AdvertisementAdvertisement

Sekolah Hebat, Membina Wali Murid untuk Mewujudkan Visi Pendidikan Hidayatullah

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Jumat, 26 Juni 2026 Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) DPP Hidayatullah menggelar pertemuan virtual bersama para kepala sekolah Zona DKI Jakarta, Banten, dan Jawa.  Kegiatan yang dihadiri ratusan kepala sekolah serta pengurus Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah tersebut membahas pentingnya pembinaan wali murid sebagai bagian dari penguatan visi pendidikan Hidayatullah.

Kepala Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) DPP, Muhammad Farhan, M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran di sekolah, tetapi juga oleh keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi proses pendidikan anak.

“Sekolah yang hebat tidak hanya mendidik peserta didik, tetapi juga membina dan memberdayakan wali murid sebagai mitra utama dalam pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Kehebatan sebuah sekolah tercermin dari kemampuannya membangun sinergi dengan wali murid, sehingga pendidikan anak berlangsung selaras antara sekolah dan keluarga.”

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, sekolah tidak hanya berfokus pada pembinaan peserta didik, tetapi juga memberikan perhatian kepada wali murid melalui berbagai program pembinaan, komunikasi yang intensif, serta kegiatan kolaboratif. Dengan pendekatan tersebut, orang tua diharapkan mampu menjadi mitra strategis sekolah dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Selain itu, Ketua DPP Bidang Perkaderan dan Pembinaan Anggota, Dr. Abdul Ghaffar Hadi, menegaskan pentingnya pembinaan wali murid sebagai bagian integral dalam mewujudkan visi pendidikan yang berkualitas. Membina wai murid bukan hanya tugas sekolah tapi tugas ini ini merupakan tugas dakwah dari lembaga.

Ia menjelaskan bahwa sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga akan memperkuat efektivitas berbagai program pendidikan, baik dalam aspek akademik, karakter, maupun spiritual. Dengan demikian, tujuan pendidikan dapat dicapai secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Departemen Pembinaan Anggota DPP, Iwan Abdullah, M.S.I., menguraikan panduan teknis pembinaan wali santri yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah dan madrasah. Menurutnya, sebelum melaksanakan berbagai program pembinaan, perlu dibentuk terlebih dahulu wadah yang terstruktur dan berkelanjutan, yaitu Madrasah Wali Santri.

Menurutnya, Madrasah Wali Santri merupakan sarana strategis untuk membangun kesamaan visi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik generasi Islam yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia. Melalui wadah tersebut, berbagai program pembinaan dapat dilaksanakan secara sistematis, antara lain:

  • Tabligh dan penguatan nilai-nilai keislaman;
  • Program parenting untuk meningkatkan kompetensi pengasuhan;
  • Kajian bulanan sebagai sarana penguatan wawasan keagamaan dan pendidikan;
  • Halaqah Ta’lim dan Halaqah Al-Qur’an untuk meningkatkan kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an;
  • Program-program pembinaan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan wali santri.

Dengan hadirnya Madrasah Wali Santri, diharapkan terbangun ekosistem pendidikan yang harmonis antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Melalui kolaborasi yang kuat tersebut, visi pendidikan Hidayatullah dalam melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, berakhlak mulia, dan berperan aktif dalam membangun peradaban Islam dapat terwujud secara lebih efektif dan berkesinambungan.

Pertemuan virtual ini menjadi langkah awal untuk memperkuat komitmen seluruh satuan pendidikan Hidayatullah dalam membangun kemitraan yang kokoh antara sekolah dan wali murid. Dengan sinergi yang terbangun, sekolah tidak hanya menjadi pusat pembelajaran bagi peserta didik, tetapi juga pusat pembinaan keluarga sebagai fondasi utama keberhasilan pendidikan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Catatan Awal Pekan: Quo Vadis Pendidikan Pesantren (Hidayatullah)?

Sebuah pesan WhatsApp (WA) masuk ke nomor saya dari seorang Ustadz yang diamanahkan sebagai ketua yayasan di sebuah Pondok...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img