Beranda blog Halaman 674

Maksimalkan Potensi Guru Agama dan Dai dengan Dauroh Murobbi

M. ABDUS SYAKUR/ WWW.HIDAYATULLAH.OR.ID
M. ABDUS SYAKUR/ WWW.HIDAYATULLAH.OR.ID

HIDORID — Departemen Pengkaderan dan Pembinaan Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah menggelar kegiatan Dauroh Murobbi Wustho Nasional angkatan pertama. Pelatihan guru agama dan dai ini digelar di kompleks Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat sepanjang 25-29 Dzulqa’dah 1434 H (1-5/10/2013) lalu.

Ketua Departemen Pengkaderan dan Pembinaan Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah Drs Hasan Rofidi mengatakan, salah satu tujuan kegiatan ini guna memperkokoh ketahanan masyarakat dan bangsa Indonesia dari aspek moral dan kepribadian.

“Memberi pembekalan dan meng-upgrade wawasan keilmuan, khususnya Ulumuddin, kepada para murabbi yang akan membina anggota halaqah (kelompok) di seluruh wilayah di Indonesia,” ujar Hasan Rofidi usai penutupan acara di Aula STIE Hidayatullah, Kalimulya, Depok, Sabtu (5/10/2013) lalu.

Dia menjelaskan, sebanyak 44 orang dai utusan Pimpinan Wilayah (PW) Hidayatullah se-Indonesia mengikuti pelatihan ini. Pematerinya didatangkan dari Dewan Syuro Hidayatullah dan Hidayatullah Training Center (HiTC).

Dari kegiatan ini, diharapkan para dai memiliki bekal yang cukup untuk membentengi umat dari kerusakan moral.

“Agar lebih mengokokohkan karakter positif pada masyarakat, sehingga bisa lebih memperkokok ketahanan bangsa menghadapi era globalisasi,” jelasnya.

Materi-materi yang diberikan, terangnya, adalah menejemen pembinaan umat, pendalaman metode membaca kitab, serta pendalaman materi al-Qur’an dan Hadits.

“Tujuan akhirnya bisa meningkatkan pengelolaan pembinaan umat dan masyarakat, meningkatkan kompetensinya (dai), baik dalam bidang-bidang agama maupun kemasyarakatan,” tambahnya.
Bekal di Daerah

Ali Murtado, peserta asal Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), mengaku mendapatkan tambahan bekal dalam berdakwah di daerah. Dengan pelatihan ini, dia berharap semakin eksis berjuang.

“Bagaimana mulai harus berusaha keras memahami kitab-kitab gundul. Selama ini kan cuma kepala gundul. Ada motivasi untuk mengembangkan diri untuk belajar terus menerus,” ujarnya saat ditemui media online nasional hidayatullah.com.

Ketua Pengurus Wilauah Hidayatullah Sulut ini mengaku, materi yang sangat berkesan dalam pelatihan tersebut adalah pemahaman tentang cabang-cabang iman. Pemahaman ini akan senantiasa dia sosialisasikan kepada umat.

“Insya Allah (dakwah) itu akan semakin mengangkat martabat bangsa, karena menyebarkan ajaran Islam berarti akan membangun akhlak bangsa, yang akhir-akhir ini sudah banyak mengalami degradasi,” imbuh pria 45 tahun tersebut.

Selain itu, bagi Ali Murtadho, yang paling mendasar dari kegiatan ini dia dapat bertemu kembali dengan sesama dai dari berbagai daerah.

Dauroh Murobbi Wustho Nasional ini dibuka dan ditutup Ketua Umum PP Hidayatullah Dr Abdul Mannan. Dalam pengarahannya, beliau menaruh harapan besar bagi para peserta untuk menjadi pemimpin umat di daerah-daerah. Salah seorang kader awal Hidayatullah ini juga meminta para dai tersebut terus meningkatkan kompetensi mereka, termasuk sisi keilmuan.

