30 mahasiswa kedokteran Palestina
– BMH akan melanjutkan pendanaan dua Markaz Tahfizhul Quran di Jalur Gaza
– BMH akan menyediakan halaman khusus di majalah MULIA yang bersirkulasi 40 ribu eksemplar untuk menyiarkan kabar terhangat dari Masjidil Aqsha dan Palestina
– BMH akan kembali ikut mensukseskan program Silaturrahim Ramadhan Imam-Imam Palestina-Suriah ke Indonesia (SIRAMAN MANIS) tahun 1437 ini.

“Kita mohon pertolongan Allah, kita ingin, di setiap rumah Muslim Indonesia ada yang selalu menjadi pengingat mereka tentang keadaan Masjidil Aqsha dan keluarga kita di sana,” tegas Ust. Wahyu Rahman, mengenai tekad BMH.
Apa bentuknya? Sedang disiapkan bersama.

Yang jelas, sejak tahun 2013 BMH sudah bergandengan tangan dengan Sahabat Al-Aqsha membantu pembelian alat-alat pengobatan dan perawatan pasien kanker untuk Pusat Kanker Al-Huda di Gaza City.

BMH juga mendukung pendanaan dua markaz tahfizul Quran, yang diberi nama dua orang pendiri Hidayatullah Ust. Abdullah Said dan Ust. Amin Bahrun (semoga Allah merahmati keduanya).

Direktur Al-Sarraa Foundation asal Gaza Ziad Said Mahmud menyambut tekad BMH, “Anak-anak Indonesia di 315 sekolah Hidayatullah sebentar lagi akan selalu rindu dengan Masjidil Aqsha, semoga ini menjadi pahala fii Sabiilillah untuk seluruh jajaran BMH.”

Santi Soekanto Pembina Yayasan Sahabat Al-Aqsha mengingatkan, “Masjidil Aqsha selalu ada di hati kita, tapi ia bisa hilang dari hati kita, bila tidak ada yang terus mengingatkan, bahwa masjid kita ini sedang dalam keadaan bahaya.”

Kota Al-Quds atau Baitul Maqdis di mana Masjidil Aqsha berada memang merupakan salah satu pusat peradaban Tauhid, selain Makkah dan Madinah.

“Umat Islam yang ada di seluruh dunia dididik oleh Rasulullah untuk mengistimewakan ketiga kota ini,” jelas Dzikrullah, Ketua Departemen Luar Negeri DPP Hidayatullah seraya mengingatkan, bahwa didikan Rasulullah itu pasti bukan berkaitan dengan soal nostalgia sejarah romantis atau bangunan fisik.

“Namun,” lanjutnya, “peradaban yang sedang kita bangun kembali sekarang, perlu banyak merujuk pada apa dan bagaimana peradaban telah dibangun Rasulullah di ketiga kota itu.”

Semoga Allah turunkan pertolongan terbaik bagi BMH untuk mewujudkan berbagai tekadnya bersama Al-Sarraa Foundation, Sahabat Al-Aqsha, dan Hidayatullah.* (Hidayatullah.or.id)

Reuni Hidayatullah dan Perhimpunan Ulama Palestina Segarkan Persaudaraan

Ust Nashirul Haq, Ketua Umum DPP Hidayatullah menyerahkan cendera mata kepada Dr Nawwaf Takruri, Pimpinan Perhimpunan Ulama Palestina // Foto: DPP Hidayatullah
Ust Nashirul Haq, Ketua Umum DPP Hidayatullah menyerahkan cendera mata kepada Dr Nawwaf Takruri, Pimpinan Perhimpunan Ulama Palestina // Foto: DPP Hidayatullah

Hidayatullah.or.id — Salah satu jenis orang yang akan mendapat naungan Allah di Padang Mahsyar: dua orang yang bertemu dan berpisah semata-mata karena mencari ridha Allah. Semoga demikianlah yang terjadi di kantor Perhimpunan Ulama Palestina di Istanbul baru-baru ini.

Delegasi Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah yang dipimpin oleh Ketua Umum Ust. Nashirul Haq diterima dengan penuh persaudaraan oleh Pimpinan Perhimpunan Ulama Palestina Dr. Nawwaf Takruri dan jajarannya.

