AdvertisementAdvertisement

Menko PMK Dorong Hidayatullah Terus Beri Sumbangsih Menuju Indonesia Emas

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, mendorong Hidayatullah terus memberikan sumbangsihnya yang lebih bermakna untuk menuju Indonesia Emas.

“Saya tunggu gerakan yang lebih bermakna, yang lebih memberikan manfaat kepada umat dan kepada bangsa demi menuju Indonesia Emas,” ujar Menko PMK dalam pesannya kepada segenap pengurus dan warga Hidayatullah belum lama ini seperti dilansir laman Ummulqurahidayatullah, Senin, 27 Jumadil Awal 1445 (11/12/2023).

Menko PMK mengapresiasi peran Hidayatullah dalam membangun NKRI. Ia menilai Hidayatullah sejauh ini telah memberikan sumbangsih yang sangat besar kepada umat dan bangsa Indonesia.

Menko PMK pun berharap, ke depan Hidayatullah mampu memberikan sumbangsih yang lebih besar dan baik lagi.

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tiga periode (2000–2016) ini pun menyampaikan pesan berupa pepatah Arab, yang ia jelaskan maksudnya:

“Apa yang terjadi hari ini adalah impian kemarin dan tugas kita semuanya ini adalah membangun impian untuk hari esok.”

Tentunya, pesan dari pepatah Arab tersebut, kata Muhadjir, juga berlaku untuk ormas Hidayatullah dengan segenap kekuatan dan gerakannya.

“Selamat atas terselenggaranya Silaturahmi Nasional (Hidayatullah),” ujar Menko PMK juga dalam video sambutannya secara virtual pada acara Pembukaan Silatnas Hidayatullah yang digelar di Kampus Induk Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kamis (23/11/2023) lalu.

Silatnas Hidayatullah bertema “50 Tahun Bersama Umat Membangun NKRI yang Beradab” diikuti 20 ribu lebih peserta, berdasarkan laporan resmi panitia. Puncak silatnas berlangsung empat hari (23-26/11/2023), disiarkan langsung melalui channel Youtube Ummulqura Hidayatullah.* (SKR/Media Silatnas Hidayatullah/MCU)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Spirit Halal Bihalal dan Menetapi Ketakwaan Kita

ATAS gagasan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdul Wahab Chasbullah yang merespon dinamika politik yang muram pada masa itu,...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img