Acara penutupan ini dihadiri perintis Hidayatullah Ustadz Usman Palese, Direktur HiTC Ustadz Khairil Baits, Ketua Departemen Luar Negeri Ustadz Naspi Arsyad, Lc, Ketua Harian STIE Abdul Muhaimin dan sejumlah tamu undangan lainnya. (SKR)

Sinergi Pemkab dan Hidayatullah Membangun Mamuju Tengah

0
mamuju tengah
IST. Upacara rutin di Pemkab Mateng

HIDORID — Seorang muslim sejatinya selalu ada kebaikan yang menyertainya dalam setiap perbuatannya, terlebih jika ia kuasa atau mampu untuk melakukan sesuatu yang benar menurut keyakinannya.

Setidaknya keinginan seperti itulah yang disampaikan pejabat Bupati Mamuju Tengah (Mateng) Sulawesi Barat DR. Junda Maulana, M.Si saat menerima rombongan dai Pesantren Hidayatullah di kediaman sederhananya di bilangan BTN Axuri Mamuju.

Bupati pertama -di kabupaten yang baru terbentuk pada akhir tahun lalu ini- menyampaikan kegembiraannya karena Hidayatullah sanggup menjadi lembaga partner dalam peran sertanya membangun mental spiritual di daerah yang ia pimpin.

“Saya senang sekali kalau dai-dai Hidayatullah punya semangat, saya juga punya otoritas yang bisa kita sinergikan untuk membangun Mateng (Mamuju Tengah-Red),” sambutnya di awal pembicaraan.

Ia menyadari bahwa untuk mengawali sebuah pembangunan musti harus dimulai dari pembangunan mental pembangunnya atau manusiannya dan gerakan itu sejatinya bermula dari masjid sebagai basis pembangunan karakter manusia yang unggul.

Menandai semangatnya, masjid dekat rumah jabatan sementara yang kondisinya sangat menyedihkan itu, bupati Junda berencana untuk memimpin langsung kerja bakti bersih-bersih sehari sebelum ditempati sholat Jumat (11/10/2013) nanti.

Kabupaten Mamuju Tengah merupakan kabupaten yang terbentuk 8 tahun setelah dibentuknya kabupaten Mamuju Utara. Secara geografis banyak kesamaan dengan Mamuju Tengah. Keduanya merupakan pemekaran dari kabupaten Mamuju.

Hamparan alamnya merupakan daerah agraris dan rata-rata petaninya beralih ke tanaman kelapa sawit. Terlebih dengan masuknya beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Beberapa masih memilih bercocok tanam kakao, padi dan palawija lainnya. Daerah yang hampir seluruhnya dibuka melalui program transmigrasi pada era 1980-an ini secara fisik sudah tidak menandakan lagi kalau dulunya wilayah transmigrasi.

Di wilayah kecamatan Tobadak misalnya, mulai dari UPT (Unit Pemukiman Transmigrasi) Tobadak I sampai UPT Tobadak VIII pada umumnya mengalami perkembangan yang signifikan dari sektor pertaniannya.

“Semua keberhasilan yang Anda lihat ini sudah pengaturan Allah, adapun kami ini, yah, cuma berusaha saja,” ungkap tokoh adat Sulbar H. Muhammad Aras Tammauni, SE yang berdomisili di Tobadak I.

Uwe, demikian sapaan masyarakat untuk tokoh ini, mengisahkan dulu daerahnya jauh dari keramaian dalam bayangan warganya. Ia menuturkan semangat warga dan pemerintah setempat untuk tetap terus membangun daerahnya sehingga kini dirasakan hasil jerih payahnya.

Hal senada juga disampaikan camat Tobadak, Dzulkifli, S.Ip. M.Si. “Sangat luar biasa masyarakat (Tobadak) di sini budaya membangun dan etos kerjanya tinggi. Namun demikian kami harus bermitra dengan Hidayatullah dalam membangun mental spiritualnya”.

