
CILACAP (hidayatullah.or.id) — Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang kesempatan untuk bangkit, memperbaiki diri, dan menatap masa depan dengan penuh harapan.
Semangat itulah yang dibawa HiGIVE Indonesia melalui program “Nusakambangan Menyapa Indonesia” dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mengusung tagline “81 Tahun Indonesia Merdeka: Menyalakan Harapan, Menguatkan Perubahan,” program ini hadir untuk memberikan penguatan, kepedulian, dan ruang perubahan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) serta para santri di Nusakambangan.
Rangkaian kegiatan berlangsung pada 19–20 Agustus 2026 di Lapas Permisan dan Lapas Kembang Kuning, Nusakambangan. Beragam agenda dihadirkan, mulai dari coaching, layanan kesehatan, hapus tato gratis, penyuluhan hukum, pemberian kebutuhan dasar, hingga penguatan spiritual melalui Tabligh Akbar.
Di balik kokohnya tembok pemasyarakatan, HiGIVE Indonesia ingin menyampaikan pesan bahwa kemerdekaan dan harapan adalah milik semua orang. Termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana dan proses pembinaan untuk kembali ke tengah masyarakat.
Dari Coaching, Layanan Kesehatan hingga Penyuluhan Hukum
Rangkaian kegiatan diawali dengan coaching bagi warga binaan di Lapas Permisan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memberikan motivasi, membangun kesadaran diri, serta mendorong para WBP agar terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik.
Pada hari yang sama, HiGIVE Indonesia bersama para mitra juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan dan hapus tato gratis bagi warga binaan. Layanan tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata kepada mereka yang sedang menjalani proses pembinaan.
Sementara di Lapas Kembang Kuning, dilaksanakan edukasi dan penyuluhan hukum. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman warga binaan mengenai hak, kewajiban, serta konsekuensi hukum sebagai bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
Kepedulian juga diwujudkan melalui dukungan kebutuhan dasar bagi santri dan warga binaan. Bantuan yang diberikan antara lain perlengkapan mandi berupa sabun, sampo, sikat gigi, pasta gigi dan sabun cuci, celana dalam pria, kurma Ajwa, serta paket makanan.

Tabligh Akbar, Menyalakan Harapan dan Semangat Perubahan
Puncak rangkaian Nusakambangan Menyapa Indonesia dilaksanakan melalui Tabligh Akbar yang menghadirkan penceramah nasional sekaligus Ketua Umum DPP Hidayatullah, K.H. Naspi Arsyad, Lc.
Suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan terasa ketika para santri, warga binaan, pegawai lapas, dan tamu undangan berkumpul dalam satu majelis. Sekat-sekat pemasyarakatan seakan mencair dalam ruang kebersamaan untuk menyimak pesan-pesan kebaikan dan penguatan spiritual.
Dalam tausiyahnya, Kiai Naspi mengajak seluruh peserta menjalani kehidupan dengan optimisme, kesabaran, dan keikhlasan.
“Hidup kita harus sehat, hadapi semuanya dengan senyuman,” pesan Kiai Naspi.
Ia juga mengingatkan agar setiap ujian kehidupan dihadapi dengan prasangka baik (husnudzon) kepada Allah SWT, karena ketetapan Allah selalu memiliki hikmah dan kebaikan bagi hamba-Nya.
Kata Kiai Naspi, masa pembinaan harus dapat menjadi momentum untuk melakukan muhasabah dan mendekatkan diri kepada Allah.
“Kalau kita ingin masuk surga, mendekatlah kepada Yang Punya Surga,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi penguatan bahwa masa lalu bukanlah akhir dari perjalanan. Selama seseorang masih diberikan kesempatan hidup, selalu terbuka ruang untuk bertaubat, memperbaiki diri, dan menatap masa depan dengan harapan baru.
“Hijrah Tanpa Nanti, Taat Tanpa Tapi”
Semangat perubahan juga disampaikan Ustadz Hasan Makanrim kepada para santri dan warga binaan. Ia mengajak seluruh peserta untuk istiqamah menjalani proses hijrah dan tidak kembali tergoda oleh kehidupan masa lalu.

