
PARIGI MOUTONG (Hidayatullah.or.id) — Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Hidayatullah Sulawesi Tengah bersama Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Tengah sukses menggelar kegiatan Touring For Ukhuwah rute Palu menuju Parigi Moutong pada Sabtu–Ahad, 3–4 Oktober 2026.
Dengan berkendara sepeda motor (motoran), belasan kader dan peserta menempuh jarak kurang lebih 150 kilometer untuk mensukseskan kegiatan Lailatul Ijtima bersama keluarga besar Hidayatullah Sulawesi Tengah.
Kegiatan tersebut dalam rangka mempererat silaturahmi, memperkuat soliditas organisasi, serta menghadiri agenda Lailatul Ijtima yang dipusatkan di Kampus Hidayatullah Parigi.
Ketua Pemuda Hidayatullah Sulawesi Tengah, Suaib, menyampaikan bahwa perjalanan ini bukan sekadar motoran biasa, melainkan momentum untuk mengokohkan soliditas dan semangat dakwah generasi muda.
“Kegiatan ini menjadi momentum yang baik untuk menguatkan dan menjalin silaturahmi antarpemuda Hidayatullah Sulawesi Tengah. Harapannya, kebersamaan seperti ini dapat terus terjaga dan menjadi energi positif dalam menggerakkan dakwah khususnya dikalangan Pemuda Sulawesi Tengah,” ujar Suaib.
Para pemuda yang datang dengan motoran semakin terkesan dengan tersebut karena dikemas dengan berbagai kegiatan yang bernuansa pembinaan dan penguatan spiritual. Selama berada dilokasi kegiatan, para peserta mengikuti sejumlah agenda, di antaranya Kajian Islam, Halaqoh Qur’an, Qiyamullail, serta Lailatul Ijtima yang dipusatkan di Kampus Hidayatullah Parigi.
Kegiatan ini meninggalkan kesan tersendiri, lanjut Suaib, karena pemuda pendapat penguatan dari para senior, baik yang bersifat spiritual maupun semangat dalam menjalankan tugas dakwah di tengah umat.
Motoran yang menembus rute Palu–Parigi Moutong ini diharapkan dapat memupuk kekompakan anak-anak muda Sulteng dalam memberikan kontribusi positif serta energi dakwah bagi masyarakat, khususnya para pemuda Sulawesi Tengah.
Melalui kegiatan ini, Pemuda Hidayatullah Sulteng membuktikan bahwa dakwah dapat dikemas secara adaptif, kreatif, dan penuh kebersamaan tanpa menghilangkan nilai-nilai penguatan spiritual.