Meski diakui, masih ada beberapa dusun yang masyarakatnya masih belum familiar dengan teknologi informasi lantaran tempatnya jauh dari keramaian yang berimbas pada pembangunan wilayah juga kehidupan keagamaan masyarakatnya.

Kondisi sosial itu menjadi tugas pemerintah dan lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta. Khususnya pondok-pondok pesantren di wilayah itu supaya kehadirannya menjadi solusi bagi pembangunan daerah yang memiliki keseimbangan visi keduniaan dan akhiratnya.

(Laporan langsung wartawan www.hidayatullah.or.id di Mamuju, Muhammad Bashori)

Petinggi TNI Biak Numfor Kunjungi Pesantren Hidayatullah

0

TNI biak numforHIDORID — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-68 , jajaran TNI se garnizun Biak Numfor melaksanakan kegiatan anjang sana ke Pondok Pesantren Hdayatullah Biak.

Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Staf Korem 173/PVB Kolonel Inf Agus Hernawan ini di ikuti oleh Dan Lanud Manuhua Biak Kolonel Pnb F.Indrajaya, perwakilan perwira dari Kosek Hanudnas IV Biak, Guskamla Armatim Biak, Lanal Biak, Danyon Paskhas 468 Sarotama Biak, dan perwira staf dari masing-masing satuan (Pendam 17)

Dalam sambutannya Kepala staf Korem 173/PVB Kolonel Inf Agus Hernawan menyampaikan bahwa kegiatan anjangsana ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT HUT ke-68 oleh karena itu di harapkan partsipasi seluruh masyarakat dalam mendukung tugas TNI.

“Khususnya bagi warga Pondok Pesantren Hidayatullah, dimohon doanya agar rangkaian kegiatan HUT TNI berjalan dengan lancar,” kata Kolonel Agus.

Dalam kesempatan tersebut TNI menyerahkan tali asih berupa sembako yang merupakan perekat rasa persatuan dan persaudaraan kepada anak-anak asuh Yayasan Pesantren Hidayatullah Biak.

Pimpinan Pesantren Hidayatullah Biak, Ustadz Panji Abdullah, dalam kesempatan yang sama menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan dan apresiasi TNI yang terus mendukung kegiatan dan program keummatan Hidayatullah di wilayah tersebut. (mil/ybh/hio)

Dari Ciomas Bertekad Lahirkan Generasi Cerdas Relijius

hidayatullah ciomasHIDORID — Pondok Pesantren Hidayatullah Cabang Ciomas, Bogor, Jawa Barat, yang beralamat di Jalan Pasir Peundeuy, Kampung Cibinong RT 04/01 Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Ciomas Bogor, didirikan pada awal tahun 2012. Pencetusnya adalah Ustadz Budiman Sahid.

Ustadz Budiman Sahid adalah jebolan Pondok Pesantren Hidayatullah Cabang Depok pada tahun 1998. Di Depok, Budiman sempat menerima didikan dari sesepuh Hidayatullah Ustadz Usman Palese dan Ustadz Abdul Mannan yang kini sebagai Ketua Umum PP Hidayatullah.

Sebelumnya, di daerah Bogor telah berdiri 4 cabang Pesantren Hidayatullah yaitu cabang Parung, Kayumanis, Cibinong, dan Gunung Sindur. Salah satu donatur yang bersedia mewakafkan tanah untuk pembangunan Ponpes Hidayatullah Ciomas tersebut adalah Bapak H. Denny, warga Perum Taman Pagelaran Bogor.

Pada awalnya, beliau berkunjung ke salah satu pesantren di Bogor dan kemudian dari kunjungan tersebut beliau berniat mendirikan pesantren di daerah Ciomas. Setelah mencari tanah ke beberapa tempat dan atas bantuan ustadz Budiman, akhirnya dipilihlah Desa Pasir Peundeuy sebagai lokasi pembangunan pondok.
Luas lahan pesantren ini adalah 1635 m2 dan berada di kawasan jauh dari padat penduduk. Tidak hanya pondok untuk para santri, H. Denny juga berdonasi untuk pembangunan masjid yang alhamdulillah proses pembangunannya berjalan dengan lancar.

