
MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sumatera Utara, Syukron Khoiri Nasution, menyampaikan bahwa tujuan penugasan da’i muda secara garis besar adalah melakukan regenerasi juru dakwah, menyebarkan nilai-nilai Islam serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam prosesi pelepasan 21 Da’i Muda Membangun yang diberangkatkan untuk menjalankan tugas dakwah Ramadhan di wilayah Kabupaten Deli Serdang di depan Masjid Agung Al-Akbar Pondok Pesantren Hidayatullah Medan pada Senin, 5 Ramadhan 1447 (23/2/2026).
Sementara itu, Syukron Khoiri Nasution menegaskan orientasi besar dari program ini dalam kerangka kaderisasi dakwah.
“Tujuan penugasan da’i muda secara garis besar adalah untuk melakukan regenerasi juru dakwah, menyebarkan nilai-nilai Islam yang wasathiyah, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya di era digital,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa para da’i muda dilatih untuk menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar melalui pendekatan yang santun dan penuh hikmah. Menurutnya, para da’i muda diharapkan mampu menjadi teladan akhlak mulia, terutama bagi kalangan remaja dalam dinamika pergaulan modern.
Menurutnya, program pengiriman 21 Da’i Muda Membangun ini menjadi bagian dari agenda dakwah Ramadhan untuk memperluas jangkauan pembinaan keagamaan di wilayah yang membutuhkan. Penempatan di sepuluh masjid di Kabupaten Deli Serdang dilakukan untuk memastikan distribusi pembinaan yang merata di desa-desa yang relatif jauh dari pusat kota.
Kegiatan ini menandai keberlanjutan komitmen Hidayatullah Sumatera Utara dalam membina generasi muda melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat. Melalui program tersebut, para siswa tidak hanya menjalankan peran dakwah, tetapi juga mendapatkan pengalaman sosial yang menjadi bagian dari proses pembentukan kepemimpinan dan karakter.
Para da’i muda yang diberangkatkan merupakan siswa Madrasah Aliyah Hidayatullah Tanjung Morawa. Mereka akan ditempatkan di 10 masjid berbeda yang tersebar di wilayah Kabupaten Deli Serdang dan akan menetap di masjid-masjid tersebut selama bulan Ramadhan.
Penugasan para da’i muda ini meliputi tugas sebagai imam shalat tarawih dan shalat subuh, penyampaian kultum tarawih, serta pengajaran Al-Qur’an bagi anak-anak TPA dan TPQ di masing-masing lokasi penempatan.
Program ini dilaksanakan untuk memenuhi permintaan masyarakat desa-desa pelosok yang membutuhkan pembinaan keagamaan selama Ramadhan. Kehadiran para da’i muda diharapkan dapat menghidupkan suasana ibadah di wilayah yang relatif jauh dari pusat aktivitas dakwah.
Kegiatan pelepasan tersebut dilakukan oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Medan, Isa Abdul Barri. Dalam sambutannya, Ustadz Isa Abdul Barri menyampaikan pesan pembinaan kepada para da’i muda.
“Penugasan ini adalah sebagai ajang latihan kalian untuk menjadi pemimpin masa depan. Oleh karena itu nikmati tugas ini dan laksanakan dengan sebaik-baiknya. Pesan saya, jagalah akhlaq kalian, bersikaplah tawadhu’, dan sering-sering bersilaturrahmi kepada para orangtua dan tokoh masyarakat yang ada di sana,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa selain menjalankan tugas sesuai tanggung jawab, para da’i muda perlu belajar bermasyarakat dan bersosialisasi karena kelak akan hidup di tengah masyarakat.






