
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Sebanyak tujuh pasang da’i dan da’iyah Hidayatullah mengikuti Pernikahan Mubarak yang diselenggarakan di Masjid Baitul Karim, Kompleks Pusat Dakwah Hidayatullah, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan yang bertepatan dengan 28 Rabiul Akhir 1448 Hijriah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Hidayatullah dalam membina keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah sekaligus menyiapkan generasi Qur’ani sebagai penerus perjuangan dakwah Islam.
Acara ini dihadiri Ketua Majelis Syura Hidayatullah KH Hamim Thohari, Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Naspi Arsyad, serta perwakilan Wali Kota Administrasi Jakarta Timur melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Ian Murdian. Hadir pula keluarga besar kedua mempelai, jajaran pengurus Hidayatullah, tokoh masyarakat, dan tamu undangan.
Ketua panitia, Dr. Abdul Ghofar Hadi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Pernikahan Mubarak merupakan salah satu program khas Hidayatullah yang dirintis sejak 1977 oleh pendiri Hidayatullah, Ustaz Abdullah Said.
Menurutnya, program ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi kader dakwah yang hendak membangun rumah tangga, sekaligus menghadirkan alternatif terhadap budaya pernikahan yang kerap dibebani tuntutan biaya tinggi.
“Tujuannya adalah memberikan solusi terhadap budaya pacaran, pergaulan bebas, dan anggapan bahwa menikah harus mahal,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pernikahan Mubarak juga menjadi ikhtiar untuk memfasilitasi para santri putra dan putri yang selama ini berkonsentrasi menuntut ilmu serta mengembangkan dakwah agar dapat membangun kehidupan keluarga tanpa meninggalkan orientasi perjuangan.
Lebih dari sekadar prosesi pernikahan, program tersebut diarahkan untuk melahirkan keluarga-keluarga Qur’ani yang mampu mendidik generasi saleh dan salehah serta berkontribusi dalam melanjutkan risalah Islam.

Melalui Proses Pembinaan dan Seleksi
Abdul Ghofar menjelaskan, panitia semula merencanakan keikutsertaan sepuluh pasangan untuk menyesuaikan dengan tanggal pelaksanaan, yakni 10 Oktober 2026. Namun, setelah melalui proses verifikasi, seleksi, dan pembekalan, tujuh pasangan ditetapkan mengikuti Pernikahan Mubarak tahun ini.
Ia menyebut penetapan tersebut merupakan hasil dari proses yang dijalankan panitia dengan mempertimbangkan kesiapan para calon mempelai.
Sebelum pelaksanaan, para peserta mengikuti pembekalan dan pendampingan sebagai bagian dari persiapan memasuki kehidupan rumah tangga. Panitia juga melakukan koordinasi administratif dengan pihak terkait agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik.
Abdul Ghofar menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah setempat, pengurus DPP Hidayatullah, tim panitia, serta para orang tua dan wali yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia berharap ketujuh pasangan yang mengikuti Pernikahan Mubarak dapat menjaga keistikamahan, membangun keluarga yang harmonis, serta menjadikan rumah tangga sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah SWT.
Menguatkan Tradisi Pernikahan Mubarak
Pernikahan Mubarak memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Hidayatullah. Program ini menjadi bagian dari pembinaan kader, khususnya dalam mempersiapkan kehidupan keluarga yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dan tanggung jawab dakwah.
Dalam sambutannya, panitia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan Pernikahan Mubarak dengan tujuh pasangan mengingatkan kembali pada kegiatan serupa yang pernah diselenggarakan di kawasan Cipinang Cempedak sekitar tiga dekade lalu.
Tradisi tersebut menunjukkan perhatian Hidayatullah terhadap pembentukan keluarga sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat Islami.
Melalui Pernikahan Mubarak, Hidayatullah berharap lahir keluarga-keluarga yang tidak hanya menghadirkan ketenteraman bagi anggotanya, tetapi juga mampu menjadi lingkungan pendidikan pertama bagi generasi penerus dakwah.
Pernikahan ini sekaligus menjadi momentum bagi para kader untuk meneguhkan komitmen bersama dalam membangun rumah tangga yang berlandaskan iman, kasih sayang, dan tanggung jawab.
Dengan terbentuknya tujuh keluarga baru tersebut, Hidayatullah berharap nilai-nilai Al-Qur’an terus tumbuh dalam kehidupan keluarga dan menjadi bekal dalam melanjutkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan agama.





Sponsor
Baitul Maal Hidayatullah (BMH).
Lembaga Pemeriksa Halal Hidayatullah (LPH).
Kelas Intensif Sirah Nabawiyah (KISN).
Muslimat Hidayatullah (Mushida).
Baitut Tamwil Hidayatullah (BTH).
Bank Syariah Indonesia (BSI).
PONPES Hidayatullah Depok.
Anandaya Home Resort.
Pemuda Hidayatullah.
Aleenahoz Beauty.
Roemah Polonia.
Quran Cordoba.
Santri Grafika.
Taz Media Pro.
Ummu Maher.
Dapur Santri.
Bubah Oyah.
Melek Emas.
Al Jazeerah.
HOZLÉE.
Wardah.
Sunrise.
Nahra.
Layali.
SOKA.