Kini Pesantren Hidayatullah Ciomas dibantu staf pengurus, yakni Ustadz Azka Rusli Rubama selaku ketua Pondok Pesantren Hidayatulllah yang juga alumni Pesantren Hidayatullah Depok. Saat ini kegiatan pondok memfokuskan pendidikan santri pada tingkat SMP dan SMA serta Kader Da’I Mandiri (KDM) dari kalangan dhuafa dan berprestasi, dan untuk biaya pendidikan digratiskan atau full beasiswa.

Kegiatan pendidikan telah cukup lama berlangsung dengan 10 orang santri, 4 santri bermukim dan sisanya pulang ke rumah dekat pesantren. Selain itu para staff juga rutin tiap hari Senin pagi mengadakan kajian dan tahsin Qiro’ah Qur’an dengan metode UMMI Dan MBA oleh Ust Komaruddin sala satu alumni Ponpes Hidayatullah Depok juga. Selain belajar formal, santri juga berkegiatan bercocok tanam dan kegiatan ekstrakulikuler lainya.

Untuk kurikulum, Hidayatullah Ciomas ini memadukan pesantren salaf dan pesantren modern. Sedangkan program utamanya adalah tahfidz Quran. Seluruh kegiatan atau biaya operasional sepenuhnya berasal dari para donatur baik secara insidentil atau pun secara rutin. Oleh karena itu, donasi dari kaum muslim sangat membantu program keummatan untuk lahirnya generasi muda yang bermanfaat untuk umat, agama, dan bangsa.

“Semoga kelak lembaga ini melahirkan ulama dan intelektual muslim yang cerdas, relijius, dan bermanfaat untuk umat dan bangsa,” harap Budiman. (ybh/hio)

Mengbadi di Papua adalah Tantangan dan Kemuliaan

0

wisudawan stiehid 2013HIDORID — Dari tiga puluh enam sarjana STIE dua di antaranya mendapat tugas ke tanahPapua. Dua nama tersebut adalah Ahmad Muslimin dan Muhammad Khudori. Keduanya sama-sama berasal dari Kalimantan, yakni Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.

Ahmad yang biasa disapa Amad ini mengatakan bahwa tugas ke Jayapura adalah jalan terbaiknya menuju surga.

“Saya tidak pernah berpikir macam-macam. Bahkan saya memang sempat berpikir kalau-kalau ditugaskan ke Papua. Ternyata benar, ya Alhamdulillah. Bagi saya, tugas ke Jayapura adalah tantangan kemuliaan,” ucapnya.

Ketika ditanya bagaimana respon keluarga mengenai hasil penugasannya, Amad mengatakan tidak ada masalah.

20130929_103851“Alhamdulillah tidak ada masalah. Keluarga saya malah mendukung dan berharap saya bisa mengamalkan ilmu dan memberi manfaat bagi umat di sana,” terangnya.

Sementara itu, Khudori mengatakan bahwa berangkat ke Jayapura adalah kebahagiaan baginya.

“Tugas ke Jayapura adalah sebuah kehormatan. Semoga saja saya dengan apa yang saya miliki bisa menerangi bumi Cenderawasih dengan kedamaian dan keindahan cahaya Islam,” harapnya. (HidayatullahDepok.org)

Tantangan Terbesar Muslim Datang dari Dalam

0

Tantangan Terbesar Muslim Datang dari DalamHIDORID — Perdana Menteri Malaysia meminta umat Islam pecinta damai di seluruh dunia untuk bersatu melawan ekstremis yang menggunakan agama sebagai alasan melakukan kekerasan. Perdana menteri itu menekankan bahwa kemoderatan adalah kunci menang perang untuk masa depan Islam.

