
SOFIFI (Hidayatullah.or.id) โ Beberapa saat setelah gempa melanda Maluku Utara, Ahad (07/07/2019) malam, kantor SAR Hidayatullah di Jakarta sempat putus kontak dengan tim instruktur nasional SAR Hidayatullah yang sedang berada di salah satu bentang bukit di Sofifi Pulau Halmahera dalam rangka lanjutan Diklat.
Seketika informasi gempa dirilis BMKG, kantor SAR Hidayatullah Jakarta segera menghubungi nomor kontak masing-masing 3 instruktur yang sudah berada di Maluku sejak pembukaan diklat beberapa hari lalu. Tidak ada nomor yang aktif. Hingga dini hari.
Panggilan ke nomor ponsel mereka yaitu Irwan Harun, Murdianto dan Krisdiansyah, tak mendapatk respon. โNomor yang Anda tuju sedang tidak aktif,โ hanya suara operator Telkomsel yang menanggapi.
โKami ingin memastikan kondisi mereka dan para peserta Diklat, karena Diklat mengambil lokasi yang tidak jauh dari laut,โ kata Ahmad Maghfur, Sekretaris yang juga Kepala Pusat Penerangan Mitigasi dan Kebencanaan SAR Hidayatullah.
Barulah pada dini hari menjelang pagi, Kadiklat SAR Hidayatullah Irwan Harun menghubungi pusat dan menginformasikan kalau kondisi mereka baik-baik saja. Baik instruktur maupun peserta Diklat, selamat semua tanpa kurang satu apapun.
Sejak pagi sebelum terjadinya gempa yang terletak pada 135 kilometer barat daya Ternate, Maluku Utara dengan kedalaman mencapai 10 kilometer dan koordinat titik gempa berada di 0,5 Lintang Utara dan 12,18 Bujur Timur, instruktur dan puluhan peserta diklat sedang berada di Sofifi untuk melanjutkan Diklat untuk praktik navigasi darat.
Ini adalah kali kesekian gelaran kegiatan Diklat SAR Hidayatullah yang bertepatan terjadi musibah bencana alam. Sebelumnya, ketika gempa Yogya terjadi, SAR Hidayatullah sedang menggelar acara Diklat. Termasuk ketika terjadi gempa dan tsunami di Aceh 2004 lalu.
Komandan SAR Hidayatullah Abbas Usman dengan setengah berseloroh mengatakan, ini bertanda bahwa SAR Hidayatullah harus langsung terjun praktek secara realistik ke medan-medan bencana. Langsung praktikkan ilmu. Tanpa tunda-tunda.
โIni peringatan buat relawan SAR Hidayatullah agar selalu siap dan siaga dalam setiap musibah bencana. Membantu masyarakat dengan setulus hati,โ pungkas Abbas.
Seperti diketahui, Gempa bumi berkekuatan 7,1 skala richter mengguncang wilayah barat daya Ternate, Maluku Utara. Gempa terjadi pada pukul 22.08 WIB.
Episentrum gempa tersebut berada sekitar 135 kilometer barat daya Ternate dengan kedalaman 10 kilometer.
Atas gempa tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini tsunami di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ternate memastikan tak ada kerusakan dan korban akibat gempa bermagnitudo 7 tersebut. Pada pagi hari pasca kejadian, warga telah pulang dari pengungsian.
Sehubungan peringatan tsunami yang sempat terbit seusai gempa terjadi, warga yang berada di kawasan pantai sempat mengungsi ke titik yang lebih tinggi dan jauh dari pantai. Sebagian mengungsi di rumah kerabat, ada pula yang mengungsi di kampus Universitas Khairun Ternate. (ybh/hio)