AdvertisementAdvertisement

Islam Bergerak dan Menggerakkan Sesuai Zaman, Ketua DPW Sulbar Sampaikan Empat Pilar Kebangkitan Umat

Content Partner

PASANGKAYU (Hidayatullah.or.id) — Kejayaan Islam tidak cukup diwujudkan melalui keyakinan semata, tetapi harus ditopang oleh iman yang kokoh, ilmu yang memadai, dakwah yang berkelanjutan, dan persatuan umat. Gagasan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Barat, Ustadz Najamuddin, M.Pd., saat mengisi Pengajian Bulanan Muhammadiyah yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bulutaba di Masjid Jihadul Ummah, Desa Lilimori, Kecamatan Bulutaba, Kabupaten Pasangkayu, Ahad (21/6/2026).

Dalam tausiahnya bertema “Islam Bergerak dan Menggerakkan Sesuai dengan Zaman”, Najamuddin menegaskan bahwa ajaran Islam tetap relevan sepanjang masa. Namun, relevansi tersebut harus diwujudkan melalui peran aktif umat dalam mengamalkan dan memperjuangkan nilai-nilai Islam di tengah kehidupan masyarakat.

“Islam adalah agama yang selalu relevan dengan setiap zaman. Namun, kejayaan Islam hanya akan terwujud apabila umatnya bergerak mengamalkan dan memperjuangkan nilai-nilai yang diajarkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kebangkitan umat bertumpu pada empat pilar utama, yakni iman, ilmu, dakwah, dan persatuan.

Menurutnya, iman menjadi fondasi utama perjuangan seorang muslim. Keimanan yang kuat akan melahirkan keteguhan dalam menjalankan perintah Allah SWT serta keberanian menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Para nabi, sahabat, dan ulama terdahulu mampu menghadapi berbagai ujian karena memiliki keimanan yang kokoh. Karena itu, umat Islam harus terus memperkuat hubungan dengan Allah melalui ibadah dan amal saleh,” katanya.

Selain iman, Najamuddin menekankan pentingnya ilmu sebagai kunci kemajuan umat. Islam, kata dia, sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan mendorong umatnya untuk terus belajar sepanjang hayat.

Ia mengutip nasihat yang masyhur di kalangan ulama bahwa siapa yang menginginkan dunia harus dengan ilmu, siapa yang menginginkan akhirat harus dengan ilmu, dan siapa yang menginginkan keduanya juga harus dengan ilmu.

“Melalui ilmu, umat Islam dapat menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat sekaligus berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan peradaban,” ujarnya.

Pada aspek dakwah, Najamuddin menegaskan bahwa tugas menyampaikan nilai-nilai Islam bukan hanya menjadi tanggung jawab para dai, melainkan kewajiban setiap muslim sesuai kapasitasnya.

“Dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah di mimbar, tetapi juga melalui keteladanan akhlak, pendidikan, pelayanan sosial, dan berbagai aktivitas yang membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia mengajak jamaah untuk menjadi agen kebaikan yang aktif menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta berkontribusi membangun masyarakat yang berakhlak mulia.

Menutup pemaparannya, Najamuddin menekankan pentingnya menjaga persatuan umat Islam. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki umat tidak akan berkembang optimal apabila terhambat oleh perbedaan-perbedaan yang bersifat nonprinsip.

“Persatuan akan melahirkan kekuatan besar yang mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat,” tuturnya.

Pengajian bulanan yang dihadiri warga persyarikatan dan simpatisan Muhammadiyah tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Para peserta mengikuti rangkaian acara dengan antusias hingga selesai, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara penceramah, pengurus Muhammadiyah, dan jamaah yang hadir.

Reporter: Massiara
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Pendidikan Paralegal STIE Hidayatullah Dibuka, Mahasiswa Dibekali Pemahaman Hukum

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah menyelenggarakan Pendidikan Paralegal bagi mahasiswa STIE Hidayatullah Depok pada 21–24 September...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img