“Di seluruh dunia, ekstremisme mengambil nyawa dan menghancurkan kesempatan. Ini mempengaruhi kita semua. Tetapi itu adalah segelintir orang, dari satu iman, yang paling menderita,” kata Perdana Menteri Malaysia Mohd Najib bin Tun Haji Abdul Razak di debat Umum Majelis Umum PBB Sabtu waktu setempat atau Minggu WIB.

“Saya percaya ancaman terbesar bagi umat Islam saat ini tidak berasal dari dunia luar, melainkan dari dalam,” katanya.

“Agama kami yang diturunkan untuk perdamaian dan didasarkan pada toleransi sedang diputar oleh kaum ekstrimis yang menyebarkan argumen palsu untuk mendorong perpecahan dan membenarkan kekerasan,” katanya.

“Di seluruh dunia Islam, ekstremis membungkus agenda sesat mereka dengan kain agama, memutus tali keluarga, negara dan umat,” katanya. Tetapi Muslim tidak berdaya untuk bertindak, kata Razak.
“Saya percaya moderasi dalam agama dan proses politik dapat membendung hilangnya hidup dan kebebasan di dunia muslim. Di balik kekerasan tragis, ada pertempuran yang dilancarkan untuk masa depan Islam.”

Dia mengatakan umat Islam seharusnya tidak melakukan kesalahan moderasi yang melemahkan. “Pemimpin Muslim harus berbicara dan mengecam kekerasan, supaya kebungkaman mereka adalah keliru untuk penerimaan,” kata Razak seperti dikutip Xinhua. (ant/ybh)

Siswa SMA Al-Bayan Terima Beasiswa Bank Permata Syariah

0
FOTO: BAIHAKI/ KONTAN
FOTO: BAIHAKI/ KONTAN

HIDORID — Manajemen PT Bank Permata Syariah menyalurkan bantuan berupa beasiswa kepasa 60 siswa SMA Al-Bayan Pondok Pesantren Hidayatullah Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/09/2013) lalu.

Masing masing anak diberikan bantuan Rp 800 ribu. Beasiswa ini untuk siswa yang tergolong miskin atau tidak mampu tersebut sebagai bentuk kepedulian sesama terutama dalam hal pendidikan.

Irwan selaku Branch Manager Bank Permata Syariah Makassar, menyerahkan langsung sumbangan kepada Kepala SMA Al-Bayan, Muhammad Kaisar, disaksikan oleh jajaran guru dan penerima serta sejumlah siswa.

“Pemberian Beasiswa ini merupakan komitmen dan sumbangsih Bank Permata Syariah sebagai bagian dari Masyarakat Makassar dalam rangka turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Irwan. (tn/hio)

Hidayatullah Lepas 36 Kader Dai Muda STAIL ke Pelosok

0

Hidayatullah Lepas 36 Kader Dai Muda STAIL ke Pelosok NegeriHIDORID — Suara takbir menggema di hall serbaguna Pesantren Hidayatullah Surabaya, mengiringi pelepasan pengumuman tempat penugasan Kader Dai Hidayatullah lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI) Luqman Al Hakim Surabaya di hadapan ratusan undangan yang hadir, Sabtu (14/09/2013) lalu.

Hadir dalam pelepasan dai tersebut perwakilan Pengurus Pusat Hidayatullah, PW Hidayatullah Jawa Timur, PD Hidayatullah Surabaya, Ketua BMH Surabaya, Muslimat Hidayatullah, serta wali santri dan civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Lukman Al-Hakim (STAIL) Surabaya.

Di antara kader dai muda Hidayatullah alumni STAIL yang dilepas hari itu, Jam’ul Hidayat misalnya, mendapat tugas dakwah ke Timika, Papua.