“Hampir sembilan tahun yang lalu, kami pertama kali ke Indonesia langsung ke Balikpapan (Kampus Hidayatullah Gunung Tembak). Indahnya tak terlupakan,” kenang Syaikh Abu Bakr Al-‘Awawidah, salah satu ulama senior Palestina yang hadir.

Syaikh Abu Bakr, yang matanya buta akibat siksaan serdadu zionis israel di penjara, tak lupa menanyakan kabar Ust. Abdurrahman Muhammad, Pimpinan Umum Hidayatullah, dan para ustadz lain.

Ia mendoakan, “Semoga Allah pelihara terus para asatidz dan da’i Hidayatullah dalam keikhlasan, ketawadhuan, kesabaran, dan istiqamah di Jalan Allah sampai Allah menangkan kita bersama-sama masuk halaman Masjidil Aqsha merdeka”.

Dr. Nawwaf Takruri, penulis buku “Keajaiban Jihad Harta”, menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah dan terima kasihnya, “Kalian datang dari ujung dunia untuk menjenguk kami.. Masya Allah, bukan karena uang, bisnis, politik, tapi karena sama-sama mau melaksanakan amanah Dienul Islam yang mulia ini. Semoga Allah berkahi perjalanan kalian.”

Dalam kalimat sambutannya, Ust. Nashirul Haq yang jauh lebih muda usianya dibandingkan para ulama Palestina itu, menyatakan, “Kami datang untuk belajar dari Antum sekalian, dari perjalanan fii Sabiilillah yang telah Antum arungi. Semoga kebaikan-kebaikan yang Allah limpahkan kepada Antum, Allah berikan juga kepada Indonesia”.

Ya Allah, menangkanlah para Ulama Rabbaniyyun di bumi manapun mereka berada, termasuk di Palestina dan Indonesia.* (Hidayatullah.or.id)

Deplu Hidayatullah Siapkan Kursus Pemantapan Bahasa Arab di Sudan

Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust. Nashirul Haq dan anggota delegasi lain saat mengunjungi Institut Khartoum Internasional untuk Bahasa Arab // Foto: DPP Hidayatullah
Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust. Nashirul Haq dan anggota delegasi lain saat mengunjungi Institut Khartoum Internasional untuk Bahasa Arab // Foto: DPP Hidayatullah

Hidayatullah.or.id – Usai berkunjung ke dua lembaga pendidikan bahasa Arab terpercaya di Khartoum, ibukota Sudan, Departeman Luar Negeri Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah segera menyiapkan program terobosan untuk memantapkan keterampilan bahasa para pengurus di berbagai tingkat.

Kedua lembaga itu adalah Pusat Pendidikan Bahasa Arab di bawah Fakultas Bahasa Arab Universitas Internasional Afrika dan Institut Khartoum Internasional untuk Bahasa Arab.

Kursus angkatan pertama, dengan memohon pertolongan Allah, akan dilaksanakan selama 3 bulan dari bulan Desember 2016 sampai Februari 2017.

Program akan dikhususkan bagi pemantapan kemampuan mendengar, membaca, berbicara dan menulis di tingkat menengah (intermediate) dan tingkat lanjutan (advance). Jadi bukan tingkat pemula (beginners).

Program bahasa ini juga akan dilengkapi dengan program talaqqi tahsin-tahfizhul Quran selama di Khartoum, sekaligus talaqqi ilmu-ilmu Islamiyah bersama para ulama di masjid-masjid terkemuka.

Jumlah peserta akan dibatasi antara 20 sampai 25 orang. Sasaran peserta program ini adalah para pengurus Hidayatullah dari tingkat cabang, daerah, wilayah sampai pusat yang direkomendasi oleh para murobbi dan pimpinannya.

Maklumat yang lebih rinci mengenai persyaratan, waktu pendaftaran, seleksi, dan pembiayaan akan diumumkan melalui www.hidayatullah.or.id pada awal bulan Mei 2016, in syaa Allah.

Semoga Allah perbaiki hubungan kita dengan Allah melalui perbaikan keterampilan kita dalam berbahasa Al-Quran.* (Hidayatullah.or.id)