
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ, فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Jama’ah hadirin sidang Shalat Jum’ah yang dimuliakan oleh Allah ﷻ,
Marilah kita panjatkan rasa syukur yang sedalam-dalamnya kepada Allah ﷻ. Dialah yang masih memberi kita nikmat iman, kesehatan, dan kesempatan hidup.
Nikmat-nikmat itu sejatinya bukan sekadar untuk dinikmati, tetapi untuk digunakan sebagai jalan meraih kebaikan dunia dan keselamatan akhirat.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi dan Rasul junjungan kita, suri teladan yang baik bagi umat ini, yakni Nabi Agung Muhammad ﷺ.
Khatib berwasiat kepada diri pribadi dan jama’ah sekalian agar senantiasa meningkatkan kualitas iman dan takwa. Karena bekal terbaik yang akan menemani kita ketika menghadap Allah ﷻ bukan harta, bukan jabatan, bukan pula popularitas, melainkan takwa.
Allah ﷻ berfirman:
وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيۡرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقۡوَىٰۖ
“Berbekallah kalian, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”
Jama’ah yang dirahmati Allah,
Di penghujung tahun 2025 ini, Allah ﷻ kembali menguji bangsa ini. Musibah datang bertubi-tubi menghampiri saudara-saudara kita terutama di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Banjir besar melanda wilayah-wilayah tersebut, merendam pemukiman, melumpuhkan fasilitas umum, menghanyutkan kendaraan, merusak masjid, serta memusnahkan harta benda yang selama ini mereka kumpulkan dengan jerih payah.
Data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana per 25 Desember 2025 menunjukkan betapa besar dampak musibah ini. Lebih dari seribu jiwa meninggal dunia, ratusan orang dinyatakan hilang, ribuan infrastruktur rusak, ratusan rumah ibadah, sekolah, jembatan, dan fasilitas kesehatan lumpuh.
Tidak sedikit warga yang kehilangan tempat tinggal, sumber penghidupan, bahkan orang-orang tercinta. Bahkan ada yang meninggal dunia karena kelaparan.
Tak seorang pun pernah mengetahui kapan musibah datang. Hujan deras yang turun tanpa henti berubah menjadi banjir yang datang tiba-tiba.
Kerusakan hutan dan lingkungan yang terjadi selama bertahun-tahun, akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, memperparah bencana dan memperbesar penderitaan.
Banyak saudara kita terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah, kehilangan harta, bahkan kehilangan nyawa. Tangisan anak-anak, kegelisahan orang tua, dan kesedihan keluarga menjadi pemandangan yang memilukan.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Musibah yang menimpa mereka sejatinya bukan hanya ujian bagi korban, tetapi juga ujian bagi kita semua. Musibah mereka adalah cermin bagi nurani kita. Derita mereka adalah pertanyaan bagi kepedulian kita. Kesedihan mereka adalah panggilan bagi iman kita.
Sejauh mana empati kita terhadap sesama? Seberapa besar solidaritas kita sebagai umat manusia dan umat Islam?
Rasulullah ﷺ telah memberi teladan agung dalam merespons penderitaan sesama. Beliau mengajarkan bahwa meringankan beban orang lain adalah jalan untuk diringankan bebannya kelak di akhirat.
Beliau ﷺ bersabda:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ. وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
“Barang siapa meringankan satu kesusahan seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat. Dan barang siapa memudahkan orang yang sedang kesulitan, Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)
Hari ini, saudara-saudara kita di wilayah terdampak bencana sangat membutuhkan uluran tangan. Mereka kehilangan rumah, pakaian, makanan, dan rasa aman.
Anak-anak kebingungan, orang tua diliputi kecemasan, dan keluarga bertahan dalam keterbatasan di tenda pengungsian.
Semua itu terjadi bukan karena mereka lalai, tetapi karena takdir Allah ﷻ dan akibat kerusakan yang dilakukan manusia.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Setidaknya ada tiga langkah nyata yang dapat kita lakukan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.