Lalu ada Fachrur Rozy yang mendapat tugas di Kepulauan Riau, dan Alauddin Subandi ke Makassar Sulawesi Selatan. Setiap kader yang ditugaskan, telah dibekali ilmu selama empat tahun di kampus miniatur peradaban Islam itu.

“Alumni sekolah tinggi kader dai Hidayatullah hendaknya memiliki loyalitas yang tinggi dan percaya sepenuhnya terhadap apa yang dibawa Hidayatullah di seluruh Nusantara. Semangat nilai ketauhidan, iman dan Islam adalah bekal utama setiap bagi setiap kader yang berdakwah di seluruh pelosok negeri ini,” demikian kutipan sambutan Ketua PP Hidayatullah, Dr. H. Abdul Mannan.

“Kader Hidayatullah tidak boleh tergoda dengan godaan duniawi yang sifatnya hanya sementara, dan bahkan dapat mengganggu semangat dakwah. Yakinlah bila kita menolong agama Allah, maka Allah pasti akan menolong kita. Bertahan saja ditempat tugas, insya Allah, janji Allah pasti akan nyata hasilnya,” lanjut Abdul Mannan lagi.

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Lukman Al-Hakim Surabaya, Abdul Kholik, Lc, M.H.I, menyampaikan pentingnya STAIL sebagai media kaderisasi Hidayatullah yang sangat efektif untuk dapat memberikan jawaban kepada bangsa ini.

“Sebagai pemimpin dan problem solver (pemberi solusi) ditengah-tengah persoalan yang dihadapai masyarakat,” imbuhnya.

Pelaksana panitia penugasan kader dai muda Hidayatullah, Mohammad Idris mengungkapkan, setiap kader dai muda Hidayatullah yang telah ditugaskan, telah dibekali keterampilan membaca kitab klasik, kemampuan membaca Al-Qur’an, kemampuan akademis dan mental spiritual.

Sehingga, lanjut Idris, kader yang ditugaskan benar-benar telah siap siaga di medan dakwah, dimanapun mereka ditugaskan.

“Tahun ini, target yang ditetapkan oleh STAIL adalah terhadap calon mahasiswa baru yang akan mengikuti pembelajaran di STAIL, akan diwisuda nantinya apabila mampu menghafal 15 juz, hafal hadist, memiliki kemampuan akademis yang baik, memiliki karakter berkualitas, serta mampu menjadi pemimpin yang bisa diteladani umat,” tandasnya. (bmh/hio)

 

Seorang Sarjana Harus Bisa Diandalkan

wisuda stiehid 2HIDORID — Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IV Prof. Dr. Ir Abdul Hakim Halim, M.Sc, mengatakan perjalanan hidup wisudawan sarjana strata satu masih akan berlanjut, masih banyak pengorbanan dan perjuangan yang harus dihadapi, masih banyak ilmu pengetahuan yang harus digali dan dipelajari serta masih banyak prestasi yang perlu diraih.

Imbauan tersebut disampaikan Prof. Dr. Ir Abdul Hakim Halim dalam sambutan tertulisnya di hadapan ratusan hadirin pada acara Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana STIE Hidayatullah Depok di Cibinong, Sabtu (28/09/2013) pagi.

“Selepas dari sini seyogyanya saudara dapat menjadi kebanggaan keluarga, masyarakat, dan bila mungkin bagi bangsa dan negara. Jadilah sosok pribadi yang berkualitas dan berkompeten di bidangnya sehingga kehadiran saudara di dalam masyarakat benar benar dapat diandalkan. Saya ingatkan pula bahwa perjalanan hidup saudara tidak berhenti pada hari ini,” kata Profesor Hakim.

Ia menegaskan, melalui proses pendidikan yang baru saja wisudawan selesaikan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID) Kota Depok ini, maka wisudawan telah memiliki kompetensi yang lebih tinggi daripada kompetensi yang dituntut saat ini oleh para pemangku kepentingan (stakeholders).