“Jangan tergoda untuk kembali ke masa lalu. Keluar dari sini pulang, bukan pindah ke lapas lain yang tingkat security-nya lebih tinggi.”
Pesan tersebut kemudian disambut dengan ikrar bersama para santri dan WBP:
“HIJRAH TANPA NANTI, TAAT TANPA TAPI.”
Ikrar tersebut menjadi simbol tekad bersama untuk meninggalkan masa lalu, memperbaiki diri, dan membangun kehidupan baru yang lebih baik.
HiGIVE Indonesia: Kami Tidak Datang Sendiri
Direktur HiGIVE Indonesia sekaligus penggagas program Nusakambangan Menyapa Indonesia, Imron Faizin, menegaskan bahwa persoalan sosial dan dukungan terhadap pembinaan pemasyarakatan merupakan tanggung jawab bersama.

“Permasalahan sosial dan dukungan terhadap pembinaan pemasyarakatan tidak mungkin ditangani sendiri. Sinergi dan kolaborasi adalah sebuah keniscayaan.”
Karena itu, kehadiran HiGIVE Indonesia di Nusakambangan tidak dilakukan seorang diri. Berbagai lembaga dan mitra diajak bersama-sama menghadirkan kepedulian dan kontribusi nyata bagi proses pembinaan.
“Kami datang ke sini untuk kesekian kalinya tidaklah sendiri. Kami mengajak berbagai lembaga dan instansi untuk bersama-sama hadir, saling menguatkan dan memberikan kontribusi nyata bagi proses pembinaan,” ujarnya.
Menurut Imron, tembok pemasyarakatan bukan alasan untuk memutus kepedulian. Justru di tempat seperti itulah harapan harus terus dinyalakan agar proses pembinaan berjalan dengan lebih kuat dan manusiawi.
Lapas Kembang Kuning Apresiasi Kepedulian
Kepala Lapas Kembang Kuning, Winarso, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan yang selama ini diberikan HiGIVE Indonesia kepada warga binaan di Nusakambangan, khususnya Lapas Kembang Kuning.
“Apa yang telah diberikan selama ini sangat berarti bagi kami yang ada di sini,” ungkapnya.
Dukungan tersebut dinilai tidak hanya memberikan manfaat secara material, tetapi juga menghadirkan perhatian, motivasi, dan semangat bagi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan.
Kolaborasi untuk Satu Kebaikan
Program Nusakambangan Menyapa Indonesia menjadi gambaran bahwa kepedulian akan memiliki daya yang lebih besar ketika dikerjakan secara bersama-sama.
Sejumlah mitra dan perwakilan lembaga turut hadir, di antaranya Joni Susanto dan Ryan dari Al Khair Indonesia, Kamaludin dari Dompet Dhuafa, Abd. Muin dari Pos Dai Pusat, serta perwakilan lembaga dan mitra lainnya.
Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Pertamina Cilacap, ID Humanity–Dompet Dhuafa, BMH, Baitul Wakaf, LPH, LBH, Pos Dai Pusat, Pos Dai Yogyakarta, DPW Hidayatullah DIY dan Jatengbagsel, MTT, serta LPI.
Kepedulian juga diwujudkan melalui pembagian paket nasi Padang dengan lauk rendang kepada para santri, warga binaan, tamu undangan, dan pegawai Lapas Kembang Kuning.
Dari Nusakambangan untuk Indonesia
Apa yang berlangsung di Nusakambangan pada 19–20 Agustus 2026 bukan sekadar rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pesan bahwa kemerdekaan juga berarti kesempatan untuk berubah.
Bahwa setiap manusia memiliki ruang untuk memperbaiki diri. Dan bahwa di balik tembok pemasyarakatan sekalipun, harapan Indonesia tetap menyala.
Melalui “Nusakambangan Menyapa Indonesia”, HiGIVE Indonesia ingin memastikan bahwa semangat kemerdekaan tidak berhenti pada perayaan dan seremoni, tetapi hadir dalam bentuk kepedulian, pembinaan, kolaborasi, dan perubahan nyata.
Sebab, pada akhirnya, kemerdekaan bukan sekadar tentang “bebas dari”, tetapi juga tentang “bebas untuk menjadi lebih baik.”
Nusakambangan Menyapa Indonesia.
81 Tahun Indonesia Merdeka.
Menyalakan Harapan, Menguatkan Perubahan.
HiGIVE Indonesia — Hadir, Bersinergi, Menguatkan, Menginspirasi.