Pertama, memperbanyak doa.
Doa adalah senjata orang beriman. Doa adalah bukti bahwa hati kita terikat dengan penderitaan saudara kita, meski raga tak selalu bisa hadir.
Allah ﷻ berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
“Tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan.” (QS. Al-Ma’idah: 2)
Rasulullah ﷺ bersabda:
دَعْوَةُ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ
“Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya adalah mustajab.” (HR. Muslim)
Bahkan malaikat mendoakan balik orang yang mendoakan saudaranya. Maka jangan anggap remeh doa. Doa adalah pertolongan besar yang mengundang rahmat Allah ﷻ.
Kedua, menyalurkan bantuan dan sedekah.
Islam mengajarkan bahwa dalam setiap harta kita terdapat hak orang lain.
وَفِيْٓ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّاۤىِٕلِ وَالْمَحْرُوْم
“Pada harta mereka terdapat hak bagi orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta.” (QS. Adz-Dzariyat: 19)
Besar atau kecil bantuan bukan ukuran di sisi Allah. Yang dinilai adalah keikhlasan dan kepedulian.
Ketika harta saudara kita musnah oleh banjir, Allah memindahkan ujian itu kepada kita: apakah kita mau berbagi atau berpaling?
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَاللهُ في عَونِ العَبدِ ما كانَ العَبدُ في عَونِ أَخيهِ
“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim)
Ketiga, mendampingi hingga bangkit.
Islam tidak mengajarkan kepedulian sesaat. Banjir mungkin surut, tetapi luka batin dan trauma membutuhkan waktu panjang untuk pulih.
Karena itu, kita harus mendampingi saudara saudara kita semampu yang bisa kita lakukan agar mereka pulih kembali. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ
“Barang siapa memudahkan orang dalam kesulitan, Allah akan memudahkannya.” (HR. Muslim)
Pendampingan psikososial, pemulihan pendidikan anak-anak, dan penguatan ekonomi korban adalah bagian dari ibadah sosial jangka panjang.
Tidak ada sedekah yang sia-sia. Tidak ada kepedulian yang hilang. Semua akan Allah balas dengan kebaikan yang lebih besar.
Karena manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi sesama:
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Jama’ah yang dimuliakan Allah,
Musibah ekologis yang berdampak luas ini juga menjadi seruan taubat kolektif, khususnya bagi para pengambil kebijakan. Kerusakan lingkungan yang berulang menunjukkan kegagalan tata kelola alam. Allah ﷻ telah mengingatkan:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia…” (QS. Ar-Rum: 41)
Negara wajib hadir membenahi tata kelola lingkungan, menghentikan kebijakan yang merusak alam, dan melindungi keselamatan rakyat. Taubat yang sejati adalah perubahan kebijakan dan keberpihakan pada keberlanjutan kehidupan.
Semoga Allah menjauhkan kita dari musibah yang berat, dan jika pun ujian datang, semoga Allah mengiringinya dengan hadirnya orang-orang yang peduli.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد
فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى اِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ
Do’a Penutup
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً. اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
اَللّٰهُمَّ انْصُرِ الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اَللّٰهُمَّ ارْحَمِ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ. اَللّٰهُمَّ اكْشِفْ الغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْفَعَ الْبَلَاءَ عَنْ غَزَّةَ وَأَهْلِهَا، وَأَنْ تَنْصُرَهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ، وَأَنْ تَرْحَمَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ، وَأَنْ تَكْشِفَ الْغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ عَافِنَا وَالْطُفْ بِنَا وَاحْفَظْنَا وَانْصُرْنَا وَفَرِِّجْ عَنَّا وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اكْفِنَا وَإِيَّاهُمْ جَمِيْعًا شَرَّ مَصَائِبِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبّ الْعَالَمِيْنَ
!عِبَادَاللهِ
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
(Untuk mengunduh naskah ini ke format PDF, klik icon “print” pada share button di bawah lalu pilih simpan file PDF)