“Kami pun percaya bahwa lulusan dari STIE Hidayatullah ini dengan segala kemampuan dan sumber daya yang ada, serta ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai serta memiliki keungggulan kompetitif, siap berkompetisi baik di masyarakat maupun di dunia kerja,” terangnya.

Ia berharap semoga ilmu yang telah diraih wisudawan sarjana ekonomi ini mendatangkan manfaat dan berkah bagi penyandang gelar, keluarga, dan masyarakat.

“Pada hari ini saudara diantar terjun ke masyarakat untuk memberikan karya terbaik. Jagalah harkat dan martabat almamater saudara, jagalah harga diri saudara dengan akhlak mulia,” pesannya.

Pihaknya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga besar STIE Hidayatullah atas kerja kerasnya dalam peran serta mencerdaskan kehidupan bangsa. “Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuknya dalam setiap langkah kita serta kegiatan ini menjadi amal ibadah,” imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID) Kota Depok menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Strata Satu Angkatan Pertama digelar di Gedung Kesenian dan Olahraga Pemkab Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/9/2013) pagi.

Wisuda ini diikuti 117 lulusan STIE Hidayatullah angkatan 2013, di mana sebelumnya STIEHID telah mendapat izin penyelenggaran pendidikan pada tahun 2009 secara resmi dari Kemendiknas.*

Sarjana STIEHID Diimbau Terus Tingkatkan Kompetensi

wisuda stiehidHIDORID — Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IV Prof. Dr. Ir Abdul Hakim Halim, M.Sc, menghimbau kepada wisudawan sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID) untuk selalu meningkatkan kualitas dan kompetensi diri, sebab di mana kelak para sarjana berkiprah di masyarakat akan dituntut demikian.

“Saya ingin mengingatkan bahwa acara wisuda pada hakikatnya tidak hanya ditandai dengan penyerahan ijazah, tetapi wisuda itu ditandai oleh pengakuan masyarakat akademik dan masyarakat umum atas pengingkatan kompetensi yang telah saudara capai sempai hari ini,” kata Prof. Dr. Ir Abdul Hakim Halim dalam sambutan tertulisnya pada acara Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana STIE Hidayatullah Depok di Cibinong, Sabtu (28/09/2013).

Profesor Abdul Hakim, menjelaskan, kompetensi yang wisudawan milikilah yang membedakan kondisi mereka pada hari ini dengan kondisi pada saat mereka memasuki STIE Hidayatullah Depok.

Ia mengingatkan kepada wisudawan bahwa perubahan itu selalu terjadi setiap saat, dan perubahan tersebut bukan hanya terjadi pada kompetensi wisudawan saja tetapi juga terjadi pada tuntunan masyarakat pemangku kepentingan. Dari hari ke hari tuntutan stakeholders berubah terus dan semakin kompleks, ujarnya.

Pihaknya menyatakan rasa gembira dan bahagia serta menyampaikan ucapan selamat kepada para lulusan STIE Hidayatullah yang diwisuda. Kepada keluarga wisudawan, para donatur, dan penyedia jasa beasiswa, saya pun menyampaikan rasa gembira dan bahagia serta selamat atas keberhasilan yang telah dicapai oleh wisudawan.

“Tidak lupa pula, ucapan selamat saya sampaikan kepada Ketua STIE Hidayatullah Depok beserta jajarannya, atas usaha yang sangat keras dan sungguh-sungguh sehingga para wisudawan dapat menyelesaikan studinya dengan baik,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID) Kota Depok menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Strata Satu Angkatan Pertama digelar di Gedung Kesenian dan Olahraga Pemkab Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/9/2013) pagi.

Wisuda ini diikuti 117 lulusan STIE Hidayatullah angkatan 2013, di mana sebelumnya STIEHID telah mendapat izin penyelenggaran pendidikan pada tahun 2009 secara resmi dari Kemendiknas.*