AdvertisementAdvertisement

Al-‘Alaq Adalah Nafas Bagi Jiwa, Sebagaimana Oksigen Bagi Tubuh

Content Partner

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: Ust.-H.-Suharsono-Darbi.jpg

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ…

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Aku berwasiat kepada diri pribadi dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benarnya takwa. Sebab hanya dengan takwa hidup menjadi terarah, hati menjadi tenang, dan akhir perjalanan menjadi mulia.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Pada kesempatan Jumat yang penuh berkah ini, marilah kita merenungkan sebuah tema penting dalam kehidupan umat Islam:

“Al-‘Alaq adalah nafas bagi jiwa, sebagaimana oksigen bagi tubuh.”

Allah ﷻ memulai turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad ﷺ bukan dengan perintah mencari harta, bukan pula perintah membangun kekuatan dunia, tetapi dengan satu kata agung:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ۝ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ۝ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ۝ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ۝ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar manusia dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
(QS. Al-‘Alaq: 1–5)

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Perintah pertama yang Allah turunkan adalah Iqra’ — bacalah. Ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan ilmu, bacaan, dan Al-Qur’an dalam Islam.

Namun jamaah sekalian,

Iqra’ bukan sekadar membaca tulisan dengan mata atau melafalkan huruf dengan lisan. Iqra’ adalah menyerap ayat-ayat Allah dengan hati, pikiran, dan kesadaran.

Ada dua ayat Allah yang harus dibaca manusia:

Pertama, ayat qauliyah, yaitu firman Allah yang tertulis dalam Al-Qur’anul Karim.

Kedua, ayat kauniyah, yaitu tanda-tanda kebesaran Allah yang terbentang di alam semesta: langit, bumi, gunung, lautan, tumbuhan, hewan, hingga diri kita sendiri.

Allah ﷻ berfirman:

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di segenap penjuru alam dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu benar.
(QS. Fussilat: 53)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Mengapa Al-Qur’an disebut sebagai nafas bagi jiwa?

Karena jiwa manusia tidak cukup hanya diberi makan jasadnya. Tubuh memang membutuhkan makanan dan oksigen, tetapi hati membutuhkan petunjuk Allah.

Tanpa Al-Qur’an, jiwa menjadi kering. Hati mudah gelisah. Pikiran kehilangan arah. Manusia hidup dalam kemewahan, tetapi batinnya kosong.

Sebaliknya, ketika manusia dekat dengan Al-Qur’an, hatinya hidup. Ia memiliki cahaya dalam berpikir, ketenangan dalam menghadapi masalah, dan arah dalam menjalani kehidupan.

Tubuh manusia akan mati jika beberapa menit saja tidak mendapatkan oksigen. Begitu pula ruh manusia. Jika terlalu lama jauh dari Al-Qur’an, ruh menjadi lemah bahkan mati secara spiritual.

Na’udzubillah…

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Rasulullah ﷺ sebelum menerima wahyu sering bertafakkur di Gua Hira. Beliau merenungi langit, memperhatikan alam, dan memikirkan keadaan manusia. Lalu Allah menurunkan perintah: Iqra’.

Artinya, seorang muslim sejati adalah orang yang hidup hatinya dengan Al-Qur’an dan hidup pikirannya dengan ilmu.

Ia membaca Al-Qur’an dengan tadabbur.

Ia membaca alam dengan keimanan.

Ia membaca kehidupan dengan hikmah.

Karena itu, kejayaan peradaban Islam dahulu lahir dari semangat Iqra’. Ketika umat Islam benar-benar membaca Al-Qur’an dan membaca alam semesta, lahirlah ilmuwan-ilmuwan besar dalam bidang kedokteran, astronomi, matematika, dan teknologi.

Namun ketika umat ini meninggalkan budaya membaca dan lebih sibuk dengan hal-hal yang sia-sia, maka peradaban pun melemah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.
(HR. Bukhari)

Hadirin yang dirahmati Allah,

Di zaman sekarang manusia membaca setiap hari. Namun seringkali yang dibaca hanyalah gosip, fitnah, hiburan tanpa batas, dan konten yang melalaikan.

Akibatnya, pikiran menjadi sempit, hati mudah gelisah, dan hidup kehilangan arah.

Karena itu mari kita kembali kepada Iqra’ yang sejati:

Membaca Al-Qur’an setiap hari dengan tadabbur.

Membaca ilmu-ilmu yang bermanfaat dengan pandangan Islam.

Membaca alam semesta sebagai tanda kebesaran Allah.

Jika itu kita lakukan, maka jiwa kita akan hidup, keluarga kita akan hidup, dan insya Allah umat ini akan kembali bangkit.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita jadikan Al-Qur’an sebagai nafas utama dalam kehidupan kita. Jangan sampai tubuh kita sehat, tetapi ruh kita sakit. Jangan sampai kita hidup di dunia, tetapi hati kita mati karena jauh dari petunjuk Allah.

أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ


Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ. Ketahuilah bahwa kehidupan ini tidak akan pernah tenang tanpa petunjuk Allah.

Allah ﷻ berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.
(QS. Ar-Ra’d: 28)

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Tugas kita hari ini bukan hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga menjaga kesehatan ruh dan hati kita.

Jika tubuh diberi oksigen setiap saat, maka ruh harus diberi Al-Qur’an setiap hari.

Didik anak-anak kita dekat dengan Al-Qur’an.

Biasakan rumah-rumah kita dipenuhi tilawah.

Ajarkan keluarga kita mencintai ilmu dan membaca.

Sebab umat yang kuat adalah umat yang dekat dengan wahyu dan memiliki tradisi ilmu.

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang hidup hatinya dengan Al-Qur’an.

اللّٰهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا، وَنُورَ صُدُورِنَا، وَذَهَابَ هُمُومِنَا وَغُمُومِنَا

اللّٰهُمَّ عَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا، وَذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نُسِّينَا، وَارْزُقْنَا تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

أَقِمِ الصَّلَاةَ

(Untuk mengunduh naskah ini ke format PDF, klik icon “print” pada share button di bawah lalu pilih simpan file PDF)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Kader Dakwah dan Tantangan Relevansi di Era Modern

Dalam perjalanan dakwah dan perjuangan, kader bukan sekadar anggota organisasi. Ia adalah jiwa yang bergerak, yang terus bertumbuh di...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img