AdvertisementAdvertisement

Mentoring dan Coaching DPW Banten, Mochammad Chofadz Dorong Kapasitas Membaca Perubahan

Content Partner

TANGSEL (Hidayatullah.or.id) — Ketua Departemen Pembinaan dan Pengembangan Organisasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Mochammad Chofadz, mengatakan organisasi yang tangguh tidak menunggu persoalan membesar untuk berbenah. Ia mendorong kemampuan membaca perubahan, mengidentifikasi kebutuhan, dan menyiapkan solusi sebelum risiko mengganggu keberlangsungan gerak kelembagaan.

Demikian ditegaskan Chofadz saat menjadi narasumber dalam program Mentoring & Coaching Departemen Sumber Daya Insani (SDI) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah bagi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Banten pada 12–14 Oktober 2026 di Kantor DPW Hidayatullah Banten.

Chofadz yang turut dibersamai Ketua Departemen Sumberdaya Insani (SDI) Sumariadi dan Direktur Hidayatullah Institute (HI) Samsul Bahri ini juga menekankan pentingnya dilakukan pembenahan sistem organisasi, pengembangan kualitas kader, dan penguatan kapasitas kepemimpinan.

Chofadz menegaskan bahwa kedatangan tim coaching dan mentoring bukan karena adanya persoalan di tingkat wilayah. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah antisipatif untuk membaca kebutuhan organisasi, merumuskan formulasi pengembangan, serta menyiapkan solusi sebelum suatu persoalan berkembang menjadi gangguan terhadap stabilitas kelembagaan.

Menurutnya, mentoring dan coaching tidak semata-mata menjadi instrumen koreksi ketika kinerja menurun, melainkan ruang dialog untuk menguji efektivitas sistem kerja, mengenali kesenjangan kapasitas, dan memperjelas arah pengembangan sebagai bagian dari penguatan tata kelola.

“Pengelolaan organisasi bertaut dengan prinsip amanah, musyawarah, dan tanggung jawab. Amanah menuntut pengurus menjalankan mandat secara sungguh-sungguh,” kata Chofadz.

Karenanya, dia mendorong melalui forum ini untuk dikuatkannya tradisi musyawarah yang membuka ruang evaluasi dan perbaikan dimana tanggung jawab mengharuskan setiap keputusan mempertimbangkan kepentingan bersama. Nilai-nilai ini dinilai relevan ketika diterjemahkan menjadi sistem kerja yang terukur dan pembinaan kader yang berkelanjutan.

Dalam konteks keindonesiaan, Chofadz menekankan bahwa Hidayatullah sebagai organisasi kemasyarakatan Islam juga dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan sosial tanpa kehilangan orientasi nilai.

“Kapasitas sumber daya insani, ketepatan koordinasi, dan ketahanan kelembagaan menjadi modal untuk menjaga kontribusi organisasi dalam kehidupan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua DPW Hidayatullah Banten, Dadan Abdul Fattah, menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas perhatian dan arahan tim DPP Hidayatullah dalam kegiatan pendampingan ini.

Menurut Dadan, agenda tiga hari ini menjadi modal penting dalam penguatan organisasi dan pengembangan SDI sebagai investasi jangka panjang.

“Semoga DPW Banten semakin baik dalam kemampuan wilayah mengelola amanah, mengantisipasi tantangan, dan memastikan gerak organisasi berlangsung secara terarah serta berkesinambungan,” tandasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Kemensos RI dan Hidayatullah Bahas Sinergi Program Sosial hingga Kebencanaan

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menggelar kunjungan silaturahmi kelembagaan ke Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI)...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img