
NUSAKAMBANGAN (hidayatullah.or.id) — Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti Tabligh Akbar dalam rangkaian program “Nusakambangan Menyapa Indonesia” di Lapas Kembang Kuning, Kamis (20/8/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh haru ketika Ketua Umum DPP Hidayatullah, K.H. Naspi Arsyad, Lc., menyampaikan tausiyah yang menguatkan hati para warga binaan agar tidak berputus asa dalam menjalani ujian kehidupan.
Dalam tausiyahnya, Kiai Naspi mengajak para WBP untuk senantiasa menjaga prasangka baik (husnuzan) kepada Allah SWT. Menurutnya, tidak semua ketetapan Allah sesuai dengan keinginan manusia. Namun, setiap takdir Allah pasti mengandung hikmah dan kebaikan bagi hamba-Nya.
“Allah SWT tahu apa yang terbaik untuk makhluk-Nya, dan hanya Allah yang memegang takdir hari esok. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain bagi kita selain semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Kalau kita ingin masuk surga, mendekatlah kepada Yang Punya Surga,” pesan Kiai Naspi di hadapan ratusan WBP.
Ia mengingatkan bahwa seorang Muslim tidak boleh menjadikan masa lalu sebagai alasan untuk kehilangan harapan. Sebaliknya, setiap ujian harus menjadi kesempatan untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, dan membangun kedekatan yang lebih kuat dengan Allah SWT.

“Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Selama kita masih diberi kesempatan hidup, berarti masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan kembali kepada Allah,” tuturnya.
Alumnus Universitas Islam Madinah tersebut juga menjelaskan bahwa keselamatan seorang hamba pada akhirnya sangat bergantung pada rahmat dan keridaan Allah SWT. Karena itu, ibadah harus dilakukan dengan penuh keikhlasan, bukan sekadar mengejar penilaian manusia.
“Bersyukurlah bahkan dalam kesunyian, tanpa perlu terlihat atau terdengar oleh manusia lain. Ketika Allah sudah cinta dan ridha kepada hamba-Nya, maka apa pun yang diminta akan diberikan dan dosa-dosanya diampuni,” lanjutnya.
Pesan tersebut mendapat perhatian dan respons emosional dari para WBP. Tabligh Akbar tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kembali harapan, ketenangan, dan keyakinan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.
Kiai Naspi kemudian mengajak para warga binaan menjadikan masa menjalani pembinaan di Lapas sebagai fase penting untuk melakukan introspeksi diri. Masa lalu tidak harus menjadi penghalang untuk menatap masa depan.
“Jadikan tempat ini sebagai tempat untuk mendekat kepada Allah. Jangan hanya menghitung berapa lama kita berada di sini, tetapi hitung berapa banyak perubahan yang sudah kita lakukan,” pesannya
Ia menegaskan, nilai seseorang di hadapan Allah tidak semata-mata ditentukan oleh masa lalunya, tetapi oleh bagaimana ia mengakhiri perjalanan hidupnya dengan taubat, iman, dan amal saleh.
“Yang penting bukan bagaimana masa lalu kita, tetapi bagaimana kita mengakhiri kehidupan ini. Selama Allah masih memberikan kesempatan, jangan berhenti untuk memperbaiki diri,” pungkas dai nasional tersebut

Kegiatan Tabligh Akbar “Nusakambangan Menyapa Indonesia” merupakan bagian dari agenda pembinaan kerohanian kolaboratif yang bertujuan memberikan penguatan mental dan spiritual kepada Warga Binaan Pemasyarakatan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menghadirkan energi positif, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan optimisme para WBP dalam mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Turut adir dalam kegiatan tersebut di antaranya Joni Susanto dan Ryan dari Al Khair Indonesia, Kamaludin dari Dompet Dhuafa, Abd. Muin dari Pos Dai Pusat, serta sejumlah perwakilan lembaga dan mitra lainnya.
Program ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Pertamina Cilacap, ID Humanity–Dompet Dhuafa, BMH, Baitul Wakaf, LPH, LBH, Pos Dai Pusat, Pos Dai Yogyakarta, DPW Hidayatullah DIY dan Jatengbagsel, MTT, serta LPI.






